Tampilkan postingan dengan label Banda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Banda. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Agustus 2025

Kumpulan beberapa ilustrasi zaman dulu tentang Nusantara (6)

Pulau Banda dan Neira, beserta Gunung Api serta Benteng Nassau, dilihat dari laut
[1724, Amsterdam, François Valentijn]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Hewan-hewan di Jawa menurut sebuah naskah berbahasa Latin yang terbit di Jerman: badak, buaya (!), gajah, kura-kura
[1595-1600, Frankfurt]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Dari naskah yang sama tentang kepercayaan warga Bali yang mengagungkan kasta Brahmana, dan adanya kelompok yang pantang makan daging dan ikan, serta kelompok yang jika suami meninggal maka istrinya ikut dikuburkan hidup-hidup (di gambar tetapi dibakar)
[1595-1600, Frankfurt]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1595, 1724
Tempat terbit: Amsterdam, Frankfurt
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: a.l. François Valentijn
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Minggu, 10 Agustus 2025

Kumpulan beberapa ilustrasi zaman dulu tentang Nusantara (5)

Padang, Sumatera Barat, dilihat dari laut
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Atas: Benteng Nassau di Pulau Banda; bawah: Gunung Api di Banda Neira
[1806, London]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Borobudur
[W. Purser, 1835]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: a.l. 1806, 1835
Tempat terbit: a.l. London
Tokoh: a.l. W. Purser
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Rabu, 16 April 2025

Lukisan karya Jacques Nicolas Bellin tentang Benteng Nassau di Banda dari sekitar tahun 1750

Tampak udara dari Fort Nassau dengan empat pojok bermeriam yang diarahkan ke berbagai penjuru, gerbang utama (dan satu-satunya?), serta area pemukiman di dalamnya
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: ~1750
Tempat terbit: Paris
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Jacques Nicolas Bellin
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Sabtu, 01 Maret 2025

Dari Padang sampai ke Banda: Lukisan pemandangan Nusantara karya Charles William Meredith van de Velde, 1844 (7 - Maluku)

Charles William Meredith van de Velde (1818-1898) tampaknya seorang dengan berbagai bakat dan kemampuan. Dia pernah menjadi perwira angkatan laut, tentara bayaran, pembuat peta, anggota palang merah, hingga misionaris. Salah satu keahlian dia adalah menangkap keindahan alam dari tempat yang dia kunjungi, dan menuangkannya ke atas kanvas. Dia terkenal sebagai pembuat peta Palestina di pertengahan abad ke-19, serta pelukis kota dan tempat di Palestina yang dia singgahi. Sebelumnya, dia juga mengabadikan banyak tempat di Nusantara dalam beberapa karya lukisannya, yang akan kita lihat di seri berikut ini.


Ternate dengan Gunung Gamalama di latar belakang. Tampak pula kawasan pelabuhan dengan sebuah benteng (?) dan pemukiman di pesisir. Latar depan memperlihatkan beberapa kapal layar dan perahu.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Pemandangan di Banda dengan komposisi yang digemari Van de Velde: gunung, kali ini Gunung Api Banda, dan perbukitan di latar belakang, serta kawasan pelabuhan dan pemukiman di pesisir. Kemudian perahu layar besar beserta beberapa perahu di latar tengah dan depan.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1844
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru gambar: Charles William Meredith van de Velde
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Jumat, 22 November 2024

Kepulauan Banda setelah Jepang kalah perang dan Belanda kembali datang, 1945 (3)

Kapal AL Australia HMAS Broome di kejauhan, dilihat dari sebuah jendela Benteng Nassau
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Warga Banda yang menyambut kedatangan perwakilan militer Australia dan Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tiga bocah Banda di reruntuhan Benteng Nassau yang saat itu berumur 336 tahun
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Catatan foto menyebutkan bahwa ini adalah sisa-sisa pemukiman warga Tionghoa di Banda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: November 1945
Tempat: Banda
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 20 November 2024

Kepulauan Banda setelah Jepang kalah perang dan Belanda kembali datang, 1945 (2)

Perwakilan militer Australia dan militer Belanda di gedung pertemuan dikelilingi warga Banda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para "tamu" umumnya duduk di kursi sementara tuan rumah berdiri atau duduk di lantai
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang letnan laut bernama Osborne digendong menuju daratan agar tidak basah terkena air laut
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pemuka warga Banda bertemu perwira NICA di kapal AL Australia HMAS Broome
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: November 1945
Tempat: Banda
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 18 November 2024

Kepulauan Banda setelah Jepang kalah perang dan Belanda kembali datang, 1945 (1)

Masyarakat Banda menari menyambut kedatangan perwakilan militer Australia dan Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Salah satu penari masih mengenakan capacete peninggalan Portugis yang sudah berumur ratusan tahun
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Masyarakat Banda mengarak perwakilan militer Australia dan Belanda menuju gedung pertemuan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sambutan tarian berikutnya di dalam gedung pertemuan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: November 1945
Tempat: Banda
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 16 September 2024

Peta kuno dari tahun 1750: Banda dan sekitarnya

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)


Tahun terbit: sekitar 1750
Tempat terbit: Paris
Tokoh:
Deskripsi: Peta berbahasa Perancis ini menampilkan Pulau Banda dan sekitarnya. Kontur pulau-pulau masih belum akurat meskipun profil umumnya sudah terlihat. Pulau Run dan Ai di sebelah kanan juga tampak dipaksakan untuk masuk ke dalam peta sehingga letak, ukuran, serta bentuknya jauh dari akurat. Peta ini disertai 9 penamaan:

  1. Pulorin (Pulau Run)
  2. Puloway (Pulau Ai)
  3. Gunnanapi (Pulau Gunung Api)
  4. Labetak (Lautaka?)
  5. Nera (Naira)
  6. Wayer (?)
  7. Lantoor (Lontohir)
  8. Ortattan (?)
  9. Combeer (Combir)

Juru kartografi: Jacques-Nicolas Bellin
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Senin, 02 September 2024

Dokumen dari tahun 1599 yang memuat peta Pulau Banda dan sekitarnya

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: sekitar 1599
Tempat terbit: Frankfurt (?)
Tokoh:
Deskripsi: Ini merupakan halaman dokumen kuno berbahasa Latin yang memperlihatkan peta Banda dan sekitarnya. Petanya sendiri sudah dimuat di posting ini. Teks di halaman ini a.l. memuat kalimat Stofferolla, Stofferolla, Ascehad an la, Ascehad an la, yll lolla, yll lolla, Mahumed di e rossulla, yang tampaknya didengar dan dicatat si pembuat dokumen ketika di berada di Banda. Kalimat ini tak lain sebenarnya Astaghfirullaah, astaghfirullaah, asyhadu an-laa ilaaha illallaahu, (wa asyhadu anna) muhammadan rasuulullaahi.
Juru kartografi: Theodore De Bry
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Sabtu, 17 Agustus 2024

Peta kuno dari sekitar tahun 1599: Banda dan sekitarnya

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: sekitar 1599
Tempat terbit: Frankfurt (?)
Tokoh:
Deskripsi: Peta sangat kuno ini merupakan salah satu peta pertama yang menampilkan Pulau Banda dan sekitarnya. Banda dan Neira tampak ditampilkan dengan letak, proporsi, dan kontur yang lumayan tepat. Ini menunjukkan bahwa pulau-pulau ini sudah cukup dikenal dan dijelajahi. Sementara itu, Pulau Run (Poeleron) dan Pulau Ai (Poeleway) terkesan disisipkan karena ukurannya diperkecil dan letaknya didekatkan ke Banda. Menarik untuk dicatat bahwa Gunung Api ditulis Groene Ape yang selintas seperti menyebut "monyet hijau".
Juru kartografi: Theodore De Bry
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Minggu, 28 Juli 2024

Peta kuno dari tahun 1724: Banda dan sekitarnya (tak berwarna)

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1724
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Ini merupakan versi "tidak berwarna" dari peta yang pernah dimuat di posting ini sebelumnya. Peta ini menampilkan Pulau Run, Ai, Banda, Neira, Bandaneira, dan Hatta/Rozengain.
Juru kartografi: dicuplik dari karya François Valentijn
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Sabtu, 06 Juli 2024

Peta kuno dari tahun 1724: Banda dan sekitarnya

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1724
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Peta ini menampilkan Pulau Naira dipenuhi oleh Gunung Banda Api lengkap dengan asap dan letusannya, objek alam yang memang menjadi kekhasan pulau ini. Pulau lain yang ditampilkan sama dengan yang biasa muncul ketika bangsa Eropa membuat peta tentang Banda, yaitu Run, Ai, Bandaneira, Banda sendiri, dan Hatta/Rozengain.
Juru kartografi: dicuplik dari karya François Valentijn
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Senin, 10 Juni 2024

Peta kuno dari tahun 1725: Banda dan sekitarnya

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1725
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi: Akurasi di peta ini memperlihatkan bagusnya pengetahuan bangsa Belanda tentang Pulau Banda dan sekitarnya sejak awal abad ke-18. Di sebelah kiri kita lihat pulau Rohn (Run) yang diberi catatan Engels eyland (pulau malaikat). Kemudian ada pulau Way (Ai), berlanjut ke Banda serta Nera dan Pulau Pisang di utaranya. Di sebelah kanan kita lihat pulau Rossigeyn (Rozengain, atau Hatta) yang diberi catatan Banditen Eyland (pulau bandit).
Juru kartografi: Pierre van der Aa
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 21 Mei 2024

Peta kuno keluaran Paris dari tahun 1747: Ambon, Banda, Buru, Seram, dan sekitarnya

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1747
Tempat terbit: Paris
Tokoh:
Deskripsi:
Juru kartografi: Jacques-Nicolas Bellin
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Sabtu, 11 Mei 2024

Peta kuno dari tahun 1652: Pulau Banda dan sekitarnya

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1652
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru kartografi: Ioan Ioanssonius (Jan Jansson)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Rabu, 20 Oktober 2021

Sejarah Belanda di Indonesia 1595-1646 menurut gambar berseri dari tahun 1768-1778 (2)

1607: Utusan Laksamana Steven van der Hagen mengunjungi Sultan Gresik
(klik untuk memperbesar | © AVS)
1608/1609: Sultan Aceh menerima kunjungan dari utusan Laksamana Matelief
(klik untuk memperbesar | © AVS)
22 Mei 1609: Laksamana Pieter Willemsz Verhoeven tewas di Banda Neira
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: lukisan dibuat tahun 1768-1778, menggambarkan peristiwa di tahun 1697, 1609
Tempat: Gresik, Aceh, Banda Neira
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Bernardus Mourik
Sumber / Hak cipta: Staatkundige historie van Holland / Atlas Van Stolk
Catatan:

Rabu, 29 September 2021

Foto-foto dari "Album van Java" tentang Jawa-Maluku-Sulawesi menjelang akhir abad ke-19 (5)

PENGANTAR

Walter Bentley Woodbury dan James Page adalah dua orang Inggris yang menjadi salah dua perintis dunia fotografi profesional di Hindia-Belanda. Studio foto yang mereka dirikan di Batavia menjadi teladan bagi fotografer lain untuk mendirikan hal yang sama di Padang, Semarang, Surabaya, dan kota-kota lain di Nusantara. Blog ini sudah menampilkan banyak karya keluaran dari studio ini.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Di sekitar tahun 1890 studio ini mengeluarkan album dengan judul Album van Java, yang sejatinya juga berisi foto-foto dari Maluku dan Sulawesi juga. Ada kemungkinan pemesan album ini memang aktif atau pernah berkunjung ke wilayah-wilayah ini. Album ini berisi 42 foto, yang 40 di antaranya akan ditampilkan di sini sesuai nomor urut; 2 lainnya tidak tersedia di koleksi yang dipublikasikan oleh National Gallery of Australia ini. Tiap foto memiliki catatan tulisan tangan sehingga memudahkan kita untuk mengidentifikasi objek foto.


24. Sebuah rumah panjang berdinding bilik di tepi rel kereta di Jawa Timur (sekitar 1890)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
25. Benteng Belgica di Banda Neira difoto dari kejauhan (1875)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
26. Sebuah pemdangan di Minahasa (1868)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
28. Pembangunan jalur kereta Bandung-Jakarta (1868)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
29. Pembangunan jalur kereta Bandung-Jakarta (1868)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1868, 1875, 1890
Tempat (d.a.k.b.): Jawa Timur, Banda Neira, Minahasa, Jawa Barat (2x)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto nomor 25 dari koleksi Universiteit Leiden
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)


Senin, 27 September 2021

Foto-foto dari "Album van Java" tentang Jawa-Maluku-Sulawesi menjelang akhir abad ke-19 (4)

PENGANTAR

Walter Bentley Woodbury dan James Page adalah dua orang Inggris yang menjadi salah dua perintis dunia fotografi profesional di Hindia-Belanda. Studio foto yang mereka dirikan di Batavia menjadi teladan bagi fotografer lain untuk mendirikan hal yang sama di Padang, Semarang, Surabaya, dan kota-kota lain di Nusantara. Blog ini sudah menampilkan banyak karya keluaran dari studio ini.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Di sekitar tahun 1890 studio ini mengeluarkan album dengan judul Album van Java, yang sejatinya juga berisi foto-foto dari Maluku dan Sulawesi juga. Ada kemungkinan pemesan album ini memang aktif atau pernah berkunjung ke wilayah-wilayah ini. Album ini berisi 42 foto, yang 40 di antaranya akan ditampilkan di sini sesuai nomor urut; 2 lainnya tidak tersedia di koleksi yang dipublikasikan oleh National Gallery of Australia ini. Tiap foto memiliki catatan tulisan tangan sehingga memudahkan kita untuk mengidentifikasi objek foto.


18. Kepulauan Banda (1868)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
19. Satu pemandangan di Maluku (sekitar 1890)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
20. Penyeberangan sungai di Jawa Barat (Citarum? sekitar 1890)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
21. Kapal dan perahu di sebuah muara di Maluku (sekitar 1890)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
22. Sebuah pantai di Maluku (sekitar 1890)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
23. Makam Sultan Palembang, Mahmud Badaruddin II, di Ternate (sekitar 1890)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1868, 1890
Tempat: Banda, Jawa Barat, Maluku, Ternate
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto nomor 23 pernah dimuat di posting ini.

Selasa, 21 September 2021

Foto-foto dari "Album van Java" tentang Jawa-Maluku-Sulawesi menjelang akhir abad ke-19 (1)

PENGANTAR

Walter Bentley Woodbury dan James Page adalah dua orang Inggris yang menjadi salah dua perintis dunia fotografi profesional di Hindia-Belanda. Studio foto yang mereka dirikan di Batavia menjadi teladan bagi fotografer lain untuk mendirikan hal yang sama di Padang, Semarang, Surabaya, dan kota-kota lain di Nusantara. Blog ini sudah menampilkan banyak karya keluaran dari studio ini.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Di sekitar tahun 1890 studio ini mengeluarkan album dengan judul Album van Java, yang sejatinya juga berisi foto-foto dari Maluku dan Sulawesi juga. Ada kemungkinan pemesan album ini memang aktif atau pernah berkunjung ke wilayah-wilayah ini. Album ini berisi 42 foto, yang 40 di antaranya akan ditampilkan di sini sesuai nomor urut; 2 lainnya tidak tersedia di koleksi yang dipublikasikan oleh National Gallery of Australia ini. Tiap foto memiliki catatan tulisan tangan sehingga memudahkan kita untuk mengidentifikasi objek foto.


1. Kawasan Sindanglaya, Cianjur, dengan latar belakang Gunung Gede (1868)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
2. Profil batu cadas di Karawang (sebelum 1880)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
3. Kawasan pemukiman di pesisir Surabaya (1868)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
4. Kawasan Tanjung Priok (1868)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
5. Memetik buah pala di Pulau Banda (1868)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
6. Perumahan di Banda Neira (1868)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1868, 1880
Tempat (d.a.k.b.): Karawang, Cianjur, Surabaya, Jakarta, Banda, Banda Neira
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: