Sabtu, 12 November 2016

Ilustrasi dari buku The Malay Archipelago karya Alfred Wallace (9): rute penjelajahan

PENGANTAR

Bagi dunia ilmu pengetahuan nama Alfred Russel Wallace disejajarkan dengan Charles Robert Darwin, yang bukan hanya hidup senegeri dan sezaman, tapi juga menggeluti bidang ilmu yang sama. Namun tidak dapat disangkal bahwa Darwin jauh lebih dikenal dan diperdebatkan. Padahal karya utama Wallace, yaitu The Malay Archipelago berisi terobosan-terobosan ilmiah yang kemudian menelurkan istilah garis Wallace dan efek Wallace. Buku yang pertama kali terbit tahun 1869 ini (dan masih diterbitkan hingga sekarang!) merupakan hasil perjalanan dan penelitian Wallace tujuh tahun di wilayah Nusantara dari tahun 1856 hingga 1862.

Berikut rute penjelajahan Wallace seperti tertuang di buku ini.

(klik untuk memperbesar)
Waktu: 1856-1862
Tempat: 
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: The Malay Archipelago
Catatan:

Jumat, 11 November 2016

Kegiatan tentara Belanda ketika tidak sedang menggempur pejuang Indonesia (14): ngebir, merokok, main biola

Serdadu KNIL main biola, Cilacap 9 Desember 1947
(klik untuk memperbesar | © J.C. Taillie / gahetna)

Minum bir menjelang perayaan Natal, Cilacap 5 Desember 1947
(klik untuk memperbesar | © J.C. Taillie / gahetna)
Seorang kopral merokok, Jawa Tengah 22 Desember 1947
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 1947
Tempat: Cilacap, Jawa Tengah
Tokoh:
Fotografer: J.C. Taillie (2 foto pertama)
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Kamis, 10 November 2016

Ilustrasi dari buku The Malay Archipelago karya Alfred Wallace (8): Kalimantan

PENGANTAR

Bagi dunia ilmu pengetahuan nama Alfred Russel Wallace disejajarkan dengan Charles Robert Darwin, yang bukan hanya hidup senegeri dan sezaman, tapi juga menggeluti bidang ilmu yang sama. Namun tidak dapat disangkal bahwa Darwin jauh lebih dikenal dan diperdebatkan. Padahal karya utama Wallace, yaitu The Malay Archipelago berisi terobosan-terobosan ilmiah yang kemudian menelurkan istilah garis Wallace dan efek Wallace. Buku yang pertama kali terbit tahun 1869 ini (dan masih diterbitkan hingga sekarang!) merupakan hasil perjalanan dan penelitian Wallace tujuh tahun di wilayah Nusantara dari tahun 1856 hingga 1862.

Berikut beberapa cuplikan ilustrasi dari buku ini.



Waktu: 1856-1862Tempat: Kalimantan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: The Malay Archipelago
Catatan:

Rabu, 09 November 2016

Hubertus Johannes van Mook di tahun 1942

(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 1942
Tempat: Jakarta
Tokoh: Hubertus Johannes van Mook (pemangku jabatan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1942-1948)
Fotografer: Jan B. van der Kolk
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Selasa, 08 November 2016

Ilustrasi dari buku The Malay Archipelago karya Alfred Wallace (7): Jawa

PENGANTAR

Bagi dunia ilmu pengetahuan nama Alfred Russel Wallace disejajarkan dengan Charles Robert Darwin, yang bukan hanya hidup senegeri dan sezaman, tapi juga menggeluti bidang ilmu yang sama. Namun tidak dapat disangkal bahwa Darwin jauh lebih dikenal dan diperdebatkan. Padahal karya utama Wallace, yaitu The Malay Archipelago berisi terobosan-terobosan ilmiah yang kemudian menelurkan istilah garis Wallace dan efek Wallace. Buku yang pertama kali terbit tahun 1869 ini (dan masih diterbitkan hingga sekarang!) merupakan hasil perjalanan dan penelitian Wallace tujuh tahun di wilayah Nusantara dari tahun 1856 hingga 1862.

Berikut beberapa cuplikan ilustrasi dari buku ini.


Waktu: 1856-1862Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: The Malay Archipelago
Catatan:

Senin, 07 November 2016

Minggu, 06 November 2016

Ilustrasi dari buku The Malay Archipelago karya Alfred Wallace (6): serangga

PENGANTAR

Bagi dunia ilmu pengetahuan nama Alfred Russel Wallace disejajarkan dengan Charles Robert Darwin, yang bukan hanya hidup senegeri dan sezaman, tapi juga menggeluti bidang ilmu yang sama. Namun tidak dapat disangkal bahwa Darwin jauh lebih dikenal dan diperdebatkan. Padahal karya utama Wallace, yaitu The Malay Archipelago berisi terobosan-terobosan ilmiah yang kemudian menelurkan istilah garis Wallace dan efek Wallace. Buku yang pertama kali terbit tahun 1869 ini (dan masih diterbitkan hingga sekarang!) merupakan hasil perjalanan dan penelitian Wallace tujuh tahun di wilayah Nusantara dari tahun 1856 hingga 1862.

Berikut beberapa cuplikan ilustrasi dari buku ini.

Waktu: 1856-1862Tempat: 
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: The Malay Archipelago
Catatan: