Sabtu, 02 Agustus 2014

Republik Indonesia Serikat (3) - Negara Sumatera Timur: Pentolan NST

Pengantar: Sejarah Indonesia tentang masa tahun 1949-1950 akan menyebut kata RIS alias Republik Indonesia Serikat. Tetapi kita tidak banyak menemukan bahasan tentang hal itu. Boleh jadi karena negeri-negeri federasi ini dianggap negara boneka buatan Belanda, dan tokoh-tokohnya dipandang sebagai kaki tangan Belanda di dalam usaha mereka mempertahankan kendali mereka atas Indonesia.

Seri posting kali ini akan menampilkan beberapa foto yang berkenaan dengan RIS ini. Mudah-mudahan ini bisa berkontribusi di dalam menggali bagian sejarah Indonesia yang tampak terlantarkan ini.

Negara Sumatera Timur - Pentolan NST
Tengku Mansyur, Pemimpin NST, 1948
(klik untuk memperbesar (c) gahetna)
Tengku Dzulkarnain, Ketua Dewan Sementara NST, 1948
(klik untuk memperbesar (c) gahetna)
Tengku Mansyur dan Tengku Dzulkarnain di Tanjungpura
((c) gahetna)
Tengku Mansyur diangkat sebagai Grootofficier di Orde van Oranje-Nassau oleh Menteri Urusan Koloni, Maan Sassen, 30 Agustus 1948,
(klik untuk memperbesar (c) gahetna)
Tengku Mansyur menyambut kedatangan Abdul Malik, "Wali Negara" Sumatera Selatan, yang datang ke Medan untuk memimpin "Konferensi Sumatera", 10 April 1949
((c) gahetna)
Waktu: 1947-1949
Tempat: Medan, Tanjungpura, Den Haag (?)
Tokoh: Tengku Mansyur (pemimpin Negara Sumatera Timur), Tengku Dzulkarnain (tokoh Negara Sumatera Timur), Maan Sassen (Menteri Urusan Koloni Belanda)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal
Catatan:
1. Maan Sassen terkenal sebagai politikus Belanda yang sangat anti Republik Indonesia.
2. Grootofficier adalah gelar kedua tertinggi sebelum Ridder Grootkruis di Orde van Oranje-Nassau.


UPDATE 11 Oktober 2020: Foto Tengku Mansyur dan Tengku Dzulkarnain dalam ukuran yang lebih besar akan dimuat di posting tanggal 21 Oktober 2020.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar