Minggu, 15 Oktober 2017

Pesawat latih dua-awak peninggalan Jepang di Teluk Betung, 1949

Pesawat latih Manshu Ki79b peninggalan Jepang di Teluk Betung.
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Serdadu KNIL menjaga sisa pesawat latih yang sudah ditulisi "Dilarang memegang pesawat".
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 4 Januari 1949
Tempat: Teluk Betung (Lampung)
Tokoh:
Peristiwa: Ketika Belanda merebut lapangan terbang Teluk Betung, mereka menemukan pesawat latih dua-awak peninggalan Jepang. Belum jelas apakah TNI-AU sempat menggunakan pesawat ini sebelum disita Belanda.
Fotografer: van Gorkum
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Sabtu, 14 Oktober 2017

Kunjungan Soekarno, Hatta, dan Ki Bagus Hadikusumo ke Jepang, 1943 (2)

D.ki.k.ka: Soekarno, Ki Bagus Hadikusumo, opsir Jepang, Muhammad Hatta
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Soekarno
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Muhammad Hatta (berpeci)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Waktu: November 1943
Tempat: Jepang (Tokyo?)
Tokoh: Soekarno, Hatta, Ki Bagus Hadikusumo (para perintis kemerdekaan)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Jumat, 13 Oktober 2017

Tan Tik An dan Tan Tjian Loe, Tionghoa Taiwan yang bergabung dengan para pejuang kemerdekaan, 1948

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 19 Januari 1948
Tempat: tahanan militer Glodok (Jakarta)
Tokoh: Tan Tik An dan Tan Tjian Loe; mereka dua Tionghoa asal Taiwan yang menjadi serdadu Jepang dan bertugas hingga ke Hindia-Belanda. Ketika  Jepang kalah perang, Tik An dan Tjian Loe menolak menyerahkan diri, mereka malah bergabung dengan para pejuang kemerdekaan dalam memerangi Belanda. Mereka kemudian tertangkap Belanda, dan selanjutnya dipenjarakan di Glodok.
Peristiwa:
Fotografer: R.G. Jonkman
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:  Sayang catatan foto tidak menyebutkan mana Tik An dan mana Tjian Loe.

Kamis, 12 Oktober 2017

Kunjungan Soekarno, Hatta, dan Ki Bagus Hadikusumo ke Jepang, 1943 (1)

Soekarno (memegang topi), Muhammad Hatta (berpeci), Ki Bagus Hadikusumo (berpeci dan berkacamata gelap)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)

Waktu: November 1943
Tempat: Jepang (Tokyo?)
Tokoh: Soekarno, Muhammad Hatta, Ki Bagus Hadikusumo (para perintis kemerdekaan)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Rabu, 11 Oktober 2017

Nasib pasukan Jepang setelah kalah perang (7): jadi pekerja bandara

Kemayoran 19 November 1945: Tentara Jepang berbaris, kemungkinan untuk dipekerjakan di landasan peaswat
(klik untuk memperbesar | © Willem van de Poll / gahetna)
Kemayoran 1946: Tentara Jepang (dari luar Jakarta?) turun dari pesawat militer Belanda
(klik untuk memperbesar | © Willem van de Poll / gahetna)
Kemayoran, 2 Januari 1946: Pasukan Jepang menggali landasan
(klik untuk memperbesar | © PIX (New York) / gahetna)
Kemayoran 1947: Tentara Jepang membongkar barang-barang artis Cilli Wang yang akan mengadakan tur pertunjukan di wilayah Indonesia
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1945, 1946, 1947
Tempat: Kemayoran (Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Senin, 09 Oktober 2017

Nasib pasukan Jepang setelah kalah perang (6): jadi kuli bandara

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 7 Desember 1946
Tempat: Kemayoran (Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: