Minggu, 17 Februari 2019

Wajah manusia Indonesia sehari-hari di masa perang kemerdekaan, jepretan Hugo Wilmar, 1947

Pembuat genteng di Bali
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Oktober 1947: Penari Bali bertopeng
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Oktober 1947: Lelaki Bali dengan ayam sabungnya
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Desember 1947: Wanita Solo malu-malu
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Waktu: 1947
Tempat: Bali, Solo
Tokoh:
Peristiwa: Hugo Wilmar adalah seorang fotografer lapangan Belanda yang mengiringi militer Belanda ketika menginjakkan kaki kembali di Indonesia dan harus menghadapi perlawanan bersenjata dari rakyat Indonesia. Blog ini sudah menampilkan beberapa foto jepretan Hugo Wilmar terkait perseteruan antara Belanda dan Indonesia.
Selain konflik militer, Hugo Wilmar juga memotret hal-hal lain di luar tentara, senjata, dan perang, seperti yang ditampilkan di atas.
Fotografer: Hugo Wilmar
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:

Sabtu, 16 Februari 2019

Bandung 1920: Jalan Riau dan Oranje Boulevard

PENGANTAR

Pada bulan Agustus 1920, Bertus Coops mengakhiri masa baktinya sebagai walikota Bandung. Dia dicatat sejarah sebagai pejabat yang banyak melakukan pembangunan. Tidak mengherankan apabila jajaran pemerintah daerah Bandung saat itu memberikan kenang-kenangan berupa album foto yang menunjukkan bangunan dan infrastruktur di Bandung yang banyak di antaranya terwujud di masa pemerintahan Bertus Coops.


Seri foto berikut ini akan menampilkan isi dari album ini.


Jalan Riau "lama"
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Jalan Riau "baru"
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Jalan Riau "baru"
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Oranje Boulevard (sekarang Jalan Dipati Ukur)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1920
Tempat: Bandung
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Jumat, 15 Februari 2019

Van Mook dan Jenderal Spoor, 1948

(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)

Waktu: Maret 1948
Tempat: kemungkinan besar di Jakarta
Tokoh: Hubertus Johannes van Mook (Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda), Jenderal Simon Hendrik Spoor (Kepala Staf Tentara Belanda di Indonesia)
Peristiwa:
Fotografer: Hugo Wilmar
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan: Tidak banyak dokumen yang menunjukkan tokoh puncak sipil dan militer Belanda di Indonesia semasa perang kemerdekaan ini berbarengan dalam satu foto.

Kamis, 14 Februari 2019

Bandung 1920: Alun-alun dan taman kota

PENGANTAR

Pada bulan Agustus 1920, Bertus Coops mengakhiri masa baktinya sebagai walikota Bandung. Dia dicatat sejarah sebagai pejabat yang banyak melakukan pembangunan. Tidak mengherankan apabila jajaran pemerintah daerah Bandung saat itu memberikan kenang-kenangan berupa album foto yang menunjukkan bangunan dan infrastruktur di Bandung yang banyak di antaranya terwujud di masa pemerintahan Bertus Coops.


Seri foto berikut ini akan menampilkan isi dari album ini.


Alun-alun Bandung
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Pieterspark bagian utara (sekarang Taman Dewi Sartika)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Pieterspark bagian selatan (sekarang Taman Dewi Sartika)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Insulinde Park (sekarang Taman Lalu-Lintas)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1920
Tempat: Bandung
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Rabu, 13 Februari 2019

Penjualan "Aplus", oli mesin buatan Hindia-Belanda, 1933

(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)

Waktu: 1933
Tempat: Jawa (?)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: 
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan: Minjak motor yang ringankan benzine ini saat itu dipasarkan hingga ke New York.

Selasa, 12 Februari 2019

Bandung 1920: Jalan Braga Lama dan Baru

PENGANTAR

Pada bulan Agustus 1920, Bertus Coops mengakhiri masa baktinya sebagai walikota Bandung. Dia dicatat sejarah sebagai pejabat yang banyak melakukan pembangunan. Tidak mengherankan apabila jajaran pemerintah daerah Bandung saat itu memberikan kenang-kenangan berupa album foto yang menunjukkan bangunan dan infrastruktur di Bandung yang banyak di antaranya terwujud di masa pemerintahan Bertus Coops.


Seri foto berikut ini akan menampilkan isi dari album ini.


(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Waktu: 1920
Tempat: Jalan Braga Lama (3 foto atas) dan Jalan Braga Baru (3 foto bawah), Bandung
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Senin, 11 Februari 2019

Warga Belanda bersenjata api menjaga perkebunan teh Assam-Gedeh di Cianjur, 1946

(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)

Waktu: 1946
Tempat: Cianjur
Tokoh:
Peristiwa: Di masa penjajahan Jepang banyak perkebunan yang sebelumnya dikelola warga Belanda menjadi terbengkalai, karena warga Belanda yang menjadi pucuk pimpinannya ditangkapi, diinternir, atau malah dieksekusi. Ketika Indonesia menyatakan merdeka di tahun 1945, dan kemudian pihak Belanda datang lagi ke Indonesia dan mencoba menguasai kembali perkebunan-perkebunan ini, muncul potensi konflik dengan rakyat yang melihat bahwa perkebunan ini sekarang sudah menjadi milik bangsa Indonesia. Pihak Belanda, warga sipil pengelola perkebunan, mempersenjatai diri, atau mengupah milisi bersenjata, untuk menggarisbawahi klaim mereka atas aset ini.
Foto di atas memperlihatkan administrateur perkebunan teh Assam-Gedeh, M.Th. Laupman (paling kanan), bersama dua orang Belanda lain di perkebunan dengan senjata api mereka.
Fotografer: Hugo Wilmar
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan: