Tampilkan postingan dengan label alun-alun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alun-alun. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Maret 2026

Alun-alun Keraton Solo di tahun 1948

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: April 1948
Tempat: Surakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 09 Maret 2026

Adu domba di alun-alun Sumedang

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: ?
Tempat: Sumedang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 04 April 2025

Dari Papua sampai ke Aceh: Nusantara dalam sketsa keluaran tahun 1883 (12)

Alun-alun Surakarta
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Relief Candi Borobudur, salah satunya yang termasyhur menampilkan kapal layar
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Sebuah relief Candi Borobudur
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Sebuah pasar terbuka di Surabaya dengan latar belakang rumah bergaya Tionghoa
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Sebuah pasar beratap di Surabaya
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Lihat juga posting 1, 2, dan 3 sebelum ini.

Kamis, 24 Agustus 2023

Dari koleksi studio foto Onnes Kurkdjian tentang Jawa (2): Magelang dan Yogyakarta

Gerbang istana air Taman Sari, Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1912: Candi Mendut, Magelang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Edisi tanpa judul dari foto di atas
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1912: Reruntuhan Candi Prambanan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1915: Alun-alun Lor, Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1912, 1915
Tempat: Magelang, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: studio foto Onnes Kurkdjian, Surabaya
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto #2 dan #3 pernah dimuat sebelumnya di posting ini.

Selasa, 11 Juli 2023

Aneka foto dari zaman Belanda karya para juru foto yang belum teridentifikasi (15)

Kemungkinan akhir 1940-an: Para tentara Belanda belia di sebuah upacara
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Alun-alun Lor, Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Salah satu sudut Taman Sari, Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Para gadis Indonesia Timur menenun
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah rumah berdinding bambu dan beratap rumbia di sebuah desa
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: ?
Tempat: a.l. Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 14 Mei 2023

Dari sebuah seri foto tentang tujuan wisata di Jawa-Bali pada awal abad ke-20 (1)

Empat belas foto berikut ini berasal dari sebuah seri yang menampilkan tujuan-tujuan wisata di Jawa dan Bali. Tampaknya yang mengumpulkan foto-foto ini bertujuan menyimpan kenang-kenangan dari tempat-tempat yang sempat dia kunjungi. Foto-foto ini berasal dari para juru foto yang namanya sudah banyak bermunculan di blog ini. Salah satu foto kemungkinan malah menampilkan sosok Thilly Weissenborn, fotografer profesional perempuan pertama di Hindia-Belanda.


1916: Danau di Sindanglaya (Cipanas, Cianjur)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1920: Sebuah pemandangan di Jawa Barat
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Alun-alun Garut dengan Masjid Agung-nya; wanita dengan kamera dan tripod kemungkinan adalah Thilly Weissenborn yang membuka studio foto Lux di kota ini
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawah Papandayan, Garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawah Papandayan, Garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1916, 1920
Tempat: Jawa Barat (a.l. Garut, Cianjur)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Thilly Weissenborn (kecuali foto pertama?)
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 27 Maret 2023

Kumpulan foto hasil jepretan Carl Julius Herman Salzwedel dari penghujung abad ke-19 (2)

1895: Gedung Sociëteit Concordia di Surabaya (sekarang dipakai Pertamina)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1895: Kemungkinan kawasan Kali Mas, Surabaya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1880: Pohon beringin di alun-alun Malang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Versi lain dari foto di atas
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1880, 1895
Tempat: Malang, Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Julius Herman Salzwedel
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 10 Oktober 2020

Grebeg Maulud di tahun Jawa 1814 (1884 M) dalam jepretan Kassian Cephas (1)

Gamelan sekati
(klik untuk memperbesar)

Mesjid Agung
(klik untuk memperbesar)

Alun-alun Lor
(klik untuk memperbesar)

Prajurit Wirabraja
(klik untuk memperbesar)

Prajurit Bugis
(klik untuk memperbesar)

Parade kuda
(klik untuk memperbesar)

Waktu: Mulud 1814 (Desember 1884 M)
Tempat: Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Kassian Cephas
Sumber / Hak cipta: Isaac Groeneman / Martinus Nijhoff
Catatan: Dari buku De Garĕbĕg's the Ngajogyåkartå karya Isaac Groeneman yang terbit tahun 1895

Minggu, 30 Agustus 2020

Kartu pos kuno tentang Keraton Solo dan Pakubuwono X

Antara 1900 dan 1904: Pakubuwono X
(klik untuk memperbesar | © Albrecht & Co. / AVS)

Antara 1900 dan 1904: Alun-alun Keraton Solo
(klik untuk memperbesar | ©  Vogel vd Heijde & Co. / AVS)

Keraton Solo
(klik untuk memperbesar | © Nanyo & Co. / AVS)

Bagian depan Keraton Solo
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: antara 1900 dan 1904 (dua foto pertama)
Tempat: Solo
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar/foto:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Sabtu, 25 Juli 2020

Dari album foto perwira artileri Letnan H.A. Zeilmaker, 1900: Alun-alun

PENGANTAR

Letnan H.A. Zeilmaker adalah seorang perwira artileri Belanda yang bertugas di Hindia-Belanda paling tidak dari tahun 1894 hingga 1899. Dia diterjunkan di Perang Aceh, dan tampaknya kemudian tinggal di Surabaya. Dia membuat sebuah album album foto pada tahun 1900 dengan judul "1894 Souvenir 1899" yang kelihatannya ditujukan untuk kerabatnya di Belanda untuk memperlihatkan bagaimana itu Hindia-Belanda.

Selain foto-foto yang memang terkait dengan dia dan sejawatnya, album ini juga berisi foto-foto dari studio atau juru potret lain, yang juga bisa ditemukan di album atau kumpulan foto pihak lain. Ini menunjukkan bahwa pada saat itu peredaran dan jual-beli foto dengan motif tertentu bukan hal yang jarang.

Album foto ini pada akhirnya menjadi salah satu sumber berharga untuk menengok sejarah negeri kita di masa lampau beserta manusia-manusia yang hidup di saat itu.


Lima bocah di naungan pohon beringin
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Pedagang makanan di alun-alun
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Sekelompok perempuan menyapu alun-alun
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: akhir abad ke-19
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Rabu, 22 April 2020

Hindia-Belanda dalam foto stereoskopi (3): Colorized

PENGANTAR
Di akhir abad ke-19 foto stereoskop cukup populer untuk melihat foto dengan kesan tiga dimensi. Teknik yang digunakan saat itu adalah dengan membuat dua foto dengan sudut pengambilan yang sedikit berbeda. Kemudian kedua foto ini disandingkan, dan dilihat dengan menggunakan alat bersekat yang memisahkan pandangan mata kiri dan kanan. Gambar di kiri memperlihatkan contoh alat ini.

Wilayah Hindia-Belanda pun tak luput dari mode fotografi ini. Seri berikut akan menampilkan beberapa motif foto dari Hindia-Belanda yang ada di koleksi penggemar stereoskopi.


Wanita dan anak-anak Malang di pancuran
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah pasar, kemungkinan di Jawa Barat
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah alun-alun di Jawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Patung di sekitar candi Singhasari (Arca Dwarpala)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Menyeberangi Bengawan Solo
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah pasar di Jawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: 1903
Tempat: Jawa, Jawa Barat, Malang, Solo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Truman W. Ingersoll
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 14 Februari 2020

Mesjid Agung Manonjaya di tahun 1901/1902

(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Waktu: 1901/1902
Tempat: Manonjaya (Tasikmalaya)
Tokoh:
Peristiwa: Mesjid ini didirikan di alun-alun Manonjaya pada tahun 183, ketika tempat ini masih menjadi ibukota Tasikmalaya, atau "Sukapura" saat itu. Bentuk mesjid ini cukup menarik karena bagian atasnya bukan kubah, tapi disain atap Sunda/Jawa bertingkat. "Menara" pendek di kiri dan kanan juga cenderung berdisain Eropa dengan jendela bergaya kolonial. Tiang-tiang penyangga juga tampak jelas merupakan gaya Eropa.
Fotografer: A.E.F. Muntz
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan: