Minggu, 01 November 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang rumah Residen Besuki, Situbondo

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: ~1835
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Perancis
Tokoh:
Deskripsi: Gambar di atas berasal dari buku berbahasa Perancis dengan judul panjang Voyage autour du monde par les mers de l’Inde et de la Chine de la corvette de sa Majeste La Favorite execute pendant les annees 1830, 1831, 1832 sous le commandement de M. Laplace, yang mengisahkan pelayaran kapal La Favorite menjelajah dari Perancis ke Tiongkok dan wilayah Nusantara di tahun 1830-1832. Tim ekspedia a.l. berlabuh di Besuki dan mengunjungi rumah kediaman residen Belanda seperti yang tergambar di atas. Jembatan yang berada di latar tengah kemungkinan merupakan sarana untuk menyebarangi Sungai Jumain.
Juru foto/gambar: Sigismond Himely
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Sabtu, 31 Oktober 2026

Fasisme di Hindia Belanda: Kunjungan Anton Mussert ke Nusantara (7)

PENGANTAR

Selepas Perang Dunia I fasisme merebak di banyak negara di Eropa, dan memuncak di berkuasanya pengikut paham ini di Italia dan Jerman. Belanda, dan juga Hindia-Belanda, ikut dilanda ideologi ini. Warga Belanda di Nusantara yang terpikat fasisme mendirikan organisasi NIFO (Nederlandsch Indische Fascisten Organisatie) di awal tahun 1930an, yang kemudian melebur ke organisasi "induk" Belanda NSB (Nationaal-Socialistische Beweging) pimpinan Anton Mussert.

Ketika Jerman menyerbu serta menduduki Belanda di tahun 1940, dan pemerintah Belanda bersama pihak Kerajaan harus mengungsi ke Inggris, NSB menjadi kaki tangan pendudukan Jerman. Pemerintahan Hindia-Belanda yang loyal terhadap Ratu Wilhelmina, melarang NSB dan menutup semua kantornya di Nusantara.

Seri foto berikut menampilkan gambar dari masa maraknya NSB dan pengikutnya di Hindia-Belanda, termasuk kunjungan pucuk pimpinan NSB Anton Mussert dari Belanda ke Jawa bulan Juli/Agustus 1935.


Anton Mussert (paling kanan) pamit dari pendukung NSB di Jember, yaitu keluarga Brinkman (tengah), yang tinggal di dekat Stasiun Kotok
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anton Mussert di Jalan Opak, Surabaya, bersama seorang bangsawan Jawa yang oleh catatan foto disebut sebagai "Patih Solo"
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anton Mussert bersama beberapa tokoh lokal, yang oleh catatan foto disebut "Patih Solo" (apling kiri), "Jayadiningrat" (kedua dari kiri), dan "Noto Suroto" (kedua atau ketiga dari kanan)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anton Mussert (tengah) di teras sebuah rumah di Jalan Opak, Surabaya, yang dijadikan markas sementara NSB
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anton Mussert bersama petinggi NSB di Jawa, yaitu Kruysbosch yang merupakan mantan kapten artileri
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Juli/Agustus 1935
Tempat: Surabaya
Tokoh: Anton Adriaan Mussert (tokoh utama fasisme di Belanda)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga posting awal tentang kunjungan Anton Mussert ini yang juga memuat edisi lain dari foto nomor 4.

Jumat, 30 Oktober 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang Bogor untuk mengenang Thomas Stamford Raffles dan kekuasaan Inggris di Jawa

Istana Gubernur Jenderal, sekarang Istana Bogor, dilihat dari seberang Sungai Cisadane dengan latar belakang Gunung Gede
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
Pemandangan ke arah Gunung Gede dari Istana Gubernur Jenderal, dengan Sungai Ciliwung di sisi kiri serta perkampungan di sisi kanan
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1835
Tahun peristiwa: awal abad ke19
Tempat terbit: London
Tokoh:
Deskripsi: Versi tidak berwarna dari kedua lukisan di atas pernah dimuat di posting ini yang bersandar pada edisi gambar keluaran 1830. Lukisan-lukisan ini diambil dari buku karya istri Raffles, Sophia, yang berjudul Memoir of the life and public services of Sir Thomas Stamford Raffles: particularly in the government of Java, 1811-1816, and of Bencoolen and its dependencies, 1817-1824: with details of the commerce and resources of the Eastern archipelago, and selections from his correspondence. Ini merupakan karya yang mengenang masa kekuasaan Kerajaan Inggris di Jawa.
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Kamis, 29 Oktober 2026

Fasisme di Hindia Belanda: Kunjungan Anton Mussert ke Nusantara (6)

PENGANTAR

Selepas Perang Dunia I fasisme merebak di banyak negara di Eropa, dan memuncak di berkuasanya pengikut paham ini di Italia dan Jerman. Belanda, dan juga Hindia-Belanda, ikut dilanda ideologi ini. Warga Belanda di Nusantara yang terpikat fasisme mendirikan organisasi NIFO (Nederlandsch Indische Fascisten Organisatie) di awal tahun 1930an, yang kemudian melebur ke organisasi "induk" Belanda NSB (Nationaal-Socialistische Beweging) pimpinan Anton Mussert.

Ketika Jerman menyerbu serta menduduki Belanda di tahun 1940, dan pemerintah Belanda bersama pihak Kerajaan harus mengungsi ke Inggris, NSB menjadi kaki tangan pendudukan Jerman. Pemerintahan Hindia-Belanda yang loyal terhadap Ratu Wilhelmina, melarang NSB dan menutup semua kantornya di Nusantara.

Seri foto berikut menampilkan gambar dari masa maraknya NSB dan pengikutnya di Hindia-Belanda, termasuk kunjungan pucuk pimpinan NSB Anton Mussert dari Belanda ke Jawa bulan Juli/Agustus 1935.


23 anggota dan pendukung NSB dari Malang, sebagian berseragam gelap-gelap …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… datang ke Jember dengan bus untuk mengikuti pertemuan NSB
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pertemuan NSB di Jember
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pertemuan akbar NSB di Surabaya. Anton Mussert berjalan paling depan penuh percaya diri, diikuti barisan para pendukung dekatnya. Hadirin menyambut kedatangan Anton dengan berdiri dan banyak di antara mereka mengacungkan salam fasis yang juga dikenal dengan nama Hitlergruß.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Orasi Anton Mussert di pertemuan NSB di Surabaya. Slogan het fascisme verafschuwt egoïsten en kritikasters di kanan belakang bermakna "fasisme membenci para egois dan kritikus", sebuah pandangan kaum fasis terhadap lawan mereka yang dianggap hanya memikirkan diri sendiri dan mencela.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Juli/Agustus 1935
Tempat: Jember, Surabaya
Tokoh: Anton Adriaan Mussert (tokoh utama fasisme di Belanda)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga posting awal tentang kunjungan Anton Mussert ini.

Rabu, 28 Oktober 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang penari Dayak yang kemungkinan salah judul

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1861
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi: Lukisan ini memberikan kernyut di dahi. Judulnya Dayaksche Dansers (penari Dayak), tetapi bentuk rumah di latar belakang, model pakaian, serta senjata yang terselip di pinggang si pria sama sekali bukan khas Dayak. Jadi kemungkinan besar ada kesalahan pemasangan judul. Model rumah lebih mengarah ke Minangkabau; jenis pakaian juga lebih terkesan Sumatera. Tetapi tarian pasangan pria-wanita di Sumatera pada zaman dulu juga bukan hal yang sangat lazim. BIsa juga gambar ini lebih merupakan sebuah fantasi si seniman dengan menggabungkan beberapa elemen ke dalam sebuah lukisan.
Juru foto/gambar: C.W. Mieling
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Selasa, 27 Oktober 2026

Fasisme di Hindia Belanda: Kunjungan Anton Mussert ke Nusantara (5)

PENGANTAR

Selepas Perang Dunia I fasisme merebak di banyak negara di Eropa, dan memuncak di berkuasanya pengikut paham ini di Italia dan Jerman. Belanda, dan juga Hindia-Belanda, ikut dilanda ideologi ini. Warga Belanda di Nusantara yang terpikat fasisme mendirikan organisasi NIFO (Nederlandsch Indische Fascisten Organisatie) di awal tahun 1930an, yang kemudian melebur ke organisasi "induk" Belanda NSB (Nationaal-Socialistische Beweging) pimpinan Anton Mussert.

Ketika Jerman menyerbu serta menduduki Belanda di tahun 1940, dan pemerintah Belanda bersama pihak Kerajaan harus mengungsi ke Inggris, NSB menjadi kaki tangan pendudukan Jerman. Pemerintahan Hindia-Belanda yang loyal terhadap Ratu Wilhelmina, melarang NSB dan menutup semua kantornya di Nusantara.

Seri foto berikut menampilkan gambar dari masa maraknya NSB dan pengikutnya di Hindia-Belanda, termasuk kunjungan pucuk pimpinan NSB Anton Mussert dari Belanda ke Jawa bulan Juli/Agustus 1935.


Anton Mussert (ketiga dari kiri) bersama pentolan dan simpatisan NSB di Jawa Timur, a.l. Kruysbosch (paling kiri) dan Kapten K.L. Koppen (kedua dari kiri)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anton Mussert (paling kanan) di platform sebuah meriam penangkis serangan udara di sebuah tangsi KNIL di Jawa Timur
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Malang: Demonstrasi sebuah pesawat layang (karya Ir. Byvoet?) pada saat kujungan Anton Mussert ke kota ini
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Malang: Ir. Byvoet, yang kemungkinan merancang dan merakit pesawat layang ini, menunjukkan karya dirgantara ini kepada Anton Mussert
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jember: Para anggota dan pendukung NSB yang datang dengan bus dari Malang, sebagian dengan seragam gelap-gelap, menghadiri acara kedatangan Anton Mussert di Jember
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Juli/Agustus 1935
Tempat: Jember, Malang, Surabaya
Tokoh: Anton Adriaan Mussert (tokoh utama fasisme di Belanda)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga posting awal tentang kunjungan Anton Mussert ini, yang a.l. memuat edisi lain dari foto nomor 1.

Senin, 26 Oktober 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang pria dan wanita Jawa

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: ~1790
Tahun peristiwa: abad ke-18 atau sebelumnya
Tempat terbit: Inggris (?)
Tokoh:
Deskripsi: Lukisan di atas, meskipun menampilkan sepasang warga Jawa, sudah terlalu "dibaratkan", terutama di proporsi tubuh serta paras si perempuan. Meski demikian, lukisan ini bisa mengindikasikan beberapa kekhasan yang dilihat orang Eropa di perkampungan warga Jawa. Misalnya bahwa pria Jawa umumnya bertelanjang dada, serta hanya memakai kain bawahan; tetapi tutup kepala, yang kemungkinan harusnya berbentuk blangkon atau ikatan, merupakan sesuatu yang "wajib". Perempuannya lebih tertutup, dengan kemben, baju atasan serta kain bawahan, dilengkapi dengan sehelai selendang serta model rambut yang disanggul ke belakang. Rumah warga Jawa biasa terbuat dari kayu dan bambu, dengan pagar rumah dari bambu yang dalam aslinya tidak serapat seperti digambarkan di lukisan. Di halaman rumah boleh jadi ada juga "rumah" yang lebih kecil, kemungkinan merupakan lumbung padi atau kandang hewan. Hal lain yang dicatat orang Eropa: Warga Jawa merupakan pemelihara burung, dan membuat kandang burung tinggi di atas sebuah tiang pohon.
Juru foto/gambar: anonymous
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.