Tampilkan postingan dengan label Pakubuwono IX. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pakubuwono IX. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Januari 2025

Foto yang diubah menjadi lukisan (3)

Sebelum ini kita melihat usaha di Belanda untuk mengumpulkan subjek dari beberapa gambar dan foto tentang masyarakat Nusantara ke dalam sebuah lukisan baru dan mewarnainya atau mewarnainya ulang. Sebuah proses lain juga terjadi di penghujung abad ke-19: Foto hitam putih diubah menjadi lukisan tangan. Ini tentu saja membutuhkan keterampilan khusus dan kepiawaian dalam menggambar. Blog ini akan memperlihatkan beberapa hasil dari proses menarik ini.
Sultan Hamengkubuwono VI
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Pakubuwono IX
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Edisi lain dari gambar pertama, dalam bahasa Belanda dan Perancis, dengan inisial pelukis
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Edisi lain dari gambar kedua, dalam bahasa Belanda dan Perancis
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1880 (dua gambar pertama), 1883 (dua gambar lainnya)
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi:
Juru gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Minggu, 29 Desember 2024

Foto yang diubah menjadi lukisan (1)

Sebelum ini kita melihat usaha di Belanda untuk mengumpulkan subjek dari beberapa gambar dan foto tentang masyarakat Nusantara ke dalam sebuah lukisan baru dan mewarnainya atau mewarnainya ulang. Sebuah proses lain juga terjadi di penghujung abad ke-19: Foto hitam putih diubah menjadi lukisan tangan. Ini tentu saja membutuhkan keterampilan khusus dan kepiawaian dalam menggambar. Blog ini akan memperlihatkan beberapa hasil dari proses menarik ini.
Pakubuwono IX dan salah satu istrinya
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Lukisan yang berasal dari foto jepretan Isidore van Kinsbergen (lihat posting ini)
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Permaisuri Kesultanan Yogyakarta bersama putrinya
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1880 (gambar pertama), 1883 (gambar lainnya)
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi:
Juru gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Senin, 19 April 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Kleynenberg & Co terbitan 1912-1914 (26)

PENGANTAR

Di sekitar tahun 1912-1914 penerbit Kleynenberg & Co. mengeluarkan album berisi 170 foto tentang jajahan Belanda. 150 di antaranya berasal dari Hindia-Belanda, sisanya dari Suriname. Kebanyakan foto-fotonya kemungkinan dibuat di awal abad ke-20, beberapa di antaranya berasal dari fotografer terkenal seperti Jean Demmeni (fotografer kelahiran Padang Panjang, campuran Perancis dan Madura), Christiaan Nieuwenhuis (mantan KNIL yang beralih jadi fotografer, menetap dan meninggal di Padang), Carl Kleingrothe (orang Jerman yang menjadi fotografer di Medan), atau Cassian Kephas (fotografer lokal yang autodidak), dsb.

Album ini menjadi menarik karena merupakan kompilasi keanekaragaman wajah Nusantara saat itu: dari pantai hingga ke pegunungan, dari Aceh hingga ke Papau, dari warga Dayak hingga ke warga Timor, dari perkebunan hingga ke industri tambang. Tak ketinggalan pula aneka macam bangunan mulai dari gua yang masih jadi tempat tinggal hingga ke rumah besar dan keraton. Dari candi, gereja, mesjid, hingga ke pura. Juga dari nelayan, petani, hingga ke penyepuh emas; serta dari bermain kartu, menenun kain hingga ke pacuan kuda.

Tentu tak mungkin semuanya terangkum hanya dalam beberapa foto; tetapi album ini berhasil menunjukkan satu sisi dari keanekaragaman ini.

Blog ini akan menampilkan 150 foto ini; beberapa di antaranya, terutama foto yang populer, pernah ditampilkan sebelumnya secara sendiri-sendiri. 42 foto pertama akan berasal dari yang tersedia di arsip Atlas Van Stolk, ini dipilih karena umumnya sudah menguning sehingga kental kesan kunonya; sisanya dari koleksi Universitas Leiden.


124. Klinik lapangan kesatuan KNIL di Jawa
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
126. Pakubuwono IX dan Residen W. de Vogel
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
127. Sultan Hamengkubuwono VII
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
129. Sultan Kutai, Aji Muhammad Sulaiman beserta para isteri dan selirnya
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
130. Seorang bangsawan Gianyar beserta pengiringnya
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
133. Sekolah pribumi di Pakan Kamis, Tilatang, Agam
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit antara tahun 1912 dan 1914, kemungkinan foto-fotonya sudah lebih tua lagi
Tempat (d.a.k.b.): Jawa, Surakarta, Yogyakarta, Kutai, Gianyar, Tilatang (Agam)
Tokoh: Aji Muhammad Sulaiman (Sultan Kutai ke-18), Hamengkubuwono VII (Sultan Yogyakarta), Pakubuwono IX (Susuhunan Surakarta)
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Kleynenberg & Co (Haarlem) / Universiteit Leiden
Catatan: Edisi lain dari foto no. #126 pernah dimuat di posting ini, no. 127 di posting ini dan ini, no. 129 di posting ini, serta no. 130 di posting ini.

Rabu, 18 September 2019

Bangsawan Jawa dalam jepretan S.W. Camerik, 1860: Pakubuwono IX dan kerabat Keraton Surakarta

Susuhunan Pakubuwono IX
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Pangeran Suryoadmojo
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Pangeran Suryo Sosrodiningrat (Raden Adipati Sosrodiningrat IV)
klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Salah seorang anak kerabat keraton
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1860
Tempat: Surakarta
Tokoh: Raden Mas Duksino (Sri Susuhunan Pakubuwono IX, Raja Kasunanan Surakarta 1861-1893); Pangeran Suryoadmojo (saudara Pakubuwono IX); Pangeran Suryo Sosrodiningrat (Patih Surakarta, dikenal juga sebagai Raden Adipati Sosrodiningrat IV)
Peristiwa:
Fotografer: S.W. Camerik
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Rabu, 13 Maret 2019

Lukisan para sultan Keraton Surakarta di sekitar akhir abad ke-19

Pakubuwono VIII
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Pakubuwono IX
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Pakubuwono X (?)
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Salah satu istri Pakubuwono IX (?)
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)

Waktu: akhir abad ke-19 / awal abad ke-20
Tempat: Surakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:

Minggu, 05 April 2015

Pakubuwono IX bersama seorang pembesar Belanda

(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: akhir abad ke-19 (sebelum 1894)
Tempat: Surakarta
Tokoh: Pakubuwono IX (Sultan Surakarta)
Peristiwa:
Fotografer: Jean Demmeni (?)
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Rabu, 10 April 2013

Pakubuwono IX

(klik untuk memperbesar)
Waktu: sebelum 1894
Tempat: Jawa
Tokoh: Pakubuwono IX (Susuhunan Surakarta)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta:
Catatan: Diambil dari buku "Java, the Garden of the East" karya Eliza Ruhumah Scidmore terbitan tahun 1898; tetapi foto ini pasti dibuat sebelum tahun 1894 karena Pakubuwono IX wafat di tahun 1893.