Senin, 15 Juni 2026

Kendaraan artileri KNIL di wilayah Kedu

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan di tahun 1930-an
Tempat: wilayah Kedu
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 14 Juni 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang persimpangan Harmoni

Kesibukan, sejatinya ketenangan, di tempat yang sekarang menjadi persimpangan Harmoni
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: sekitar 1845
Tahun peristiwa: abd ke-19
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Paul Lauters yang menyalin dari karya Charles William Meredith van de Velde
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: 1) Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini. 2) Versi tak berwarna dari lukisan di atas pernah dimuat di posting ini.

Sabtu, 13 Juni 2026

Operasi pasukan Belanda di Bali, 1946 (4)

Pempatan (Karangasem): Pos dan barak militer Belanda di Pempatan dengan deretan kaleng amunisi (?), serta yang tidak jelas tampak: gudang bahan bakar serta stasiun komunikasi radio
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Di sebuiah desa di bagian barat Bali, warga mengadakan tontonan pembakaran mata uang Jepang sebagai perlambang munculnya kembali Belanda untuk menggantikan Jepang. Tidak jelas apakah lelaki yang diikat dan dibawa ke atas peti hanya sandiwara belaka atau pendukung Republik yang "dihukum".
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Antosari (Tabanan): Sebuah halte bus yang dihancurkan oleh para pejuang kemerdekaan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Warga sebuah desa yang dikumpulkan dalam usaha Belanda untuk menggalang dukungan …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… dengan bantuan pemuka agama setempat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1946
Tempat: Bali
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 12 Juni 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang penjara untuk kaum perempuan di Jakarta

Secara harfiah spinhuys berarti "(rumah) tempat menenun". Istilah ini digunakan untuk tempat di mana kaum perempuan dihukum atau diberi "tindakan koreksi" dan di sana aktivitas utamanya untuk emgisi waktu adalah menenun. Tidak jelas apakah di abad ke-17 di Jakarta memang sudah diperlukan adanya penjara khusus ini, atau di pelukis menggunakan kata spinhuys ini dalam pengertian murni "tempat menenun".
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1682
Tahun peristiwa: abad ke-17
Tempat terbit:
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Joan Nieuhof
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: 1) Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini. 2) Versi lain dari lukisan di atas pernah dimuat di posting ini.

Kamis, 11 Juni 2026

Operasi pasukan Belanda di Bali, 1946 (3)

Belanda, bersama raja yang pro-Belanda, mengumpulkan warga desa untuk menggalang dukungan atas kekuasan Belanda di Bali
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebelum foto ini dibuat, para pejuang kemerdekaan meledakkan sebuah jembatan. Belanda menyebut aksi ini sebagai "terorisme". Pasukan Belanda mendatangkan truk militer ke lokasi kejadian untuk membuat bendungan darurat untuk mengatur arus air sungai.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Di sebelah kanan tampak jembatan yang rusak diledakkan para pejuang kemerdekaan. Belanda mendatangkan sebuah bulldozer untuk membersihkan sisa dan dampak ledakan.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pihak Belanda, bersama raja yang pro-Belanda, di latar belakang mengamati warga desa dalam sembahyang bersama dalam acara penggalangan dukungan atas Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Antosari (Tabanan): Belanda mendirikan sebuah pos dan markas militer di Antosari yang sebelumnya merupakan salah satu pusat berkumpulnya para pejuang kemerdekaan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1946
Tempat: Bali
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 10 Juni 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang kesibukan di pesisir Jakarta

Karya Joseph Meyer yang diwarnai: Menampilkan orang berkuda dengan topi lebar, nelayan yang sibuk di atas perahu mereka, dua perempuan di bawah pohon, serta gedung-gedung di balik dinding batas pertahanan
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
Versi tak berwarna salinan oleh W. Wallis, yang menyalin dari C. Reiss (yang menyalin dari Joseph Meyer)
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1850
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Jerman
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: aslinya oleh Joseph Meyer, disalin oleh C. Reiss, dan kemudian oleh W. Wallis
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: 1) Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini. 2) Versi lain dari lukisan di atas pernah dimuat di posting ini.

Selasa, 09 Juni 2026

Operasi pasukan Belanda di Bali, 1946 (2)

Sangsit (Buleleng): Belanda menyokong warga lokal dalam pembentukan kesatuan "Anti Pemberontak" untuk menghadapi pejuang kemerdekaan. Dikabarkan kesatuan ini memiliki salam seperti terlihat di foto dengan teriakan "Bersatu!".
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Negara (Jembrana?): Komandan militer Belanda di Negara mengumpulkan warga lokal untuk menentang para pendukung Republik Indonesia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pempatan (Karangasem): Sekitar 50 pejuang, dengan dua senjata mesin, menyerang pos Belanda di Pempatan. Belanda berhasil menghalau, merebut sebuah senapan mesin, dan menangkap beberapa pejuang yang di foto di atas tampak duduk (terikat?) di beranda rumah. Esoknya Belanda membagi-bagikan beras kepada penduduk Pempatan yang mendukung Belanda.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Warga Bali yang dikumpulkan Belanda dalam menggalang dukungan untuk menghadapi para pejuang kemerdekaan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pupuan (Tabanan): Militer Belanda datang ke Pupuan dan menghalau para pejuang kemerdekaan. Warga Pupuan yang pro Belanda menyambut kedatangan pasukan Belanda dengan mengangkat tangan kanan tinggi-tinggi.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Oktober 1946
Tempat: Bali
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: