![]() |
| (klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD) |
Waktu: April 1948
Tempat: Surakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:
Sebuah usaha untuk mengumpulkan foto/gambar tentang Indonesia zaman dulu yang tersebar di dunia maya. Setelah 13 tahun (hampir) tiap hari mengudara blog ini mohon izin untuk mulai mengurangi frekwensi siarannya. Anda tetap diminta untuk menambahkan/membetulkan informasi di setiap foto/gambar ini. Urun rembug Anda akan membantu pemirsa yang lain.
![]() |
| (klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD) |
![]() |
| (klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD) |
![]() |
| (klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD) |
![]() |
| Alun-alun Surakarta (klik untuk memperbesar | © Indies Gallery) |
![]() |
| Relief Candi Borobudur, salah satunya yang termasyhur menampilkan kapal layar (klik untuk memperbesar | © Indies Gallery) |
![]() |
| Sebuah relief Candi Borobudur (klik untuk memperbesar | © Indies Gallery) |
![]() |
| Sebuah pasar terbuka di Surabaya dengan latar belakang rumah bergaya Tionghoa (klik untuk memperbesar | © Indies Gallery) |
![]() |
| Sebuah pasar beratap di Surabaya (klik untuk memperbesar | © Indies Gallery) |
![]() |
| Gerbang istana air Taman Sari, Yogyakarta (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| 1912: Candi Mendut, Magelang (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Edisi tanpa judul dari foto di atas (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| 1912: Reruntuhan Candi Prambanan (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| 1915: Alun-alun Lor, Yogyakarta (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Kemungkinan akhir 1940-an: Para tentara Belanda belia di sebuah upacara (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Alun-alun Lor, Yogyakarta (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Salah satu sudut Taman Sari, Yogyakarta (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Para gadis Indonesia Timur menenun (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Sebuah rumah berdinding bambu dan beratap rumbia di sebuah desa (klik untuk memperbesar | © NGA) |
Empat belas foto berikut ini berasal dari sebuah seri yang menampilkan tujuan-tujuan wisata di Jawa dan Bali. Tampaknya yang mengumpulkan foto-foto ini bertujuan menyimpan kenang-kenangan dari tempat-tempat yang sempat dia kunjungi. Foto-foto ini berasal dari para juru foto yang namanya sudah banyak bermunculan di blog ini. Salah satu foto kemungkinan malah menampilkan sosok Thilly Weissenborn, fotografer profesional perempuan pertama di Hindia-Belanda.
![]() |
| 1916: Danau di Sindanglaya (Cipanas, Cianjur) (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| ~1920: Sebuah pemandangan di Jawa Barat (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Alun-alun Garut dengan Masjid Agung-nya; wanita dengan kamera dan tripod kemungkinan adalah Thilly Weissenborn yang membuka studio foto Lux di kota ini (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Kawah Papandayan, Garut (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Kawah Papandayan, Garut (klik untuk memperbesar | © NGA) |
| 1895: Gedung Sociëteit Concordia di Surabaya (sekarang dipakai Pertamina) (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| 1895: Kemungkinan kawasan Kali Mas, Surabaya (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| 1880: Pohon beringin di alun-alun Malang (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Versi lain dari foto di atas (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Gamelan sekati (klik untuk memperbesar) |
![]() |
| Mesjid Agung (klik untuk memperbesar) |
![]() |
| Alun-alun Lor (klik untuk memperbesar) |
![]() |
| Prajurit Wirabraja (klik untuk memperbesar) |
![]() |
| Prajurit Bugis (klik untuk memperbesar) |
![]() |
| Parade kuda (klik untuk memperbesar) |
![]() |
| Antara 1900 dan 1904: Pakubuwono X (klik untuk memperbesar | © Albrecht & Co. / AVS) |
![]() |
| Antara 1900 dan 1904: Alun-alun Keraton Solo (klik untuk memperbesar | © Vogel vd Heijde & Co. / AVS) |
![]() |
| Keraton Solo (klik untuk memperbesar | © Nanyo & Co. / AVS) |
![]() |
| Bagian depan Keraton Solo (klik untuk memperbesar | © AVS) |
Letnan H.A. Zeilmaker adalah seorang perwira artileri Belanda yang bertugas di Hindia-Belanda paling tidak dari tahun 1894 hingga 1899. Dia diterjunkan di Perang Aceh, dan tampaknya kemudian tinggal di Surabaya. Dia membuat sebuah album album foto pada tahun 1900 dengan judul "1894 Souvenir 1899" yang kelihatannya ditujukan untuk kerabatnya di Belanda untuk memperlihatkan bagaimana itu Hindia-Belanda.
Selain foto-foto yang memang terkait dengan dia dan sejawatnya, album ini juga berisi foto-foto dari studio atau juru potret lain, yang juga bisa ditemukan di album atau kumpulan foto pihak lain. Ini menunjukkan bahwa pada saat itu peredaran dan jual-beli foto dengan motif tertentu bukan hal yang jarang.
Album foto ini pada akhirnya menjadi salah satu sumber berharga untuk menengok sejarah negeri kita di masa lampau beserta manusia-manusia yang hidup di saat itu.
![]() |
| Lima bocah di naungan pohon beringin (klik untuk memperbesar | © AVS) |
![]() |
| Pedagang makanan di alun-alun (klik untuk memperbesar | © AVS) |
![]() |
| Sekelompok perempuan menyapu alun-alun (klik untuk memperbesar | © AVS) |
![]() |
Di akhir abad ke-19 foto stereoskop cukup populer untuk melihat foto dengan kesan tiga dimensi. Teknik yang digunakan saat itu adalah dengan membuat dua foto dengan sudut pengambilan yang sedikit berbeda. Kemudian kedua foto ini disandingkan, dan dilihat dengan menggunakan alat bersekat yang memisahkan pandangan mata kiri dan kanan. Gambar di kiri memperlihatkan contoh alat ini. Wilayah Hindia-Belanda pun tak luput dari mode fotografi ini. Seri berikut akan menampilkan beberapa motif foto dari Hindia-Belanda yang ada di koleksi penggemar stereoskopi. |
![]() |
| Wanita dan anak-anak Malang di pancuran (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Sebuah pasar, kemungkinan di Jawa Barat (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Sebuah alun-alun di Jawa (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Patung di sekitar candi Singhasari (Arca Dwarpala) (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Menyeberangi Bengawan Solo (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Sebuah pasar di Jawa (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| (klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden) |