Senin, 30 Mei 2022

Fasisme di Hindia Belanda: Para pengikut NSB di Medan

PENGANTAR

Selepas Perang Dunia I fasisme merebak di banyak negara di Eropa, dan memuncak di berkuasanya pengikut paham ini di Italia dan Jerman. Belanda, dan juga Hindia-Belanda, ikut dilanda ideologi ini. Warga Belanda di Nusantara yang terpikat fasisme mendirikan organisasi NIFO (Nederlandsch Indische Fascisten Organisatie) di awal tahun 1930an, yang kemudian melebur ke organisasi "induk" Belanda NSB (Nationaal-Socialistische Beweging) pimpinan Anton Mussert.

Ketika Jerman menyerbu serta menduduki Belanda di tahun 1940, dan pemerintah Belanda bersama pihak Kerajaan harus mengungsi ke Inggris, NSB menjadi kaki tangan pendudukan Jerman. Pemerintahan Hindia-Belanda yang loyal terhadap Ratu Wilhelmina, melarang NSB dan menutup semua kantornya di Nusantara.

Seri foto berikut menampilkan gambar dari masa maraknya NSB dan pengikutnya di Hindia-Belanda.


22 Februari 1935: Sebuah rumah yang menjadi markas NSB di Medan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
8 Juli 1936: Pimpinan NSB di Medan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
6 September 1936: Tokoh NSB Belanda, Gerrit van Duyl (memegang topi kolonial) bersama para pengikut NSB di pelabuhan Belawan …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… sebelum Van Duyl kembali ke Belanda setelah lawatannya di Nusantara
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)


Waktu: 1935, 1936
Tempat: Medan
Tokoh: Gerrit van Duyl (teolog Protestan dan politisi pucuk pimpinan NSB)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lelaki di foto keempat yang mengenakan topi kolonial di belakang Van Duyl lumayan mirip dengan tokoh yang disinyalir sebagai "dalang" NSB oleh karikatur yang pernah dimuat di posting ini. Pilihan lain adalah lelaki paling kanan di foto kedua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar