![]() |
| (klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD) |
Waktu: 27 Juli 1947
Tempat: Driyorejo (Gresik)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:
Sebuah usaha untuk mengumpulkan foto/gambar tentang Indonesia zaman dulu yang tersebar di dunia maya. Setelah 13 tahun (hampir) tiap hari mengudara blog ini mohon izin untuk mulai mengurangi frekwensi siarannya. Anda tetap diminta untuk menambahkan/membetulkan informasi di setiap foto/gambar ini. Urun rembug Anda akan membantu pemirsa yang lain.
![]() |
| (klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD) |
![]() |
| Lukisan berbahasa Jerman ini menampilkan Jakarta dilihat dari perairan Sunda Kelapa dengan latar belakang Gunung Gede dan Gunung Salak. Bagian tengah dengan nama Stadt merupakan wilayah kota, sementara bagian kanan dengan nama Schlos adalah Kastil Batavia. Keterangan lainnya dengan mengikuti nomor: 1) gerbang ke kastil; 2) pinggiran kota; kemudian sudut-sudut kastil dengan nama batu-batu mulia yaitu 3) Schantz, 4) Diamant, dan 5) Rubin; 6) pelabuhan; 7) jembatan; 8) gereja (klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery) |
Di penghujung 1944 dan awal 1945, ketika Jerman makin terdesak di Eropa, dan Jepang makin terpukul di kawasan Asia-Pasifik, Belanda makin menggiatkan usaha-usaha untuk merebut kembali Hindia-Belanda. Usaha-usaha ini terpusat di Australia, yang secara geografis dekat dengan Indonesia, dan secara politis dan militer berada bersama Belanda di pihak yang melawan negara-negara Poros. Seri berikut akan mencoba menampilkan dokumentasi foto tentang aktivitas Belanda di wilayah Australia ini.
![]() |
| Barisan KNIL dengan bayonet panjang terhunus (klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD) |
![]() |
| (klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery) |
![]() |
| (klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD) |
![]() |
| Kesibukan, sejatinya ketenangan, di tempat yang sekarang menjadi persimpangan Harmoni (klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery) |
![]() |
| Pempatan (Karangasem): Pos dan barak militer Belanda di Pempatan dengan deretan kaleng amunisi (?), serta yang tidak jelas tampak: gudang bahan bakar serta stasiun komunikasi radio (klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD) |
![]() |
| Di sebuiah desa di bagian barat Bali, warga mengadakan tontonan pembakaran mata uang Jepang sebagai perlambang munculnya kembali Belanda untuk menggantikan Jepang. Tidak jelas apakah lelaki yang diikat dan dibawa ke atas peti hanya sandiwara belaka atau pendukung Republik yang "dihukum". (klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD) |
![]() |
| Antosari (Tabanan): Sebuah halte bus yang dihancurkan oleh para pejuang kemerdekaan (klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD) |
![]() |
| Warga sebuah desa yang dikumpulkan dalam usaha Belanda untuk menggalang dukungan … (klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD) |
![]() |
| … dengan bantuan pemuka agama setempat (klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD) |