Tampilkan postingan dengan label Kali Brantas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kali Brantas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 September 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Abraham Salm tentang berbagai tempat di Jawa (6)

Ini merupakan pelengkap dan tayang ulang (reload) dalam ukurang yang lebih besar dari beberapa lukisan karya Abraham Salm yang pernah dimuat sebelumnya. Lihat tautan di bagian "Catatan" di bawah.


Jawa Timur: Perkampungan warga Tengger dengan latar belakang pegunungan di kawasan Bromo-Tengger-Semeru
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Bogor: Jalanan yang menghubungkan Bogor dengan Cisarua, di sekitar wilayah Megamendung. Kelak perlintasan ini manjadi jalan beraspal yang dikenal dengan nama "jalur Puncak".
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sumedang: Jalanan yang memotong batu-batu cadas dengan jurung dan lembah yang dalam serta curam. Jalur ini kemudian dikenal dengan nama "Cadas Pangeran".
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Pasuruan: Sebuah jembatan kayu yang menjadi tumpuan warga untuk menyeberangi Kali Brantas yang tampak mengalir deras
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: sekitar 1872
Tempat terbit:
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Abraham Salm
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Tautan dari posting sebelumnya tentang Banten, Bogor, Gunung Semeru, Malang/Tegal, dan Sumedang.

Kamis, 30 Desember 2021

Dari album foto Bali-Jawa sekitar tahun 1920 (30): Enam foto dari Jawa Timur

PENGANTAR

Rangkaian foto berikut berasal dari sebuah album yang cukup menarik karena berisi lebih dari 150 foto yang banyak di antaranya diberi label sehingga memudahkan kita untuk mengetahui isi foto yang ditampilkan. Sayangnya, tidak ada keterangan tentang kapan foto dibuat, kecuali foto-foto pada saat kunjungan PM Perancis, Georges Clemenceau, ke Hindia-Belanda di tahun 1920, dan kunjungan pemilik album ke wilayah Priangan di tahun 1921. Beberapa foto diperkirakan dibuat sebelumnya hingga ke tahun 1912. Secara keseluruhan kita bisa asumsikan bahwa foto-foto ini umumnya dibuat di antara tahun 1912 dan 1920/1921.

Apabila kita lihat koleksi foto ini, bisa dipastikan bahwa si pembuat album tinggal di Bali, kemungkinan besar bekerja di perusahaan pelayaran KPM (Koninklijke Paketvaart-Maatschappij), dengan basis di Benoa. Beberapa foto tampaknya dibuat oleh si pemilik album atau keluarganya, beberapa lain berasal dari juru foto profesional.


1912: Menyeret perahu di rute Cupel (Bali) - Banyuwangi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1912: Perkebunan kopi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1912: Pantai Selatan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jembatan kereta api di atas Kali Brantas
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pemandian Banyubiru, Pasuruan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kerusakan akibat letusan Gunung Kelud
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: antara 1912 dan 1921
Tempat: Jawa Timur
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 08 November 2020

Jembatan gantung dari kayu dan rotan di Pademangan, Blitar, 1892

(klik untuk memperbesar | © AVS)

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: Juni 1892
Tempat: Pademangan (Blitar)
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: Foto lain dari jembatan di atas Kali Brantas ini pernah dimuat di posting ini.

Jumat, 29 Mei 2020

Beberapa alat transportasi zaman dulu (2): Dari tandu ke mobil

Ketika jembatan besi untuk transportasi bermotor belum dibangun di Jawa, transportasi dari pesisir ke pegunungan dan sebaliknya masih banyak menggunakan perahu yang mengandalkan arus sungai dan keterampilan mendayung; sesuatu yang hampir punah saat ini
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kuda dan tandu sebagai alat transportasi di Jawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jawa, 1900-an: Medan terjal seperti ini hanya bisa dilalui oleh kuda, tandu, atau pejalan kaki. Foto kemungkinan diambil di sekitar hutan Lalijiwo (Prigen, Pasuruan).
(klik untuk memperbesar | © koleksi E. Becker / NGA)
Citarum di kawasan Priangan, 1901: Ketika jembatan besi belum ada, pemindahan barang berat antar dua tepi sungai besar dilakukan dengan perahu yang menyeberang dengan dipandu tali
(klik untuk memperbesar | © H. Kleinmann & Co / NGA)
Cemoro Lawang (Tengger), 1920: Seorang bangsawan Jawa berpose bersama mobilnya
(klik untuk memperbesar | © Studio Onnes Kurkdjian / NGA)
Waktu: awal abad ke-20, 1901, 1920
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: H. Kleinmann & Co; koleksi E. Becker; Studio Onnes Kurkdjian
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: 1) Foto nomor 1 menampilkan pintu air Mlirip (Mojokerto) yang mengatur aliran Kali Brantas ke arah Surabaya. 2) Foto nomor 4 pernah dimuat di posting ini dengan ukuran yang lebih kecil.

Jumat, 17 Oktober 2014

Wajah Malang dan warganya di sekitar tahun 1910

Jembatan di atas Kali Brantas (klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu:1910
Tempat: Malang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: