Kamis, 14 Mei 2026

Kreativitas rancangan KNIL Bandung, cikal bakal Pindad, dalam membuat kendaraan tempur, 1938

Pabrik amunisi dan kendaraan tempur milik KNIL di Bandung, yang kelak menjadi Pindad, di akhir tahun 1930-an atau awal 1940-an pernah membuat kendaraan lapis baju yang disainnya memiliki beberapa kemiripan dengan Cybertruck buatan Tesla yang baru muncul di abad ke-21 (lihat posting ini). Selain itu, para ternyata teknisi KNIL juga pernah merancang tank atau panser yang didisain untuk bisa melintas lumpur dan pesawahan serta sungai atau kawasan pesisir (lihat gambar di bawah). Tampaknya ini memang gagasan yang muncul di Nusantara dan dilahirkan dalam menghadapi medan yang khas di wilayah ini.

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1938
Tempat: kemungkinan di Bandung atau sekitarnya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 13 Mei 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang pemburu Dayak dikayuhi sampan

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: ~1858
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Den Haag
Tokoh:
Deskripsi: Gambar di atas memperlihatkan seorang lelaki Dayak dengan tombak di tangan kanan, tameng di tangan kiri, serta mandau di pinggang, berdiri di bagian depan sampan yang dikayuh seorang wanita. Wanita ini boleh jadi seorang budak. Dari beberapa gambar/foto tentang budak di Nusantara yang pernah dimuat di blog ini, kita bisa perhatikan bahwa para budak mengenakan pakaian yang lebih tertutup daripada tuannya.
Juru foto/gambar: Auguste van Pers
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Selasa, 12 Mei 2026

Latihan militer KNIL di sekitar Tanjung Priuk, 1934 (2)

Panglima KNIL Letnan Jenderal Koster (berkacamata), didampingi ajudannya dan beberapa anggota Volksraad (a.l. Van Baalen di latar depan), mengamati jalannya latihan militer yang mensimulasikan adanya pendaratan musuh di pesisir Tanjung Priuk
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Simulasi penyerbuan musuh dengan menggunakan perahu pendarat yang dihadapi KNIL dengan penembakan cahaya yang menerangi langit dan kawasan pesisir
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kumpulan foto latihan yang memperlihatkan satuan komunikasi (kanan atas), artileri (kiri bawah), lampu sorot (kanan bawah), serta bagaimana latihan ini menjadi tontonan bagi warga sekitar (kiri atas)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 22 September 1934
Tempat: sekitar Tanjung Priuk, Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 11 Mei 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno yang menjelaskan asal-usul kata "biduan"

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: ~1858
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Den Haag
Tokoh:
Deskripsi: Kata "biduan" sekarang ini  bermakna "penyanyi", dan sering hanya digunakan dalam pengertian "penyanyi wanita", meskipun dulu orang memiliki kata sendiri "biduanita" untuk ini. Jika kita melihat gambar di bawah, pada abad ke-19 kata "biduan" (ditulis di gambar ini dalam huruf Jawi/Arab) awalnya memiliki makna pemusik jalanan, yang kemungkinan besar juga melantunkan lagu. Boleh jadi juga kata ini awalnya hanya diterapkan untuk kaum pria.
Juru foto/gambar: Auguste van Pers
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Minggu, 10 Mei 2026

Latihan militer KNIL di sekitar Tanjung Priuk, 1934 (1)

Penembakan cahaya magnesium ke langit yang kemudian turun perlahan dengan parasut
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Latihan kesiagaan menghadapi serbuan musuh dari arah laut
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Penembakan lampu sorot yang sangat terang ke arah bagian pantai yang menjadi potensi tempat serangan dari arah laut
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 22 September 1934
Tempat: sekitar Tanjung Priuk, Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 09 Mei 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno yang memperjelas asal-usul kata "Koja"

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: ~1853
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Den Haag
Tokoh:
Deskripsi: Kata "Koja" merupakan penuturan leluhur kita atas kata "Khoja" yang merupakan sebutan untuk kelompok warga Muslim Isma'ili di India dan Persia, terutama di Gujarat. Sebagian dari mereka datang ke Nusantara sebagai saudagar yang banyak menjual kain, sebagaimana ditampilkan di gambar di bawah ini. Ini yang kemudian membuat kata "Koja" berkonotasi erat dengan pedagang kain. Populernya "Koja" ini a.l. bisa terlihat dari adanya beberapa wilayah yang disebut "Pekojan" di Jakarta, di samping tentunya Kecamatan Koja dengan Pasar Koja-nya, dan boleh jadi juga Kampung Koja di Tangerang atau Pasir Koja di Bandung.
Juru foto/gambar: Auguste van Pers
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Jumat, 08 Mei 2026

Gubernur Jenderal Hindia-Belanda terakhir, Tjarda van Starkenborgh Stachouwer: Dalam Koninginnedag terakhir sebelum invasi Jepang, 1941 (3)

Koninginnedag (sekarang Koningsdag) merupakan hari nasional besar bagi warga Belanda. Pada hari itu warga Belanda di negerinya, dan di wilayah jajahannya, merayakan hari ulang tahun Sang Ratu (sekarang Raja). Tahun 1941 merupakan saat terakhir di mana Hindia-Belanda merayakan hari besar ini di bawah pimpinan Gubernur Jenderal. Tidak sampai lima bulan kemudian, pasukan Jepang menyerang dan kemudian menduduki Hindia-Belanda.

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 31 Agustus 1941 (hari ulang tahun Ratu Wilhelmina yang ke-61)
Tempat: Jakarta, tepatnya di area yang sekarang menjadi Istana Merdeka
Tokoh: Conrad Emil Lambert Helfrich (depan kanan; Panglima KNIL Laut, terkenal karena prestasi armada kapal selamnya dalam menenggelamkan kapal-kapal Jepang, kelak menjadi penentang sengit kemerdekaan Indonesia); Jonkheer Alidius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (bersetelan serba putih; Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1936-1942); Letnan Jenderal Gerardus Johannes Berenschot (depan kiri; Panglima KNIL) 
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: