Tampilkan postingan dengan label Sungkono. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sungkono. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 September 2018

Serah-terima kendaraan militer Belanda ke pihak TNI di Surabaya, 24 Maret 1950

PENGANTAR

Sebagai bagian dari pengakuan kedaulatan oleh pihak Belanda dan pembentukan APRIS, di penghujung 1949 dan awal 1950 militer Belanda menyerahkan beberapa kendaraan militer yang tidak bersifat taktis, seperti truk, ke pihak TNI/APRIS. Peristiwa ini terjadi di beberapa tempat, seperti di Surabaya.

Mayjen J.A. Scheffelaar berbicara dengan Kapten Sriamin
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Mayjen J.A. Scheffelaar berbicara dengan Kol. Sungkono (berpeci)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Truk-truk yang diserahkan Belanda ke pihak TNI
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Truk-truk yang diserahkan Belanda ke pihak TNI
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 24 Maret 1950
Tempat: Kalimas (Surabaya)
Tokoh: Kolonel Sungkono (Panglima TNI untuk wilayah Jawa Timur), Mayjen J.A. Scheffelaar (Komandan militer Belanda untuk wilayah Jawa Timur)
Peristiwa: Serah-terima kendaraan militer Belanda ke pihak TNI di Surabaya
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Selasa, 18 September 2018

Serah-terima kendaraan militer Belanda ke pihak TNI di Surabaya, 17 Maret 1950

PENGANTAR

Sebagai bagian dari pengakuan kedaulatan oleh pihak Belanda dan pembentukan APRIS, di penghujung 1949 dan awal 1950 militer Belanda menyerahkan beberapa kendaraan militer yang tidak bersifat taktis, seperti truk, ke pihak TNI/APRIS. Peristiwa ini terjadi di beberapa tempat, seperti di Surabaya.

Kolonel Sungkono berbicara dengan Mayjen J.A. Scheffelaar
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Letkol Nouwens berbicara dengan Kapten Abdullah (Kepala Dinas Peralatan TNI)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Kol. Sungkono dan para perwira lain di gudang tempat penyimpanan kendaraan
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Kol. Sungkono memberikan arahan kepada Dinas Peralatan TNI
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Mayjen J.A. Scheffelaar, Kolonel Sungkono, dan Letkol Nouwens
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 17 Maret 1950
Tempat: Surabaya
Tokoh: Kolonel Sungkono (Panglima TNI untuk wilayah Jawa Timur), Mayjen J.A. Scheffelaar (Komandan militer Belanda untuk wilayah Jawa Timur)
Peristiwa: Serah-terima kendaraan militer Belanda ke pihak TNI di Surabaya
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Rabu, 18 Juli 2018

Kolonel Sungkono di penghujung tahun 1949

Kediri, September 1949: Kol. Sungkono, didampingi Letkol. Sukanda Bratamanggala mengunjungi masyarakat dan pasukan TNI di Kediri
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Madiun, 17 Desember 1949: Kol. Sungkono memberikan piala kepada tim Belanda yang menang 2-1 atas tim Indonesia
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Madiun, 17 Desember 1949: Tim sepakbola Indonesia dan Belanda yang bertanding
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1949
Tempat: Kediri, Madiun
Tokoh: Kolonel Sungkono (Gubernur Militer Jawa Timur), Letkol. Sukanda Bratamanggala (perwira Siliwangi)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

UPDATE 18 Agustus 2018
Tambahan foto dari acara kunjungan Kol. Sungkono dan Letkol. Sukanda ke Kediri:
Kol. Sungkono (kanan) berdampingan dengan Letkol. Sukanda di acara kunjungan ke Kediri
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Kesatuan pemuda pejuang yang menyambut Sungkono dan Sukana di Kediri
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Sabtu, 30 Juni 2018

Kolonel Sungkono di perundingan gencatan senjata dengan pihak Belanda di Trowulan, 1949

Kolonel Sungkono diantar jip PBB
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Kol. Sungkono (tengah) didampingi pengamat militer dari Australia A.E. Knights
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Kol. Sungkono dan Kapten Moh. Iwan di meja perundingan
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Pasukan TNI bersama prajurit Belanda di sela-sela perundingan
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 13 Agustus 1949
Tempat: Trowulan
Tokoh: Kolonel Sungkono (Gubernur Militer Jawa Timur)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: