Tampilkan postingan dengan label Kawah Manuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kawah Manuk. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Juli 2021

Dari buku foto tentang Priangan dan Jawa Timur keluaran George Lewis dan Studio Kurkdjian: Priangan II, 1910

Kawah Gunung Papandayan, Garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sumber belerang di kawah Papandayan, Garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Letupan Gunung Tangkuban Parahu, Bandung
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawah Manuk, Garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Talaga Bodas, Garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1910
Tempat: Bandung, Garut
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: George Lewis / Studio Onnes Kurkdjian
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 27 Mei 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Toeristenbond voor Nederland terbitan 1911: 37-42

PENGANTAR

Di rangkaian posting sebelumnya blog ini menampilkan foto-foto dari album keluaran penerbit Kleynenberg & Co. dari tahun 1912-1914. Album yang berisi 150 foto ini menyajikan wajah-wajah Nusantara dari berbagai pelosok. Sebelumnya, di tahun 1911, Toeristenbond voor Nederland juga mengeluarkan album yang mirip. Album keluaran jawatan pariwisata Belanda ini berisi 100 foto yang juga menampilkan berbagai wajah Nusantara.

Isi album ini didominasi oleh foto karya Jean Demmeni, seorang fotografer campuran Perancis-Madura yang lahir di Padang Panjang dan banyak aktif di wilayah Minangkabau. Tidak mengherankan apabila hampir setengah dari album ini berisi foto dari wilayah Sumatera Barat.

Berbeda dengan album foto Kleynenberg yang mencakup banyak wilayah, album Toeristenbond ini masih membatasi tambahan liputan ke Jawa dan sedikit Sumatera Utara, di samping Sumatera Barat. Meski demikian, album ini tetap menarik karena mengindikasikan aspek warga Nusantara yang, paling tidak menurut khalayak Belanda saat itu, menarik untuk dicermati dari sudut pandang pariwisata.

Blog ini akan menampilkan ke-100 foto ini berurut sesuai nomornya. Foto-foto yang pernah dimuat sebelumnya, dalam konteks lain, akan diberi catatan.


37. Kawah Manuk, Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
38. Talaga Bodas, Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
39. Pemandangan di Leles, Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
40. Pemandangan di Leles, Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
41. Sekelompok penari wayang orang, Jawa Tengah
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
42. Makam raja-raja Mataram di Kotagede, Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit tahun 1911, foto-fotonya tentunya dibuat sebelum itu
Tempat (d.a.k.b.): Garut (4x), Jawa Tengah, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Jean Demmeni
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan: Edisi lain dari foto no. 37 pernah dimuat sebelumnya di posting ini; no. 39 & 40 di posting ini; dan no. 41 di posting ini dan edisi lainnya di sini.

Senin, 22 Maret 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Kleynenberg & Co terbitan 1912-1914 (12)

PENGANTAR

Di sekitar tahun 1912-1914 penerbit Kleynenberg & Co. mengeluarkan album berisi 170 foto tentang jajahan Belanda. 150 di antaranya berasal dari Hindia-Belanda, sisanya dari Suriname. Kebanyakan foto-fotonya kemungkinan dibuat di awal abad ke-20, beberapa di antaranya berasal dari fotografer terkenal seperti Jean Demmeni (fotografer kelahiran Padang Panjang, campuran Perancis dan Madura), Christiaan Nieuwenhuis (mantan KNIL yang beralih jadi fotografer, menetap dan meninggal di Padang), Carl Kleingrothe (orang Jerman yang menjadi fotografer di Medan), atau Cassian Kephas (fotografer lokal yang autodidak), dsb.

Album ini menjadi menarik karena merupakan kompilasi keanekaragaman wajah Nusantara saat itu: dari pantai hingga ke pegunungan, dari Aceh hingga ke Papau, dari warga Dayak hingga ke warga Timor, dari perkebunan hingga ke industri tambang. Tak ketinggalan pula aneka macam bangunan mulai dari gua yang masih jadi tempat tinggal hingga ke rumah besar dan keraton. Dari candi, gereja, mesjid, hingga ke pura. Juga dari nelayan, petani, hingga ke penyepuh emas; serta dari bermain kartu, menenun kain hingga ke pacuan kuda.

Tentu tak mungkin semuanya terangkum hanya dalam beberapa foto; tetapi album ini berhasil menunjukkan satu sisi dari keanekaragaman ini.

Blog ini akan menampilkan 150 foto ini; beberapa di antaranya, terutama foto yang populer, pernah ditampilkan sebelumnya secara sendiri-sendiri. 42 foto pertama akan berasal dari yang tersedia di arsip Atlas Van Stolk, ini dipilih karena umumnya sudah menguning sehingga kental kesan kunonya; sisanya dari koleksi Universitas Leiden.


7. Danau kawah di Dieng: Telaga Warna (depan) & Telaga Pengilon (belakang)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
8. Kawah Manuk di Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
9. Kawah Papandayan di Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
10. Kawasan yang kelak menjadi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
11. Kawah Ijen, Jawa Timur
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
12. Sepasang pengantin Minangkabau bersama pendamping di depan rumah gadang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit antara tahun 1912 dan 1914, kemungkinan foto-fotonya sudah lebih tua lagi
Tempat (d.a.k.b.): Dieng, Garut, Garut, Jawa Timur, Banyuwangi, Minangkabau
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Kleynenberg & Co (Haarlem) / Universiteit Leiden
Catatan: