Sabtu, 02 Mei 2026

Kamp tawanan Kampili setelah Jepang kalah: Perayaan hari ulang tahun Ratu Wilhelmina 31 Agustus 1945 (9)

Kamp Kampili tampaknya merupakan kamp tahanan terbesar yang didirikan Jepang di bagian timur Indonesia untuk menawan wanita dan anak-anak dari warga Belanda atau warga Sekutu lainnya. Hanya dua minggu setelah Jepang menyatakan menyerah dalam Perang Dunia II, warga kamp ini bisa menyelenggarakan acara yang mengembalikan keceriaan buat mereka, yaitu perayaan hari ulang tahun Ratu Wilhelmina yang ke-65. Sementara itu, kemungkinan tanpa banyak disadari oleh para penghuni kamp, Indonesia sudah menyatakan merdeka, dan suasana yang akan berujung pada pertikaian sengit hingga empat tahun berikutnya sudah mulai pecah.


Seorang ibu bernama Ankie Herdes mengasuh bocah-bocah di lapangan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anak-anak berlomba meniti pohon bambu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Lomba lari pasangan untuk anak-anak dengan kaki terikat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebagian dari wajah anak-anak yang sekitar tiga tahun tidak melihat ayahnya, sebagian mungkin malahj tidak akan melihat bapaknya lagi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 31 Agustus 1945
Tempat: Kampili (Gowa, Sulawesi Selatan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Edisi lain dari foto nomor dua pernah dimuat di posting ini sebelumnya, sementar nomor satu dan tiga di posting ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar