Jumat, 03 Juli 2026

Berbagai foto semasa Perang Kemerdekaan dari koleksi tentara Belanda bernama Bob van Dijk (1)

PENGANTAR

Bob van Dijk adalah seorang tentara Belanda dari kesatuan zeni yang diterjunkan ke Nusantara, terutama di wilayah Jawa Timur, semasa Perang Kemerdekaan. Bob tampaknya menggemari fotografi, dan kamera fotonya banyak mengabadikan suasana sejak di berangkat dari Belanda melalui berbagai tempat dan pelabuhan sebelum akhirnya tiba di Hindia-Belanda. Blog ini akan mencoba untuk memperlihatkan karya-karya Bob ini yang a.l. banyak didominasi oleh suasana sehari-hari seorang tentara Belanda ketika bertugas di Indonesia.

Bob juga banyak membuat jepretan ketika dia bertugas di lapangan. Koleksi dia juga berisi beberapa foto dari medan pertempuran yang tampaknya merupakan karya jurnalis perang profesional seperti Hugo Wilmar. Secara keseluruhan, koleksi ini lumayan menarik karena memperlihatkan suasana sehari-hari semasa Perang Kemerdekaan dari sudut pandang seorang tentara Belanda.


Dua tentara Belanda di panasnya Surabaya, dengan kipas angin dan dada terbuka. Seorang di antaranya menulis (surat untuk wanita yang fotonya ada di hadapannya?), sementara yang lainnya membaca buku. (klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bagian dari tangsi kesatuan zeni di Tanjung Perak yang dipenuhi oleh material bangunan, sementara jaringan listrik tampaknya tersedia dan terawat bagus
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pembangunan barak-barak tentara di Tanjung Perak yang dilakukan oleh kesatuan zeni
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Salah satu aktivitas kesatuan Bob di Tanjung Perak: membersihkan kawasan dari puing-puing yang tampak berukuran besar dan banyak sehingga ekskavator perlu dikerahkan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pembersihan kawasan ini rupanya bagian dari pembuatan saluran air, salah satu keahlian bangsa Belanda, di sekitar tangsi militer di Tanjung Perak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: semasa perang kemerdekaan
Tempat: Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Bob J. van Dijk
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 02 Juli 2026

Sebelas lukisan geologi tentang Jawa karya Franz Wilhelm Junghuhn (7 - tambahan)

PENGANTAR

Friedrich Franz Wilhelm Junghuhn adalah seorang Belanda-Jerman yang masyhur sebagai pakar botani dan geologi yang mewariskan beberapa tulisan dan catatan ilmiah tentang Jawa dan Sumatera. Di tahun 1850 terbit salah satu bukunya dalam bahasa Belanda dengan judul Java, deszelfs gedaante, bekleeding en inwendige struktuur yang berisi 11 gambar berwarna tentang beberapa tempat di Jawa. Edisi bahasa Jermannya terbit dengan judul Java, seine Gestalt, Pflanzendecke, und sein innerer Bau mulai tahun 1953. Terdapat beberapa variasi kecil di gambar edisi Belanda dan Jerman, yang tampaknya menunjukkan bahwa sketsa atau gambar awal berasal dari Junghuhn sendiri, yang kemudian diedit sebelum dicetak.

Karya Junghuhn ini pernah terbit di edisi Belanda tahun 1850, cetakan Jerman tahun 1853, dan terbitan Jerman tahun 1857.Gambar di bawah kemungkinan berasal dari tahun 1853.


Gunung Lamongan

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1853
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: kemungkinan Jerman
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Friedrich Franz Wilhelm Junghuhn
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: 1) Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini. 2) Lihat juga rangkaian lukisan geologi Junghuhn yang dimulai di posting ini.

Rabu, 01 Juli 2026

Dari lembaran propaganda Jepang tentang keberhasilan mereka menduduki Nusantara, 1942 (3)

Apel bendera pasukan Jepang di sebuah pantai dengan latar belakang beberapa kapal perang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Markas darurat sebuah kesatuan militer Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang komandan militer memberikan arahan kepada pasukannya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1942
Tempat: ?
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 30 Juni 2026

Dari Padang sampai ke Banda: Lukisan pemandangan Nusantara karya Charles William Meredith van de Velde, 1844 (8 - Jawa)

Charles William Meredith van de Velde (1818-1898) tampaknya seorang dengan berbagai bakat dan kemampuan. Dia pernah menjadi perwira angkatan laut, tentara bayaran, pembuat peta, anggota palang merah, hingga misionaris. Salah satu keahlian dia adalah menangkap keindahan alam dari tempat yang dia kunjungi, dan menuangkannya ke atas kanvas. Dia terkenal sebagai pembuat peta Palestina di pertengahan abad ke-19, serta pelukis kota dan tempat di Palestina yang dia singgahi. Sebelumnya, dia juga mengabadikan banyak tempat di Nusantara dalam beberapa karya lukisannya, yang akan kita lihat di seri berikut ini.
Gunung Ringgit di Situbondo
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
Edisi lain dari gambar di atas
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
Pemandangan di Lebak, Banten
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
Sebuah lembah di Ciomas (Bogor?) yang disebut sebagai Dano (Danau?)
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
Versi berwarna dari lukisan di atas
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1844
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Paul Lauters yang menyalin dari karya Charles William Meredith van de Velde
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: 1) Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini. 2) Lihat rangkaian lain lukisan karya Van de Velde ini mulai dari posting ini.

Senin, 29 Juni 2026

Dari lembaran propaganda Jepang tentang keberhasilan mereka menduduki Nusantara, 1942 (2)

Barak tentara Belanda yang digambarkan Jepang sebagai ditinggalkan dalam keadaan berantakan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Semarang: Pertahanan di pantai dengan meriam dan pagar penghadang yang sudah dikuasai Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Gerak maju kesatuan infantri Jepang di pagi hari
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Barak darurat dari kesatuan bersepeda Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1942
Tempat: a.l. Semarang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 28 Juni 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang pembakaran mayat raja di Jawa dan istana terapung

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1725
Tahun peristiwa: abad ke-16/17
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi: Lukisan di atas bisa menimbulkan beberapa diskusi tentang sejarah Jawa. Bagian sebelah kiri diberi judul pemakaman raja, dan menunjukkan jasad yang siap dibakar di bara api yang berada di latar belakang. Gambar ini menambahkan kata cruelles yang bermakna "kejam". Bagian kanan memperlihatkan sebuah istana terapung, chateau flottant sur l'eau. Bagian kiri boleh jadi menjadi salah satu indikasi bahwa dulu ketika pengaruh Hindu masih kuat, para raja dan mungkin juga kalangan aristokrat, masih dibakar setelah meninggal. Ini mengingatkan kita pada tradisi ngaben yang masih ada di Bali. Baru setelah Islam menyebar ke berbagai pelosok di Jawa, tradisi mengubur di dalam tanah menjadi standar pemakaman. Gambar di bagian kanan perlu penelitian lebih lanjut. Jika benar bahwa dulu pernah ada istana terapung di Jawa, maka ini merupakan sebuah prestasi budaya yang layak dicatat dalam sejarah. 
Juru foto/gambar: Pieter van der Aa
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Sabtu, 27 Juni 2026

Dari lembaran propaganda Jepang tentang keberhasilan mereka menduduki Nusantara, 1942 (1)

Sebuah fasilitas milik Belanda yang dihancurkan Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Semarang: Deretan tentara Belanda yang ditangkap pasukan Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Surabaya: Pasukan Jepang menangkap dan menggiring seorang perwira KNIL Laut
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1942
Tempat: Semarang, Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: