Tampilkan postingan dengan label 1596. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1596. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 November 2024

Peta kuno dari tahun 1596: Antara Batochina dan Chinabata

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1596
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi: Peta dengan utara di sebelah kanan ini memperlihatkan Asia Timur dan Tenggara, dengan hiasan berbagai gambar hewan baik di daratan maupun di lautan. Selama ini kita cenderung mengamati pulau-pulau besar di perairan Nusantara; kali ini kita coba untuk melihat pulau-pulau yang lebih kecil.
  • Pulau Bangka pernah bernama Chinabata; sementara di Halmahera ada tempat bernama Batochina. Ini boleh jadi salah satu, atau salah dua, indikasi yang menunjukkan aktivitas perdagangan dengan Tiongkok di masa lampau hingga ke pelosok Maluku,
  • Pesisir utara Halmahera diberi nama Costa do Moro, atau "pantai kaum Muslim", yang menunjukkan agama yang dianut penduduk di sekitar ini. Istilah Moro yang diberikan orang Spanyol dan Portugis ini kemudian beralih ke penduduk Mindanao, Filipina, yang hingga sekarang menyebut diri Bangsa Moro.
  • Perairan Maluku merupakan kawasan yang sangat dikenal hingga pulau-pulau kecil dan sedang pun digambarkan dan dicantumkan namanya, seperti: Ternate, Tidore, Bakian, Run, Ai, Buru, Kepulauan Aru, dll.
  • Pulau Flores memiliki satu nama lagi: Froles; Bali disebut Galle; sementara Sumbawa diberi nama Aram d'Avara.
  • Nama-nama lain sudah cocok atau mendekati, seperti Madura, Karimata (Crimata), Karimun Jawa (Cirima Iaoa), Lingga (Linga), Bintan (Bintam), Mentawai (Nintaon), Engano, Natuna (Natuma).
  • Satu lagi, tapi kali ini terkait pulau besar: Peta ini mengklaim Sulawesi sebagai milik Portugis; di pulau ini kita bisa baca nama Purtugal.
Juru kartografi: Henricus Van Langren
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 05 November 2024

Nusantara di tengah dunia menurut peta kuno karya Gerardus Mercator dari tahun 1596

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: antara 1596 dan 1610
Tempat terbit: Kekaisaran Romawi Suci
Tokoh:
Deskripsi: Peta ini sangat tua dan berasal dari juru kartografi ternama, Mercator. Meskipun judulnya "Asia", dan memang fokus atas Asia, peta ini sejatinya menampilkan semua benua: Eropa di kiri atas, Afrika di kiri bawah, Australia di kanan bawah, dan Amerika di kanan atas. Mercator malah menambahkan kutub utara di tengah atas. Peta ini menampilkan apa yang diyakini bangsa Eropa tentang Nusantara saat itu, a.l. bahwa Jawa adalah pulau yang dominan, termasuk dalam hal ukuran. Sumatera sudah lumayan tergambarkan, sementara pulau-pulau lain tampak berserakan dengan bentuk yang masih jauh dari realitas. Pengecualian adalah Halmahera ("Gilolo" = Jailolo) yang wilayah dan pulau-pulau sekitarnya menjadi incaran bangsa-bangsa Eropa terkait rempah-rempah: Bentuk Halmahera sudah dikenal dengan lumayan bagus.
Juru kartografi: Gerardus Mercator
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Sabtu, 25 Mei 2024

Peta kuno dari tahun 1596: Nusantara di antara wilayah-wilayah lain di Asia Timur dan Tenggara

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1596
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi: Sebuah peta sangat tua dengan utara berada di kiri dan timur ditempatkan di atas
Juru kartografi: Henricus Van Langren yang memperlihatkan pengetahuan geografi Eropa tentang Asia Timur saat itu. Kita baca ada Camboia, Chinæ, Corea, Formosa, Iapan, Insulæ Philippinæ, Malacca, dan Siam. Bentuk Kalimantan dan Sumatera sudah cukup lumayan; Jawa tampak terlalu besar; Sulawesi dan terutama Papua masih jauh dari bentuk asli; tetapi Halmahera sudah cukup terjelajahi sehingga bentuknya sudah cukup bagus.
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Kamis, 19 Agustus 2021

Lukisan Jan Huyghen van Linschoten tentang orang Maluku, 1596

Jan Huyghen van Linschoten adalah seorang pedagang Belanda dari abad ke-16 yang mengikuti para penjelajah Portugis yang pada saat itu, di samping Spanyol, mendominasi pelayaran dan perdagangan laut manca negara. Pengetahuan yang didapat Jan Huyghen van Linschoten tentang wilayah Nusantara a.l. adalah sumber dari penjelajahan Belanda menuju Hindia-Timur, yang berujung pada menguatnya posisi Belanda di wilayah Nusantara dan kemudian terdepaknya Portugis hingga tinggal ke Timor Leste.
Lukisan Van Linschoten di bawah menggambarkan orang Bago, Myanmar (kiri) dan lelaki Maluku dengan pedang dan tameng. Pasangan di sebelah kanan, dengan kuping memanjang, tidak mendapat deskripsi yang jelas, tetapi bisa jadi menggambarkan warga Dayak dengan tradisi kuping panjangnya .

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 1596
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Jan Huyghen van Linschoten
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Selasa, 17 Agustus 2021

Lukisan Jan Huyghen van Linschoten tentang kapal Jawa, 1596

Jan Huyghen van Linschoten adalah seorang pedagang Belanda dari abad ke-16 yang mengikuti para penjelajah Portugis yang pada saat itu, di samping Spanyol, mendominasi pelayaran dan perdagangan laut manca negara. Pengetahuan yang didapat Jan Huyghen van Linschoten tentang wilayah Nusantara a.l. adalah sumber dari penjelajahan Belanda menuju Hindia-Timur, yang berujung pada menguatnya posisi Belanda di wilayah Nusantara dan kemudian terdepaknya Portugis hingga tinggal ke Timor Leste.
Berikut gambar Van Linschoten tentang kapal yang menurutnya berasal dari Tiongkok dan Jawa. Kalau kita melihat benderanya, merah dengan bulan dan bintang, kemungkinan besar yang dimaksud Van Linschoten adalah kapal dari Kesultanan Mataram.

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 1596
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Jan Huyghen van Linschoten
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Minggu, 15 Agustus 2021

Lukisan Jan Huyghen van Linschoten tentang orang Jawa dan Melayu, 1596

Jan Huyghen van Linschoten adalah seorang pedagang Belanda dari abad ke-16 yang mengikuti para penjelajah Portugis yang pada saat itu, di samping Spanyol, mendominasi pelayaran dan perdagangan laut manca negara. Pengetahuan yang didapat Jan Huyghen van Linschoten tentang wilayah Nusantara a.l. adalah sumber dari penjelajahan Belanda menuju Hindia-Timur, yang berujung pada menguatnya posisi Belanda di wilayah Nusantara dan kemudian terdepaknya Portugis hingga tinggal ke Timor Leste.
Berikut deskripsi Van Linschoten tentang orang Melayu dan orang Jawa. Menurut Van Linschoten, orang Melayu lebih beraneka ragam, sementara orang Jawa cenderung kaku.

Pasangan Melayu (Malayos) dan Jawa (Yauvas)
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 1596
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Jan Huyghen van Linschoten
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Rabu, 30 Juni 2021

Kedatangan Cornelis de Houtman di Banten di tahun 1596, menurut lukisan yang dibuat 300 tahun kemudian

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: lukisan di atas dibuat sekitar 1904-1925, menggambarkan peristiwa tanggal 15 Juni 1596
Tempat: Karangantu (Banten lama)
Tokoh: Cornelis de Houtman (penjelajah Belanda yang merintis jaur laut dari Belanda ke Nusantara)
Peristiwa: Pada tanggal 15 Juni 1596 Cornelis de Houtman bersama rombongan kapalnya berlabuh di Banten dan diterima dengan ramah oleh Kesultanan Banten. Peristiwa ini menjadi tonggak kedatangan Belanda di Nusantara yang berujung pada penjajahan hingga ke ratusan tahun kemudian.
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: