Kamis, 07 Juni 2018

Rabu, 06 Juni 2018

Apel pasukan TNI di Solo, 1947

(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)

Waktu: 21 Desember 1947
Tempat: Solo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Hugo wilmar
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:

UPDATE 23 Juni 2019
Dua foto yang sama dengan yang di atas, dengan ukuran yang sedikit lebih besar.
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

UPDATE 2 Januari 2020
Tiga foto pertama dalam ukuran yang lebih besar:

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Spaanerstad)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Spaanerstad)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Spaanerstad)

Selasa, 05 Juni 2018

Perajin Sunda dalam jepretan Jean Demmeni, 1911

Pemahat wayang batu
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Pembuat wayang golek
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Penenun kain, Baros (Sukabumi)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1911
Tempat: Baros (Sukabumi), Jawa Barat
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Jean Demmeni
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Senin, 04 Juni 2018

Para pejuang TNI memasuki Solo (3)

PENGANTAR
Di tahun 1949, terutama menjelang akhir tahun di mana Belanda mengakui kedaulatan Indonesia, di berbagai pelosok terjadi peristiwa yang sama: Militer Belanda menarik diri dari wilayah yang didudukinya, dan para pejuang kemerdekaan "turun gunung" mengambil alih daerah yang selama ini dikuasai Belanda. Beberapa foto dari berbagai daerah akan diperlihatkan di seri berikut ini.

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 12 November 1949
Tempat: Solo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Th. van de Burgt
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Minggu, 03 Juni 2018

Rumah tradisional di pedesaan Jawa Barat zaman dulu

PENGANTAR

Di bawah ini ada sedikit foto yang menunjukkan rumah di pedesaan Sunda zaman dulu. Rumah-rumah ini bergerombol atau didirikan bertetangga dekat satu sama lain. Bangunannya hanya memiliki satu lantai, berjenis panggung dengan jarak relatif dekat ke permukaan tanah. Tiang dari kayu, sementara dinding dan lantai dari bambu atau anyaman bambu. Atap memiliki kemiringan yang lumayan, dengan bahan dari rumbia atau injuk; foto yang lebih baru menunjukkan atap yang lebih landai dengan genteng sebagai penutup atap. Sebagian rumah memiliki beranda sebelum pintu masuk, sebagian lain tidak. Fasilitas mandi-cuci-kakus bisa dipastikan tidak ada di dalam rumah.

1875
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Garut, 1900-an
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
1910
(klik untuk memperbesar | © Kurkdjian / Universiteit Leiden)
Waktu: 1875, 1900-an, 1910
Tempat: Jawa Barat
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Kurkdjian (foto bawah)
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Sabtu, 02 Juni 2018

Para pejuang TNI memasuki Solo (2)

PENGANTAR
Di tahun 1949, terutama menjelang akhir tahun di mana Belanda mengakui kedaulatan Indonesia, di berbagai pelosok terjadi peristiwa yang sama: Militer Belanda menarik diri dari wilayah yang didudukinya, dan para pejuang kemerdekaan "turun gunung" mengambil alih daerah yang selama ini dikuasai Belanda. Beberapa foto dari berbagai daerah akan diperlihatkan di seri berikut ini.

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 12 November 1949
Tempat: Solo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Th. van de Burgt
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Jumat, 01 Juni 2018

Berbagai jenis jembatan bambu di zaman Belanda

1930: Model sederhana, jembatan gantung (dan goyang) tanpa pegangan yang kokoh
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Sekitar 1900, aliran Cisadane di Batutulis (Bogor): Jembatan melengkung dengan tumpuan di bentangan (dan sambungan) bambu di antara dua tepian sungai
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
1893 Cipait/Citarum, Karawang: Konstruksi yang lebih rumit dengan menggabungkan bentangan dan lengkungan, dilengkapi dengan atap bertingkat
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
1905 Cikampek: Penyelesaian jembatan bambu yang rumit bisa membanggakan. Pembukaan dan peresmiannya menjadi kesempatan buat warga Belanda mengadakan pesta, di atas jembatannya.
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Perayaan yang sama, difoto dari luar. Wedana wilayah Cikampek berdiri dipayungi sebelah kanan; isterinya berkebaya di tengah, di sebelah insinyur Belanda, B.M. Biljdenstein. Di latar belakang tampak kerumunan warga di tepi seberang sungai.
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1893, 1900, 1905, 1930
Tempat: Jawa Barat (a.l. Bogor, Cikampek, dan Karawang)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan: