Tampilkan postingan dengan label Abdulkadir Widjojoatmodjo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Abdulkadir Widjojoatmodjo. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Maret 2026

Kolonel Abdulkadir Widjojoatmodjo dalam pelantikan pemerintahan federal sebagai alternatif dari negara kesatuan Indonesia, 1948

Kolonel Abdulkadir Widjojoatmodjo (kiri) dalam upacara pelantikan Pemerintah Federal Sementara yang dibentuk Belanda untuk menandingi Republik Indonesia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 8 Maret 1948
Tempat:
Tokoh: Kolonel Raden Abdulkadir Widjojoatmodjo (perwira KNIL yang anti kemerdekaan Indonesia)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 16 Oktober 2025

Beberapa foto dari perundingan Renville, Januari 1948 dan sesudahnya (7)

17 Januari 1948: Abdulkadir Widjojoatmodjo menandatangani naskah perjanjian atas nama delegasi Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Raymond Herremans, perwakilan dari Belgia berbicara. Di sisi kanan dia tampak tokoh India dan perwakilan dari Australia. Di sisi kiri dia kemungkinan kapten USS Renville, yaitu William W. renville William W. Ball, dan perwakilan Amerika Serikat Frank Graham.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Yogyakarta, 12 April 1948: Warga menyambut riuh kedatangan delegasi Indonesia yang kembali ke Yogkarta. Tampak di tengah-tengah, Ali Sostroamijoyo (berjanggut hitam), sementara anak-anak dan pemuda menjulurkan tangan gembira di halaman stasiun kereta.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Yogyakarta, 12 April 1948: Sudut lain yang memperlihatkan kemeriahan sambutan warga Yogyakarta dalam menyambut kedatangan delegasi Indonesia setelah perundingan di kapal USS Renville
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1948
Tempat: Kapal USS Renville di perairan Tanjung Priuk, Yogyakarta
Tokoh:
  • Kolonel Raden Abdulkadir Widjojoatmodjo (perwira KNIL yang anti kemerdekaan Indonesia)
  • Ali Sostroamjioyo (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan)
  • Frank Porter Graham (Ketua Komisi Jasa-jasa Baik PBB)
Peristiwa: perundingan Renville dan sesudahnya
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 14 Oktober 2025

Beberapa foto dari perundingan Renville, Januari 1948 (6)

Delegasi Indonesia, d.ki.k.ka.: Ali Sostroamjoyo, dr. Tjoa Tik Len (?), Haji Agus Salim, ?, Johannes Leimena, Nasrun (?), ?, Adnan Kapau Gani
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Perbincangan di delegasi Belanda yang a.l. diikuti M. Hamelink (di tengah, berdasi, bertolak pinggang), orang Belanda yang menjadi Menteri Keuangan Negara Indonesia Timur
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Haji Agus Salim mencoba mengatur mikrofon ketika Amir Syarifuddin berpidato atas nama delegasi Indonesia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Amir Syarifuddin membacakan pernyataan delegasi Indonesia dengan a.l. ditemani oleh Haji Agus Salim dan Johennes Leimena
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 17 Januari 1948
Tempat: Kapal USS Renville di perairan Tanjung Priuk
Tokoh:
  • Adnan Kapau Gani (Wakil Perdana Menteri Indonesia)
  • Haji Agus Salim (Menteri Luar Negeri)
  • Amir Syarifuddin Harahap (Perdana Menteri Indonesia, ketua delegasi Indonesia di perundingan Renville) 
  • Johannes Leimena (Menteri Kesehatan)
Peristiwa: perundingan Renville
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 12 Oktober 2025

Beberapa foto dari perundingan Renville, Januari 1948 (5)

Richard Kirby dari Australia (kiri) tampak mempelajari naskah perjanjian, sementar Frank Graham dari Amerika Serikat (tengah) berdiskusi dengan Abdulkadir Widjojoatmodjo. Di meja tampak gunting yang berperan penting dalam penyusunan naskah final perjanjian Renville.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
D.ki.k.ka.: Tokoh India, Sir Richard Clarence Kirby (diplomat Australia), kemungkinan kapten kapal USS Renville William W. Ball (berbicara, di depan gunting bersejarah), Frank Potter Graham (Amerika Serikat), dan Abdulkadir Widjojoatmodjo
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Frank Graham memeriksa naskah perjanjian sementara Abdulkadir menandatangani sebuah salinannya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Senyum dan tawa dari para peserta tampaknya menjadi bagian dari tahap akhir perundingan; sementara sang gunting diam tenang di atas meja. Paling kanan, di barisan delegasi Belanda, kemungkinan adalah Christiaan Robbert Steven Soumokil, pendiri Republika Maluku Selatan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 17 Januari 1948
Tempat: Kapal USS Renville di perairan Tanjung Priuk
Tokoh: Peristiwa: perundingan Renville
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 08 Oktober 2025

Beberapa foto dari perundingan Renville, Januari 1948 (3)

Sebuah gambar yang mengindikasikan bahwa perundingan Renville diarahkan menuju terbetuknya Republik Indonesia Serikat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
D.ki.k.ka.: Paul van Zeeland (Belgia), tokoh India, Sir Richard Clarence Kirby (diplomat Australia, menyerahkan dokumen), Frank Potter Graham (Amerika Serikat), dan Abdulkadir Widjojoatmodjo
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Obrolan di belakang meja perundingan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Richard Kirby tertawa, sementara Frank Graham memeriksa sebuah naskah dengan bantuan gunting, di samping seorang awak perempuan dari USS Renville
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang pembicara membacakan naskahnya, dengan latar depan Amir Syarifuddin (berpeci) dan latar belakang wartawan dengan kamera foto dan kamera film>(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 17 Januari 1948
Tempat: Kapal USS Renville di perairan Tanjung Priuk
Tokoh:
  • Amir Syarifuddin Harahap (Perdana Menteri Indonesia, ketua delegasi Indonesia di perundingan Renville) 
  • Kolonel Raden Abdulkadir Widjojoatmodjo (perwira KNIL yang anti kemerdekaan Indonesia)
  • Frank Porter Graham (Ketua Komisi Jasa-jasa Baik PBB)
  • Paul Guillaume Viscount van Zeeland (mantan PM Belgia yang menjadi salah satu anggota Komisi Jasa-jasa Baik PBB) 
  • Sir Richard Clarence Kirby (diplomat Australia, salah satu anggota Komisi Jasa-jasa Baik PBB) 
Peristiwa: perundingan Renville
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 06 Oktober 2025

Beberapa foto dari perundingan Renville, Januari 1948 (2)

Ketua delegasi Indonesia, Amir Syarifuddin, berbicara di perundingan. Paling kiri adalah Haji Agus Salim (hanya kelihatan tangannya memegang janggut) dan Johannes Leimena. Di sisi lain Amir Syarifuddin: Paul van Zeeland, Mantan Perdana Menteri Belgia yang menjadi perwakilan negaranya di Komisi Tiga Negara.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Yang berbicara kemungkinan adalah kapten dari USS Renville, William W. Ball. Tokoh lainnya d.ki.k.ka.: Paul van Zeeland (Belgia), tokoh India, Sir Richard Clarence Kirby (diplomat Australia), Frank Potter Graham (Amerika Serikat), dan Abdulkadir Widjojoatmodjo
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
D.ki.k.ka.: Amir Syarifuddin, Paul van Zeeland (berbicara), tokoh India, Richard Kirby, Frank Graham
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Proses penandatanganan sebuah dokumen, dilakukan oleh Amir Syarifuddin dan Paul van Zeeland
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Amir Syarifuddin berpidato
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 17 Januari 1948
Tempat: Kapal USS Renville di perairan Tanjung Priuk
Tokoh:
  • Amir Syarifuddin Harahap (Perdana Menteri Indonesia, ketua delegasi Indonesia di perundingan Renville) 
  • Haji Agus Salim (Menteri Luar Negeri)
  • Johannes Leimena (Menteri Kesehatan)
  • Kolonel Raden Abdulkadir Widjojoatmodjo (perwira KNIL yang anti kemerdekaan Indonesia)
  • Frank Porter Graham (Ketua Komisi Jasa-jasa Baik PBB)
  • Paul Guillaume Viscount van Zeeland (mantan PM Belgia yang menjadi salah satu anggota Komisi Jasa-jasa Baik PBB) 
  • Sir Richard Clarence Kirby (diplomat Australia, salah satu anggota Komisi Jasa-jasa Baik PBB)
Peristiwa: perundingan Renville
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 04 Oktober 2025

Beberapa foto dari perundingan Renville, Januari 1948 (1)

Politisi Belanda, Lambertus Neher (kiri), dan Wakil PM Belanda, Willem Drees (kanan) meninjau kolam renang yang ada di kapal USS Renville
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Ketua delegasi Belanda, Abdulkadir Widjojoatmodjo, berpidato membawakan posisi Belanda …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… di depan meja perundingan yang dipenuhi gelas air putih dan asbak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Perwakilan Amerika Serikat, Frank Graham, berbicara di perundingan. Kedua dari kanan, di barisan delegasi Belanda, menatap ke arah kamera dengan kacamata gelap kemungkinan adalah Christiaan Robbert Steven Soumokil, pendiri Republik Maluku Selatan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Frank Graham menandatangani bagian dari perjanjian Renville, di sebelah Abdulkadir Widjojoatmodjo
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Desember 1947 (foto pertama), 17 Januari 1948 (foto lainnya)
Tempat: Kapal USS Renville di perairan Tanjung Priuk
Tokoh:
  • Kolonel Raden Abdulkadir Widjojoatmodjo (perwira KNIL yang anti kemerdekaan Indonesia)
  • Frank Porter Graham (Ketua Komisi Jasa-jasa Baik PBB)
  • Willem Drees (politisi Belanda, kelak menjadi perdana menteri)
Peristiwa: perundingan Renville
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 26 Juli 2025

Pasukan Sekutu dan Belanda di Papua 1944/1945 (10)

Biak: Warga Papua di sebuah barak militer bersama seorang Belanda dan seorang berwajah Indonesia barat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Armada kapal perang Sekutu, salah satunye berbendera Belanda di perairan Papua
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Markas NICA di Jayapura yang dipimpin oleh Kolonel Abdulkadir Widjojoatmodjo (membelakangi kamera)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang tentara Belanda membagikan makanan kepada warga Papua
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1944
Tempat: Papua (a.l. Biak, Jayapura)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga awal seri ini yang dimuat sebelumnya.

Selasa, 29 Oktober 2024

Van Mook berkunjung ke Morotai setelah Jepang kalah perang, 1945

Van Mook (berkacamata) bertemu dan berbincang dengan para pemuka masyarakat Morotai, kemungkinan dari kalangan umat Islam. Van Mook ditemani oleh Kolonel KNIL Abdulkadir Widjojoatmodjo (paling kanan).
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Van Mook (berkacamata) bertemu dengan perwakilan masyarakat, kemungkinan dari kalangan Kristiani, yang membawa pamflet bertuliskan "Morotai bertempik karena kebebasa, terima kasih" dan "Hidoeplah kiranja Oranje". Van Mook ditemani oleh Letnan Kouwenhoven, seorang perwira NICA.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Van Mook memberi hormat kepada barisan yang menyambutnya, diiringi oleh Jenderal Van Oyen (kanan) dan Letnan Kouwenhoven.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Morotai
Tokoh: Hubertus van Mook (Menteri Urusan Wilayah Jajahan, kelak Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda), Mayor Jenderal Ludolph Hendrik van Oyen (Panglima KNIL 1942-1946), Kolonel Raden Abdulkadir Widjojoatmodjo (perwira KNIL asal Jawa yang sangat pro-Belanda; kelak menjadi ketua delegasi Belanda di perundingan Renville)
Peristiwa: Pihak Belanda diwakili Van Mook berkunjung ke berbagai wilayah Indonesia Timur, yang lebih dulu terbebas dari pendudukan Jepang, untuk mengukuhkan kembali kekuasaan Belanda.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 12 September 2023

Van Mook dan Abdulkadir Widjojoatmodjo di Papua, 1945 (2)

Abdulkadir, Van Mook, dan Kol. De Booy di Serui
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Van Mook dan Abdulkadir meninjau barak-barak di Jayapura
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Van Mook di Depapre, Jayapura
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Van Mook meninjau kesigapan milisi Papua di Kota NICA dekat Danau Sentani
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anak-anak Papua dengan bendera Belanda menyambut kedatangan Van Mook di Kota NICA
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Papua (Jayapura, Kota NICA, Serui)
Tokoh:
  • Kolonel Raden Abdulkadir Widjojoatmodjo (perwira KNIL asal Jawa yang sangat pro-Belanda; kelak menjadi ketua delegasi Belanda di perundingan Renville)
  • Hubertus van Mook (Menteri Urusan Wilayah Jajahan, kelak Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 10 September 2023

Van Mook dan Abdulkadir Widjojoatmodjo di Papua, 1945 (1)

Van Oyen dan Van Mook disambut kesatuan KNIL
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Van Mook meninjau milisi Papua di Kota NICA dekat Danau Sentani
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Rombongan yang menyertai Van Mook di Jayapura; d.ki.k.ka.: ajudan Struikema, Letda Feldbusch, Mr. Kerstens, suster Jongema, Mr. Moffatt
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Abdulkadir bersama para perwira KNIL di Yoka, Jayapura
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Papua (Jayapura, Kota NICA)
Tokoh:
  • Kolonel Raden Abdulkadir Widjojoatmodjo (perwira KNIL asal Jawa yang sangat pro-Belanda; kelak menjadi ketua delegasi Belanda di perundingan Renville)
  • Hubertus van Mook (Menteri Urusan Wilayah Jajahan, kelak Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda)
  • Mayor Jenderal Ludolph Hendrik van Oyen (Panglima KNIL 1942-1946)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 06 September 2023

Milisi warga Papua bentukan dan gemblengan Belanda, 1945 (5)

Mayjen Van Oyen dan para perwira KNIL menginspeksi Papoea Bataljon di Jayapura
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Mayjen Van Oyen (tengah) bersama Kolonel Sandberg (kiri) dan Kapten Wagner (kanan)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
D.ki.k.ka.: Dr. Brandon, Mayjen Van Oyen, Van Hoogstraten, Kolonel Sandberg, Letkol Ijsseldijk, Kapten Moquette
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Mayjen Van Oyen bersama para perwira KNIL dan Kolonel Abdulkadir Widjojoatmodjo (ketiga dari kanan)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Jayapura
Tokoh: Mayor Jenderal Ludolph Hendrik van Oyen (Panglima KNIL 1942-1946), Abdulkadir Widjojoatmodjo (perwira KNIL anti kemerdekaan Indonesia, kelak menjadi ketua delegasi Belanda di perundingan Renville)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: