![]() |
| (klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection) |
Tahun terbit: kemungkinan abad ke-19
Tempat terbit: Belanda atau Inggris
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Pieter van Oort / W.J. Gordon
Sumber / Hak cipta: Wellcome Collection
Catatan:
Sebuah usaha untuk mengumpulkan foto/gambar tentang Indonesia zaman dulu yang tersebar di dunia maya. Setelah 13 tahun (hampir) tiap hari mengudara blog ini mohon izin untuk mulai mengurangi frekwensi siarannya. Anda tetap diminta untuk menambahkan/membetulkan informasi di setiap foto/gambar ini. Urun rembug Anda akan membantu pemirsa yang lain.
![]() |
| (klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection) |
![]() |
| ~1915: Telaga Cipanas di Garut (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| ~1910: Pesawahan dengan latar belakang Gunung Guntur (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| ~1910: Sumber belerang di kawah Papandayan, Garut (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| ~1925: Salah satu sudut Kebun Raya Bogor (klik untuk memperbesar | © NGA) |
Empat belas foto berikut ini berasal dari sebuah seri yang menampilkan tujuan-tujuan wisata di Jawa dan Bali. Tampaknya yang mengumpulkan foto-foto ini bertujuan menyimpan kenang-kenangan dari tempat-tempat yang sempat dia kunjungi. Foto-foto ini berasal dari para juru foto yang namanya sudah banyak bermunculan di blog ini. Salah satu foto kemungkinan malah menampilkan sosok Thilly Weissenborn, fotografer profesional perempuan pertama di Hindia-Belanda.
![]() |
| 1916: Danau di Sindanglaya (Cipanas, Cianjur) (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| ~1920: Sebuah pemandangan di Jawa Barat (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Alun-alun Garut dengan Masjid Agung-nya; wanita dengan kamera dan tripod kemungkinan adalah Thilly Weissenborn yang membuka studio foto Lux di kota ini (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Kawah Papandayan, Garut (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Kawah Papandayan, Garut (klik untuk memperbesar | © NGA) |
PENGANTAR
Di antara album foto yang dibeli National Gallery of Australia dari koleksi Leo Haks, ada sebuah buku foto yang oleh NGA diberikan keterangan singkat "Samsoedin Indonesian family album 1930 - 1933". Sepintas isi album ini memang foto-foto keluarga Indonesia, yang berisi gambar dari anak kecil hingga dewasa, ketika di rumah atau sedang bepergian. Si keluarga tampaknya lumayan berada. Mereka memiliki mobil dengan plat nomor D, memiliki anjing ras, dan Samsoedin ini memiliki kamera yang tampaknya dia gunakan untuk mengambil banyak foto yang ada di album ini. Kemudian keluarga ini banyak berpergian, keliling Jawa, ke Bali, ke Palembang, bahkan sampai ke Singapura.
Si penyusun foto memberikan beberapa catatan, sehingga kita masih bisa mengetahui tentang apa foto-foto ini. Di salah satu foto ada keterangan De Koninklijke familie Kanoman, atau "Keluarga Kerajaan Kanoman". Ini menimbulkan dugaan bahwa keluarga yang ditampilkan di album ini adalah keluarga Keraton Kanoman, Cirebon. Dugaan ini diperkuat dengan catatan Samsoedin di foto dia bersama kerabat lelakinya yang diberi catatan 't Kanoman-trio and little brothers. Akhirnya catatan dia di awal album yang menyebutkan namanya, dan nama tempat "Soerabaja", "Bandoeng", "Java", dan "Kanoman" makin mengukuhkan dugaan ini.
Album ini menjadi menarik karena menampilkan golongan berada Indonesia di tahun 1930-an: pakaiannya, pendidikannya, bahasa yang digunakan, kegiatannya, serta pertemanannya. Album ini juga ikut memperlihatkan tempat mana saja yang menjadi tujuan perjalanan atau wisata saat itu. Dari album ini kita juga melihat bahwa Samsoedin ini sangat senang memfoto anak kecil terutama keponakannya, dan dalam beberapa foto juga kaum perempuan termasuk ibu dan saudara-saudara wanitanya. Ada juga foto yang memperlihatkan kunjungan Dr. Khalid Sheldrake ke Bandung. Khalid, yang nama aslinya Bertram William, adalah filantrop Inggris yang masuk Islam dan sempat dinobatkan menjadi Raja Islamestan di wilayah Xinjiang, RRT, sekarang.
![]() |
| Wisata keluarga a.l. ke Madura, Jubileumspark Bandung, dan kebun binatang Darmo, Surabaya (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Ayah dan ibu Samsoedin, para keponakannya, dan Mochtar bersama anaknya (?) (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Piknik dan kunjungan a.l. ke Lamongan dan Tuban, pernikahan adik (?) Samsoedin yang bernama Maemunah (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Berbagai kunjungan a.l. ke Tosari dan Gunung Papandayan (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| "Trio Kanoman", kunjungan ke Tanjung Priuk, Samsoedin bersama Mochtar dan saudara-saudara perempuannya, serta wisata anggota Persatuan Islam Bandung ke Pelabuhan Ratu (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Perjalanan wisata a.l. ke Malang, Pasuruan, dan Waduk Prijetan di Lamongan (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| 1921: Kawah Gunung Papandayan, Garut (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| 1921: Pesawahan di Yogyakarta dengan latar belakang Gunung Merapi (berasap) dan Merbabu (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Kemungkinan Talaga Cipanas, Garut (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Situ Bagendit, Garut (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Sebuah air terjun di perbukitan Priangan (klik untuk memperbesar | © NGA) |
PENGANTAR
Thilly Weissenborn merupakan perempuan pertama di Hindia-Belanda yang merintis fotografi profesional. Blog ini meneruskan upaya mengelompokkan karya wanita yang nama aslinya Margarethe Mathilde ini berdasarkan buku atau album sumbernya. Kali ini giliran album Garoet en Oemstreken yang dia publikasikan di tahun 1922 melalui studio foto Lux yang didirikan Thilly di Garut.
![]() |
| Jilid album (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Asap belerang di kawah Gunung Papandayan (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Kawah Papandayan difoto dari jarak jauh (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Semburan belerang di Papandayan (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Kawah Kamojang (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Kawah Gunung Papandayan … (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| … dengan asap belerang mengepul (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Dua warga melintasi kawah Papandayan (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Kawasan Bromo-Tengger-Semeru dilihat dari Gunung Pananjakan (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Kawah Bromo (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Perjalanan berkuda di Cibodas (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Rumput jenis xanthorrhoea di Cibodas (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Curug Cibeureum (Cianjur) (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Telaga Warna di kawasan Puncak (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Gunung Papandayan (Garut) (klik untuk memperbesar | © NGA) |
PENGANTAR
Rangkaian foto berikut berasal dari sebuah album yang cukup menarik karena berisi lebih dari 150 foto yang banyak di antaranya diberi label sehingga memudahkan kita untuk mengetahui isi foto yang ditampilkan. Sayangnya, tidak ada keterangan tentang kapan foto dibuat, kecuali foto-foto pada saat kunjungan PM Perancis, Georges Clemenceau, ke Hindia-Belanda di tahun 1920, dan kunjungan pemilik album ke wilayah Priangan di tahun 1921. Beberapa foto diperkirakan dibuat sebelumnya hingga ke tahun 1912. Secara keseluruhan kita bisa asumsikan bahwa foto-foto ini umumnya dibuat di antara tahun 1912 dan 1920/1921.
Apabila kita lihat koleksi foto ini, bisa dipastikan bahwa si pembuat album tinggal di Bali, kemungkinan besar bekerja di perusahaan pelayaran KPM (Koninklijke Paketvaart-Maatschappij), dengan basis di Benoa. Beberapa foto tampaknya dibuat oleh si pemilik album atau keluarganya, beberapa lain berasal dari juru foto profesional.
| (klik untuk memperbesar | © NGA) |
| (klik untuk memperbesar | © NGA) |
| (klik untuk memperbesar | © NGA) |
| (klik untuk memperbesar | © NGA) |
| (klik untuk memperbesar | © NGA) |
PENGANTAR
Rangkaian foto berikut berasal dari sebuah album yang cukup menarik karena berisi lebih dari 150 foto yang banyak di antaranya diberi label sehingga memudahkan kita untuk mengetahui isi foto yang ditampilkan. Sayangnya, tidak ada keterangan tentang kapan foto dibuat, kecuali foto-foto pada saat kunjungan PM Perancis, Georges Clemenceau, ke Hindia-Belanda di tahun 1920, dan kunjungan pemilik album ke wilayah Priangan di tahun 1921. Beberapa foto diperkirakan dibuat sebelumnya hingga ke tahun 1912. Secara keseluruhan kita bisa asumsikan bahwa foto-foto ini umumnya dibuat di antara tahun 1912 dan 1920/1921.
Apabila kita lihat koleksi foto ini, bisa dipastikan bahwa si pembuat album tinggal di Bali, kemungkinan besar bekerja di perusahaan pelayaran KPM (Koninklijke Paketvaart-Maatschappij), dengan basis di Benoa. Beberapa foto tampaknya dibuat oleh si pemilik album atau keluarganya, beberapa lain berasal dari juru foto profesional.
| Perbukitan di sekitar Papandayan (klik untuk memperbesar | © NGA) |
| Asap belerang di Papandayan (klik untuk memperbesar | © NGA) |
| Kawah belerang di Papandayan (klik untuk memperbesar | © NGA) |
| Sumber air panas Papandayan (klik untuk memperbesar | © NGA) |
| Bagian puncak Papandayan (klik untuk memperbesar | © NGA) |
| Jalan setapak menuju puncak Papandayan (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Kawah Gunung Papandayan, Garut (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Sumber belerang di kawah Papandayan, Garut (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Letupan Gunung Tangkuban Parahu, Bandung (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Kawah Manuk, Garut (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| Talaga Bodas, Garut (klik untuk memperbesar | © NGA) |