Tampilkan postingan dengan label Hamengkubuwono VIII. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hamengkubuwono VIII. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Februari 2024

Tiga potret bangsawan Jawa: Hamengkubuwono VIII, Bupati Pemalang, Bupati Trenggalek

Hamengkubuwono VIII, kemungkinan di tahun 1920-an
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1931: Bupati Pemalang, RAA Sudoro Suroadikusumo dan istri
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Bupati Trenggalek, dalam pakaian kebesaran dengan cincin dan koleksi uang logam, kemungkinan di awal 1930-an
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1920-an, 1930-an, 1931
Tempat: Pemalang, Trenggalek, Yogyakarta
Tokoh: Hamengkubuwono VIII (Sultan Yogyakarta)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 24 Januari 2024

Hamengkubuwono VIII, kerabat keraton Yogyakarta bersama para pembesar Belanda

9 November 1937: Hamengkubuwono VIII bersama para pembesar Belanda; lihat catatan di bawah untuk detail
(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1930-an (a.l. 1937)
Tempat: Yogyakarta
Tokoh: Hamengkubuwono VIII (Sultan Yogyakarta)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto pertama merupakan update gambar atas posting ini. Tokoh lain foto ini, dari Hamengkubuwono VIII ke arah kiri: W.H. van Helsdingen (ketua Volksraad), Louise Abbenhuis-Verschueren (istri asisten residen), berikutnya tidak di kenal; dari beliau ke arah kanan: Christiaan Abbenhuis (asisten residen), tidak dikenal, Ratu Pembayun (?), tidak dikenal, tidak dikenal, H.J. van Mook (Direktur Urusan Ekonomi, kelak Letnan Gubernur Jenderal Hindia Belanda).

Sabtu, 23 Desember 2017

Sultan Hamengkubuwono VIII dan para petinggi Belanda di Kraton Yogyakarta, 1937

(klik untuk memperbesar | © KITLV)

Waktu: 9 November 1937
Tempat: Kraton Yogyakarta
Tokoh: Hamengkubuwono VIII (Sultan Yogyakarta). Dari beliau ke arah kiri: W.H. van Helsdingen (ketua Volksraad), Louise Abbenhuis-Verschueren (istri asisten residen), berikutnya tidak di kenal. Dari beliau ke arah kanan: Christiaan Abbenhuis (asisten residen), tidak dikenal, Ratu Pembayun (?), tidak dikenal, tidak dikenal, H.J. van Mook (Direktur Urusan Ekonomi).
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Minggu, 23 Oktober 2016

Pertemuan Tjarda Stachouwer dengan Hamengkubuwono VIII, 1937

(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Waktu: 1937
Tempat: Keraton Yogyakarta
Tokoh: Hamengkubuwono VIII (duduk di depan kiri; sultanYogyakarta), Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (duduk di depan tengah; Gubernur Jenderal Hindia Belanda 1936-1942), kemungkinan besar Christiaan Abbenhuis (berdiri di depan; asisten residen Yogyakarta)
Peristiwa: Kunjungan Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachouwer ke Keraton Yogyakarta dengan pertemuan bersama Sultan Hamengkubuwono VIII beserta pembesar dari kedua belah pihak.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:

Senin, 05 Oktober 2015

Sabtu, 24 Januari 2015

Sultan Hamengkubuwono VIII di tahun 1913

(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 1913
Tempat: Yogyakarta
Tokoh: Raden Suyadi (putra mahkota Kesultanan Yogyakarta; kelak menjadi Sultan Hamengkubuwono VIII)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: