Tampilkan postingan dengan label Papua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Papua. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Juni 2026

Pasukan Sekutu dan Belanda di Papua 1944/1945 (13)

Biak, Juli 1945: Letnan KNIL bernama Abdul Rivai menyambut kedatangan tim medis Amerika di sebuah kamp yang dijadikan "Rumah Sakit NICA"
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Juli 1945: Latihan penggunaan senapan yang diberikan kepada para prajurit yang tampaknya didatangkan Belanda dari Hindia-Barat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Antrean makan para prajurit
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
15 Maret 1947: Seorang tentara Belanda dengan latar belakang Danau Sentani
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945, 1947
Tempat: Papua (a.l. Biak)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 16 April 2026

Pasukan Sekutu dan Belanda di Papua 1944/1945 (12)

Sebuah kemah pasukan NICA di antara pepohonan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Februari 1944: Patroli pasukan Belanda di antara Merauke dan Tanah Merah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Februari 1944: Seorang tentara Belanda menyembelih seekor babi hutan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Februari 1944: Sebuah kesatuan Belanda dengan wajah bule, Melayu, dan Melanesia dengan tangkapan dua ekor babi huta
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1944/1945
Tempat: Papua
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Edisi lain dari foto nomor 2 dan 4 pernah dimuat di posting ini sebelumnya.

Selasa, 03 Februari 2026

Pasukan Sekutu dan Belanda di Papua 1944/1945 (11)

Seorang tentara Belanda di luar barak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua tentara Belanda menikmati  rokok
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah pertemuan di barak yang melibatkan para perwira
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Ruangan seorang perwira Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang perwira Belanda di depan sebuah peta Papua dan petas Asia Tenggara dalam ukuran yang lebih kecil
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan 1945
Tempat: kemungkinan Papua
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 26 Juli 2025

Pasukan Sekutu dan Belanda di Papua 1944/1945 (10)

Biak: Warga Papua di sebuah barak militer bersama seorang Belanda dan seorang berwajah Indonesia barat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Armada kapal perang Sekutu, salah satunye berbendera Belanda di perairan Papua
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Markas NICA di Jayapura yang dipimpin oleh Kolonel Abdulkadir Widjojoatmodjo (membelakangi kamera)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang tentara Belanda membagikan makanan kepada warga Papua
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1944
Tempat: Papua (a.l. Biak, Jayapura)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga awal seri ini yang dimuat sebelumnya.

Selasa, 22 Juli 2025

Pasukan Sekutu dan Belanda di Papua 1944/1945 (8)

Kesatuan artileri Australia dengan meriam-meriam beratnya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kesatuan NICA di Jayapura …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… yang banyak terdiri dari warga lokal …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… mengadakan upacara dan baris-berbaris
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1944/1945
Tempat: Papua (a.l. Biak, Jayapura)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga awal seri ini yang dimuat sebelumnya.

Rabu, 02 April 2025

Dari Papua sampai ke Aceh: Nusantara dalam sketsa keluaran tahun 1883 (11)

Kampung Andai di Manokwari, Papua
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Kampung Ayambori di Manokwari, Papua
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Reruntuhan Candi Prambanan
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Candi Borobudur
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Lihat juga posting 1, 2, dan 3 sebelum ini.

Jumat, 21 Maret 2025

Dari Papua sampai ke Aceh: Nusantara dalam sketsa keluaran tahun 1883 (5)

Sebuah mesjid di Ambon dengan atap rumbia dan konstruksi berbasis kayu
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Sebuah rumah warga Belanda/Eropa di Ternate dengan dua wanita membawa kipas di halamannya
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Senjata dan perabotan warga Papua
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Bangunan keramat warga Teluk Doreh di Manokwari
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Lihat juga posting 1, 2, dan 3 sebelum ini.

Senin, 17 Maret 2025

Dari Papua sampai ke Aceh: Nusantara dalam sketsa keluaran tahun 1883 (3)

Wajah Desa Dobo di pesisir Kepulauan Aru
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Gunung Api Banda dengan tiga kepulan asap
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Sepasang burung cenderawasih dari spesies Parotia aurea
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Seekor burung cenderawasih jantan dari spesies Paradisea rubra
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Lihat juga posting 1, 2, dan 3 sebelum ini.

Sabtu, 15 Maret 2025

Dari Papua sampai ke Aceh: Nusantara dalam sketsa keluaran tahun 1883 (2)

Lelaki Papua dari wilayah Selat Muli (dulu Selat Putri Marianne)
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Lelaki Papua dari wilayah Teluk Doreh, Manokwari
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Warga Papua berkumpul di bawah sebuah pohon
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Lihat juga posting 1, 2, dan 3 sebelum ini.

Kamis, 13 Maret 2025

Dari Papua sampai ke Aceh: Nusantara dalam sketsa keluaran tahun 1883 (1)

Teluk Doreh di Manokwari (atas); senjata dan perkakas warga Papua (bawah)
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Perahu Papua
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Wajah warga suku Arfak di Papua Barat
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Lihat juga posting 1, 2, dan 3 sebelum ini.

Rabu, 25 Desember 2024

Kompilasi berwarna dari berbagai gambar dan foto yang digabungkan (3)

Di penghujung abad ke-19 ada usaha dari pihak-pihak Belanda dan pihak lain untuk memperkenalkan wajah Hindia-Belanda dengan cara yang diharapkan menarik minat banyak khalayak: Dari sekian banyak foto hitam putih, yang sebagiannya sudah pernah dimunculkan di blog ini, pihak-pihak ini mengumpulkannya, menggambar ulang dengan tangan, mewarnainya, dan menggabungkannya dengan bahan dari foto lain. Hasilnya adalah semacam kompilasi yang akan dimunculkan di seri ini.
Pengadilan desa di Jawa, pewarnaan dari foto yang pernah dimuat di posting ini
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Wajah-wajah kaum pria di Nusantara: 1. pemuka warga Sumatera bagian utara, 2. pria Aceh, 3. warga Padang, 4. warga Minangkabau, 5. tetua warga Pasemah, 6. pria Nias dalam pakaian perang, 7. kuli angkut di kalangan warga Dayak, 8. pemuka warga Timor, 9. pria Arafura dalam pakaian perang, 10. lelaki Bali, 11. pria Papua
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Wajah-wajah kaum wanita di Nusantara: 1. pengantin Jawa, 2. perempuan Jawa, 3. wanita Pasundan, 4. perempuan Madura, 5. warga Payakumbuh, 6. warga Minangkabau dari kawasan Gunung Merapi, 7. perempuan Payakumbuh, 8. wanita Singgalang, 9. pemuka warga Nias, 10. budak dari Batak, 11. anak perempuan dari seorang raja Batak, 12. wanita Bali, 13. perempuan Dayak
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: akhir abad ke-19
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi:
Juru gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Minggu, 08 Desember 2024

Pasukan Sekutu dan Belanda di Papua 1944/1945 (7)

1945: Sebuah kapal motor militer milik Amerika Serikat di perairan Papua
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
9 Februari 1944: Pasukan Belanda di Papua dengan kenang-kenangan busur, panah, tameng, dan tengkorak manusia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1944, 1945
Tempat: Papua
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 19 Oktober 2024

Letnan Saleh Sadeli sebagai anggota dewan hakim yang mengadili kejahatan perang Jepang di Papua, 1945

Saleh Sadeli (duduk paling kanan) di depan tiga prajurit Jepang yang bersaksi di persidangan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sidang dipimpin oleh Mr. Rijkee, pria berambut terang di sebelah Saleh Sadeli
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sidang berlangsung di bawah foto Ratu Wilhelmina
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Komunikasi dipandu oleh penerjemah bernama Yake (berkacamata, keempat dari kanan)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Satu dari tiga prajurit Jepang memberikan kesaksian di hadapan Saleh Sadeli dan Mr. Rijkee
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Papua
Tokoh: Letnan Saleh Sadeli (perwira muda KNIL)
Peristiwa: Saleh Sadeli merupakan perintis dari kesatuan kavaleri TNI, dan pernah menjabat Komandan Pusat Kavaleri dari tahun 1956 hingga 1958. Seperti beberapa tokoh TNI lain, misalnya A.H. Nasution, Saleh Sadeli berasal dari KNIL. Ketika Sekutu berhasil mengalahkan Jepang di Papua, dan kemudian militer Belanda menginjakkan kaki kembali di pulau ini, Saleh Sadeli merupakan bagian dari anggota KNIL yang mengadili Jenderal Tanona (?) yang didakwa dengan kejahatan perang, seperti yang ditampilkan oleh foto-foto di atas.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: