Tampilkan postingan dengan label 1961. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1961. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Oktober 2020

Karikatur Belanda tentang Papua: Belanda gagal melobby Amerika

Het Parool, 4 April 1961: Zonder Commentaar
(Tanpa komentar)
(klik untuk memperbesar | © Leo Jordan / AVS)

Vrij Nederland, 15 April 1961: Bij het Concertgebouworkest liet de president verstek gaan …
… Hij gaf de voorkeur aan een solo-recital

(Sang Presiden terlihat melamun di gedung konser … dia –si pemusik?– lebih suka bermain solo)
(klik untuk memperbesar | © Leo Jordan / AVS)


Salah satu hal yang dirasakan Belanda dalam konflik dengan Indonesia mengenai Papua adalah bahwa Amerika Serikat tidak berada di pihak mereka. Karikatur pertama memperlihatkan bagaimana Menlu Belanda Joseph Luns, berusaha menarik Presiden AS John F. Kennedy untuk berbicara mengenai "Dewan Papua" tetapi tidak ditanggapi.

Karikatur kedua memperlihatkan akhirnya Kennedy mau masuk ke gedung pertunjukan, tetapi tampak duduk kebosanan dan tanpa perhatian atas apa yang dipertunjukkan oleh Luns. Satu catatan untuk karikatur ini: Notasi musik di depan cello secara cerdik menampilkan "N. GUINEA".

Waktu: 1961
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Leo Jordan
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Selasa, 13 Oktober 2020

Karikatur Belanda tentang Papua: Tema yang membesar

Vrij Nederland, Oktober 1958: Je kunt er mee sukkelen …
(Mereka bisa bergelut dengannya)
(klik untuk memperbesar | © Leo Jordaan / AVS)

Di tahun 1958, Belanda masih melihat dirinya senasib dengan Inggris dan Amerika dalam hal Papua. Inggris, digambarkan oleh Harold MacMillan harus menangani masalah Siprus, dilambangkan dengan kucing galak dalam karung. Sementara Amerika, digambarkan oleh John Foster Dulles harus berurusan dengan persoalan Taiwan yang dilambangkan dengan naga penyembur api. Belanda, digambarkan oleh Willem Drees, meski tampak harus menanggung beban berat, tetapi relatif tidak terganggu oleh beban Papua yang dilambangkan dengan babi hutan. Ketiganya digambarkan harus membawa "hewan peliharaan" mereka ke klinik hewan PBB.

Vrij Nederland, Juli 1961: "Luipaard op schoot"
(Macan tutul di pangkuan)
(klik untuk memperbesar | © Leo Jordaan / AVS)

"Luipaard op schoot" adalah acara TV populer di Belanda tentang hewan liar. Karikatur ini menggambarkan bagaimana di tahun 1945 Belanda masih melihat Papua sebagai kucing kecil yang lucu. Tetapi di tahun 1961, kucing ini sudah membesar menjadi macan besar yang memberatkan.

Algemeen Dagblad, Oktober 1962: Einde tijdperk Nieuw Guinea
"Vaarwel mijn Nieuw Guinea, verwacht een andere Heer"
(Akhir dari Ginea Baru; "Selamat tinggal Ginea Baruku, nantikan tuan barumu")
(klik untuk memperbesar | © Fritz Behrendt / AVS)

Akhirnya  di tahun 1962, Belanda, digambarkan oleh Joseph Luns dan Jan de Quay dalam kapal layar berbentuk terompah tradisional Belanda, harus meninggalkan Papua. Di ufuk langit tampak matahari bermuka Soekarno terbit.

Waktu: 1958, 1961, 1962
Tempat: Papua (dilambangkan)
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Leo Jordaan | Fritz Behrendt
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Senin, 18 Mei 2020

Soekarno dalam karikatur Belanda: 1960-1962

(klik untuk memperbesar | © AVS)
 25 Februari 1960: "Sabuk zamrud khatulistiwa"
Karikatur ini menggambarkan Soekarno menyerahkan sabuk zamrud Indonesia kepada Nikita Khrushchev yang memakainya dengan suka cita, sementara di di lehernya sudah memiliki kalung negara-negara satelit.

(klik untuk memperbesar | © AVS)
6 April 1961. Karikatur ini menggambarkan bagaimana Theo Bot sedang menggodok "Dewan Nugini", sementara di latar belakang harimau Soekarno mengintai.

(klik untuk memperbesar | © AVS)
17 Januari 1962. Karikatur ini menggambarkan bagaimana Sekretaris Jenderal PBB, U Thant, hanya bisa melongo melihat Belanda (diwakili Jan de Quay) dan Indonesia (diwakili Soekarno) saling tuduh di meja konferensi tentang Papua, masing-masing dengan perlengkapan senjata.

(klik untuk memperbesar | © AVS)
2 Maret 1962. Karikatur ini memperlihatkan terbaliknya suasana: Kalau dulu Sultan Jogja harus mengakui dominasi Belanda (lihat posting ini), maka kemudian politisi Belanda (Jan de Quay) harus mengakui dominasi Soekarno.

(klik untuk memperbesar | © AVS)
14 November 1962. Terpecahnya posisi Belanda dalam hal Irian digambarkan oleh karikatur ini. Direktur KLM saat itu, Emile Van Konijnenburg, tampak tidak memiliki masalah untuk terus berhubungan dengan Soekarno.

Waktu: 1960, 1961, 1962
Tempat:
Tokoh: Soekarno (Presiden Republik Indonesia)
Peristiwa:
Karikaturis: Leendert Jurriaan Jordaan (#1), Charles Boost (#2, 3, 5), Fritz Behrendt (#4)
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Sabtu, 10 Oktober 2015

Nasution, Soeharto, dan Franz Josef Strauss di tahun 1961

(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 27 Juni 1961
Tempat: Bonn (?)
Tokoh: Franz Josef Strauss (Menteri Pertahanan Jerman Barat), Abdul Haris Nasution (Menteri Pertahanan dan Keamanan RI), Soeharto (Panglima Kostrad)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Ini adalah satu dari sedikit foto yang masih jelas menunjukkan posisi Suharto di bawah Nasution saat itu.

Rabu, 26 Agustus 2015

Potret Soekarno dari sekitar tahun 1961

(klik untuk memperbesar)

Waktu: sekitar 1961
Tempat:
Tokoh: Soekarno (Presiden RI)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nationaal Archief / Spaarnestad Photo / Fotoleren / ANP
Catatan:

Rabu, 22 Juli 2015

Soekarno, John F. Kennedy, dan Modibo Keïta, 1961 (2)

(klik untuk memperbesar)

Waktu: 12 September 1961
Tempat: Pangkalan AU Andrews, Maryland
Tokoh: John Fitzgerald Kennedy (Presiden AS)
Soekarno (Presiden RI)
Modibo Keïta (Presiden Mali)
Angier Biddle Duke (Kepala Protokol Kemenlu AS; kedua dari kiri)
Peristiwa: John F. Kennedy menyambut Soekarno dan Modibo Keïta, keduanya utusan dari negara-negara non-blok, yang datang ke AS untuk membicarakan pencegahan perang dunia yang mengancam setelah memanasnya hubungan AS dan Uni Sovyet karena krisis Kuba.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nationaal Archief / Spaarnestad Photo / Fotoleren / ANP
Catatan: Lihat juga foto terkait.

Senin, 20 Juli 2015

Soekarno dan John F. Kennedy di Maryland, 1961

(klik untuk memperbesar)

Waktu: 24 April 1961
Tempat: Andrews Air Force Base, Maryland
Tokoh: John Fitzgerald Kennedy (Presiden AS), Soekarno (Presiden RI)
Peristiwa: Kennedy menyambut kedatangan Soekarno di pangkalan militer Andrews.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nationaal Archief / Spaarnestad Photo / Fotoleren / ANP
Catatan: Lihat juga foto terkait.

Selasa, 17 Februari 2015

Kediaman Jenderal A.H. Nasution di Jl. Teuku Umar, Jakarta 1961

(klik untuk memperbesar | © Keystone Features/Getty Images)
Waktu: 1961
Tempat: Jl. Teuku Umar, Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Getty Images
Catatan:

Minggu, 21 September 2014

Soekarno dan Mao Zedong (3), 1956 & 1961


Waktu: 1956, 1961
Tempat: Beijing
Tokoh: Mao Zedong (pemimpin Tiongkok), Soekarno (Presiden RI)
Peristiwa: Soekarno bersama Mao mengunjungi Opera Beijing (atas dan bawah) di tahun 1956; Soekarno bersama Mao di tahun 1961 (tengah)
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: China Foto Press
Catatan:

Sabtu, 20 September 2014

Soekarno dan Mao Zedong (2), 1956 & 1961

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
Waktu: 1956 (atas), 1961 (bawah)
Tempat: Beijing
Tokoh: Mao Zedong (pemimpin Tiongkok), Soekarno (Presiden RI)
Peristiwa: Soekarno mencoba membaca garis tangan Mao (atas); Mao tertawa melihat album koleksi lukisan menjamu Soekarno (bawah).
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Bettmann / Corbis (?)
Catatan:

Kamis, 17 April 2014

Wajah Soekarno di tiga dasawarsa

(1945 - klik untuk memperbesar)
(1947 - klik untuk memperbesar)
(1955 - klik untuk memperbesar)
(1961 - klik untuk memperbesar)
(1960an - klik untuk memperbesar)
(1966 - klik untuk memperbesar)
Waktu: 1945 [1], 21 Juli 1947 [2], September 1955 [3], Agustus 1961 [4], 1960-an [5], 1966 [6]
Tempat:
Tokoh: Soekarno (Presiden Indonesia)
Peristiwa:
Fotografer: Howard Sochurek [3], Paul Popper [4], Co Rentmeester [6]
Sumber / Hak cipta: Express [1], Underwood Archives [2], Time Life [3], Popperfoto [4], AFP [5], Time Life [6]

Jumat, 04 April 2014

Pencetusan Gerakan Non-Blok (8): Soekarno dan para tokoh utama non-blok

(klik untuk memperbesar)
Waktu: September 1961
Tempat: Beograd, Yugoslavia
Tokoh (berdiri dari kiri ke kanan): Norodom Sihanouk (negarawan Kamboja), Gamal Abdel Nasser Hussein (Presiden Mesir), Haile Selassie I (Kaisar Etiopia), Josip Broz Tito (Presiden Yugoslavia), Soekarno (Presiden Indonesia), Jawaharlal Nehru (Perdana Menteri India), Kwame Nkrumah (Presiden Ghana)
Peristiwa: Konferensi 25 negara di Beograd yang kemudian menelurkan Gerakan Negara-negara Non-Blok.
Fotografer: Stan Wayman
Sumber / Hak cipta: LIFE

Kamis, 03 April 2014

Pencetusan Gerakan Non-Blok (7): Soekarno dan beberapa negarawan Arab

Raja Hassan II dari Maroko dan Soekarno
Philippe Le Tellier | Paris Match via Getty Images
Saeb Salam dari Libanon (duduk), Hashim Jawad dari Iraq (berdiri, jas garis-garis), dan Soekarno
James Burke | LIFE
Waktu: September 1961
Tempat: Beograd, Yugoslavia
Tokoh: Soekarno (Presiden Indonesia), Saeb Salam (Perdana Menteri Libanon), Hassan II (Raja Maroko), Hashim Jawad (Menteri Luar Negeri Iraq)
Peristiwa: Konferensi 25 negara di Beograd yang kemudian menelurkan Gerakan Negara-negara Non-Blok.
Fotografer: l.d.a.
Sumber / Hak cipta: l.d.a.

Rabu, 02 April 2014

Pencetusan Gerakan Non-Blok (6): Soekarno dan beberapa negarawan

James Burke | Time Life Pictures / Getty Images
Philippe Le Tellier | Paris Match via Getty Images
Philippe Le Tellier | Paris Match via Getty Images
Philippe Le Tellier | Paris Match via Getty Images
Philippe Le Tellier | Paris Match via Getty Images
Waktu: September 1961
Tempat: Beograd, Yugoslavia
Tokoh: Soekarno (Presiden Indonesia), U Nu (Perdana Menteri Burma; dengan ikat kepala), Benyoucef Benkhedda / Bin Yusuf Bin Khida (Pimpinan Sementara Aljazair; berdasi dan kacamata), Norodom Sihanouk (negarawan Kamboja; di sebelah Soekarno) 
Peristiwa: Konferensi 25 negara di Beograd yang kemudian menelurkan Gerakan Negara-negara Non-Blok.
Fotografer: l.d.a.
Sumber / Hak cipta: l.d.a.

Selasa, 01 April 2014

Pencetusan Gerakan Non-Blok (5): Soekarno dan Megawati di acara makan

Philippe Le Tellier/Paris Match via Getty Images
Philippe Le Tellier/Paris Match via Getty Images
James Burke / Time & Life Pictures / Getty Images
Waktu: September 1961
Tempat: Beograd, Yugoslavia
Tokoh: Soekarno (Presiden Indonesia), Megawati Soekarnoputeri (anak Soekarno), Jawaharlal Nehru (Perdana Menteri India), Gamal Abdel Nasser Hussein (Presiden Mesir)
Peristiwa: Konferensi 25 negara di Beograd yang kemudian menelurkan Gerakan Negara-negara Non-Blok.
Fotografer: l.d.a.
Sumber / Hak cipta: l.d.a.

Senin, 31 Maret 2014

Pencetusan Gerakan Non-Blok (4): Soekarno dan Nehru

Philippe Le Tellier/Paris Match via Getty Images
Philippe Le Tellier/Paris Match via Getty Images
Philippe Le Tellier/Paris Match via Getty Images
James Burke / LIFE
Waktu: 1 September 1961
Tempat: Beograd, Yugoslavia
Tokoh: Soekarno (Presiden Indonesia), Jawaharlal Nehru (Perdana Menteri India)
Peristiwa: Soekarno dan Nehru di konferensi 25 negara yang kemudian menelurkan Gerakan Negara-negara Non-Blok.
Fotografer: l.d.a.
Sumber / Hak cipta: l.d.a.

Minggu, 30 Maret 2014

Pencetusan Gerakan Non-Blok (3): Soekarno di Konferensi Beograd

Keystone-France/Gamma-Keystone via Getty Images
Philippe Le Tellier/Paris Match via Getty Images
Stan Wayman / LIFE
James Burke / LIFE
Waktu: September 1961
Tempat: Beograd, Yugoslavia
Tokoh: Soekarno (Presiden Indonesia)
Peristiwa: Konferensi 25 negara Asia Afrika yang kemudian mencetuskan Gerakan Negara-negara Non-Blok.
Fotografer: l.d.a.
Sumber / Hak cipta: l.d.a.

Sabtu, 29 Maret 2014

Pencetusan Gerakan Non-Blok (2): Soekarno dan para negarawan lain

AFP/Getty Images
Dari kiri ke kanan: Tito - Hassan ibn Yahya - Sihanouk - Saeb Salam - Osman Daar - Ibrahim Abboud - Al Suwaiyel - Makarios - Hassan II - Bandaranaike - Bourguiba - Soekarno - Torrado - Nkrumah - Nasser - Selassie - Daoud Khan - Keita - Nehru - Hashim Jawad - Mahendra - Benkhedda - Beavogui - Adoula - Gizenga - U Nu
Philippe Le Tellier/Paris Match via Getty Images
Dari kiri ke kanan: Tito - Hassan ibn Yahya - Sihanouk - Saeb Salam - Osman Daar - Ibrahim Abboud - Al Suwaiyel - Hassan II - Bandaranaike - Bourguiba - Soekarno - Torrado - Nkrumah - Nasser - Selassie - Daoud Khan - Keita - Nehru - Mahendra - Benkhedda
Philippe Le Tellier/Paris Match via Getty Images
Dari kiri ke kanan: Nasser - Adoula - Ibrahim Abboud - Bourguiba - Bandaranaike - Nehru - Soekarno - Selassie - Tito - Mahendra - Daoud Khan
Philippe Le Tellier/Paris Match via Getty Images
Dari kiri ke kanan: Adoula - Ibrahim Abboud - Bourguiba - Soekarno - Bandaranaike - Nehru - Nkrumah - Osman Daar - Selassie - Tito - Mahendra - Daoud Khan - ?
Philippe Le Tellier/Paris Match via Getty Images
Dari kiri ke kanan: Soekarno - Nehru - Nkrumah - Osman Daar - Selassie - Tito - Mahendra - Daoud Khan - Bourguiba - Al Suwaiyel - Hassan ibn Yahya - Bandaranaike - Torrado

Waktu: September 1961
Tempat: Beograd, Yugoslavia
Tokoh:
Aden Abdulle Osman Daar / Adn Abdullah Utsman Dar (Presiden Somalia)
Antoine Gizenga (Wakil Presiden Kongo)
Benyoucef Benkhedda / Bin Yusuf Bin Khida (Pimpinan Sementara Aljazair)
Cyrille Adoula (Perdana Menteri Kongo)
El Ferik Ibrahim Abboud (Presiden Sudan)
Gamal Abdel Nasser Hussein (Presiden Mesir)
Habib Bourguiba / Habib Burqiba (Presiden Tunisia)
Haile Selassie I (Kaisar Etiopia)
Hashim Jawad (Menteri Luar Negeri Iraq)
Hassan II (Raja Maroko)
Hassan Hamid al-Din ibn Yahya (Perdana Menteri Yaman Utara)
Ibrahim bin Abdullah Al Suwaiyel (Menteri Luar Negeri Arab Saudi)
Jawaharlal Nehru (Perdana Menteri India)
Josip Broz Tito (Presiden Yugoslavia)
Kwame Nkrumah (Presiden Ghana)
Louis Lansana Beavogui (Menteri Luar Negeri Guinea)
Mahendra Bir Bikram Shah Dev (Raja Nepal)
Modibo Keïta (Presiden Mali)
Norodom Sihanouk (negarawan Kamboja)
Osvaldo Dorticós Torrado (Presiden Kuba)
Sirimavo Ratwatte Dias Bandaranaike (Perdana Menteri Ceylon)
Saeb Salam (Perdana Menteri Libanon)
Sardar Mohammed Daoud Khan (Perdana Menteri Afghanistan)
Soekarno (Presiden RI)
U Nu (Perdana Menteri Burma)
Uskup Agung Makarios (Presiden Siprus)
Peristiwa: Konferensi 25 negara Asia Afrika yang kemudian mencetuskan Gerakan Negara-negara Non-Blok.
Fotografer: l.d.a.
Sumber / Hak cipta: l.d.a.

Jumat, 28 Maret 2014

Pencetusan Gerakan Non-Blok (1): Soekarno tiba di Beograd

James Burke / LIFE
James Burke / LIFE
Waktu: 1961
Tempat: Beograd, Yugoslavia
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Josip Broz Tito (Presiden Yugoslavia), Sabur (ajudan Soekarno)
Peristiwa: Josip Broz Tito menyambut Soekarno di bandara Beograd yang datang untuk menghadiri konferensi beberapa negarawan yang kemudian mencetuskan pembentukan Gerakan Negara-negara Non-blok.
Fotografer: James Burke
Sumber / Hak cipta: LIFE