Tampilkan postingan dengan label 1951. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1951. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Mei 2024

Peta grafis dari tahun 1951: Bali

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1951
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi:
Juru kartografi: François ten Have
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Rabu, 13 Januari 2021

Poster dan gambar tentang pameran budaya Nusantara di berbagai ajang eksebisi, 1873-1951

Paviliun Hindia-Belanda di Pameran Dunia di Wina, Austria, 1873
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Poster pameran kolonial di Semarang, 1914
(klik untuk memperbesar | © Albert Hahn sr. / AVS)

Poster pameran budaya Hindia Barat dan Timur di Arnheim, Belanda, 1928
(klik untuk memperbesar | © Nicolaas de Koo / AVS)

Rumah batak di Pameran Kolonial Internasional di Paris, Perancis, 1931
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Poster pameran budaya Antilles, Indonesia, dan Suriname di Haarlem, Belanda, 1950/1951
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 1873, 1914, 1928, 1931, 1951
Tempat: Arnheim dan Haarlem, Paris (Perancis), Semarang, Wina (Austria)
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Albert Hahn sr. (nomor 2) | Nicolaas de Koo (nomor 3)
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Jumat, 06 November 2020

Door de Eeuwen Trouw, organisasi anti RI pendukung RMS: Dalam karikatur Belanda, 1951

Door de Eeuwen Trouw ("setia sepanjang masa") adalah sebuah organisasi yang didirikan di tahun 1950 oleh sekelompok warga Belanda yang tidak bersimpati pada Republik Indonesia. Mereka menyokong pembatasan pengaruh Indonesia atas wilayah seperti Maluku, Papua, dan pulau-pulau lain yang jauh dari Jawa. Mereka secara resmi mendukung pembentukan Republik Maluku Selatan. Dukungan ini sempat menjadi perhatian media Belanda seperti yang termuat di karikatur berikut ini.

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Karikatur ini terbit tanggal 16 Juni 1951, menggambarkan tiga anggota Door de Eeuwen Trouw menyalakan api yang kemudian membara. Asap yang muncul tapi menggambarkan lambang paramiliter Nazi, SS. Memang dikabarkan bahwa beberapa pentolan organisasi ini bersimpati pada, atau malah pernah terkait dengan SS. Entah kebetulan atau tidak, motto SS adalah Meine Ehre heißt Treue (kehormatanku adalah kesetiaan), yang memuat kata Jerman treue yang sepadan dengan kata Belanda trouw.

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Karikatur yang terbit tanggal 19 Juni 1951 ini menampilkan beberapa potongan berita koran yang mewartakan Door de Eeuwen Trouw. Keterkaitan dengan SS tidak terdengar bagus di telinga warga Belanda yang yang relatif belum lama terbebas dari pendudukan Jerman Nazi. Karikatur ini tampaknya menggambarkan para petinggi Door de Eeuwen Trouw, tanpa wajah, dengan kutipan: "Het enige, wat wij verloren hebben, is ons gezicht … waarom zouden wij dan heengaan?" (Satu-satunya yang hilang dari kami adalah muka kami … jadi mengapa kami harus pergi?).

Waktu: 1951
Tempat: Belanda
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Leo Jordaan
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Kamis, 28 Januari 2016

Rally mobil Jakarta-Bandung, 1951

Mobil yang dikendarai Kolonel Daan Jahja di garis Start di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Check point di Padalarang
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Garis finish di hotel Savoy-Homann Bandung
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 12 Mei 1951
Tempat: Jakarta, Padalarang, Bandung
Tokoh:
Peristiwa: Beberapa foto dari rally mobil Jakarta-Bandung yang disponsori KLM dan Anker.
Fotografer: Studio Tong & Tim
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Minggu, 26 April 2015

Jemaah haji Indonesia di kapal milik Rotterdamse Lloyd, 1951 (2)

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1951
Tempat: sebuah kapal milik Rotterdamse Lloyd
Tokoh:
Peristiwa: jemaah haji asal Indonesia di dalam perjalanan menuju Jiddah
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Sabtu, 25 April 2015

Jemaah haji Indonesia di kapal milik Rotterdamse Lloyd, 1951 (1)

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 1951
Tempat: sebuah kapal milik Rotterdamse Lloyd
Tokoh:
Peristiwa: jemaah haji asal Indonesia di dalam perjalanan menuju Jiddah
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Senin, 18 Maret 2013

Pengungsi "Republik Maluku Selatan" tiba di Belanda

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)

Waktu: Mei 1951
Tempat: Belanda
Tokoh:
Peristiwa: Pengungsi "Republik Maluku Selatan" tiba di Belanda
Fotografer: Cornell Capa
Sumber / Hak cipta: Time Life
Catatan: Mungkin sebagian orang tidak akan menyebut "pengungsi", tetapi "pelarian"?


Jumat, 15 Maret 2013

Achmad Soebardjo menandatangani "Treaty of Peace with Japan", 1951

(klik untuk memperbesar)
Waktu: 8 September 1951
Tempat: San Fransisco, Amerika Serikat
Tokoh: Menteri Luar Negeri Achmad Soebardjo
Peristiwa: Achmad Soebardjo menandatangani Treaty of Peace with Japan
Fotografer: J. R. Eyerman
Sumber / Hak cipta: Time Life
Catatan: Treaty of Peace with Japan (atau Treaty of San Francisco atau San Francisco Peace Treaty) merupakan perjanjian antara Jepang dan, sebagian dari, pihak Sekutu serta beberapa negara lain berkenaan dengan berakhirnya perang dan kompensasi yang harus dibayar Jepang. Indonesia, bersama 47 negara lain, ikut menandatangani kesepakatan ini; tetapi Indonesia tidak pernah meratifikasinya, alih-alih membuat perjanjian bilateral sendiri bertanggal 20 Januari 1958.


Sabtu, 09 Februari 2013

Pasar di Bukittinggi tahun 1951

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
Waktu: 1951
Tempat: Bukittinggi
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: W. Robert Moore
Sumber / Hak cipta: National Geographic Society / Corbis
Catatan:

Rabu, 06 Februari 2013

Penjual anyaman bambu di Jawa, 1951

(klik untuk memperbesar)
Waktu: 1951
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa: Dua penjual barang-barang dari anyaman bambu, sedang menyusuri rel kereta
Fotografer: W. Robert Moore
Sumber / Hak cipta: National Geographic Society / Corbis
Catatan:

Minggu, 03 Februari 2013

Pedati sapi di Jawa, 1951

(klik untuk memperbesar)
Waktu: 1951
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa: Sebuah pedati yang ditarik sapi di tahun 1951
Fotografer: W. Robert Moore
Sumber / Hak cipta: National Geographic Society / Corbis
Catatan:


Kamis, 31 Januari 2013

Reruntuhan sebuah candi di Jawa, 1951

(klik untuk memperbesar)
Waktu: 1951
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa: Reruntuhan sebuah candi
Fotografer: W. Robert Moore
Sumber / Hak cipta: National Geographic Society / Corbis
Catatan:


Senin, 28 Januari 2013

Penjual gerabah di Bali, 1951

(klik untuk memperbesar)
Waktu: 1951
Tempat: Bali
Tokoh:
Peristiwa: Penjual gerabah di Bali, 1951
Fotografer: W. Robert Moore
Sumber / Hak cipta: National Geographic Society / Corbis
Catatan: Beberapa wanita di foto ini sudah menutup dadanya, meski hanya dengan sehelai kain; tetapi wanita yang kedua dari belakang tampaknya masih bertelanjang dada.