Selasa, 25 Agustus 2020

Dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Gunung Talang dan Supayang

PENGANTAR

Pada tahun 1873 Belanda mendirikan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap (Masyarakat Ilmu Bumi Kerajaan Belanda), mengikuti langkah serupa yang sebelumnya dilakukan oleh Perancis, Inggris, Jerman, dan Rusia. Ekspedisi besar pertama organisasi ini berlangsung empat tahun kemudian, yaitu penjelajahan di Midden-Sumatra ("Sumatera Tengah"), yang berlangsung dari tahun 1877 hingga 1879. Ekspedisi ini dilaksanakan oleh sebuah tim yang terdiri dari Arend Ludolf van Hasselt, Daniël David Veth, Johannes François Snelleman, serta Johannes Schouw Santvoort, dengan ditemani pendamping lokal.

Peta ekspedisi, dengan tambahan info tentang lokasi fotonya akan ditampilkan di blog ini (ikon biru), dan lokasi lain sebagai patokan (ikon merah)
(klik untuk memperbesar)

Peta di atas ini, dalam garis-garis merah, menunjukkan rute penjelajahan yang dilakukan oleh tim ini, yang mencakup wilayah Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Selatan. Tim ini selain mengamati aspek geografi dan geologi dari tempat-tempat yang dijelajahi, juga mendokumentasikan aspek lain seperti flora dan fauna, hingga etnografi dan adat istiadat. Situs archive.org mengarsipkan publikasi-publikasi hasil penjelajahan ini, dalam bahasa Belanda.

Selain itu, ada juga album foto yang memuat 145 foto, yang sayangnya tidak ada di situs archive.org tsb. Untungnya, National Gallery of Australia, memiliki salah satu eksemplar dari album ini, meskipun beberapa halaman di antaranya hilang. Blog ini akan menampilkan foto-foto dari album ini, sejauh mungkin dalam format lembar aslinya, dengan warna yang sudah menguning.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Beruntung pula, Universiteit Leiden memiliki pula koleksi foto-foto ini, meskipun tampaknya dalam bentuk satuan, tidak dalam bentuk album. Bahkan, Universiteit Leiden tampaknya memiliki akses ke foto-foto lain dari ekspedisi ini yang tidak masuk ke dalam album. Blog ini pun akan menampilkannya, kali ini dalam format skala-abu. Lokasi-lokasi yang fotonya ditampilkan akan ditandai dengan ikon biru di peta di atas.


Foto dari album Daniel Veth:
Rumah katib (penghulu kepala) Supayang
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Foto dari arsip Universiteit Leiden:
Bukit Barisan dilihat dari Gunung Talang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Puncak Gunung Talang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Gunung Talang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Danau di kawasan Gunung Talang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Gunung Talang dilihat dari Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Para pemuka masyarakat Supayang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Rumah katib (penghulu kepala) Supayang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Minangkabau
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Universiteit Leiden
Catatan:

Senin, 24 Agustus 2020

Kartu pos kuno: Hasil bumi dan fauna Bali-Nusa Tenggara, Maluku-Papua, Sulawesi

Hasil bumi dan fauna Sulawesi: beras, gula, katun, kelapa, kopi, tembakau; babi rusa, ikan, kura-kura.
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Hasil bumi dan fauna Bali-Nusa Tenggara: beras, gula, kelapa, kopi, tembakau; burung, harimau, ikan.
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Hasil bumi dan fauna Maluku-Papua: batubara, beras, emas, kelapa, tembakau; burung, ikan, kanguru.
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: antara 1935 dan 1939
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar/foto:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Minggu, 23 Agustus 2020

Dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Lubuk Tarok, Pelangki, Tanjung Balit, Timbulun, pedalaman Minangkabau

PENGANTAR

Pada tahun 1873 Belanda mendirikan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap (Masyarakat Ilmu Bumi Kerajaan Belanda), mengikuti langkah serupa yang sebelumnya dilakukan oleh Perancis, Inggris, Jerman, dan Rusia. Ekspedisi besar pertama organisasi ini berlangsung empat tahun kemudian, yaitu penjelajahan di Midden-Sumatra ("Sumatera Tengah"), yang berlangsung dari tahun 1877 hingga 1879. Ekspedisi ini dilaksanakan oleh sebuah tim yang terdiri dari Arend Ludolf van Hasselt, Daniël David Veth, Johannes François Snelleman, serta Johannes Schouw Santvoort, dengan ditemani pendamping lokal.

Peta ekspedisi, dengan tambahan info tentang lokasi fotonya akan ditampilkan di blog ini (ikon biru), dan lokasi lain sebagai patokan (ikon merah)
(klik untuk memperbesar)

Peta di atas ini, dalam garis-garis merah, menunjukkan rute penjelajahan yang dilakukan oleh tim ini, yang mencakup wilayah Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Selatan. Tim ini selain mengamati aspek geografi dan geologi dari tempat-tempat yang dijelajahi, juga mendokumentasikan aspek lain seperti flora dan fauna, hingga etnografi dan adat istiadat. Situs archive.org mengarsipkan publikasi-publikasi hasil penjelajahan ini, dalam bahasa Belanda.

Selain itu, ada juga album foto yang memuat 145 foto, yang sayangnya tidak ada di situs archive.org tsb. Untungnya, National Gallery of Australia, memiliki salah satu eksemplar dari album ini, meskipun beberapa halaman di antaranya hilang. Blog ini akan menampilkan foto-foto dari album ini, sejauh mungkin dalam format lembar aslinya, dengan warna yang sudah menguning.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Beruntung pula, Universiteit Leiden memiliki pula koleksi foto-foto ini, meskipun tampaknya dalam bentuk satuan, tidak dalam bentuk album. Bahkan, Universiteit Leiden tampaknya memiliki akses ke foto-foto lain dari ekspedisi ini yang tidak masuk ke dalam album. Blog ini pun akan menampilkannya, kali ini dalam format skala-abu. Lokasi-lokasi yang fotonya ditampilkan akan ditandai dengan ikon biru di peta di atas.


Foto dari album Daniel Veth:

tidak ada


Foto dari arsip Universiteit Leiden:
Lubuk Tarok
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Pemandangan ke arah lembah sungai Pelangki
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Batang Pulan di Tanjung Balit
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Tanjung Balit
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Aliran air terjun Timbulun
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Aliran air terjun Timbulun
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Bunga bangkai dari pedalaman Minangkabau
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Pepohonan aren di pedalaman Minangkabau
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Versi sketsa:
Batang Pulan di Tanjung Balit
(klik untuk memperbesar)

Tanjung Balit
(klik untuk memperbesar)

Aliran air terjun Timbulun
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Minangkabau
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Universiteit Leiden
Catatan:

Sabtu, 22 Agustus 2020

Kartu pos kuno: Hasil bumi dan fauna Jawa-Madura, Kalimantan, Sumatera

Hasil bumi dan fauna Jawa-Madura: beras, emas, garam, gula, kapuk, kelapa, kopi, nanas, tembakau; buaya, ikan, kerbau, harimau.
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Hasil bumi dan fauna Kalimantan: batubara, emas, kelapa, minyak, padi; gajah, ikan, putri duyung.
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Hasil bumi dan fauna Sumatera: batubara, beras, emas, kayu, kelapa, kopi, minyak, teh, tembakau; badak, buaya, gajah, harimau, ikan, kupu-kupu, udang, ular.
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1935 dan 1939
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar/foto:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Jumat, 21 Agustus 2020

Dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Keluarga Kerajaan Sungai Pagu dan warga lokal pendamping penjelajahan

PENGANTAR

Pada tahun 1873 Belanda mendirikan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap (Masyarakat Ilmu Bumi Kerajaan Belanda), mengikuti langkah serupa yang sebelumnya dilakukan oleh Perancis, Inggris, Jerman, dan Rusia. Ekspedisi besar pertama organisasi ini berlangsung empat tahun kemudian, yaitu penjelajahan di Midden-Sumatra ("Sumatera Tengah"), yang berlangsung dari tahun 1877 hingga 1879. Ekspedisi ini dilaksanakan oleh sebuah tim yang terdiri dari Arend Ludolf van Hasselt, Daniël David Veth, Johannes François Snelleman, serta Johannes Schouw Santvoort, dengan ditemani pendamping lokal.

Peta ekspedisi, dengan tambahan info tentang lokasi fotonya akan ditampilkan di blog ini (ikon biru), dan lokasi lain sebagai patokan (ikon merah)
(klik untuk memperbesar)

Peta di atas ini, dalam garis-garis merah, menunjukkan rute penjelajahan yang dilakukan oleh tim ini, yang mencakup wilayah Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Selatan. Tim ini selain mengamati aspek geografi dan geologi dari tempat-tempat yang dijelajahi, juga mendokumentasikan aspek lain seperti flora dan fauna, hingga etnografi dan adat istiadat. Situs archive.org mengarsipkan publikasi-publikasi hasil penjelajahan ini, dalam bahasa Belanda.

Selain itu, ada juga album foto yang memuat 145 foto, yang sayangnya tidak ada di situs archive.org tsb. Untungnya, National Gallery of Australia, memiliki salah satu eksemplar dari album ini, meskipun beberapa halaman di antaranya hilang. Blog ini akan menampilkan foto-foto dari album ini, sejauh mungkin dalam format lembar aslinya, dengan warna yang sudah menguning.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Beruntung pula, Universiteit Leiden memiliki pula koleksi foto-foto ini, meskipun tampaknya dalam bentuk satuan, tidak dalam bentuk album. Bahkan, Universiteit Leiden tampaknya memiliki akses ke foto-foto lain dari ekspedisi ini yang tidak masuk ke dalam album. Blog ini pun akan menampilkannya, kali ini dalam format skala-abu. Lokasi-lokasi yang fotonya ditampilkan akan ditandai dengan ikon biru di peta di atas.


Foto dari album Daniel Veth:
Halaman ketiga yang berisi potret
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Haji Abdullah, adik dari Tuanku Disembah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Asisten ekspedisi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Tuanku Disembah, atau Raja Disembah, pemangku tahta Kerajaan Sungai Pagu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Istri dan anak dari Tuanku Disembah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Mandor ekspedisi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seorang wanita bermukena di Muara Labuh
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Foto dari arsip Universiteit Leiden:
Mandor ekspedisi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Seorang wanita bermukena di Muara Labuh
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Istri dan anak dari Tuanku Disembah
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Tuanku Disembah, atau Raja Disembah, pemangku tahta Kerajaan Sungai Pagu
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Haji Abdullah, adik dari Tuanku Disembah
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Asisten ekspedisi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: kemungkinan besar di Pasir Talang, sekitar Muara Labuh (Solok Selatan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Universiteit Leiden
Catatan:

Kamis, 20 Agustus 2020

Warga Aceh bersenjata di sekitar tahun 1920-an

Liatnya warga Aceh dalam berperang melawan Belanda telah membuat orang Aceh dikenal di Eropa sebagai bangsa yang jago tempur. Tidak mengherankan apabila gambar orang Aceh dengan senjata menjadi motif foto yang laku untuk menggambarkan masyarakat ini.

Foto pertama di bawah ini merupakan foto yang lumayan terkenal. Di sini orang bukan hanya melihat sekelompok lelaki dengan aneka ragam senjata, tetapi juga bahwa semangat perang ini ada di berbagai kelompok umur. Ketika di masyarakat lain anak-anak dan orang tua itu diungsikan pada saat perang, di foto ini justru orang melihat bagaimana bocah mengangkat senapan, bahkan orang tua yang sudah renta pun turut memanggul senjata.

(klik untuk memperbesar | © J.M.Chs. Nijland / AVS)

(klik untuk memperbesar | © Tio Tek Hong / AVS)

Waktu: antara 1915 dan 1924 (foto pertama), antara 1920 dan 1929 (foto kedua)
Tempat: Aceh
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar/foto: J.M.Chs. Nijland (Surabaya), Tio Tek Hong (Jakarta)
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Rabu, 19 Agustus 2020

Dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Wajah warga dan penghulu Alahan Panjang

PENGANTAR

Pada tahun 1873 Belanda mendirikan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap (Masyarakat Ilmu Bumi Kerajaan Belanda), mengikuti langkah serupa yang sebelumnya dilakukan oleh Perancis, Inggris, Jerman, dan Rusia. Ekspedisi besar pertama organisasi ini berlangsung empat tahun kemudian, yaitu penjelajahan di Midden-Sumatra ("Sumatera Tengah"), yang berlangsung dari tahun 1877 hingga 1879. Ekspedisi ini dilaksanakan oleh sebuah tim yang terdiri dari Arend Ludolf van Hasselt, Daniël David Veth, Johannes François Snelleman, serta Johannes Schouw Santvoort, dengan ditemani pendamping lokal.

Peta ekspedisi, dengan tambahan info tentang lokasi fotonya akan ditampilkan di blog ini (ikon biru), dan lokasi lain sebagai patokan (ikon merah)
(klik untuk memperbesar)

Peta di atas ini, dalam garis-garis merah, menunjukkan rute penjelajahan yang dilakukan oleh tim ini, yang mencakup wilayah Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Selatan. Tim ini selain mengamati aspek geografi dan geologi dari tempat-tempat yang dijelajahi, juga mendokumentasikan aspek lain seperti flora dan fauna, hingga etnografi dan adat istiadat. Situs archive.org mengarsipkan publikasi-publikasi hasil penjelajahan ini, dalam bahasa Belanda.

Selain itu, ada juga album foto yang memuat 145 foto, yang sayangnya tidak ada di situs archive.org tsb. Untungnya, National Gallery of Australia, memiliki salah satu eksemplar dari album ini, meskipun beberapa halaman di antaranya hilang. Blog ini akan menampilkan foto-foto dari album ini, sejauh mungkin dalam format lembar aslinya, dengan warna yang sudah menguning.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Beruntung pula, Universiteit Leiden memiliki pula koleksi foto-foto ini, meskipun tampaknya dalam bentuk satuan, tidak dalam bentuk album. Bahkan, Universiteit Leiden tampaknya memiliki akses ke foto-foto lain dari ekspedisi ini yang tidak masuk ke dalam album. Blog ini pun akan menampilkannya, kali ini dalam format skala-abu. Lokasi-lokasi yang fotonya ditampilkan akan ditandai dengan ikon biru di peta di atas.


Foto dari album Daniel Veth:
Halaman kedua yang berisi potret
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Penghulu Kepala Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pria dari Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pria tua dari Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Istri dari mantri (kopi?) Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Wanita tua dari Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Wanita muda dari Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Foto dari arsip Universiteit Leiden:
Pria dari Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Istri dari mantri (kopi?) Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Penghulu Kepala Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Pria tua dari Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Wanita muda dari Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Wanita tua dari Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Alahan Panjang (Solok)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Universiteit Leiden
Catatan: