Tampilkan postingan dengan label Teuku Umar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teuku Umar. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juli 2020

Dari album foto perwira artileri Letnan H.A. Zeilmaker, 1900: Beberapa wajah Aceh

PENGANTAR

Letnan H.A. Zeilmaker adalah seorang perwira artileri Belanda yang bertugas di Hindia-Belanda paling tidak dari tahun 1894 hingga 1899. Dia diterjunkan di Perang Aceh, dan tampaknya kemudian tinggal di Surabaya. Dia membuat sebuah album album foto pada tahun 1900 dengan judul "1894 Souvenir 1899" yang kelihatannya ditujukan untuk kerabatnya di Belanda untuk memperlihatkan bagaimana itu Hindia-Belanda.

Selain foto-foto yang memang terkait dengan dia dan sejawatnya, album ini juga berisi foto-foto dari studio atau juru potret lain, yang juga bisa ditemukan di album atau kumpulan foto pihak lain. Ini menunjukkan bahwa pada saat itu peredaran dan jual-beli foto dengan motif tertentu bukan hal yang jarang.

Album foto ini pada akhirnya menjadi salah satu sumber berharga untuk menengok sejarah negeri kita di masa lampau beserta manusia-manusia yang hidup di saat itu.


Menurut album Zeilmaker ini adalah foto dari "Teuku Missigit Raya" dan istrinya
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Rumah Teuku Umar di Peukan Bada, Lampisang
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Hotel Kugelmann dengan kubah mesjid Baiturrahman di latar belakang
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Mesjid Baiturrahman
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Krueng Aceh dengan kubah mesjid Baiturrahman di latar belakang
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: akhir abad ke-19
Tempat: Kutaraja, Lampisang
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar/foto:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: Foto pertama pernah dimuat di posting ini dalam ukuran yang lebih kecil dengan deskripsi "sepasang pengantin Aceh".

Senin, 25 Desember 2017

Permainan "Toekoe Oemar" di Belanda, 1896

(klik untuk memperbesar | © KITLV)

Waktu: 1896
Tempat: Belanda
Tokoh:
Peristiwa: Perang Aceh dan Teuku Umar begitu menjadi perhatian warga Belanda (dan sejatinya juga warga Eropa lain), sampai-sampai di akhir abad ke-19 orang mengeluarkan permainan dengan nama Toekoe Oemar.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:


(klik untuk memperbesar)

Sabtu, 16 September 2017

Dua foto Teuku Umar dari arsip Belanda, 1890

(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)

Waktu: 1890
Tempat: Aceh
Tokoh: Teuku Umar (pejuang penentang kekuasaan Belanda di Aceh)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan: Foto di atas tampaknya sengaja dipotong sehingga dua perwira Belanda di kiri dan kanan menjadi hilang (hanya terlihat sebagian celana putihnya saja). Foto bawah tidak diketahui dipotong dari foto mana yang lebih besar.

Selasa, 12 September 2017

Warga Belanda berpose di petilasan Teuku Umar, 1916/1920

Kutaraja 1920: Warga Belanda berpose di depan gua Teuku Umar
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Meulaboh 1916: Beberapa warga Belanda, termasuk anggota KNIL dan anak isteri, berfoto di tugu tempat gugurnya Teuku Umar
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Waktu: 1916 & 1920
Tempat: Kutaraja, Meulaboh
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan: Tugu di Meulaboh bertuliskan HIER SNEUVELDE TEUKOE OEMAR 11 FEBR. 1899 (Di sini tewas Teuku Umar 11 Februari 1899)

Jumat, 08 September 2017

Sebuah surat Teuku Umar dari tahun 1890

(klik untuk memperbesar | © KITLV)

Waktu: 1890
Tempat: Aceh
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan: Surat ini memiliki cap T(euku) Djohan Pahlawan - Panglima Prang Besar Gouvernement dalam huruf Latin dan Jawi.

Selasa, 29 Agustus 2017

Karikatur Belanda tentang perang Aceh dan Teuku Umar, 1896-1897

5 April 1896
Het verraad van Toekoe Oemar
Generaal v.d. Heyden tot zijn invalieden: "Hebben wij daarvoor nu ons leven gewaagd!"

[Pengkhianatan Teuku Umar. Jenderal Karel van der Heyden berkata kepada orang-orang lemahnya: "Kita telah mempertaruhkan hidup kita!"
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
19 April 1896
Generaal Deykerhoff als zondebok
Toekoe Oemar: 'Dat zal hun opbreken!'

[Jenderal Deykerhoff sebagai kambing hitam. Teuku Umar berkata: "Ini akan mematahkan mereka!"]
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
19 Juni 1896
De Pedir-expeditie
Toekoe Oemar: - Oh, lo! ik lari lari! - ik smeer hem voor die snaphan Setan!

[Ekspedisi Pedir. Teuku Umar: "Oh, aku lari! Aku melumasi senapan (?) setan!"]
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
31 Oktober 1897
Een deputatie van mevrouw v. Kol c.s. naar Atjeh
De Dames: "Och, lieve soldaatjes, laat die arme Toekoe Oemar nu maar met rust, er is bloed genoeg vergoten!"

[Penugasan nyonya Kol. cs. ke Aceh. Para wanita: "Oh prajurit-prajuirt, biarkan saja Teuku Umar yang malang; sudah cukup banyak darah tertumpah."]
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Waktu: 1896, 1897
Tempat: Belanda, Aceh
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar: Johan Braakensiek
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:


UPDATE 18 Oktober 2020: Tambahan karikatur karya Johan Braakensiek tentang perang di Aceh dan Lombok akan dimuat di posting tanggal 31 Oktober 2020.

UPDATE 22 Oktober 2020: Karikatur yang sama dalam ukuran yang lebih besar.

(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

 

Sabtu, 02 Januari 2016

Teuku Umar di depan kediamannya di Lam Pisang, 1896

(klik untuk memperbesar | © fotoleren/spaarnestad)

Waktu: 1896
Tempat: Lam Pisang (Aceh)
Tokoh: Teuku Umar (duduk)
Peristiwa:
Fotografer: H.J. Schmidt
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo / Fotoleren
Catatan: