Rabu, 11 Juni 2014

Perusakan harta benda warga Tionghoa semasa perang kemerdekaan 4 - Jawa Barat

Pengantar: Pemberian nama "John Lie" kepada salah satu kapal perang TNI Angkatan Laut, mengingatkan kembali akan sumbangsih warga Tionghoa semasa perang kemerdekaan. Mudah-mudahan langkah ini bisa memulai diskusi terbuka dan tanpa prasangka tentang situasi yang dihadapi warga Tionghoa semasa perang kemerdekaan.

Harus diakui tema ini cenderung tidak dibicarakan orang, barangkali karena masalahnya dianggap sensitif. Tetapi menutup-nutupi bukanlah solusi yang bijak, paling tidak untuk jangka panjang, karena a.l. hanya akan menyuburkan gosip, praduga, generalisasi, kabar burung, dan kecurigaan. Hanya dengan keterbukaan kita bisa melihat sejarah dengan jernih dan mengambil pelajaran berharga darinya.

Sejak era reformasi sudah terlihat banyak kemajuan di dalam hal yang menyangkut warga Tionghoa. Barangkali ini saatnya untuk menggali kembali apa yang dialami bangsa ini ketika republiknya baru berusia sangat muda.

Gambar-gambar berikut memperlihatkan kerusakan yang dialami warga Tionghoa di berbagai tempat akibat tindakan para pejuang kemerdekaan. Kita serahkan kepada para pakar sejarah untuk melihat duduk permasalahannya. Mudah-mudahan gambar-gambar ini bisa berkontribusi di dalamnya.

Linggarjati (© gahetna)
Bandung, April 1946 (© gahetna)
Sumedang, 25 Juli 1947 (© gahetna)
Cikampek, Juli 1947 (© gahetna)
Cirebon, November 1947 (© gahetna)
Waktu: di antara 1946-1949
Tempat: l.d.a.
Tokoh:
Peristiwa: Perusakan pemukiman warga Tionghoa di beberapa tempat di Jawa Barat oleh para pejuang kemerdekaan semasa perang kemerdekaan melawan Belanda.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: klik foto untuk memperbesar.


Selasa, 10 Juni 2014

Perusakan harta benda warga Tionghoa semasa perang kemerdekaan 3 - Sukabumi

Pengantar: Pemberian nama "John Lie" kepada salah satu kapal perang TNI Angkatan Laut, mengingatkan kembali akan sumbangsih warga Tionghoa semasa perang kemerdekaan. Mudah-mudahan langkah ini bisa memulai diskusi terbuka dan tanpa prasangka tentang situasi yang dihadapi warga Tionghoa semasa perang kemerdekaan.

Harus diakui tema ini cenderung tidak dibicarakan orang, barangkali karena masalahnya dianggap sensitif. Tetapi menutup-nutupi bukanlah solusi yang bijak, paling tidak untuk jangka panjang, karena a.l. hanya akan menyuburkan gosip, praduga, generalisasi, kabar burung, dan kecurigaan. Hanya dengan keterbukaan kita bisa melihat sejarah dengan jernih dan mengambil pelajaran berharga darinya.

Sejak era reformasi sudah terlihat banyak kemajuan di dalam hal yang menyangkut warga Tionghoa. Barangkali ini saatnya untuk menggali kembali apa yang dialami bangsa ini ketika republiknya baru berusia sangat muda.

Gambar-gambar berikut memperlihatkan kerusakan yang dialami warga Tionghoa di berbagai tempat akibat tindakan para pejuang kemerdekaan. Kita serahkan kepada para pakar sejarah untuk melihat duduk permasalahannya. Mudah-mudahan gambar-gambar ini bisa berkontribusi di dalamnya.

Sukabumi (© gahetna)
Sukabumi (© gahetna)
Sukabumi (© gahetna)
Sukabumi (© gahetna)
Sukabumi (© gahetna)
Waktu: di antara 1946-1949
Tempat: Sukabumi
Tokoh:
Peristiwa: Perusakan pemukiman warga Tionghoa di Sukabumi oleh para pejuang kemerdekaan semasa perang kemerdekaan melawan Belanda.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: klik foto untuk memperbesar.


Senin, 09 Juni 2014

Perusakan harta benda warga Tionghoa semasa perang kemerdekaan 2 - Karawang

Pengantar: Pemberian nama "John Lie" kepada salah satu kapal perang TNI Angkatan Laut, mengingatkan kembali akan sumbangsih warga Tionghoa semasa perang kemerdekaan. Mudah-mudahan langkah ini bisa memulai diskusi terbuka dan tanpa prasangka tentang situasi yang dihadapi warga Tionghoa semasa perang kemerdekaan.

Harus diakui tema ini cenderung tidak dibicarakan orang, barangkali karena masalahnya dianggap sensitif. Tetapi menutup-nutupi bukanlah solusi yang bijak, paling tidak untuk jangka panjang, karena a.l. hanya akan menyuburkan gosip, praduga, generalisasi, kabar burung, dan kecurigaan. Hanya dengan keterbukaan kita bisa melihat sejarah dengan jernih dan mengambil pelajaran berharga darinya.

Sejak era reformasi sudah terlihat banyak kemajuan di dalam hal yang menyangkut warga Tionghoa. Barangkali ini saatnya untuk menggali kembali apa yang dialami bangsa ini ketika republiknya baru berusia sangat muda.

Gambar-gambar berikut memperlihatkan kerusakan yang dialami warga Tionghoa di berbagai tempat akibat tindakan para pejuang kemerdekaan. Kita serahkan kepada para pakar sejarah untuk melihat duduk permasalahannya. Mudah-mudahan gambar-gambar ini bisa berkontribusi di dalamnya.

 Karawang, Juli 1947 (© gahetna)
 Karawang, Juli 1947 (© gahetna)




Karawang (© gahetna)
Waktu: 1946-1949
Tempat: Karawang
Tokoh:
Peristiwa: Perusakan pemukiman warga Tionghoa die Karawang oleh para pejuang kemerdekaan semasa perang kemerdekaan melawan Belanda.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: klik foto untuk memperbesar.


Minggu, 08 Juni 2014

Perusakan harta benda warga Tionghoa semasa perang kemerdekaan 1 - Sumatera

Pengantar: Pemberian nama "John Lie" kepada salah satu kapal perang TNI Angkatan Laut, mengingatkan kembali akan sumbangsih warga Tionghoa semasa perang kemerdekaan. Mudah-mudahan langkah ini bisa memulai diskusi terbuka dan tanpa prasangka tentang situasi yang dihadapi warga Tionghoa semasa perang kemerdekaan.

Harus diakui tema ini cenderung tidak dibicarakan orang, barangkali karena masalahnya dianggap sensitif. Tetapi menutup-nutupi bukanlah solusi yang bijak, paling tidak untuk jangka panjang, karena a.l. hanya akan menyuburkan gosip, praduga, generalisasi, kabar burung, dan kecurigaan. Hanya dengan keterbukaan kita bisa melihat sejarah dengan jernih dan mengambil pelajaran berharga darinya.

Sejak era reformasi sudah terlihat banyak kemajuan di dalam hal yang menyangkut warga Tionghoa. Barangkali ini saatnya untuk menggali kembali apa yang dialami bangsa ini ketika republiknya baru berusia sangat muda.

Gambar-gambar berikut memperlihatkan kerusakan yang dialami warga Tionghoa di berbagai tempat akibat tindakan para pejuang kemerdekaan. Kita serahkan kepada para pakar sejarah untuk melihat duduk permasalahannya. Mudah-mudahan gambar-gambar ini bisa berkontribusi di dalamnya.

Kuala, Binjai (© gahetna)
Arnhemia, Deli 21 Juli 1947 (© gahetna)
Arnhemia, Deli 21 Juli 1947 (© gahetna)
Deli Tua, 22 Juli 1947 (© gahetna)
Pekanbaru, Januari 1949 (© gahetna)

Waktu: 1946-1949
Tempat: l.d.a.
Tokoh:
Peristiwa: Perusakan pemukiman warga Tionghoa di berbagai tempat di Sumatera oleh para pejuang kemerdekaan semasa perang kemerdekaan melawan Belanda.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: klik foto untuk memperbesar.


Sabtu, 07 Juni 2014

Soekarno dan Fatmawati di tahun 1949

(klik untuk memperbesar)
Waktu: 28 Desember 1949
Tempat: Jakarta
Tokoh: Soekarno (Presiden Indonesia), Fatmawati (isteri Soekarno yang ketiga)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Foto ini jelas mengalami proses re-touche; kemungkinan di negatif-nya. Tampaknya si pengedit ingin mendapatkan foto Soekarno dan Fatmawati berdua, sehingga dia membuang hal-hal lain di sekelilingnya. Sayangnya bagian kiri wajah Soekarno tidak rapi diedit, sehingga profil mukanya menjadi berbeda.

Jumat, 06 Juni 2014

Suasana di Konferensi Meja Bundar, 1949

(klik untuk memperbesar)
Waktu: 6 November 1949
Tempat: Den Haag
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Bettmann / Corbis

Kamis, 05 Juni 2014

Jembatan yang dirusak pejuang kemerdekaan untuk menghambat gerakan pasukan Belanda - Jawa Timur

Kepanjen, Malang
Dinoyo, Pacet, Mojokerto
Dinoyo, Pacet, Mojokerto
Dinoyo, Mojokerto
Waktu: di antara 1946 dan 1949
Tempat: Jawa Timur
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief


UPDATE 2 Agustus 2015:
Ambarawa, 1947
(klik untuk memperbesar | © gahetna)