Tampilkan postingan dengan label pacuan kuda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pacuan kuda. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Juni 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Toeristenbond voor Nederland terbitan 1911: 55-60

PENGANTAR

Di rangkaian posting sebelumnya blog ini menampilkan foto-foto dari album keluaran penerbit Kleynenberg & Co. dari tahun 1912-1914. Album yang berisi 150 foto ini menyajikan wajah-wajah Nusantara dari berbagai pelosok. Sebelumnya, di tahun 1911, Toeristenbond voor Nederland juga mengeluarkan album yang mirip. Album keluaran jawatan pariwisata Belanda ini berisi 100 foto yang juga menampilkan berbagai wajah Nusantara.

Isi album ini didominasi oleh foto karya Jean Demmeni, seorang fotografer campuran Perancis-Madura yang lahir di Padang Panjang dan banyak aktif di wilayah Minangkabau. Tidak mengherankan apabila hampir setengah dari album ini berisi foto dari wilayah Sumatera Barat.

Berbeda dengan album foto Kleynenberg yang mencakup banyak wilayah, album Toeristenbond ini masih membatasi tambahan liputan ke Jawa dan sedikit Sumatera Utara, di samping Sumatera Barat. Meski demikian, album ini tetap menarik karena mengindikasikan aspek warga Nusantara yang, paling tidak menurut khalayak Belanda saat itu, menarik untuk dicermati dari sudut pandang pariwisata.

Blog ini akan menampilkan ke-100 foto ini berurut sesuai nomornya. Foto-foto yang pernah dimuat sebelumnya, dalam konteks lain, akan diberi catatan.


55. Pacuan kuda di Bukittinggi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
56. Kuda pacu, para joki, dan pembesar Belanda di Bukittinggi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
57. Kerbau Sangeet dengan latar belakang Gunung Singgalang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
58. Ngarai Sianok
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
59. Ngarai Sianok dengan latar belakang Gunung Singgalang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
60. Penganten perempuan di Koto Gadang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit tahun 1911, foto-fotonya tentunya dibuat sebelum itu
Tempat (d.a.k.b.): Bukittinggi (5x), Koto Gadang
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Jean Demmeni
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan: Edisi lain dari foto no. 56 pernah dimuat sebelumnya di posting ini.

Sabtu, 17 April 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Kleynenberg & Co terbitan 1912-1914 (25)

PENGANTAR

Di sekitar tahun 1912-1914 penerbit Kleynenberg & Co. mengeluarkan album berisi 170 foto tentang jajahan Belanda. 150 di antaranya berasal dari Hindia-Belanda, sisanya dari Suriname. Kebanyakan foto-fotonya kemungkinan dibuat di awal abad ke-20, beberapa di antaranya berasal dari fotografer terkenal seperti Jean Demmeni (fotografer kelahiran Padang Panjang, campuran Perancis dan Madura), Christiaan Nieuwenhuis (mantan KNIL yang beralih jadi fotografer, menetap dan meninggal di Padang), Carl Kleingrothe (orang Jerman yang menjadi fotografer di Medan), atau Cassian Kephas (fotografer lokal yang autodidak), dsb.

Album ini menjadi menarik karena merupakan kompilasi keanekaragaman wajah Nusantara saat itu: dari pantai hingga ke pegunungan, dari Aceh hingga ke Papau, dari warga Dayak hingga ke warga Timor, dari perkebunan hingga ke industri tambang. Tak ketinggalan pula aneka macam bangunan mulai dari gua yang masih jadi tempat tinggal hingga ke rumah besar dan keraton. Dari candi, gereja, mesjid, hingga ke pura. Juga dari nelayan, petani, hingga ke penyepuh emas; serta dari bermain kartu, menenun kain hingga ke pacuan kuda.

Tentu tak mungkin semuanya terangkum hanya dalam beberapa foto; tetapi album ini berhasil menunjukkan satu sisi dari keanekaragaman ini.

Blog ini akan menampilkan 150 foto ini; beberapa di antaranya, terutama foto yang populer, pernah ditampilkan sebelumnya secara sendiri-sendiri. 42 foto pertama akan berasal dari yang tersedia di arsip Atlas Van Stolk, ini dipilih karena umumnya sudah menguning sehingga kental kesan kunonya; sisanya dari koleksi Universitas Leiden.


115. Bongkar muat rotan di Sungai Musi, Palembang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
116. Arena pacuan kuda di Bukittinggi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
117. Pertunjukan wayang kulit pada saat sekaten di Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
118. Penari topeng di Kesultanan Kutai
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
121. Pemain sandiwara Tionghoa di Surabaya
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
122. Pernikahan dua pasang warga Abung, Lampung
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit antara tahun 1912 dan 1914, kemungkinan foto-fotonya sudah lebih tua lagi
Tempat (d.a.k.b.): Palembang, Bukittinggi, Yogyakarta, Kutai, Jawa Timur, Lampung
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Kleynenberg & Co (Haarlem) / Universiteit Leiden
Catatan: Edisi lain dari foto no. 118 pernah dimuat di posting ini.

Rabu, 06 Januari 2021

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album III: Sekitar Medan

PENGANTAR

Seperti sudah disinggung di posting sebelum ini, dan juga sebelumnya lagi, sejarah mewariskan banyak album foto tentang wilayah utara Sumatera dari masa kejayaan perkebunan tembakau. Isinya tentunya foto-foto yang terkait dengan perkebunan tembakau, serta manusia dan tempat atau tempat di sekitarnya. Foto-foto ini umumnya jepretan C.J. Kleingrothe atau keluaran dari studio foto miliknya. Kleingrothe adalah seorang Jerman yang menetap di Medan dari penghujung abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Beberapa foto tampaknya sangat populer, sehingga ia muncul di lebih dari satu album; blog ini akan menampilkan pengulangan foto seperti ini.


Pacuan kuda di Medan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jalan utama di Kesawan, Medan, arah ke utara
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jalan utama di Kesawan, Medan, arah ke selatan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seorang lelaki Karo
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Perumahan kuli perkebunan di Tanjung Morawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Tahun terbit album: antara 1903 dan 1920 (foto-foto bisa jadi lebih tua lagi)
Tempat: Medan dan sekitarnya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Josef Kleingrothe
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 17 Mei 2016

Lapangan pacuan kuda Tegalega Bandung di tahun 1920

(klik untuk memperbesar | © fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © fotomuseum)
Waktu: 1920
Tempat: Tegalega (Bandung)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Wijnand Elbert Kerkhoff
Sumber / Hak cipta: Nederlands Fotomuseum
Catatan: