Senin, 20 April 2026

Kamp tawanan Kampili setelah Jepang kalah: Perayaan hari ulang tahun Ratu Wilhelmina 31 Agustus 1945 (3)

Kamp Kampili tampaknya merupakan kamp tahanan terbesar yang didirikan Jepang di bagian timur Indonesia untuk menawan wanita dan anak-anak dari warga Belanda atau warga Sekutu lainnya. Hanya dua minggu setelah Jepang menyatakan menyerah dalam Perang Dunia II, warga kamp ini bisa menyelenggarakan acara yang mengembalikan keceriaan buat mereka, yaitu perayaan hari ulang tahun Ratu Wilhelmina yang ke-65. Sementara itu, kemungkinan tanpa banyak disadari oleh para penghuni kamp, Indonesia sudah menyatakan merdeka, dan suasana yang akan berujung pada pertikaian sengit hingga empat tahun berikutnya sudah mulai pecah.


Anak-anak berenang di sungai di sekitar kamp
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Barisan para anak-anak, wanita, dan biarawati penghuni kamp. Catatan foto menyebut nama Ny. Herdes en Ny. Joustra sebagai dua wanita yang berdiri di depan menghadap barisan.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anak-anak bermain masuk-keluar lorong
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Suasana di tengah kamp. Catatan foto menyebut nama Ny. Verhoeven dan Winny Ledoux (latar depan) serta Suster Willemien dan Ny. Herdes (berjalan membelakang).
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Ny. Gretchen van Veen memimpin paduan suara anak-anak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 31 Agustus 1945
Tempat: Kampili (Gowa, Sulawesi Selatan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar