Tampilkan postingan dengan label 1613. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1613. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Juli 2021

Pelabuhan Banten menurut lukisan tahun 1613

(klik untuk memperbesar | © AVS)

(klik untuk memperbesar | © AVS)

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 1613 (dua lukisan pertama; lukisan kedua berasal dari abad yang sama tetapi tidak diketahui tahun pastinya)
Tempat: Pelabuhan Karangantu (Banten lama)
Tokoh:
Peristiwa: Lukisan pertama menggambarkan 4 kapal Belanda yang berada di perairan Banten. Lukisan kedua memperlihatkan Madagaskar di bagian atas (tidak kita acuhkan), dan Pelabuhan Banten di bagian bawah. Gambar Banten ini a.l. menunjukkan posisi Keraton Sultan Banten (A), Mesjid Raya (H), kawasan pecinan (I), kediaman Panglima Perang (L), Syahbandar (N), kediaman Panglima Laut (O), kediaman Senopati (R), kawasan pedagang Tionghoa (T), dan gudang amunisi (Z).
Juru foto/gambar: Willem Luytsz van Kittensteyn (dua lukisan pertama)
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Sabtu, 26 Juni 2021

Peta Kalimantan menurut sebuah buku keluaran tahun 1613

Gambar di bawah merupakan dua halaman dari buku Spieghel ofte afbeeldinghe der Nederlandtsche Geschiedenissen karya Willem Luytsz van Kittensteyn yang dikeluarkan di Delft, Belanda, pada tahun 1613. Bagian atasnya memperlihatkan Pulau Kalimantan, sementara bagian bawahnya Pulau Mocha di Chili.

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Peta Kalimantan ini memiliki arah utara di sebelah kiri, dan karenanya garis khatulistiwa digambarkan vertikal. Di bagian bawah tampak kepulauan Natuna, di pojok kanan bawah P. Cherimata (Karimata, yang digambarkan cukup dekat ke Kalimantan), sementara pojok kanan atas di isi Bogis dan Macasser Ins[ula] yaitu Sulawesi dan kepulauan di sekitarnya, yang digambarkan dalam proporsi kecil. Gambar di halaman kanan tampaknya merupakan pembesaran dari sebuah teluk yang ada di utara Kalimantan.

Waktu: 1613
Tempat: buku diterbitkan di Delft, Belanda
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Willem Luytsz van Kittensteyn
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Selasa, 22 Desember 2020

Dua peta kuno Pulau Bali, dari tahun 1613 dan 1849

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Peta ini berasal dari tahun 1613 berarti dibuat di masa awal Belanda menjelajahi kepulauan Nusantara. Peta yang berumur 400 tahun lebih ini menggunakan konvensi saat itu yaitu selatan ada di atas dan utara di bawah. Karena itu Pulau Jawa digambarkan di sebelah kanan, sementara Lombok di sebelah kiri.

Kelihatannya Belanda sudah sedikit banyak mengetahui kontur pulau ini, meskipun bagian pedalamannya belum begitu terdokumentasikan. Peta ini menyebut tiga Coninjkx pallaijs (istana raja) yang mengindikasikan bahwa Belanda paling tidak mengenal tiga kerajaan di Bali saat itu.

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Peta ini dibuat sekitar seperempat abad kemudian, tepatnya di tahun 1849, dan mengikuti tradisi yang kita kenal sekarang: utara di atas, selatan di bawah. Kontur Pulau Bali sudah terpetakan lumayan bagus, dengan skala beserta garis bujur dan lintang.

Bagian dalam Bali pun sudah dijelajahi Belanda dan ditampilkan oleh peta ini, dengan pembagian wilayah beberapa kerajaan yaitu Badung, Bangli, Buleleng, Gianyar, Jembrana, Karangasem, Klungkung, Mengwi, dan Tabanan. Menarik untuk dicatat bahwa Belanda menyebut Nusa Penida sebagai Bandieten Eilanden (pulau-pulau bandit); tampaknya saat itu Belanda kerepotan dengan aktivitas para perompak(?) yang bersembunyi di sekitar Nusa Penida.

Waktu: 1613, 1849
Tempat: Bali
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: