Tampilkan postingan dengan label 1938. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1938. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Mei 2026

Penampilan KNIL Darat sebelum Perang Dunia II (1)

22 Januari 1927: Para opsir Batalion XX di tangsi mereka di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
11 Desember 1937: Kesatuan KNIL menangkap dan menggiring para "pemberontak" di Seram Barat (di Kamal, Kairatu Barat?). Catatan foto memakai istilah de deelnemers aan het verzet (pelaku perlawanan) tanpa memberi rincian lebih lanjut tentang perlawanan yang dilakukan warga Maluku ini.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
2 Juli 1938: KNIL mencoba pemakaian alat komunikasi militer yang mereka kembangkan sendiri. Alat ini beratnya sekitar 25 kg, masih bisa diangkut dengan punggung, dan memiliki jangkauan kirim-terima signal sekitar 10 km.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah kesatuan artileri KNIL berpose dengan meriam mereka
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: a.l. 1927, 1937, 1938
Tempat: a.l. Jakarta, Maluku
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 24 Mei 2026

Pesawat amfibi dan pesawat pembom KNIL sebelum Perang Dunia II

6 Juli 1929: Dua pesawat amfibi mendarat, tepatnya melaut, di perairan Sabang di Pulau Weh
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
3 Desember 1938: Pesawat pembom buatan Glenn Martin (Dutch Martin model 166)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1929, 1938
Tempat: a.l. Sabang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 14 Mei 2026

Kreativitas rancangan KNIL Bandung, cikal bakal Pindad, dalam membuat kendaraan tempur, 1938

Pabrik amunisi dan kendaraan tempur milik KNIL di Bandung, yang kelak menjadi Pindad, di akhir tahun 1930-an atau awal 1940-an pernah membuat kendaraan lapis baju yang disainnya memiliki beberapa kemiripan dengan Cybertruck buatan Tesla yang baru muncul di abad ke-21 (lihat posting ini). Selain itu, para ternyata teknisi KNIL juga pernah merancang tank atau panser yang didisain untuk bisa melintas lumpur dan pesawahan serta sungai atau kawasan pesisir (lihat gambar di bawah). Tampaknya ini memang gagasan yang muncul di Nusantara dan dilahirkan dalam menghadapi medan yang khas di wilayah ini.

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1938
Tempat: kemungkinan di Bandung atau sekitarnya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 04 Agustus 2025

Kumpulan beberapa ilustrasi zaman dulu tentang Nusantara (2)

Sekelompok pria Tionghoa bermain kartu
[~1853, Auguste van Pers, Den Haag]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Seorang perempuan asal Bandung bernama Soemina
[3 Mei 1938, Willem G. Hofker]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Seorang pria Jawa dalam busana keraton
[~1830, London]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: ~1830, ~1853, 1938
Tempat terbit: a.l. Den Haag, London
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: a.l. Auguste van Pers dan Willem G. Hofker
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Rabu, 22 Januari 2025

Lukisan karya Willem Gerard Hofker tentang wanita dan pria Bali (4)

1938: Sebuah pura
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
1938: Seorang wanita Bali mengusung sesajen di sebuah pura di Badung
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
1948: Seorang pendeta dan wanita Bali dengan anting tradisional di sebuah pura
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
1948: Seorang wanita Bali jongkok di depan sebuah pura
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1938, 1948
Tempat: Bali
Tokoh:
Deskripsi:
Juru gambar: Willem Gerard Hofker
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Edisi lain dari lukisan nomor 4 pernah dimuat di sini.

Senin, 20 Januari 2025

Lukisan karya Willem Gerard Hofker tentang wanita dan pria Bali (3)

1936: Seorang lelaki Bali di dekat kurungan ayam sabung
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
1938: Penari Legong
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
1938: Dua wanita Bali mengusung sesajen
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
1948: Tiga wanita Bali
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Edisi lain dari lukisan di atas
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1936, 1938, 1948
Tempat: Bali
Tokoh:
Deskripsi:
Juru gambar: Willem Gerard Hofker
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Minggu, 24 Maret 2024

Lukisan karya Willem Gerard Hofker tentang Bali dan Jakarta

1938: Sebuah kampung di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
1948: Perempuan Bali di depan pura
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
1948: Lelaki Bali di depan pura dengan latar belakang seorang wanita Bali mengusung sesajen
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
1947: Ni Wiriah, gadis Bali hamil
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: a.l. 1938, 1947, 1948
Tempat: Bali, Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar: Willem Gerard Hofker
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Lukisan nomor 2 dan 3 akan muncul di Kalender Bali 1948, yang akan dimuat setelah ini.

Sabtu, 12 Agustus 2023

Aneka foto dari zaman Belanda karya para juru foto yang belum teridentifikasi (31)

Istana Bogor dengan latar depan kolam teratai
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1872: Hotel Bellevue, Bogor, dilihat dari sisi Kali Ciliwung
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Cibodas (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1938: Sekelompok perahu nelayan di sebuah pesisir
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1898: Foto studio yang menampilkan warga Jawa; dengan garis retouche untuk mengesankan ada air di latar bawah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1885: Dua abdi dalem Keraton Surakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1872, 1885, 1898, 1935
Tempat: a.l. Bogor, Cibodas (?). Surakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 29 Juli 2022

Persiapan Hindia-Belanda menghadapi Perang Dunia II: Skuadron pesawat pembom (1)

Empat pembom Douglas DB-7C
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pesawat pembom buatan Glenn Martin (Dutch Martin model 166)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dutch Martin model 166
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para petinggi KNIL menginspeksi Dutch Martin model 166, kemungkinan di Kalijati
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
1938: Dua pembom Dutch Martin model 166 di atas perbukitan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1938 (foto terakhir), sekitar 1941 (foto lainnya)
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 14 Mei 2022

Fasisme di Hindia Belanda: Salam fasis atau Hitlergruß

PENGANTAR

Selepas Perang Dunia I fasisme merebak di banyak negara di Eropa, dan memuncak di berkuasanya pengikut paham ini di Italia dan Jerman. Belanda, dan juga Hindia-Belanda, ikut dilanda ideologi ini. Warga Belanda di Nusantara yang terpikat fasisme mendirikan organisasi NIFO (Nederlandsch Indische Fascisten Organisatie) di awal tahun 1930an, yang kemudian melebur ke organisasi "induk" Belanda NSB (Nationaal-Socialistische Beweging) pimpinan Anton Mussert.

Ketika Jerman menyerbu serta menduduki Belanda di tahun 1940, dan pemerintah Belanda bersama pihak Kerajaan harus mengungsi ke Inggris, NSB menjadi kaki tangan pendudukan Jerman. Pemerintahan Hindia-Belanda yang loyal terhadap Ratu Wilhelmina, melarang NSB dan menutup semua kantornya di Nusantara.

Seri foto berikut menampilkan gambar dari masa maraknya NSB dan pengikutnya di Hindia-Belanda. Salam fasis, atau Hitlergruß di Jerman, menjadi mode di kalangan orang Eropa yang tinggal di Nusantara.


Salam fasis di Cimalati (Cicurug, Sukabumi) …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

… yang rupanya juga dilakukan oleh perempuan berwajah lokal, serta seorang lelaki yang mengenakan Lederhose khas Jerman gunung
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Kebon Sirih, Jakarta, 28 Oktober 1935: Salam fasis, yang juga dicoba diajarkan seorang ibu kepada anaknya di barisan depan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Nongkojajar (Pasuruan), 14 Januari 1938: Salam Hitler bahkan masuk ke kawasan Tengger di kaki Gunung Bromo
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1930-an (a.l. 1935, 1938)
Tempat: Jawa (a.l. Jakarta, Pasuruan, Sukabumi)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 12 Mei 2022

Fasisme di Hindia Belanda: Barisan pengikut NSB

PENGANTAR

Selepas Perang Dunia I fasisme merebak di banyak negara di Eropa, dan memuncak di berkuasanya pengikut paham ini di Italia dan Jerman. Belanda, dan juga Hindia-Belanda, ikut dilanda ideologi ini. Warga Belanda di Nusantara yang terpikat fasisme mendirikan organisasi NIFO (Nederlandsch Indische Fascisten Organisatie) di awal tahun 1930an, yang kemudian melebur ke organisasi "induk" Belanda NSB (Nationaal-Socialistische Beweging) pimpinan Anton Mussert.

Ketika Jerman menyerbu serta menduduki Belanda di tahun 1940, dan pemerintah Belanda bersama pihak Kerajaan harus mengungsi ke Inggris, NSB menjadi kaki tangan pendudukan Jerman. Pemerintahan Hindia-Belanda yang loyal terhadap Ratu Wilhelmina, melarang NSB dan menutup semua kantornya di Nusantara.

Seri foto berikut menampilkan gambar dari masa maraknya NSB dan pengikutnya di Hindia-Belanda.


Pengikut NSB mengusung bendera Belanda dan NSB
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Magelang, 6 September 1938: Pengikut NSB dalam seragam hitam-hitam melakukan salam fasis
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Magelang, 6 September 1938: Pawai NSB menjadi tontonan khalayak ramai
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
NSB bahkan memiliki barisan paduan suara yang juga senang dengan seragam hitam-hitam
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Remaja anggota Nationale Jeugdstorm dan anggota KNIL Laut yang bersimpati pada NSB
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1930-an (a.l. 1938)
Tempat: Jawa (a.l. Magelang)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 05 Mei 2022

Dari sebuah album foto tentang wilayah Priangan di sekitar tahun 1938 (6)

Satu foto dari luar Priangan: Ruangan Bali-Lombok di Museum Gajah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pantai di Sukabumi (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pantai di Sukabumi (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pantai di Sukabumi (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1938
Tempat: Jakarta, Sukabumi (?)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Wijnand Elbert Kerkhoff (?)
Sumber / Hak cipta: Officieele Vereeniging voor Toeristenverkeer / National Gallery of Australia
Catatan: