Tampilkan postingan dengan label Dirk Cornelis Buurman van Vreeden. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dirk Cornelis Buurman van Vreeden. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Maret 2016

Warga lokal yang diberi penghargaan oleh Belanda karena dukungan mereka di masa perang

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1949, 1950
Tempat: Madura, Jakarta, Pekalongan, Bandung
Tokoh:
Peristiwa:
    Foto 1: Madura, Januari 1949. Seorang wanita Madura bernama Tidjah mendapat bintang perak atas "jasanya" mensuplai amunisi kepada suaminya, yang berperang di pihak Belanda, di tengah kecamuk sebuah pertempuran di bulan Desember 1947.
    Foto 2: Jakarta, 12 Agustus 1949. Letjen Buurman van Vreeden menyematkan salib perak pada seorang tentara yang menurut foto bernama "J. Latuparissa".
    Foto 3: Pekalongan, 22 Desember 1949. Seorang prajurit KNIL, yang menurut foto bernama "Loemakeki" dari Menado, mendapat kenaikan pangkat yang disematkan oleh komandan Brigade W, Elt. Vermeulen.
    Foto 4:  Bandung, 4 Januari 1950. Seorang warga lokal, yang oleh foto disebut bernama "Rarung", mendapat penghargaan dan kenaikan pangkat di kesatuan kendaraan lapis baja.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Kamis, 12 November 2015

Letnan Jenderal Dirk Cornelis Buurman van Vreeden, panglima tentara Belanda di masa perang kemerdekaan

(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: Juli 1949
Tempat:
Tokoh: Letnan Jenderal Dirk Cornelis Buurman van Vreeden (panglima tentara Belanda di masa perang kemerdekaan)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Van Vreeden diangkat menjadi panglima setelah kematian mendadak dari Jenderal Spoor.