Rabu, 21 Oktober 2026

Fasisme di Hindia Belanda: Kunjungan Anton Mussert ke Nusantara (2)

PENGANTAR

Selepas Perang Dunia I fasisme merebak di banyak negara di Eropa, dan memuncak di berkuasanya pengikut paham ini di Italia dan Jerman. Belanda, dan juga Hindia-Belanda, ikut dilanda ideologi ini. Warga Belanda di Nusantara yang terpikat fasisme mendirikan organisasi NIFO (Nederlandsch Indische Fascisten Organisatie) di awal tahun 1930an, yang kemudian melebur ke organisasi "induk" Belanda NSB (Nationaal-Socialistische Beweging) pimpinan Anton Mussert.

Ketika Jerman menyerbu serta menduduki Belanda di tahun 1940, dan pemerintah Belanda bersama pihak Kerajaan harus mengungsi ke Inggris, NSB menjadi kaki tangan pendudukan Jerman. Pemerintahan Hindia-Belanda yang loyal terhadap Ratu Wilhelmina, melarang NSB dan menutup semua kantornya di Nusantara.

Seri foto berikut menampilkan gambar dari masa maraknya NSB dan pengikutnya di Hindia-Belanda, termasuk kunjungan pucuk pimpinan NSB Anton Mussert dari Belanda ke Jawa bulan Juli/Agustus 1935.


1 Agustus 1935: Anton Mussert berorasi di podium dengan lambang NSB, diperhatikan oleh para aktivis NSB berseragam gelap
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anton Mussert berpose di sebuah rumah di Surabaya yang menjadi markas dan kantornya selama kunjungan ke Hindia-Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anton Mussert tiba di stasiun kereta Surabaya dan disambut para pengikutnya, termasuk seorang lelaki berwajah lokal (campuran?) di kiri depan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Rumah keluarga Logeman di Jalan Opak, Surabaya, yang menjadi markas Anton Mussert
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anton Mussert tiba di kediaman keluarga Logeman di Jalan Opak, Surabaya, yang menjadi markasnya selama kunjungan ke Hindia-Belanda (klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Juli/Agustus 1935
Tempat: Surabaya
Tokoh: Anton Adriaan Mussert (tokoh utama fasisme di Belanda)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga posting awal tentang kunjungan Anton Mussert ini.

Selasa, 20 Oktober 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang lembah Batu Gajah di Ambon

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: ~1845
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Batu Gajah sekarang merupakan sebuah kelurahan di Ambon. Dahulu, ketika masih merupakan sebuah kampung, orang Eropa tertarik dengan wilayah ini karena keindahan alamnya, serta letak geografisnya yang merupakan sebuah lembah yang dibatasi perbukitan.
Juru foto/gambar: Paul Lauters berdasarkan karya C.W.M. van de Velde
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Senin, 19 Oktober 2026

Beberapa foto dari masa pendudukan Jepang (2)

Seorang pedagang makanan dikelilingi warga yang jongkok berkerumun
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Salah satu sudut kota Surabaya dengan kali, jembatan, perahu, dan gedung tembok
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Militer Jepang manguasai salah satu area BPM (Bataafse Petroleum Maatschappij) yang merupakan cikal bakal Pertamina
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: semasa pendudukan Jepang
Tempat: Jawa (a.l. Surabaya)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 18 Oktober 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang penampilan orang Maluku dibandingkan dengan penduduk Asia lain

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1605
Tahun peristiwa: akhir abad ke-16
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi: Lukisan ini sangat tua, dan memperlihatkan apa yang diamati orang Eropa atas warga-warga Asia di penghujung abad ke-16. Paling kiri adalah lelaki Pegu, di Myanmar Selatan sekarang, yang digambarkan mengenakan batu-batu rubin dan berlian. Lelaki Maluku dilukiskan menghunuskan pedang khas mereka dengan ujung yang miring serta memegang tameng. Paling kanan adalah sepasang warga India Nasrani pengikut aliran Santo Thomas yang dikabarkan sudah berada di selatan jazirah Hindia sejak abad pertama, jauh sebelum kedatangan para misionaris Kristen dari Eropa. Yang a.l. menarik adalah hanya warga Maluku yang dilukiskan berpakaian "lengkap" dengan atasan dan bawahan. Warga Pegu memiliki semacam jubah, tetapi membiarkan dadanya terbuka. Warga India Nasrani malah telanjang dada, termasuk perempuannya. Juga menarik bahwa orang-orang selain Maluku dilukisan tak bersenjata, seolah-olah merupakan peringatan kepada para pembaca Eropa yang hendak berlayar ke Maluku.
Juru foto/gambar: Jan Huygen van Linschoten
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Sabtu, 17 Oktober 2026

Beberapa foto dari masa pendudukan Jepang (1)

Malang: Pedati dengan ban angin melintas kawasan pemukiman warga kalangan atas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Malang: Salah satu jalan utama, yang dipenuhi oleh bendera Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua pedagang dengan pikulan melintasi sebuah jalan besar (di Malang?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: semasa pendudukan Jepang
Tempat: Malang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 16 Oktober 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang kediaman pejabat VOC dan pekerja ahli Belanda di Batavia abad ke-17

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1682
Tahun peristiwa: abad ke-17
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Lukisan ini memperlihatkan bangunan yang menjadi kediaman pejabat VOC (meester), kemungkinan yang sebelah kanan, dan rumah pekerja ahli (konstenar) yang kemungkinan di sebelah kiri. Kata konstenar secara harfiah berarti seniman –sekarang orang Belanda menggunakan kata kunstenaar–, tetapi di abad ke-17 kata ini digunakan untuk orang-orang yang piawai di bidang tertentu, dan bukan hanya seni, misalnya kerajinan tangan serta ilmu pengetahuan. Jadi, tampaknya VOC bukan menyediakan perumahan untuk seniman, melainkan bagi para orang yang memiliki keterampilan khusus atau pakar di bidang tertentu.
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Kamis, 15 Oktober 2026

Berbagai foto semasa Perang Kemerdekaan dari koleksi tentara Belanda bernama Bob van Dijk (53)

PENGANTAR

Bob van Dijk adalah seorang tentara Belanda dari kesatuan zeni yang diterjunkan ke Nusantara, terutama di wilayah Jawa Timur, semasa Perang Kemerdekaan. Bob tampaknya menggemari fotografi, dan kamera fotonya banyak mengabadikan suasana sejak di berangkat dari Belanda melalui berbagai tempat dan pelabuhan sebelum akhirnya tiba di Hindia-Belanda. Blog ini akan mencoba untuk memperlihatkan karya-karya Bob ini yang a.l. banyak didominasi oleh suasana sehari-hari seorang tentara Belanda ketika bertugas di Indonesia.

Bob juga banyak membuat jepretan ketika dia bertugas di lapangan. Koleksi dia juga berisi beberapa foto dari medan pertempuran yang tampaknya merupakan karya jurnalis perang profesional seperti Hugo Wilmar. Secara keseluruhan, koleksi ini lumayan menarik karena memperlihatkan suasana sehari-hari semasa Perang Kemerdekaan dari sudut pandang seorang tentara Belanda.


Perkemahan tentara Belanda yang dikerumuni anak-anak, kemungkinan karena militer Belanda membagi-bagikan air minum
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kerumunan warga yang terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak tanpa lelaki dewasa atau pemuda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Enam tentara Belanda berpose bersama sembilan anak-anak di sebuah kampung
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: semasa perang kemerdekaan
Tempat: kemungkinan Jawa Timur
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Bob J. van Dijk
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: