Jumat, 09 Agustus 2019

Jakarta 1860-an: Bangunan dengan arsitektur kolonial

Paleis te Rijswijk, cikal bakal Istana Negara
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Pertokoan di sekitar Harmoni
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Gedung Harmonie (kiri) dan lapak penjahit ternama milik orang Perancis bernama Oger Frères (kanan)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Paleis van Deandels, sekarang Gedung A.A. Maramis di Kementerian Keuangan
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Kantor dan gudang perdagangan di Kali Besar
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1860-an
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Woodbury & Page | Universiteit Leiden
Catatan:


UPDATE 9 Oktober 2020

Sebelumnya posting ini menyebut foto ini sebagai "Monumen Michiel di Waterlooplein, sekarang Lapangan Banteng", sesuai dengan informasi dari KITLV. Penelurusan lebih lanjut menunjukkan bahwa tugu ini sejatinya adalah Monumen Michiels di Padang, yang didirikan pada tahun 1855. Memang ada konstruksi yang mirip di Lapangan Banteng, tetapi lebih pendek. Monumen di Padang ini sekarang sudah tidak bersisa karena dihancurkan tentara Jepang pada masa Perang Dunia II.

Monumen Michiels di Padang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

UPDATE 14 Oktober 2020: Deskripsi foto pertama "Kantor Gubernur-Jenderal, cikal bakal Istana Merdeka" sekarang sudah dikoreksi.

4 komentar: