Selasa, 17 Maret 2026

Residen Semarang, Pieter Sijthoff, beserta pengiringnya, 1904

Residen Semarang, Pieter Sijthoff, beserta pengiringnya yang membawa payung kebesaran dan tanpa alas kaki
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1904
Tempat: Semarang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 15 Maret 2026

Peta Indonesia ketika jumlah penduduknya masih 59 juta

Peta dengan penomoran di beberapa daerah, beserta wajah penduduk daerah tsb. (Lampung, Palembang, Djakarta, Sunda, Solo, Djokja, Madura, Bali, Flores, Sumba, Timur, Makasar, Bugis, Buton, Dajak, Sangir, Menado, Donggala, Napoe-Toradja, Bada-Toradja, Moena)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: ?
Tempat: Indonesia
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Peta ini sejatinya memunculkan beberapa pertanyaan. Di tahun 1930an penduduk Hindia-Belanda sudah mencapai 60 juta, yang memberi dugaan bahwa peta ini berasal dari era ini. Tetapi peta ini tidak menggunakan bahasa Belanda, serta menggunakan kata "Indonsia" atau "bangsa Indonesia" yang menyiratkan bahwa ini dibuat setelah Indonesia merdeka. Tetapi berikutnya, peta ini menyebut "Borneo" bukan "Kalimantan", serta "Papoea" bukan "Irian" yang kembali membawa kita ke masa sebelum proklamasi. Tambah membingungkan: Penulisan bunyi "u" terkadang "oe" (oekoeran, djoemlah pendoedoek, dsb.), terkadang juga "u" (Lampung, Sunda, Madura, dsb.). Pertanyaan tambahan: Tidak ada wajah dari suku lain yang juga dominan seperti Aceh, Batak, atau Minangkabau.

Jumat, 13 Maret 2026

Dua pemandangan dari Cimahi zaman dulu

Konvoi alat angkut bertenaga dua kuda. Saat para kuda "isi rumput" sebelum melanjutkan mengangkut karung-karung yang bertumpuk di pedati.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sungai Citarum di kawasan Batujajar, masih mengalir deras tanpa ditutupi sampah dan limbah seperti sekarang ini
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: ?
Tempat: Cimahi
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 12 Maret 2026

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang bunga asoka

(klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection)

Tahun terbit: 1885
Tempat terbit: Brussels
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Berthe Hoola van Nooten
Sumber / Hak cipta: Wellcome Collection
Catatan: Berthe Hoola van Nooten adalah pakar botani perempuan asal Belanda yang dimakamkan di Tanah Abang.

Rabu, 11 Maret 2026

Dua wajah perempuan Yogyakarta zaman dulu

Seorang putri keraton, priyayi bangsawan ningrat …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… dan seorang wanita dari kalangan biasa
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: ?
Tempat: Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: