Tampilkan postingan dengan label 1719. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1719. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Agustus 2024

Peta kuno dari tahun 1719: Ketika pulau-pulau di Kepulauan Seribu masih bernama Belanda

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1719
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Ini merupakan peta yang oleh VOC dikategorikan sebagai rahasia, artinya tidak dipublikasikan, dan sepenuhnya digunakan VOC untuk kepentingan mereka sendiri. Peta ini menampilkan pesisir utara dari wilayah Jakarta dengan nama-nama yang masih bertahan sampai sekarang a.l. Ontongh Java (Untung Jawa), Tangerangh (Tanggerang), Grogol, Ankee (Angke), Antzioll (Ancol), dan Tanjong Priok. Tetapi pulau-pulau kecil di sebelah utara masih diberi nama yang kebanyakan didasarkan pada nama-nama tempat di Belanda, sehingga kita menemukan nama Pulau Alkmaar, Enkhuyfen, Hoorn, Kuypers, Leyden, Purmerent, Haarlem, Rotterdam, Schiedam, Vader Smith, dan tentunya Onsrust.
Juru kartografi: Gerard van Keulen
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Jumat, 09 Agustus 2024

Peta rahasia VOC dari tahun 1719: Selat Sunda

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1719
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Para peta umumnya terfokus pada pulau, atau kepulauan. Dokumen ini menjadi menarik karena memetakan sebuah selat, tepatnya Selat Sunda antara Jawa dan Sumatera. Peta navigasi ini berharga karena menjadi salah satu kunci kendali atas jalur laut yang penting ini. Tidak mengherankan apabila VOC menyimpan peta ini sebagai berkas rahasia dan tidak mempublikasikannya.
Juru kartografi: keluarga Van Keulen
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Senin, 13 Mei 2024

Peta kuno yang memperlihatkan wilayah Nusantara dari tahun 1719

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1719
Tempat terbit: London
Tokoh:
Deskripsi: Sebuah peta yang memperlihatkan wilayah Asia mulai dari Hindia Barat hingga Hindia Timur, termasuk Jepang, Korea, dan Tiongkok. Di sebelah kiri ditampilkan peta kecil khusus tentang kota-kota pelabuhan penting saat itu; wilayah Nusantara diwakili oleh dua tempat: Banten (Bantam) dan Jakarta (Batavia).
Juru kartografi: Herman Moll
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: