Tampilkan postingan dengan label Pieter Lieftinck. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pieter Lieftinck. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Februari 2026

Para politisi Belanda setelah dimerdekakan dari tahanan Jerman Nazi, untuk kemudian harus menghadapi masalah kemerdekaan Indonesia, 1945

14 tokoh Belanda yang ditahan Jerman Nazi sebagai balasan atas penahanan warga-warga Jerman di Hindia Belanda di bulan Mei 1940. Foto diambil setelah mereka dibebaskan menyusul kekalahan Jerman dalam Perang Dunia II.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 24 Juni 1945
Tempat: wilayah selatan Belanda
Tokoh:
  • Eelco van Kleffens (ketiga dari kanan: kelak Menteri Luar Negeri Belanda, kemudian menjadi diplomat Belanda di PBB dan harus menghadapi perdebatan tentang kemerdekaan Indonesia)
  • Pieter Lieftinck (keenam dari kiri: kelak Menteri Keuangan Belanda dan a.l. harus menghadapi problematika moneter Uni Belanda-Indonesia hasil Konferensi Meja Bundar)
  • Willem Drees (kelima dari kiri: kelak Perdana Menteri Belanda, a.l. ikut terlibat di belakang layar dalam Perundingan Renville)
  • Willem Schermerhorn (ketujuh dari kiri: kelak Perdana Menteri Belanda, a.l. terlibat langsung dalam Perundingan Linggarjati)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 06 Agustus 2015

Soekarno bersama Johannes Henricus van Maarseveen dan Pieter Lieftinck, 1950

(klik untuk memperbesar)

Waktu: 31 Juli 1950
Tempat: Istana Merdeka, Jakarta
Tokoh: Soekarno (Presiden RIS), Johannes Henricus van Maarseveen (Menteri Urusan Wilayah Jajahan Belanda; kedua dari kiri), Pieter Lieftinck (Menteri Keuangan Belanda; ketiga dari kiri)
Peristiwa: Beberapa pembesar Belanda berkunjung ke Jakarta untuk menindaklanjuti Uni Belanda-Indonesia sebagai hasil dari Konferensi Meja Bundar.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nationaal Archief / Spaarnestad Photo / Fotoleren / ANP
Catatan: