Tampilkan postingan dengan label Jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jepang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 September 2025

Pemeriksaan Sekutu dan Belanda atas kejahatan perang militer Jepang di Medan, 1945/1946 (1)

Para pegawai War Crime Investigation Team yang dibentuk pihak militer Inggris di Medan …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… berpose di sebuah gedung yang menjadi kantor mereka
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pihak Sekutu memeriksa para tentara Jepang yang kemungkinan akan didakwa kejahatan perang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kemungkinan kawasan penjara yang menjadi tempat tahanan para tentara Jepang, dijaga oleh kesatuan Inggris asal India
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Medan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 15 Januari 2025

Prostitusi kelas atas semasa zaman pendudukan Jepang

Prostitusi semasa pendudukan Jepang adalah tema yang jarang dibahas atau didokumentasikan meski keberadaannya tidak bisa dipungkiri. Salah satu tempat "hiburan" untuk para pembesar Jepang ini bernama "Akebono", yang dulunya bernama "Trianon". Foto di bawah adalah salah dua dari sedikit rekaman jejak yang memperlihatkan penampakan dari establishment semacam ini.

Foto kedua memperlihatkan para tamu yang tampaknya para pembesar Jepang, beberapa di antaranya berseragam militer, dilayani oleh para pramusaji berseragan blangkon, kain, dan setelan pakaian daerah. Di latar belakang tampak para perempuan penghibur berbaris di belakang sebuah mikrofon.

Foto pertama memperlihatkan para awak dari Akebono ini, yang antara lain terdiri dari para pramusaji, pemusik bersetelan putih dengan dasi kupu-kupu, para wanita penghibur, dan tampaknya pasangan pengelola atau mucikari dari tempat hiburan ini. Pasangan pengelola memiliki wajah Eropa atau Indo, kecuali seorang pria yang bertampang Asia Timur. Para perempuan penghibur didominasi oleh para wanita berwajah Indo, meski kemungkinan ada juga yang berparas lokal.


(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: masa pendudukan Jepang
Tempat: Jakarta (?)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 19 Oktober 2024

Letnan Saleh Sadeli sebagai anggota dewan hakim yang mengadili kejahatan perang Jepang di Papua, 1945

Saleh Sadeli (duduk paling kanan) di depan tiga prajurit Jepang yang bersaksi di persidangan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sidang dipimpin oleh Mr. Rijkee, pria berambut terang di sebelah Saleh Sadeli
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sidang berlangsung di bawah foto Ratu Wilhelmina
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Komunikasi dipandu oleh penerjemah bernama Yake (berkacamata, keempat dari kanan)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Satu dari tiga prajurit Jepang memberikan kesaksian di hadapan Saleh Sadeli dan Mr. Rijkee
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Papua
Tokoh: Letnan Saleh Sadeli (perwira muda KNIL)
Peristiwa: Saleh Sadeli merupakan perintis dari kesatuan kavaleri TNI, dan pernah menjabat Komandan Pusat Kavaleri dari tahun 1956 hingga 1958. Seperti beberapa tokoh TNI lain, misalnya A.H. Nasution, Saleh Sadeli berasal dari KNIL. Ketika Sekutu berhasil mengalahkan Jepang di Papua, dan kemudian militer Belanda menginjakkan kaki kembali di pulau ini, Saleh Sadeli merupakan bagian dari anggota KNIL yang mengadili Jenderal Tanona (?) yang didakwa dengan kejahatan perang, seperti yang ditampilkan oleh foto-foto di atas.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 09 Juni 2024

Tentara-tentara Jepang di Indonesia yang didakwa Sekutu dengan tuduhan kejahatan perang (1): Kesatuan di Morotai

Sersan Uchino dan Prajurit Tanaka mencucui pakaian: Mereka didakwa 10 tahun penjara karena membayonet para tentara AU Australia yang tertawan di Morotai
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Mayor Tomura, Kapten Misumi, dan Kolonel Koba di tengah lantunan seruling bambu: Dituntut hukuman mati karena eksekusi atas 3 anggota AU Australia yang ditawan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Letnan Nomura, Kapten Misumi, Tanaka, dan Letnan Lieutenant Inamura (?) bermain kartu: Didakwa hukuman mati karena mengeksekusi anggota-anggota AU Australia yang ditawan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Letnan Tanaka bergulat melawan Mayor Tomura dengan diwasiti oleh Kapten Misumi:
Menunggu hasil keputusan mahkamah militer yang menghakimi mereka
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Morotai
Tokoh:
Peristiwa: Ketika Sekutu menduduki Morotai dan menahan pasukan Jepang yang berada di sana, mereka mendakwa kesatuan ini atas kejahatan perang. Dikabarkan bahwa kesatuan ini melakukan tindakan brutal terhadap anggota-anggota AU Australia yang ditawan Jepang di Morotai semasa Perang Dunia II. Kebrutalan ini a.l. penusukan dengan bayonet hingga ke eksekusi mati. Foto-foto diambil di kamp berduri yang menahan para tentara Jepang ini. Mereka melakukan berbagai kegiatan di sela-sela persidangan militer.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 17 Maret 2024

Kedatangan militer Sekutu ke markas pasukan Jepang di Binjai untuk memeriksa kasus kejahatan perang, 1946 (2)

Penerjemah Belanda, Hesse (kiri), berbicara dengan penerjemah pihak Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tim militer Sekutu yang memeriksa dugaan kejahatan perang oleh pasukan Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bungalow yang didiami delegasi Sekutu selama pemeriksaan dua minggu di Binjai
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Letkol N. Read-Collins (berbaret) memeriksa pasukan Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Waktu: Mei 1946
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa: Di tahun 1946, belum semua pasukan Jepang dipulangkan ke tanah asalnya setelah mereka kalah perang. Di bulan Mei 1946, pihak Sekutu mendatangi markas tentara Jepang di Binjai, untuk memeriksa kasus kejahatan perang yang diduga dilakukan militer Jepang semasa pendudukan mereka di wilayah Sumatera Utara. Tuduhan kebrutalan a.l. dilontarkan oleh masyarakat Tionghoa di wilayah ini.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 15 Maret 2024

Kedatangan militer Sekutu ke markas pasukan Jepang di Binjai untuk memeriksa kasus kejahatan perang, 1946 (1)

Atraksi Kendo oleh pasukan Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pertunjukan judo (?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Letnan Shindo bersujud di depan pedang samurainya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Letnan Shindo dan Kapten Fuji mempertontonkan duel samurai
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bagian dari tim Sekutu yang datang ke markas tentara Jepang di Binjai
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Mei 1946
Tempat: Binjai
Tokoh:
Peristiwa: Di tahun 1946, belum semua pasukan Jepang dipulangkan ke tanah asalnya setelah mereka kalah perang. Di bulan Mei 1946, pihak Sekutu mendatangi markas tentara Jepang di Binjai, untuk memeriksa kasus kejahatan perang yang diduga dilakukan militer Jepang semasa pendudukan mereka di wilayah Sumatera Utara. Tuduhan kebrutalan a.l. dilontarkan oleh masyarakat Tionghoa di wilayah ini. Ketika militer Sekutu datang, pasukan Jepang yang sudah dilucuti senjata beratnya ini, mempertunjukan berbagai aktivitas beladiri tradisional Jepang seperti kendo dan jiu-jitsu (atau judo?).
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 24 Maret 2023

Para perwira KNIL yang ditawan di kamp Motoyama, Jepang

Kamp Motoyama, di Kōchi, yang menjadi salah satu area di Jepang untuk menawan tentara Sekutu …
 
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… termasuk para perwira KNIL seperti di foto ini
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945 (setelah Jepang menyerah kepada Sekutu)
Tempat: Kōchi (Jepang)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 10 Maret 2020

Kunjungan Soekarno, Hatta, dan Ki Bagus Hadikusumo ke Jepang, 1943 (6)

Soekarno (memegang topi di tangan), dan Muhammad Hatta (di belakang Soekarno) didampingi aparat sipil dan militer Jepang
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen)
Soekarno, didampingi Muhammad Hatta, di acara makan dengan para pejabat Jepang
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen)
Soekarno, Muhammad Hatta, dan Ki Bagus Hadikusumo bersama para pembesar Jepang
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen)

Waktu: November 1943
Tempat: Jepang (Tokyo?)
Tokoh: Soekarno, Muhammad Hatta (para perintis kemerdekaan)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland
Catatan:

Jumat, 20 Oktober 2017

Kunjungan Soekarno, Hatta, dan Ki Bagus Hadikusumo ke Jepang, 1943 (5)

Soekarno berdiri, Muhammad Hatta dan Ki Bagus Hadikusumo duduk di sebelah kanannya
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Lihat deskripsi di bawah
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Soekarno berjalan di depan, diiringi Muhammad Hatta di kanannya, dan Ki Bagus Hadikusumo di kirinya
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)

Waktu: November 1943
Tempat: Jepang (Tokyo?)
Tokoh: Soekarno, Hatta, Ki Bagus Hadikusumo (para perintis kemerdekaan)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Rabu, 18 Oktober 2017

Kunjungan Soekarno, Hatta, dan Ki Bagus Hadikusumo ke Jepang, 1943 (4)

Soekarno (ketiga dari kiri?), Muhammad Hatta (berpeci), Ki Bagus Hadikusumo (berblangkon)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Waktu: November 1943
Tempat: Jepang (Tokyo?)
Tokoh: Soekarno, Hatta, Ki Bagus Hadikusumo (para perintis kemerdekaan)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Senin, 16 Oktober 2017

Kunjungan Soekarno, Hatta, dan Ki Bagus Hadikusumo ke Jepang, 1943 (3)

D.ki.k.ka.: Ki Bagus Hadikusumo, Soekarno, Muhammad Hatta
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Waktu: November 1943
Tempat: Jepang (Tokyo?)
Tokoh: Soekarno, Hatta, Ki Bagus Hadikusumo (para perintis kemerdekaan)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Sabtu, 14 Oktober 2017

Kunjungan Soekarno, Hatta, dan Ki Bagus Hadikusumo ke Jepang, 1943 (2)

D.ki.k.ka: Soekarno, Ki Bagus Hadikusumo, opsir Jepang, Muhammad Hatta
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Soekarno
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Muhammad Hatta (berpeci)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Waktu: November 1943
Tempat: Jepang (Tokyo?)
Tokoh: Soekarno, Hatta, Ki Bagus Hadikusumo (para perintis kemerdekaan)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Kamis, 12 Oktober 2017

Kunjungan Soekarno, Hatta, dan Ki Bagus Hadikusumo ke Jepang, 1943 (1)

Soekarno (memegang topi), Muhammad Hatta (berpeci), Ki Bagus Hadikusumo (berpeci dan berkacamata gelap)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)

Waktu: November 1943
Tempat: Jepang (Tokyo?)
Tokoh: Soekarno, Muhammad Hatta, Ki Bagus Hadikusumo (para perintis kemerdekaan)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan: