Minggu, 08 November 2026

Fasisme di Hindia Belanda: Kunjungan Anton Mussert ke Nusantara (11)

PENGANTAR

Selepas Perang Dunia I fasisme merebak di banyak negara di Eropa, dan memuncak di berkuasanya pengikut paham ini di Italia dan Jerman. Belanda, dan juga Hindia-Belanda, ikut dilanda ideologi ini. Warga Belanda di Nusantara yang terpikat fasisme mendirikan organisasi NIFO (Nederlandsch Indische Fascisten Organisatie) di awal tahun 1930an, yang kemudian melebur ke organisasi "induk" Belanda NSB (Nationaal-Socialistische Beweging) pimpinan Anton Mussert.

Ketika Jerman menyerbu serta menduduki Belanda di tahun 1940, dan pemerintah Belanda bersama pihak Kerajaan harus mengungsi ke Inggris, NSB menjadi kaki tangan pendudukan Jerman. Pemerintahan Hindia-Belanda yang loyal terhadap Ratu Wilhelmina, melarang NSB dan menutup semua kantornya di Nusantara.

Seri foto berikut menampilkan gambar dari masa maraknya NSB dan pengikutnya di Hindia-Belanda, termasuk kunjungan pucuk pimpinan NSB Anton Mussert dari Belanda ke Jawa bulan Juli/Agustus 1935.


Kharisma Anton Mussert terlihat dari bagaimana para pecintanya terus melambaikan tangan hingga pesawat yang dia tumpangi sudah mengudara
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Urutan foto mundur ke masa sebelum Anton Mussert pulang: Para pendukung NSB menjamu Mussert (di kursi paling ujung) di Tretes dengan iringan musik
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anton Mussert di Tretes (di bawah payung paling kanan) di sebuah tempat peristirahatan yang mengibarkan bendera Belanda dan bendera NSB
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anton Mussert (kanan) mengenjungi I.M.I.W. (Indische Maatschappij voor Individuele Werkverschaffing) di Malang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Juli/Agustus 1935
Tempat: Surabaya
Tokoh: Anton Adriaan Mussert (tokoh utama fasisme di Belanda)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga posting awal tentang kunjungan Anton Mussert ini.

Sabtu, 07 November 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang Pulau Kuyper / Cipir / Kahyangan

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1750
Tahun peristiwa: abad ke-18
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi: Pulau Kuyper, atau Kuiper, merupakan salah satu nusa di Kepulauan Seribu yang letaknya sangat dekat dengan pesisir Jakarta. Tampaknya karena kedekatan ini, meskipun pulaunya relatif kecil, pihak Belanda mendirikan sebuah bentang pertahanan di sana. Gambar di atas memperlihatkan bangunan yang kelak menjadi benteng yang terbuat dari tembok dan batu-bata, yang sisa-sisanya masih ada hingga sekarang. Dari nama "Kuyper/Kuiper" ini warga lokal menyebut tempat ini sebagai "Pulau Cipir". Nama resmi sekarang adalah Pulau Kahyangan. Hasil pindai di atas berukuran relatif kecil, tetapi tetap kita tampilkan karena gambar dari zaman dulu tentang pulau ini termasuk hal langka.
Juru foto/gambar: Jan van Schley
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Jumat, 06 November 2026

Fasisme di Hindia Belanda: Kunjungan Anton Mussert ke Nusantara (10)

PENGANTAR

Selepas Perang Dunia I fasisme merebak di banyak negara di Eropa, dan memuncak di berkuasanya pengikut paham ini di Italia dan Jerman. Belanda, dan juga Hindia-Belanda, ikut dilanda ideologi ini. Warga Belanda di Nusantara yang terpikat fasisme mendirikan organisasi NIFO (Nederlandsch Indische Fascisten Organisatie) di awal tahun 1930an, yang kemudian melebur ke organisasi "induk" Belanda NSB (Nationaal-Socialistische Beweging) pimpinan Anton Mussert.

Ketika Jerman menyerbu serta menduduki Belanda di tahun 1940, dan pemerintah Belanda bersama pihak Kerajaan harus mengungsi ke Inggris, NSB menjadi kaki tangan pendudukan Jerman. Pemerintahan Hindia-Belanda yang loyal terhadap Ratu Wilhelmina, melarang NSB dan menutup semua kantornya di Nusantara.

Seri foto berikut menampilkan gambar dari masa maraknya NSB dan pengikutnya di Hindia-Belanda, termasuk kunjungan pucuk pimpinan NSB Anton Mussert dari Belanda ke Jawa bulan Juli/Agustus 1935.


Landasan pacu Darmo, Surabaya: Anton Mussert melambaikan salam perpisahan kepada para pendukungnya (dan peran warga lokal di ajang pergolakan fasisme ini hanya menjadi jongos penjaga pintu pesawat)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para pendukung NSB membalas dengan mengangkat tingi tangan kanan …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… yang jika digoyangkan ke kiri dan kanan akan menjadi salam perpisahan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Di ujung kanan tampak seorang gemuk dengan topi kolonial: Diakah tokoh di belakang Anton Mussert yang digambarkan para karikaturis Belanda (lihat posting ini)?
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para fans NSB tetap melambaikan tangan meski pesawat sudah makin menjauh dan siap lepas landas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Agustus 1935
Tempat: Surabaya
Tokoh: Anton Adriaan Mussert (tokoh utama fasisme di Belanda)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga posting awal tentang kunjungan Anton Mussert ini.

Kamis, 05 November 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang kemenangan VOC atas armada Portugis di perairan Makassar di tahun 1660

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1708
Tahun peristiwa: Juni 1660
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi: Wouter Schoutens, pelukis awal karya ini, adalah seorang tenaga kesehatan yang ikut serta dalam penjelajahan VOC di Nusantara di tahun 1658-1665, dan terlibat dalam pertempuran antara VOC dengan Portugis dalam memperebutkan wilayah Sulawesi Selatan di tahun 1660. Schoutens dalam lukisan ini menggambarkan kehancuran armada Portugis di perairan wilayah yang disebut "Samboupo", nama untuk kawasan Somba Opu. Di latar depan kemungkinan Schoutens menggambarkan pasukan Kesultanan Gowa yang menyaksikan pertempuran laut ini. Kekalahan Portugis di Makassar ini makin memperkokoh posisi Belanda di jalur rempah-rempah yang sebelumnya didominasi oleh Spanyol dan Portugal.
Juru foto/gambar: C. Decker dan J. Kip berdasarkan karya Wouter Schouten
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Rabu, 04 November 2026

Fasisme di Hindia Belanda: Kunjungan Anton Mussert ke Nusantara (9)

PENGANTAR

Selepas Perang Dunia I fasisme merebak di banyak negara di Eropa, dan memuncak di berkuasanya pengikut paham ini di Italia dan Jerman. Belanda, dan juga Hindia-Belanda, ikut dilanda ideologi ini. Warga Belanda di Nusantara yang terpikat fasisme mendirikan organisasi NIFO (Nederlandsch Indische Fascisten Organisatie) di awal tahun 1930an, yang kemudian melebur ke organisasi "induk" Belanda NSB (Nationaal-Socialistische Beweging) pimpinan Anton Mussert.

Ketika Jerman menyerbu serta menduduki Belanda di tahun 1940, dan pemerintah Belanda bersama pihak Kerajaan harus mengungsi ke Inggris, NSB menjadi kaki tangan pendudukan Jerman. Pemerintahan Hindia-Belanda yang loyal terhadap Ratu Wilhelmina, melarang NSB dan menutup semua kantornya di Nusantara.

Seri foto berikut menampilkan gambar dari masa maraknya NSB dan pengikutnya di Hindia-Belanda, termasuk kunjungan pucuk pimpinan NSB Anton Mussert dari Belanda ke Jawa bulan Juli/Agustus 1935.


Anton Mussert tiba di landasan pacu Darmo dan disambut para pendukung NSB yang akan melepasnya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anton Mussert berbincang dengan para simpatisan beratnya …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… dan tidak berhenti untuk menyahut salam para pendukungnya dengan balasan salam khas Hitler
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anton Mussert bersama salah satu tokoh utama NSB di Hindia-Belanda: Kruysbosch
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Salam perpisahan terakhir dari Anton Mussert sebelum meninggalkan Surabaya selama-lamanya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Agustus 1935
Tempat: Surabaya
Tokoh: Anton Adriaan Mussert (tokoh utama fasisme di Belanda)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga posting awal tentang kunjungan Anton Mussert ini.

Selasa, 03 November 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang rumah jagal di Jakarta di akhir abad ke-17

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: ~1700
Tahun peristiwa: pertengahan abad ke-17
Tempat terbit: Inggris atau Belanda
Tokoh:
Deskripsi: Gambar di atas memperlihatkan rumah pejagalan di Jakarta di pertengahan abad ke-17. Rumah ini terdiri dari dua bagian yang dihubungkan oleh sebuah jembatan dengan kolong melengkung yang bisa dilalui perahu. Di kiri kanan tampak perahu membawa ternak sapi, ada yang tercebur ke air dan dicoba ditarik oleh awak perahu. Di pintu kiri rumah jagal tampak seekor kuda (?) akan dimasukkan, sementara di pintu kanan sekawanan domba dan sapi. Berdasarkan lukisan ini dan yang sezaman memang banyak terlihat bahwa Jakarta saat itu banyak memiliki fasilitas di tepi saluran air, dan lalu lintas antar bagian kota itu dilakukan melalui jalur air/kali; sesuatu yang membuat kota seperti Venezia menjadi masyhur. Gambar ini sendiri merupakan versi  yang diwarnai dan diberi judul berbahasa Inggris dari karya hitam-putih dalam bahasa Belanda (lihat posting ini).
Juru foto/gambar: aslinya oleh Johan Nieuhof yang menggambarkan berdasarkan karya orang lain tanpa nama
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Senin, 02 November 2026

Fasisme di Hindia Belanda: Kunjungan Anton Mussert ke Nusantara (8)

PENGANTAR

Selepas Perang Dunia I fasisme merebak di banyak negara di Eropa, dan memuncak di berkuasanya pengikut paham ini di Italia dan Jerman. Belanda, dan juga Hindia-Belanda, ikut dilanda ideologi ini. Warga Belanda di Nusantara yang terpikat fasisme mendirikan organisasi NIFO (Nederlandsch Indische Fascisten Organisatie) di awal tahun 1930an, yang kemudian melebur ke organisasi "induk" Belanda NSB (Nationaal-Socialistische Beweging) pimpinan Anton Mussert.

Ketika Jerman menyerbu serta menduduki Belanda di tahun 1940, dan pemerintah Belanda bersama pihak Kerajaan harus mengungsi ke Inggris, NSB menjadi kaki tangan pendudukan Jerman. Pemerintahan Hindia-Belanda yang loyal terhadap Ratu Wilhelmina, melarang NSB dan menutup semua kantornya di Nusantara.

Seri foto berikut menampilkan gambar dari masa maraknya NSB dan pengikutnya di Hindia-Belanda, termasuk kunjungan pucuk pimpinan NSB Anton Mussert dari Belanda ke Jawa bulan Juli/Agustus 1935.


Anton Mussert memasuki sebuah mobil, meninggalkan sebuah bangunan berlambang NSB di Surabaya dan dijaga pria berseragam gelap NSB
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jalan Opak, Surabaya, yang menjadi markas sementara Anton Mussert, tampaknya di hari terakhir dia berada di Hindia Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anton Mussert keluar rumah disambut "salam Hitler" (rentangan tinggi tangan kanan dengan telapak tangan terbuka ke depan) dan dia menyahut dengan cara Hitler membalas salam para pendukungnya (mengangkat tangan kanan setinggi kepala dengan telapak tangan terbuka dan sedikit ditekuk ke belakang)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anton Mussert menatap balik rumah di Jalan Opak no. 21 yang menjadi markasnya selama di Hindia-Belanda, sebelum pulang ke Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para pendukung dan simpatisan NSB berkumpul di landasan pacu Darmo untuk melepas kepulangan Anton Mussert ke Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Agustus 1935
Tempat: Surabaya
Tokoh: Anton Adriaan Mussert (tokoh utama fasisme di Belanda)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga posting awal tentang kunjungan Anton Mussert ini.