Tampilkan postingan dengan label 1943. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1943. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Mei 2023

Poster-poster proganda anti-Jepang yang disebarkan Belanda dan Sekutu (2)

~1943: Poster ini menyerukan kerjasama antara Belanda, dengan klewang, dan pribumi, dengan keris, untuk membebaskan diri dari lilitan ular militer Jepang
(klik untuk memperbesar | © Harry Waters Armstrong / Beeldbank WO2 / NIOD)
~1943: Militer Jepang digambarkan sebagai gurita yang panik mendapat serangan bom dari Sekutu
(klik untuk memperbesar | © Albert Orbaan / Beeldbank WO2 / NIOD)
~1945: Militer Jepang digambarkan sebagai orang sadis yang doyan menyiksa dan menganggap orang lain roti untuk disantap
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
5 Mei 1945: Poster ini menyebut bahwa Belanda sudah bebas (dari pendudukan Jerman), tetapi Hindia-Belanda masih ditikam Jepang yang sudah babak belur dan tenggelam
(klik untuk memperbesar | © Frederixs / Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1943, 1945
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar: a.l. Albert Orbaan, Frederixs, Harry Waters Armstrong
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 15 Mei 2023

Poster-poster proganda anti-Jepang yang disebarkan Belanda dan Sekutu (1)

~1945: Hindia-Belanda harus bebas! Kerjakan dan perjuangkan itu!
(klik untuk memperbesar | © Pat Keely / Beeldbank WO2 / NIOD)
~1943: Militer Jepang digambarkan sebagai monyet yang ketakutan akan datangnya serangan Sekutu di bawah pimpinan Jenderal Mac Arthur
(klik untuk memperbesar | © Albert Orbaan / Beeldbank WO2 / NIOD)
~1943: Militer Jepang digambarkan sebagai laba-laba bengis yang mencengkram Hindia-Belanda sementara PBB siap membebaskannya dengan senjata
(klik untuk memperbesar | © Harry Waters Armstrong / Beeldbank WO2 / NIOD)
~1943: Militer Jepang digambarkan sebagai orang yang menjanjikan kesejahteraan tetapi sejatinya membawa kesengsaraan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Edisi lain dari poster nomor 2 di atas
(klik untuk memperbesar | © Albert Orbaan / Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1943, 1945
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar: a.l. Albert Orbaan, Harry Waters Armstrong, Pat Keely
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Poster pertama pernah dimuat di posting ini dalam ukuran yang lebih kecil.

Senin, 01 Mei 2023

Tentara sekutu yang ditawan Jepang di kamp Natal, Sumatera Utara, merayakan Hari Natal 1943

Dekorasi Natal di pojok barak tempat perawatan penghuni kamp yang terluka
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah meja kemungkinan dijadikan altar darurat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para tawanan berkumpul di pojok yang dihiasi "pohon Natal"
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 25 Desember 1943
Tempat: Natal (Sumatera Utara)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 01 April 2023

Suasana di beberapa kamp tawanan yang didirikan Jepang di Hindia-Belanda (4)

Kamp Aek Paminke di Rantauprapat setelah Jepang kalah perang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Surabaya, 1943: Penghuni kamp Darmo di balik dinding bambu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anak-anak dan wanita penghuni kamp Kramat, Jakarta
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jakarta, September/Oktober 1945: Dua pemuda (Indonesia?) yang ditugaskan menjaga pintu masuk ke rumah seorang komandan kamp
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: masa pendudukan Jepang (a.l. 1943, 1945)
Tempat: Jakarta, Rantauprapat, Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 08 Februari 2023

Cuplikan dari majalah propaganda Jepang "Djawa Baroe", 1943

Seorang perwira tinggi Jepang mengunjungi pusat latihan militer untuk pemuda Indonesia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
1943: Edisi pembentukan Pembela Tanah Air
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Letnan Jenderal Kumakichi Harada, Panglima Perang Jepang di Jawa, yang a.l. terlibat dalam pembentukan PETA dan pendirian BPUPKI
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua tentara Jepang mengapit seekor orang utan di Kebun Binatang Raden Saleh, Cikini
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: masa pendudukan Jepang (a.l. 1943)
Tempat: Jawa (a.l. Jakarta)
Tokoh: Letnan Jenderal Kumakichi Harada (Panglima Perang Jepang di Jawa)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 06 Februari 2023

Para petinggi Jepang memasuki Hindia-Belanda, 1942/1943

Jakarta, 1943: Perdana Menteri Jepang, Jenderal Hideki Tojo (kiri), berkunjung ke Hindia-Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Surabaya: Penghormatan untuk seorang perwira Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Surakarta: Rombongan militer Jepang mengunjungi Keraton
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang perwira Jepang menerima penghormatan defile; di sebelah kiri tampak barisan lelaki dalam pakaian adat Jawa
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1942/1943
Tempat: Jakarta, Surabaya, Surakarta
Tokoh: Jenderal Hideki Tojo (Perdana Menteri Jepang)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 10 Maret 2020

Kunjungan Soekarno, Hatta, dan Ki Bagus Hadikusumo ke Jepang, 1943 (6)

Soekarno (memegang topi di tangan), dan Muhammad Hatta (di belakang Soekarno) didampingi aparat sipil dan militer Jepang
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen)
Soekarno, didampingi Muhammad Hatta, di acara makan dengan para pejabat Jepang
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen)
Soekarno, Muhammad Hatta, dan Ki Bagus Hadikusumo bersama para pembesar Jepang
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen)

Waktu: November 1943
Tempat: Jepang (Tokyo?)
Tokoh: Soekarno, Muhammad Hatta (para perintis kemerdekaan)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland
Catatan:

Selasa, 16 Juli 2019

Nasib Tjarda van Starkenborgh Stachouwer di pengasingan di Manchuria, 1943

Tjarda van Starkenborgh Stachouwer berkebun di kamp tawanan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tawanan Belanda lainnya (dengan topi KNIL?) di perkebunan di kamp tawanan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1943
Tempat: Manchuria (Tiongkok)
Tokoh: Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1936-1942)
Peristiwa: Setelah Hindia-Belanda menyerah kepada Jepang, militer Jepang memasukkan kaum wanita Belanda dan anak-anak ke kamp tawanan seperti di Cideng, Kampung Makassar, atau Kampili (Gowa). Lelaki Belanda diasingkan ke kamp tawanan di Manchuria, Tiongkok. Jepang menawarkan tahanan rumah, kemungkinan di Jakarta, dan perlakuan khusus untuk Tjarda van Starkenborgh Stachouwer, tetapi Tjarda menolak. Maka dia pun ikut diasingkan ke Manchuria. Dua foto di atas merupakan propaganda Jepang untuk rakyat Indonesia yang memperlihatkan bahwa "tuan-tuan" Belanda yang dulu sangat kuasa sekarang harus kalah dan tunduk pada Jepang.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 14 Juli 2019

Foto bocah-bocah kecil di sampul Djawa Baroe, bagian dari propaganda Jepang, 1943

Balita dalam seragam militer Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kanak-kanak menaikkan bendera Matahari Terbit
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1943
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 03 Mei 2019

Empat Serangkai pemimpin organisasi Pusat Tenaga Rakyat, 1943

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1943
Tempat: Jakarta
Tokoh: Pimpinan organisasi Poetera (Poesat Tenaga Rakjat) yang disebut "Empat Serangkai" (d.ki.k.ka. Soekarno, Muhammad Hatta, Ki Hajar Dewantara, KH Mas Mansur)
Peristiwa: "Empat Serangkai" menyambut kedatangan Perdana Menteri Jepang Hideki Tojo ke Jakarta.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Poetera dibentuk pemerintah Jepang untuk merangkul masyarakat Indonesia, terutama kalangan terdidik atau terpelejar, untuk mendukung Jepang dalam Perang Dunia II.

Sabtu, 30 Desember 2017

Pilot-pilot dan pesawat tempur Jepang di Kupang, 1943

(klik untuk memperbesar | © ww2db.com)
Waktu: Februari 1943
Tempat: Kupang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: ww2db.com
Catatan: Catatan foto menyebutkan dua nama yaitu Yoshiro Hashiguchi (pilot paling kiri), dan Kiyoshi Ito (pilot paling kanan).

Jumat, 20 Oktober 2017

Kunjungan Soekarno, Hatta, dan Ki Bagus Hadikusumo ke Jepang, 1943 (5)

Soekarno berdiri, Muhammad Hatta dan Ki Bagus Hadikusumo duduk di sebelah kanannya
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Lihat deskripsi di bawah
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Soekarno berjalan di depan, diiringi Muhammad Hatta di kanannya, dan Ki Bagus Hadikusumo di kirinya
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)

Waktu: November 1943
Tempat: Jepang (Tokyo?)
Tokoh: Soekarno, Hatta, Ki Bagus Hadikusumo (para perintis kemerdekaan)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Rabu, 18 Oktober 2017

Kunjungan Soekarno, Hatta, dan Ki Bagus Hadikusumo ke Jepang, 1943 (4)

Soekarno (ketiga dari kiri?), Muhammad Hatta (berpeci), Ki Bagus Hadikusumo (berblangkon)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Waktu: November 1943
Tempat: Jepang (Tokyo?)
Tokoh: Soekarno, Hatta, Ki Bagus Hadikusumo (para perintis kemerdekaan)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Senin, 16 Oktober 2017

Kunjungan Soekarno, Hatta, dan Ki Bagus Hadikusumo ke Jepang, 1943 (3)

D.ki.k.ka.: Ki Bagus Hadikusumo, Soekarno, Muhammad Hatta
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Waktu: November 1943
Tempat: Jepang (Tokyo?)
Tokoh: Soekarno, Hatta, Ki Bagus Hadikusumo (para perintis kemerdekaan)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Sabtu, 14 Oktober 2017

Kunjungan Soekarno, Hatta, dan Ki Bagus Hadikusumo ke Jepang, 1943 (2)

D.ki.k.ka: Soekarno, Ki Bagus Hadikusumo, opsir Jepang, Muhammad Hatta
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Soekarno
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Muhammad Hatta (berpeci)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Waktu: November 1943
Tempat: Jepang (Tokyo?)
Tokoh: Soekarno, Hatta, Ki Bagus Hadikusumo (para perintis kemerdekaan)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan: