Tampilkan postingan dengan label Ratu Juliana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ratu Juliana. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Desember 2022

Gubernur Jenderal Hindia-Belanda terakhir, Tjarda van Starkenborgh Stachouwer: Kepulangan ke Belanda setelah ditahan Jepang

Eindhoven, 9 September 1945: Tjarda menginjakkan kaki kembali di Belanda setelah 3 tahun ditawan Jepang. Saudara perempuannya menyambut dan memeluknya di bandara Welschap.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Eindhoven, 9 September 1945: Rombongan Tjarda disambut Putri Juliana (kanan) yang tampaknya berbincang dengan perwira Angkatan Udara Inggris yang menerbangkan Tjarda pulang (?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Den Haag, Oktober 1945: Tjarda (kanan) datang ke Den Haag disambut PM Belanda, Willem Schermerhorn (kiri), dan Menteri Luar Negeri, Eelco van Kleffens (tengah)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: September dan Oktober 1945
Tempat: Den Haag dan Eindhoven (Belanda)
Tokoh: Eelco van Kleffens (Menteri Luar Negeri Belanda); Jonkheer Alidius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1936-1942); Willem Schermerhorn (Perdana Menteri Belanda 1945-1946)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 28 Juli 2021

Penandatanganan hasil Konferensi Meja Bundar dalam sketsa dan berita koran Belanda, 27 Desember 1949

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Koran Nieuwe Rotterdamse Courant terbitan 27 Desember 1949 mewartakan penandatangan hasil Konferensi Meja Bundar di halaman utamanya. Tampak PM Belanda, Willem Drees sedang membubuhkan tanda tangannya, dengan disaksikan oleh Ratu Juliana di sebelahnya, serta Muhammad Hatta dan Sultan Hamid II. Acara berlangsung di Koninklijk Paleis op de Dam (Istana Kerajaan di Amsterdam).

(klik untuk memperbesar | © Chris Schut / AVS)

Peristiwa yang sama dalam sketsa karya Chris Schut yang dibuat di bulan Februari 1950. Di sketsa ini tampak dokumen hasil Konferensi Meja Bundar diperlihatkan kepada Ratu Juliana untuk ditandatangani.

Waktu: 27 Desember 1949
Tempat: Amsterdam
Tokoh: Juliana (Juliana Louise Emma Marie Wilhelmina; Ratu Belanda), Muhammad Hatta (anggota delegasi Indonesia), Sultan Hamid II (anggota delegasi Indonesia), Willem Drees (Perdana Menteri Belanda)
Peristiwa: l.d.a.
Juru foto/gambar:  Chris Schut
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: lihat juga foto di posting ini.

Selasa, 15 Oktober 2019

Warga Jakarta merayakan ulang tahun Putri, kelak Ratu, Juliana, 30 April 1946

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 30 April 1946
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa: Warga Jakarta berbaris dan menjunjung bendera Belanda dalam merayakan ulang tahun ke-37 Putri Juliana, yang dua tahun kemudian dinobatkan menjadi Ratu Belanda, dan kelak di tahun 1971 merupakan kepala negara Belanda pertama yang berkunjung ke Indonesia setelah puluhan tahun.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 22 Agustus 2019

Anak-anak merayakan hari ulang tahun Putri, kelak Ratu, Juliana di Cideng, 1946

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Waktu: 30 April 1946
Tempat: bekas kamp tawanan Cideng (Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa: Di masa pendudukan Jepang, militer Jepang mengasingkan para lelaki Belanda ke Manchuria, atau menahannya misalnya di penjara militer Glodok. Kaum wanita dan anak-anak diinternir di beberapa kamp tawanan; salah satu yang terkenaladalah kamp Cideng. Foto di atas memperlihatkan kamp Cideng, sekitar 7 bulan setelah dibebaskan oleh pasukan Inggris. Anak-anak penghuni kamp tampak berbaris untuk merayakan hari ulang tahun Ratu Juliana.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 22 Mei 2019

Kunjungan kenegeraan Presiden Soeharto ke Belanda (3), 1970

Soeharto menyalami masyarakat Indonesia di Belanda
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Pangeran Bernhard menyalami Bu Tien
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Kedua kepala negara dan suami/istri saling bersalaman
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: kemungkinan 4 September 1970
Tempat: Den Haag (Belanda)
Tokoh: Soeharto (Presiden RI), Siti Hartinah (isteri Soeharto), Juliana (Juliana Louise Emma Marie Wilhelmina; Ratu Belanda), Pangeran Bernhard van Lippe-Biesterfeld (Bernhard Leopold Frederik Everhard Julius Coert Karel Godfried Pieter; suami Juliana)
Peristiwa: Ratu Juliana dan suaminya, Pangeran Bernhard, menyalami Soeharto dan Bu Tien di Den Haag, sebagai tanda perpisahan setelah usainya kunjungan kenegaraan pertama seorang kepala negara Indonesia ke Belanda.
Fotografer: Gé van de Werff (empat foto terakhir)
Sumber / Hak cipta: ANP / Het Nationaal Archief
Catatan:

Sabtu, 18 Mei 2019

Kunjungan kenegeraan Presiden Soeharto ke Belanda (1), 1970

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © Gé van de Werff / gahetna)
(klik untuk memperbesar | © Gé van de Werff / gahetna)
(klik untuk memperbesar | © Gé van de Werff / gahetna)
(klik untuk memperbesar | © Gé van de Werff / gahetna)

Waktu: 3 September 1970
Tempat: Den Haag (Belanda)
Tokoh: Soeharto (Presiden RI), Siti Hartinah (isteri Soeharto), Juliana (Juliana Louise Emma Marie Wilhelmina; Ratu Belanda), Pangeran Bernhard van Lippe-Biesterfeld (Bernhard Leopold Frederik Everhard Julius Coert Karel Godfried Pieter; suami Juliana)
Peristiwa: Ratu Juliana dan suaminya, Pangeran Bernhard, menyambut kedatangan Presiden Soeharto dan Bu Tien di Ypenburg, Den Haag, Belanda, dalam rangkaian kunjungan kenegaraan pertama seorang kepala negara Indonesia ke Belanda.
Fotografer: Gé van de Werff (empat foto terakhir)
Sumber / Hak cipta: ANP / Het Nationaal Archief
Catatan:

Kamis, 16 Mei 2019

Soeharto, Bu Tien, dan Tutut bersama keluarga Ratu Belanda (2), 1970

Soeharto bertukar cendera mata dengan Pangeran Bernhard, disaksikan Pangeran Claus, Tutut, Putri Beatrix, dan Putri Maria
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Soeharto menyerahkan cendera kepada Ratu Juliana, disaksikan Putri Beatrix, Pangeran Bernhard, Putri Margriet, Bu Tien, dan Pieter van Vollenhoven
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 3 September 1970
Tempat: Den Haag, Belanda
Tokoh:
Peristiwa: Sambutan keluarga Kerajaan Belanda atas kunjungan kenegaraan Presiden Soeharto ke Istana Huis ten Bosch, Den Haag, 1970.
Fotografer: Gé van de Werff
Sumber / Hak cipta: ANP / Het Nationaal Archief
Catatan: lihat juga posting sebelum ini.

Selasa, 05 Maret 2019

Kunjungan kenegaraan Ratu Belanda ke Indonesia, 1971

(klik untuk memperbesar | © Anefo / gahetna)
Waktu: 27 Agustus 1971
Tempat: Jakarta
Tokoh (d.ki.k.ka.): Siti Hartinah (isteri Soeharto); Pangeran Bernhard (suami Ratu Juliana); Ratu Juliana (Kepala Negara Belanda); Soeharto (Presiden RI)
Peristiwa: Untuk pertama kalinya setelah puluhan tahun, Kepala Negara Belanda kembali mengunjungi Indonesia.
Fotografer: Joost Evers
Sumber / Hak cipta: Anefo / Het Nationaal Archief
Catatan:

Minggu, 03 Maret 2019

Kunjungan Ratu Juliana dan Menlu Belanda Norbert Schmelzer ke Bali, 1971

(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Waktu: 3 September 1971
Tempat: Bali
Tokoh: Juliana Louise Emma Marie Wilhelmina (Ratu Belanda); Wilhelm Klaus Norbert Schmelzer (Menteri Luar Negeri Belanda; melambaikan tangan)
Peristiwa: Kunjungan pertama seorang kepala negara Belanda ke Bali setelah Indonesia merdeka.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:

Selasa, 25 September 2018

Perwakilan Hindia-Belanda di Jambore Pramuka se-Dunia di Belanda, 1937

6 Agustus 1937: Dua pandu Hindia-Belanda berbincang dengan tiga rohaniawan Katolik, salah satunya adalah Raden Mas Darmoro yang masih kerabat keraton Mangkunegaran.
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Ratu Wilhelmina dan Putri Juliana menerima kedatangan para pandu dari wilayah jajahan Belanda di Istana Het Loo. Wakil dari Hindia-Belanda tampak mengenakan kostum wayang orang.
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)

Waktu: 1937
Tempat: Belanda
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan: Jambore 1937 adalah perhelatan pramuka terakhir yang dihadiri Lord Baden Powell. Di acara ini tokoh pandu dunia yang saat itu menginjak usia 81 tahun mengucapkan salam perpisahan.

Rabu, 17 September 2014

Soeharto, Bu Tien, dan Tutut bersama keluarga Ratu Belanda (1), 1970

klik untuk memperbesar [© Anefo / gahetna]
Waktu: 3 September 1970
Tempat: Den Haag, Belanda
Tokoh (d.ki.k.ka.):
Peristiwa: Sambutan keluarga Kerajaan Belanda atas kunjungan kenegaraan Presiden Soeharto ke Istana Huis ten Bosch, Den Haag.
Fotografer: Eric Koch
Sumber / Hak cipta: Anefo / Het Nationaal Archief
Catatan: Kunjungan ini mengandung nilai sejarah untuk kedua negara karena untuk pertama kalinya seorang Kepala Negara Belanda (mantan penjajah) bertemu Kepala Negara Indonesia (mantan jajahan). Lihat juga foto berikutnya di posting tanggal 16 Mei 2019.


UPDATE 8 Mei 2019
Foto lain dari acara yang sama:
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Minggu, 31 Agustus 2014

Acara pengakuan Kerajaan Belanda atas kedaulatan Indonesia, 1949

(klik untuk memperbesar)
Waktu: 27 Desember 1949
Tempat: Istana Kerajaan Belanda di Amsterdam
Tokoh: Muhammad Hatta (Wakil Presiden RI), Juliana (Ratu Belanda), Willem Drees (PM Belanda; berdiri), Sultan Hamid II (anggota delegasi Indonesia; di sebelah Hatta)
Peristiwa: Acara pengakuan Kerajaan Belanda atas kedaulatan Indonesia, di Amsterdam 1949, menyusul penandatanganan hasil Konferensi Meja Bundar.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Sebelumnya, blog ini menyebut acara ini berlangsung di Den Haag, padahal seharusnya di Amsterdam.