Rabu, 10 Juni 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang kesibukan di pesisir Jakarta

Karya Joseph Meyer yang diwarnai: Menampilkan orang berkuda dengan topi lebar, nelayan yang sibuk di atas perahu mereka, dua perempuan di bawah pohon, serta gedung-gedung di balik dinding batas pertahanan
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
Versi tak berwarna salinan oleh W. Wallis, yang menyalin dari C. Reiss (yang menyalin dari Joseph Meyer)
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1850
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Jerman
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: aslinya oleh Joseph Meyer, disalin oleh C. Reiss, dan kemudian oleh W. Wallis
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: 1) Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini. 2) Versi lain dari lukisan di atas pernah dimuat di posting ini.

Selasa, 09 Juni 2026

Operasi pasukan Belanda di Bali, 1946 (2)

Sangsit (Buleleng): Belanda menyokong warga lokal dalam pembentukan kesatuan "Anti Pemberontak" untuk menghadapi pejuang kemerdekaan. Dikabarkan kesatuan ini memiliki salam seperti terlihat di foto dengan teriakan "Bersatu!".
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Negara (Jembrana?): Komandan militer Belanda di Negara mengumpulkan warga lokal untuk menentang para pendukung Republik Indonesia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pempatan (Karangasem): Sekitar 50 pejuang, dengan dua senjata mesin, menyerang pos Belanda di Pempatan. Belanda berhasil menghalau, merebut sebuah senapan mesin, dan menangkap beberapa pejuang yang di foto di atas tampak duduk (terikat?) di beranda rumah. Esoknya Belanda membagi-bagikan beras kepada penduduk Pempatan yang mendukung Belanda.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Warga Bali yang dikumpulkan Belanda dalam menggalang dukungan untuk menghadapi para pejuang kemerdekaan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pupuan (Tabanan): Militer Belanda datang ke Pupuan dan menghalau para pejuang kemerdekaan. Warga Pupuan yang pro Belanda menyambut kedatangan pasukan Belanda dengan mengangkat tangan kanan tinggi-tinggi.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Oktober 1946
Tempat: Bali
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 08 Juni 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang kelenteng di Jakarta dan patung-patungnya

Atas: Dua pria Tionghia berdiri di depan pintu sebuah kelenteng dengan dua patung di cerukan tembok kiri dan kanan. Bawah: Patung dewa Tionghoa yang disebut oleh pelukis sebagai Calamija.
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
Rangkaian patung-patung di dalam kelenteng yang oleh pelukis disebut onbekende goden (dewa tak dikenal) yang boleh jadi sejatinya patung-patung Buddha
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1726
Tahun peristiwa: abad ke-18
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: François Valentijn
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Minggu, 07 Juni 2026

Operasi pasukan Belanda di Bali, 1946 (1)

Pulukan (Jembrana): Pasukan Belanda menyita senjata dan amunisi yang digunakan para pejuang Bali, yang a.l. berupa mitraliur peninggalan Jepang serta granat dan mortir peninggalan Inggris
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah kesatuan Belanda mendarat di pesisir Bali setelah dikapalkan dari Jawa
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah kesatuan Belanda mendirikan pos pengawasan di pinggiran sebuah kawasan perairan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Perawatan kesehatan untuk pasukan Blanda di sebuah klinik militer
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pempatan (Karangasem): Belanda mencoba menarik simpati warga Bali dengan mendirikan sebuah poliklinik
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: (Oktober) 1946
Tempat: Bali (a.l. Jembrana, Karangasem)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 06 Juni 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang kemungkinan Pintu Besar di pertengahan abad ke-19

Kawasan yang menghubungkan sungai dan laut, kemungkinan di Pintu Besar, yang sibuk dengan perahu nelayan serta perahu angkut beratap datar yang bentuknya masih bisa ditemui hingga sekara
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1844
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: aslinya oleh Charles William Meredith van de Velde, diolah lebih lanjut oleh P. Lauters
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: 1) Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini. 2) Versi tidak berwarna dari gambar di atas pernah dimuat di posting ini sebelumnya.

Jumat, 05 Juni 2026

Kedatangan pasukan Belanda dari Divisi "7 Oktober" di Tanjung Priuk, 1946

Tanjung Priuk, 26 September 1946: Divisi "7 Oktober" tiba di Jakarta setelah berlayar dari Belanda dengan tujuan mempertahankan kekuasaan Belanda di Nusantara …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

… yang dimulai dengan senyum, sebelum sekitar 10 bulan kemudian melancarkan Aksi Polisionil 1. Kode "E.M." di emblem mereka merupakan singkatan dari Expeditionaire Macht (=pasukan penjelajah)(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 26 September 1946
Tempat: Tanjung Priuk (Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 04 Juni 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang tegalan yang kelak menjadi Lapangan Banteng

Keramaian di Ryswyk, sekarang Lapangan Banteng, di mana warga Eropa dan Tionghoa berjalan dipayungi, menaiki kuda, atau mengendarai kereta kuda
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1844
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: aslinya oleh Charles William Meredith van de Velde, diolah lebih lanjut oleh P. Lauters
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: 1) Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini. 2) Versi tidak berwarna dari gambar di atas pernah dimuat di posting ini sebelumnya.