Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 April 2025

Pakubuwono XII di pertengahan kedua tahun 1940-an

Pakubuwono XII berbincang dengan …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… seorang diplomat asing yang belum teridentifikasi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pakubuwono XII bersama keluarga
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: pertengahan kedua tahun 1940-an
Tempat: Keraton Surakarta
Tokoh: Pakubuwono XII (Raja Kasunanan Surakarta)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 28 Maret 2025

Wajah anggota milisi "Landstorm" dan "Stadswacht" bernama P. F. de Rochemont, 1932-1941

Bandung, 1932: P. F. de Rochemont (tengah belakang) bersama para anggota KNIL
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Jakarta, 1940: Sebuah kesatuan milisi Landstorm dengan P. F. de Rochemont berada di nomor 6 dari kanan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Jakarta, 1940: Kesatuan Landstorm di markas mereka di Kramat; P. F. de Rochemont berdiri nomor 2 dari kanan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Semarang, 1941: P. F. de Rochemont dalam seragam Stadswacht bersama anak dan istri di
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Semarang, 1941: Sersan P. F. de Rochemont bersama istri
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)


Waktu: 1932, 1940, 1941
Tempat: Bandung, Jakarta, Semarang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 23 Maret 2025

Dari Papua sampai ke Aceh: Nusantara dalam sketsa keluaran tahun 1883 (6)

Pertunjukan tari ronggeng (?) di bawah pohon beringin dengan disaksikan khalayak ramai di Bogor
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Sebuah kampung (di Jawa?)
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Pertunjukan gamelan di sebuah pendopo
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Sebuah keluarga dengan dua anak (kemungkinan di Jakarta)
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Lihat juga posting 1, 2, dan 3 sebelum ini.

Minggu, 31 Desember 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam jepretan studio foto ternama (2)

Studio foto Charles Kleingrothe, November 1918: Seorang ibu dengan dua  anak
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Studio foto A.J. Jahn, 1910: Seorang pria (campuran?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1910, 1918
Tempat: Jawa (?)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Charles Kleingrothe, A.J. Jahn
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 29 Desember 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam jepretan studio foto ternama (1)

Studio foto Lux (Thilly Weissenborn), 1921: Seorang bocah Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Studio foto Lux (Thilly Weissenborn), 1921: Sebuah keluarga dengan satu anak
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Studio foto Christian Nieuwenhuis: Seorang gadis Belanda, kemungkinan mengenakan kostum Esmeralda, tokoh dari kisah Notre Dame de Paris karya Victor Hugo
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1921
Tempat: dua foto pertama di Jawa, foto ketiga kemungkinan di Sumatera
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Thilly Weissenborn, Christian Nieuwenhuis
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 27 Desember 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam jepretan studio-studio foto Tionghoa (4)

Studio foto Keng Seng, Solo (Warung Pelem): Sebuah keluarga (campuran?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Studio foto Ong Lian Khaij, Pekalongan: Sepasang ningrat
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: tanpa keterangan
Tempat: Pekalongan, Solo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio foto Keng Seng, Ong Lian Khaij
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 23 Desember 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam jepretan studio-studio foto Tionghoa (2)

Studio foto Keng Seng, Solo (Warung Pelem): Seorang wanita Belanda memegang kipas
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Studio foto Gah Hin, Semarang: Seorang wanita Belanda mengendarai sepeda hias
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Studio foto Wah Seng, Makassar, 1913: Dua gadis (campuran?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1913
Tempat: Makassar, Semarang, Solo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio foto Keng Seng, Gah Hin, Wah Seng
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 21 Desember 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam jepretan studio-studio foto Tionghoa (1)

Studio foto Tong Sing, ~1920: Seorang bocah (campuran?) dengan boneka anjing
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Studio foto Tan Tjie Lan, Jakarta, 1909: Seorang Belanda bernama C. A. Vosmaer bersama empat anak perempuannya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Studio foto Tee Han Sioe, Rembang: Soerang Belanda berkumis baplang
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1909, 1920
Tempat: a.l. Jakarta, Rembang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio foto Tong Sing, Tan Tjie Lan, Tee Han Sioe
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 09 Desember 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam foto studio: Studio Salzwedel, Surabaya (1)

Sepasang kulit putih
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Antara 1878-1884: Seorang wanita Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Antara 1878-1884: Seorang pria Belanda bercambang lebat
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: akhir abad ke-19
Tempat: Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Herman Salzwedel
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 19 November 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam foto studio: Studio Charls (10)

Ibu dan anak di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seorang pria dengan kumis baplang di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Ibu dan anak balita di Semarang
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: tidak ada keterangan
Tempat: Semarang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Charls (berkembang menjadi N.V. Charls & Van Es & Co.)
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 17 November 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam foto studio: Studio Charls (9)

~1900: Seorang wanita muda di Semarang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah keluarga Belanda dengan dua anak di Semarang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Dua anak perempuan Belanda di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1900
Tempat: Jakarta, Semarang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Charls (berkembang menjadi N.V. Charls & Van Es & Co.)
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 15 November 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam foto studio: Studio Charls (8)

~1915: Sepasang suami istri di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1893: Seorang bocah Belanda di Semarang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1893: Seorang wanita Belanda di Semarang
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1893, 1925
Tempat: Jakarta, Semarang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Charls (berkembang menjadi N.V. Charls & Van Es & Co.)
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 13 November 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam foto studio: Studio Charls (7)

~1900: Ibu dan anak di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah keluarga Belanda di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1912: Tiga bocah Belanda di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1900, 1912
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Charls (berkembang menjadi N.V. Charls & Van Es & Co.)
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 01 November 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam foto studio: Studio Charls (1)

~1905: Kakak beradik
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Antara 1900 dan 1915: Pengantin baru
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Keluarga (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1905, 1915
Tempat: Jakarta (dua foto terakhir), Semarang (foto pertama)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Charls (berkembang menjadi N.V. Charls & Van Es & Co.)
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 18 April 2023

Dari serakan foto hasil jepretan studio "Gah Hin" dan "Onnes Kurkdjian"

Onnes Kurkdjian, ~1900: Halaman utama Hotel Tengger di kawasan Tosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Onnes Kurkdjian, 1924: Armada lokomotif di pabrik gula Jatiroto II, Lumajang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Onnes Kurkdjian, 1924: Para pekerja lokal di laboratorium pabrik gula Jatiroto II, Lumajang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gah Hin, ~1910: Sepasang pengantin dan orang tuanya di Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gah Hin: Sebuah keluarga bangsawan Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: 1900, 1910, 1924
Tempat: Jatoroto (Lumajang), kawasan Tengger, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Gah Hin | Onnes Kurkdjian
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 06 April 2023

Dari serakan foto-foto karya Woodbury & Page (2)

Walter Bentley Woodbury dan James Page adalah dua orang Inggris yang menjadi salah dua perintis dunia fotografi profesional di Hindia-Belanda. Studio foto yang mereka dirikan di Batavia menjadi teladan bagi fotografer lain untuk mendirikan hal yang sama di Padang, Semarang, Surabaya, dan kota-kota lain di Nusantara. Blog ini sudah menampilkan banyak karya keluaran dari studio ini. Kali ini kita akan mencoba mengumpulkan foto-foto karya Woodbury dan Page yang berserakan.


1865: Foto studio dari sebuah keluarga Jawa di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Edisi lain dari foto di atas
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1867: Bupati Kudus, Raden Mas Tumenggung Candranegara dan keluarganya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1880: Pohon-pohon palem di Kebun Raya Bogor
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah sudut Jakarta di penghujung abad ke-19
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: pertengahan kedua abad ke-19 (a.l. 1865, 1867, 1880)
Tempat: Bogor, Jakarta, Kudus
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Woodbury & Page
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: