Tampilkan postingan dengan label Morotai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Morotai. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 April 2026

Peta militer Sekutu yang memperlihatkan landasan pacu militer Jepang di sekitar Halmahera, 1944

Peta militer Sekutu yang memperlihatkan landasan pacu militer Jepang di Halmahera dan sekitarnya, yaitu 1. Galela, 2. Pulau Miti, 3. Jailolo, 4. Oba, 5. Pitu di Morotai, 6. Lolobata dan Hatetabako, 7. Kau, serta 8. Labuha di Pulau Bacan. 
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 15 Agustus 1944
Tempat: Maluku Utara
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 28 Juli 2025

Suasana di Morotai setelah Jepang menyerah kepada Sekutu, 1944/1945 (2)

Kisah tragis seorang pemuka warga Morotai yang dipenggal Jepang karena dianggap tidak kooperatif. Ketika pasukan Amerika merebut Morotai, mereka "memasang kembali" kepala pemuka warga ini ke badannya dan memfotonya.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah pesawat amfibi Catalina PBY milik Sekutu mengair di sekitar Morotai
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jalanan di sekitar pantai yang dibuat oleh pasukan Amerika
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Warga Morotai dan kesatuan NICA di sebuah sudut pantai di Morotai
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Oktober 1944
Tempat: Morotai
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga posting sebelum ini.

Selasa, 29 Oktober 2024

Van Mook berkunjung ke Morotai setelah Jepang kalah perang, 1945

Van Mook (berkacamata) bertemu dan berbincang dengan para pemuka masyarakat Morotai, kemungkinan dari kalangan umat Islam. Van Mook ditemani oleh Kolonel KNIL Abdulkadir Widjojoatmodjo (paling kanan).
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Van Mook (berkacamata) bertemu dengan perwakilan masyarakat, kemungkinan dari kalangan Kristiani, yang membawa pamflet bertuliskan "Morotai bertempik karena kebebasa, terima kasih" dan "Hidoeplah kiranja Oranje". Van Mook ditemani oleh Letnan Kouwenhoven, seorang perwira NICA.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Van Mook memberi hormat kepada barisan yang menyambutnya, diiringi oleh Jenderal Van Oyen (kanan) dan Letnan Kouwenhoven.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Morotai
Tokoh: Hubertus van Mook (Menteri Urusan Wilayah Jajahan, kelak Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda), Mayor Jenderal Ludolph Hendrik van Oyen (Panglima KNIL 1942-1946), Kolonel Raden Abdulkadir Widjojoatmodjo (perwira KNIL asal Jawa yang sangat pro-Belanda; kelak menjadi ketua delegasi Belanda di perundingan Renville)
Peristiwa: Pihak Belanda diwakili Van Mook berkunjung ke berbagai wilayah Indonesia Timur, yang lebih dulu terbebas dari pendudukan Jepang, untuk mengukuhkan kembali kekuasaan Belanda.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 09 Juni 2024

Tentara-tentara Jepang di Indonesia yang didakwa Sekutu dengan tuduhan kejahatan perang (1): Kesatuan di Morotai

Sersan Uchino dan Prajurit Tanaka mencucui pakaian: Mereka didakwa 10 tahun penjara karena membayonet para tentara AU Australia yang tertawan di Morotai
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Mayor Tomura, Kapten Misumi, dan Kolonel Koba di tengah lantunan seruling bambu: Dituntut hukuman mati karena eksekusi atas 3 anggota AU Australia yang ditawan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Letnan Nomura, Kapten Misumi, Tanaka, dan Letnan Lieutenant Inamura (?) bermain kartu: Didakwa hukuman mati karena mengeksekusi anggota-anggota AU Australia yang ditawan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Letnan Tanaka bergulat melawan Mayor Tomura dengan diwasiti oleh Kapten Misumi:
Menunggu hasil keputusan mahkamah militer yang menghakimi mereka
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Morotai
Tokoh:
Peristiwa: Ketika Sekutu menduduki Morotai dan menahan pasukan Jepang yang berada di sana, mereka mendakwa kesatuan ini atas kejahatan perang. Dikabarkan bahwa kesatuan ini melakukan tindakan brutal terhadap anggota-anggota AU Australia yang ditawan Jepang di Morotai semasa Perang Dunia II. Kebrutalan ini a.l. penusukan dengan bayonet hingga ke eksekusi mati. Foto-foto diambil di kamp berduri yang menahan para tentara Jepang ini. Mereka melakukan berbagai kegiatan di sela-sela persidangan militer.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 01 Juni 2024

Suasana di Morotai setelah Jepang menyerah kepada Sekutu, 1944/1945 (1)

18 September 1945: Letnan Jendera Tashima (?) menandatangani dokumen kapitulasi dengan disaksikan Jenderal Blamey (?) dari pihak Sekutu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
September 1945: Militer Jepang memberi hormat kepada kuburan pilot Australia yang gugur dalam pertempuran di sekitar Wasile (Halmahera)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Akhir 1944: Prajurit Jepang dipekerjakan sebagai kuli bongkar muat bagi pihak militer Australia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Oktober 1944: Kisah tragis seorang pemuka warga Morotai yang dipenggal Jepang karena dianggap tidak kooperatif. Ketika pasukan Amerika merebut Morotai, mereka "memasang kembali" kepala pemuka warga ini ke badannya dan memfotonya.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1944, 1945
Tempat: Morotai (Maluku Utara)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 30 November 2023

Tentara Australia di wilayah Indonesia Timur, 1944/1945 (1)

Morotai, Maluku Utara: Menteri Ketentaraan, Francis Michael Forde, berbicara di hadapan pasukan Australia …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… yang merupakan bagian dari kesatuan Sekutu yang dikerahkan untuk menyerbu Tokio
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang tentara Australia (tengah) dan prajurit Belanda mengamati kemahiran seorang Indonesia menggunakan senapan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Papua: Tiga tentara Australia menumpang pedati
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1944/1945
Tempat: Morotai, Papua
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 18 Oktober 2020

Pasukan Sekutu di Morotai, 1944/1945

September 1944: Pendaratan pasukan Sekutu di Morotai
(klik untuk memperbesar | © Everett Collection / imago images)

Pada tanggal 15 September 1944 Sekutu mendaratkan sekitar 57.000 pasukan di Morotai yang saat itu dipertahankan oleh sekitar 500 tentara Jepang. Morotai dengan landasan pacunya merupakan posisi strategis bagi Sekutu untuk melancarkan serangan ke arah Filipina. Setelah tiga minggu pertempuran, yang menewaskan sekitar 300 tentara Jepang dan 30 pasukan Sekutu, Morotai dikuasai oleh Sekutu.

Maret 1945: Lapangan terbang militer di Morotai
(klik untuk memperbesar | © Australian War Memorial)

Setelah merebut Morotai, Sekutu dalam waktu hanya dua bulan membangun landasan pacu untuk pesawat tempur mereka, dan menjadikan Morotai sebagai basis untuk perebutan wilayah lainnya yang masih dikuasai Jepang.

Waktu: 1944, 1945
Tempat: Morotai (Maluku Utara)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Everett Collection / imago images | Australian War Memorial
Catatan:

Minggu, 25 Agustus 2013

Pasukan Amerika Serikat di wilayah Papua, 1944

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
Waktu: April 1944 [1-2], 14 Juli 1944 [3], September 1944 [4-6]
Tempat: Jayapura (Hollandia) [1], Tanahmerah [2], Numfor [3], Morotai [4-6]
Tokoh:
Peristiwa: Pasukan AS dengan artileri berat di Jayapura, di rawa-rawa Tanahmerah, diturunkan dengan parasut di Numfor, dan dalam persiapan serta penyerbuan Morotai.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Bettmann / Corbis [1-5], Mondadori Portfolio via Getty Images [6]