Tampilkan postingan dengan label pasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pasar. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 September 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang armada VOC di perairan Ternate

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1646
Tahun peristiwa: akhir abad ke-16
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi: Gambar di atas dibuat berdasarkan catatan perjalanan VOC dari Belanda menuju Maluku di tahun 1598. Kita kembali melihat mesjid di Kesultanan Ternate (F) dan sebuah area yang ditulisi Gamme lamme yang mengindikasikan nama (Gunung) Gamalama. Lukisan ini pada utamanya memperlihatkan dua kapal besar VOC (A), yang disambut oleh perahu kora-kora warga Ternate (B). Armada pertahanan Ternate dimotori oleh sebuah kora-kora (C) yang berada di perairan yang dilindungi oleh lingkaran karang. Menarik untuk dicatat adanya sebuah tiang (D) yang digantungi dengan kepala seorang musuh, yang tampaknya menjadi alat untuk menakut-nakuti pihak yang mau meyerbu ke pantai. Rentetan tempat dan bangunan di pulau: E) pasar; G) istana Sultan Ternate; H) ruang pengadilan kesultanan; I) rumah di mana orang Belanda boleh menetap; K) bangunan yang diizinkan untuk digunakan sebagai gudang (rempah-rempah?) bagi orang Belanda; L) kemungkinan rumah ibadah peninggalan orang Portugis; M) bangunan sisa kediaman orang Portugis; N) kediaman penerjemah kesultanan; O) menara yang dipersenjatai dengan meriam besi.
Juru foto/gambar: Isaac Commelin
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Senin, 17 Agustus 2026

Dari Padang sampai ke Banda: Lukisan pemandangan Nusantara karya Charles William Meredith van de Velde, 1844 (9 - Makassar tambahan)

Charles William Meredith van de Velde (1818-1898) tampaknya seorang dengan berbagai bakat dan kemampuan. Dia pernah menjadi perwira angkatan laut, tentara bayaran, pembuat peta, anggota palang merah, hingga misionaris. Salah satu keahlian dia adalah menangkap keindahan alam dari tempat yang dia kunjungi, dan menuangkannya ke atas kanvas. Dia terkenal sebagai pembuat peta Palestina di pertengahan abad ke-19, serta pelukis kota dan tempat di Palestina yang dia singgahi. Sebelumnya, dia juga mengabadikan banyak tempat di Nusantara dalam beberapa karya lukisannya, yang akan kita lihat di seri berikut ini.
Kampung Melayu di Makassar yang ramai dengan orang berbusana lokal, Arab, Eropa, serta Tionghoa, dan tampaknya menjadi tempat transaksi perdagangan untuk saudagar dari banyak tempat
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
Benteng Rotterdam di Makassar dengan latar belakang tiang-tiang kapal layar dan latar depan pria-pria Eropa
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1844
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Paul Lauters yang menyalin dari karya Charles William Meredith van de Velde
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: 1) Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini. 2) Versi berwarna dari lukisan nomor 2 pernah dimuat di posting ini.

Jumat, 07 Agustus 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang balaikota, pasar, rumah piatu, dan rumah sakit di Ambon

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: ~1730
Tahun peristiwa: abad ke-18
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi: Beberapa bangunan "modern" yang didirikan Belanda di Ambon, seperti pasar (kiri atas), balaikota dengan lapangan tempat hukuman gantung (kanan atas), rumah sakit (kiri bawah), dan rumah piatu (kanan bawah).
Juru foto/gambar: François Valentijn
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: 1) Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini. 2) Lukisan ini tampaknya satu rangkai dengan lukisan lain di posting ini.

Sabtu, 16 Agustus 2025

Kumpulan beberapa ilustrasi (dan foto) zaman dulu tentang Nusantara (8)

Sebuah pasar di sekitar pohon beringin di Jawa
[~1920, Jan Christiaan Poortenaar]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Dua anak gadis makan dengan penerangan dari lampu minyak
[~1920, Willem Dooijewaard]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sebuah usaha batik tulis di Jawa
[~1880-1890]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1880, 1920
Tempat terbit:
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: a.l. Jan Christiaan Poortenaar, Willem Dooijewaard
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Jumat, 04 April 2025

Dari Papua sampai ke Aceh: Nusantara dalam sketsa keluaran tahun 1883 (12)

Alun-alun Surakarta
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Relief Candi Borobudur, salah satunya yang termasyhur menampilkan kapal layar
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Sebuah relief Candi Borobudur
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Sebuah pasar terbuka di Surabaya dengan latar belakang rumah bergaya Tionghoa
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Sebuah pasar beratap di Surabaya
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Lihat juga posting 1, 2, dan 3 sebelum ini.

Minggu, 15 September 2024

Foto-foto dari "masa bersiap": Keramaian pasar di beberapa tempat

"Masa bersiap" atau "bersiap" adalah istilah yang digunakan warga Belanda dan sejarah Belanda untuk menyebut masa-masa awal setelah warga Indonesia memproklamasikan diri yang diikuti konflik dan perseteruan di beberapa tempat yang dipicu banyak sekali faktor seperti nasionalisme, sentimen anti penjajah, kecemburuan sosial, dendam yang terpendam, masih belum siapnya aparat pemerintahan, dsb. Blog ini akan menampilkan beberapa foto dari era ini, yang beberapa di antaranya memang menampilkan sisi kejam dari masa ini.

Bandung, November 1945: Dua pemuda berpose di pasar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pasar ikan di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Agustus 1945: Suasana di pasar Kampung Baru di Kalimantan [Kalimantan mana?]
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: masa perang kemerdekaan (a.l. 1945)
Tempat: Bandung, Jakarta, Kalimantan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 31 Juli 2024

Tomohon setelah Perang Dunia II usai, 1945/1946 (3)

Pedati kuda menjadi sarana transportasi dari dan menuju pasar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tiga ibu berkebaya mengusung barang di atas kepalanya sementara sebuah pedati kuda melintas membawa seonggok rumput
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua (?) wanita Belanda menaiki sebuah pedati kuda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jalan menuju pasar dengan latar belakang beberapa kendaraan yang diparkir di sekitar sebuah gedung
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jalan menuju pasar difoto dengan sudut rendah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945/1946
Tempat: Tomohon
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 29 Juli 2024

Tomohon setelah Perang Dunia II usai, 1945/1946 (2)

Salah satu sudut pasar Tomohon yang menjajakan daging hewan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bagian pasar di area terbuka
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Penjual dan pembeli ikan; para wanita penjual umumnya mengenakan penutup kepala, para wanita pembeli umumnya tidak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Serangkai ikan hasil tangkapan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Suasana pasar difoto dari ketinggian
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bakul anyaman menjadi alat bagi pedagang untuk membawa barang jualan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945/1946
Tempat: Pasar Tomohon
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 27 Juli 2024

Tomohon setelah Perang Dunia II usai, 1945/1946 (1)

Sebuah kampung di tepi sungai dengan perahu sebagai sarana transportasi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para warga menata dan menggali kuburan dengan latar belakang menara gereja
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kompleks gereja di sebuah lembah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Area pemakaman di sekitar gereja
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Suasana di pasar Tomohon …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… yang terkenal dengan aneka daging hewan yang diperjualbelikan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945/1946
Tempat: Tomohon
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 24 Mei 2024

Suasana di Minahasa setelah Jepang kalah perang, 1945 (4)

Seorang petani membawa cangkul
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang perempuan memikul berbagai barang di atas kepalanya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang perempuan memandikan anak kecil
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Menimba air dari sumur
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Keramaian di pasar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Suasana di sebuah jalan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Minahasa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 08 Mei 2024

Suasana di Manado setelah berakhirnya Perang Dunia II (1)

Suasana di sebuah pasar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua wanita berjalan mengusung barang di atas kepala mereka
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Suasana di pelabuhan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Edisi lain dari foto pertama
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: akhir 1945
Tempat: Manado
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 19 Maret 2024

Bogor setelah Jepang kalah perang, 1945/1946

Stasiun Bogor
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Suasana di pasar Bogor
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua wanita Belanda di pedagang buah-buahan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua wanita Belanda di sekitar Istana Bogor yang saat itu dijaga prajurit India bagian dari kesatuan militer Inggris sebelum pasukan Belanda datang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945/1046
Tempat: Bogor
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 28 Desember 2023

Wajah-wajah warga Balikpapan ketika Belanda kembali setelah Jepang hengkang, 1945 (3)

Foto berikutnya dari dua prajurit Australia yang menggendong bocah Balikpapan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang anak menjaga (?) tumpukan cabai di Samboja
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Suasana di pasar …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… di mana transaksi peragangan berlangsung lagi …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… termasuk jual beli tembakau
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Balikpapan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: