Tampilkan postingan dengan label stasiun radio. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label stasiun radio. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Juni 2023

Pasukan Sekutu dan Belanda di Papua, 1944/1945 (3)

Pendaratan pasukan Amerika di Tanahmerah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kendaraan-kendaraan militer Amerika di sekitar Jayapura
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Rombongan pasukan Sekutu di antara warga Papua
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
1945: Stasiun radio yang didirikan Belanda di dekat Danau Sentani
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
1945: Tampak dekat dari stasiun radio yang didirikan Belanda di dekat Danau Sentani
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1944, 1945
Tempat: Papua (a.l. Danau Sentani, Tanahmerah)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 03 Januari 2021

Kerabat kerja siaran radio Belanda (Radio Nederland Wereldomroep) untuk Indonesia, 1948

Sam Pasaribu (pimpinan program) dan Juultje Mandias (penyiar) di ruang siaran
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Aziz Azimal (berkaca mata) membaca teleks
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Sam Pasaribu memeriksa alat potong piringan hitam
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Juultje Mandias dan S.W. Tanja menyusun berita
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Lalisang berpose di studio
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Pengarahan yang dihadiri Sam Pasaribu, Tineke Hagen, Juultje Mandias, J. de Munck Mortier, S.W. Tanja, Tutie Hogenboom, dan Aziz Azimal
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: Juli 1948
Tempat: Hilversum (Belanda)
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Fotobureau Stevens
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Senin, 07 Oktober 2019

Kerusakan di stasiun Radio Republik Indonesia di Makassar semasa perang kemerdekaan

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: masa perang kemerdekaan
Tempat: Makassar
Tokoh:
Peristiwa: Ketiga foto di atas menunjukkan kerusakan atas bangunan stasiun RRI di Makassar yang tampaknya terbakar atau dibakar terutama di lantai dua hingga ke atap.
Tidak ada keterangan lebih terperinci dari arsip Belanda mengenai hal ini. Salah satu kemungkinannya adalah sbb.: Awalnya bangunan ini adalah stasiun radio propaganda Jepang. Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu, para pemuda Indonesia merebut stasiun ini dan menjadikannya RRI Makassar. Ketika militer Belanda datang kembali ke Makassar, mereka berusaha menguasai sarana penting ini. Para pemuda Indonesia yang kalah senjata, mencoba membumihanguskan gedung ini agar tidak bisa digunakan Belanda.
Jika pembaca blog memiliki keterangan yang lebih valid, mohon untuk disampaikan di bagian komentar di bawah ini.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 19 September 2016

Jumat, 02 September 2016

Stasiun Radio Indonesia di Medan di tahun 1948

Stasiun Radio Sumatra/Radio Indonesia di Medan
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: Desember 1948Tempat: Medan
Tokoh:
Peristiwa: 
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Minggu, 31 Juli 2016

Stasiun Radio Malabar Bandung (2): 1923-1933

Peresmian stasiun Malabar oleh Gubernur Jenderal Dirk Fock, 23 Mei 1923
(klik untuk memperbesar | © fotoleren/spaarnestad)
Para peserta peresmian stasiun Malabar, 23 Mei 1923
(klik untuk memperbesar | © fotoleren/spaarnestad)
Ruangan di stasiun Malabar, dengan alat dengar dan bicara, 1933
(klik untuk memperbesar | © fotoleren/spaarnestad)
Interior stasiun Malabar, 1933
(klik untuk memperbesar | © fotoleren/spaarnestad)
Waktu: 1923, 1933
Tempat: Bandung
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo / Fotoleren
Catatan: Pada saat itu Stasiun Radio Malabar merupakan sebuah sensasi teknologi karena merupakan stasiun komunikas tercanggih dan terkuat di belahan bumi bagian Selatan. Belanda memerlukan sarana ini agar bisa berkomunikasi langsung tanpa kabel dengan Hindia-Belanda. Tidak mengherankan, Jepang menjadikan stasiun ini sebagai target serangan utama di saat Perang Dunia II. Perang kemerdekaan membawa kerusakan berikutnya kepada stasiun ini; yang hingga sekarang hanya tinggal nama dan kenangan.

Jumat, 29 Juli 2016

Stasiun Radio Malabar Bandung (1): 1927-1932

Kompleks stasiun Malabar di tahun 1927
(klik untuk memperbesar | © fotoleren/spaarnestad)
Bagian dari teknologi komunikasi yang digunakan di stasiun Malabar, 1927
(klik untuk memperbesar | © fotoleren/spaarnestad)
Bagian dari jaringan antene Malabarm 1932
(klik untuk memperbesar | © fotoleren/spaarnestad)
Jaringan antene yang menghubungkan stasiun Malabar dengan tempat lain di Jawa, 1934
(klik untuk memperbesar | © fotoleren/spaarnestad)
Waktu: 1927, 1934, 1932
Tempat: Bandung
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo / Fotoleren
Catatan: Pada saat itu Stasiun Radio Malabar merupakan sebuah sensasi teknologi karena merupakan stasiun komunikas tercanggih dan terkuat di belahan bumi bagian Selatan. Belanda memerlukan sarana ini agar bisa berkomunikasi langsung tanpa kabel dengan Hindia-Belanda. Tidak mengherankan, Jepang menjadikan stasiun ini sebagai target serangan utama di saat Perang Dunia II. Perang kemerdekaan membawa kerusakan berikutnya kepada stasiun ini; yang hingga sekarang hanya tinggal nama dan kenangan.


UPDATE 24 Mei 2018

Foto yang diwarnai dari kompleks stasiun Malabar:
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Jumat, 07 Agustus 2015

Stasiun radio NIROM Bandung di masa perang kemerdekaan, 1946

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: April 1946
Tempat: Ciumbuleuit (Bandung)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Van de Poll
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Selasa, 30 Juli 2013

Angkatan Udara Inggris sebelum dan sesudah menggempur stasiun radio Solo, 1945

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
Waktu: 1945
Tempat: Kemayoran, Jakarta
Tokoh:
Peristiwa: Pesawat tempur Inggris tampak sedang dipersenjatai sebelum digunakan untuk menyerang stasiun radio Solo (foto atas). Salah satu awak pesawat bercerita tentang aksinya di atas Solo, kepada teman-temannya (tengah & bawah).
Sumber / Hak cipta: Imperial War Musem
Catatan: Inggris berang atas stasiun radio Solo, yang digunakan para pejuang kemerdekaan untuk menggelorakan perjuangan, dan menyebutnya penyebar kabar bohong dan hasutan.


Kamis, 03 Januari 2013

Pasukan Jepang mengambil alih stasiun radio NIROM

(klik untuk memperbesar)
Waktu: 1942
Tempat: Jakarta
Tokoh: -
Peristiwa: Pasukan Jepang mengambil alih pusat stasiun radio NIROM (Nederlandsch-Indische Radio Omroep Maatschappij) di Jakarta
Fotografer: (?)
Sumber / Hak cipta: forum.axishistory.com
Catatan: NIROM adalah cikal bakal Radio Republik Indonesia; bangunan di atas kemudian menjadi dasar dari Gedung RRI sekarang.