Tampilkan postingan dengan label Sleman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sleman. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Februari 2025

Foto udara atas kawasan-kawasan industri di Jawa, sekitar pertengahan 1920-an (2)

Sebuah pabrik gula di wilayah Cirebon
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah kompleks industri di Bandung
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pabrik gula Demakijo di Sleman
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah pabrik gula di tengah pesawahan dan perkebunan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1920-an (1924?)
Tempat: Jawa (a.l. Bandung, Cirebon, Sleman)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 25 Februari 2022

Sebelas lukisan geologi tentang Jawa karya Franz Wilhelm Junghuhn (6)

PENGANTAR

Friedrich Franz Wilhelm Junghuhn adalah seorang Belanda-Jerman yang masyhur sebagai pakar botani dan geologi yang mewariskan beberapa tulisan dan catatan ilmiah tentang Jawa dan Sumatera. Di tahun 1850 terbit salah satu bukunya dalam bahasa Belanda dengan judul Java, deszelfs gedaante, bekleeding en inwendige struktuur yang berisi 11 gambar berwarna tentang beberapa tempat di Jawa. Edisi bahasa Jermannya terbit dengan judul Java, seine Gestalt, Pflanzendecke, und sein innerer Bau mulai tahun 1953. Terdapat beberapa variasi kecil di gambar edisi Belanda dan Jerman, yang tampaknya menunjukkan bahwa sketsa atau gambar awal berasal dari Junghuhn sendiri, yang kemudian diedit sebelum dicetak.

Blog ini akan menampilkan kesebelas lukisan ini. Masing-masing gambar akan diawali dengan edisi Belanda tahun 1850, kemudian terbitan Jerman tahun 1853, dan ditutup dengan cetakan Jerman 1857. Khusus di bagian akhir seri ini, ditampilkan juga jilid dari edisi bahasa Jerman keluaran tahun 1853, disertai dengan dua halaman yang menguraikan detail dari kesebelas gambar ini.


Gunung Merapi, Sleman

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)

Jilid dan uraian edisi Jerman tahun 1853

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)

Waktu: gambar dibuat sekitar 1830-an, dan diterbitkan di tahun 1850-an
Tempat: Sleman
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar: Franz Junghuhn
Sumber: Internet Archive
Catatan:

Kamis, 17 Februari 2022

Sebelas lukisan geologi tentang Jawa karya Franz Wilhelm Junghuhn (2)

PENGANTAR

Friedrich Franz Wilhelm Junghuhn adalah seorang Belanda-Jerman yang masyhur sebagai pakar botani dan geologi yang mewariskan beberapa tulisan dan catatan ilmiah tentang Jawa dan Sumatera. Di tahun 1850 terbit salah satu bukunya dalam bahasa Belanda dengan judul Java, deszelfs gedaante, bekleeding en inwendige struktuur yang berisi 11 gambar berwarna tentang beberapa tempat di Jawa. Edisi bahasa Jermannya terbit dengan judul Java, seine Gestalt, Pflanzendecke, und sein innerer Bau mulai tahun 1953. Terdapat beberapa variasi kecil di gambar edisi Belanda dan Jerman, yang tampaknya menunjukkan bahwa sketsa atau gambar awal berasal dari Junghuhn sendiri, yang kemudian diedit sebelum dicetak.

Blog ini akan menampilkan kesebelas lukisan ini. Masing-masing gambar akan diawali dengan edisi Belanda tahun 1850, kemudian terbitan Jerman tahun 1853, dan ditutup dengan cetakan Jerman 1857.


Gunung Gamping, Sleman (sekarang cagar alam)

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)

Gunung Sewu, Gunung Kidul (sekarang geopark)

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)

Waktu: gambar dibuat sekitar 1830-an, dan diterbitkan di tahun 1850-an
Tempat: Sleman, Gunung Kidul
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar: Franz Junghuhn
Sumber: Internet Archive
Catatan:

Minggu, 09 Agustus 2020

Reruntuhan candi di sekitar Yogyakarta dalam jepretan Christiaan Benjamin Nieuwenhuis, 1901

Candi Kalasan, Sleman
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Candi Sewu, Klaten
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Candi Sari, Sleman
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1901
Tempat:  Klaten, Sleman
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Christiaan Benjamin Nieuwenhuis
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: (1) Foto nomor dua pernah dimuat di posting ini sebelumnya dalam ukuran yang lebih kecil.
(2) Ketiga foto ini merupakan bagian dari 27 foto Nieuwenhuis tentang candi-candi di Yogyakarta/Jawa Tengah. Bagian lain akan dimuat di bulan Agustus 2021.

Selasa, 21 Januari 2020

Sisa-sisa Candi Boyolangu, Penataran, Mendut, dan Sewu di penghujung abad ke-19, awal abad ke-20

Sebelum 1874: Candi Mendut, Magelang
(klik untuk memperbesar | © Woodbury & Page / Universiteit Leiden)
1895: Patung raksasa dari Candi Sewu, Sleman; yang berdiri di sebelah kiri adalah sang juru foto Kassian Cephas
(klik untuk memperbesar | © Kassian Cephas / Universiteit Leiden)
1898: Candi Sewu dan warga setempat
(klik untuk memperbesar | © Kassian Cephas / Universiteit Leiden)
1900: Patung Buddha di Candi Mendut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
1901/1902: Patung Gayatri di Candi Boyolangu, Tulungagung
(klik untuk memperbesar | © A.E.F. Muntz / Universiteit Leiden)
1901/1902: Reruntuhan Candi Penataran, Blitar
(klik untuk memperbesar | © A.E.F. Muntz / Universiteit Leiden)

Waktu: 1874, 1895, 1898, 1900, 1902
Tempat: Blitar, Magelang, Sleman, Tulungagung
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: A.E.F. Muntz / Kassian Céphas / Woodbury & Page (Batavia)
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan: Foto nomor 4 dalam potongan berbeda pernah dimuat di sini.


UPDATE 26 Juni 2020: Foto nomor 2 dan 3 dalam edisi lain

(klik untuk memperbesar | © NGA)

(klik untuk memperbesar | © NGA)