Minggu, 07 September 2025

Peta kuno tentang Jakarta dari sekitar tahun 1700 keluaran Venezia

(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: sekitar 1700
Tempat terbit: Venezia
Tokoh:
Deskripsi: Pembuat peta ini, Vincenzo Coronelli, adalah seorang biarawan dari Ordo Fransiskan yang memang seorang pakar dalam hal kartografi. Blog ini sebelumnya sudah menampilkan peta Sumatera karya Coronelli yang terbit di tahun 1687, serta peta Nusantara karya Coronelli pula yang terbit di tahun 1690. Peta kali ini menampilkan wilayah yang lebih sempit, yaitu kota Jakarta di penghujung abad ke-18. Sayangnya di peta ini tidak ada keterangan yang langsung ditampilkan dalam bentuk legenda. Tetapi kita bisa tahu bahwa di sini utara menghadap ke kiri, dengan pelabuhan Sunda Kelapa di kiri tengah. Bangunan dengan empat sudut seperti anak panah adalah Kastil Batavia. Sementara itu, di tengah peta mengalir Kali Besar, dengan bagian kota Jakarta berada di kedua tepinya, yang terdiri dari wilayah pemukiman umumnya warga Eropa, balai kota, rumah sakit, pasar, serta rumah ibadah.
Juru kartografi: Vincenzo Maria Coronelli
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Sabtu, 06 September 2025

Penguburan kembali jasad Letkol A.L. Gortmans yang dieksekusi Jepang di Makassar, 1946

Letnan Kolonel A.L. Gortmans adalah salah satu perwira KNIL yang terlibat dalam Pertempuran Kendari di 1942. Saat itu Belanda berusaha mempertahankan pangkalan udara Kendari II, yang saat itu merupakan yang termaju di kawasan Asia Tenggara, dari serbuan Jepang, dan kemudian harus mengakui keunggulan para prajurit dari negeri Matahari Terbit ini. Letkol Gortmans bersama beberapa kesatuan lain mundur ke pedalaman dan melakukan perang gerilya melawan Jepang. Ketika sebagian anggota KNIL memutuskan untuk menyerah, Gortmans termasuk yang bersikukuh untuk terus melawan Jepang. Hingga akhirnya, setelah didesak beberapa sejawat militernya, dia turut menyerahkan diri dan kemudian ditahan di kamp militer di Makassar. Setelah sekitar dua tahun ditahan, pada tanggal 6 April 1944 pihak Jepang mengeksekusi Gortmans.

Ketika Belanda kembali ke Makassar setelah Jepang kalah perang, jasad Gortmans digali kembali. Pihak Belanda mengadakan upacara militer untuk menghormati A.L. Gortmans, yang tampaknya dihadiri perwakilan dari keluarganya. Sisa-sisa belulangnya kemudian dikirim ke Jakarta untuk dimakamkan di kompleks Menteng Pulo. Foto-foto di bawah memperlihatkan acara penghormatan ini.


(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan 1946
Tempat: Makassar
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 05 September 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Abraham Salm tentang berbagai tempat di Jawa (6)

Ini merupakan pelengkap dan tayang ulang (reload) dalam ukurang yang lebih besar dari beberapa lukisan karya Abraham Salm yang pernah dimuat sebelumnya. Lihat tautan di bagian "Catatan" di bawah.


Jawa Timur: Perkampungan warga Tengger dengan latar belakang pegunungan di kawasan Bromo-Tengger-Semeru
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Bogor: Jalanan yang menghubungkan Bogor dengan Cisarua, di sekitar wilayah Megamendung. Kelak perlintasan ini manjadi jalan beraspal yang dikenal dengan nama "jalur Puncak".
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sumedang: Jalanan yang memotong batu-batu cadas dengan jurung dan lembah yang dalam serta curam. Jalur ini kemudian dikenal dengan nama "Cadas Pangeran".
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Pasuruan: Sebuah jembatan kayu yang menjadi tumpuan warga untuk menyeberangi Kali Brantas yang tampak mengalir deras
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: sekitar 1872
Tempat terbit:
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Abraham Salm
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Tautan dari posting sebelumnya tentang Banten, Bogor, Gunung Semeru, Malang/Tegal, dan Sumedang.

Kamis, 04 September 2025

Pemeriksaan Sekutu dan Belanda atas kejahatan perang militer Jepang di Medan, 1945/1946 (2)

Setelah Inggris meninggalkan Medan, Belanda yang kemudian datang kembali mengambil alih aktivitas pemeriksaan kejahatan perang di Medan …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… dan mengisi tim yang menjadi Mahkamah Militer Sementara yang mengadili kasus kejahatan perang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang anggota tim penyelidik kejahaatan perang asal Belanda sedang menyusun laporan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1946
Tempat: Medan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 03 September 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Abraham Salm tentang berbagai tempat di Jawa (5)

Ini merupakan pelengkap dan tayang ulang (reload) dalam ukurang yang lebih besar dari beberapa lukisan karya Abraham Salm yang pernah dimuat sebelumnya. Lihat tautan di bagian "Catatan" di bawah.


Jawa Timur: Pertunjukan tarian di lapangan terbuka di sebuah desa dengan latar belakang Gunung Arjuno
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sumedang: Sebuah pemandangan tentang sebuah kampung di waktu malam. Tampak empat orang mengelilingi sebuah ungun untuk menghangatkan badan.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Jawa Timur: Seekor macan tutul minum di sebuah telaga di dekat sebuah sungai yang mengalir deras
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Malang: Aktivitas warga di Wendit yang berkisar di kegiatan air seperti mandi, cuci, atau sekedar bersantai dan bercengkerama. Lokasi ini sekarang menjadi tempat wisata air.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: sekitar 1872
Tempat terbit:
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Abraham Salm
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Tautan dari posting sebelumnya tentang Banten, Bogor, Gunung Semeru, Malang/Tegal, dan Sumedang.

Selasa, 02 September 2025

Pemeriksaan Sekutu dan Belanda atas kejahatan perang militer Jepang di Medan, 1945/1946 (1)

Para pegawai War Crime Investigation Team yang dibentuk pihak militer Inggris di Medan …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… berpose di sebuah gedung yang menjadi kantor mereka
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pihak Sekutu memeriksa para tentara Jepang yang kemungkinan akan didakwa kejahatan perang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kemungkinan kawasan penjara yang menjadi tempat tahanan para tentara Jepang, dijaga oleh kesatuan Inggris asal India
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Medan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 01 September 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Abraham Salm tentang berbagai tempat di Jawa (4)

Ini merupakan pelengkap dan tayang ulang (reload) dalam ukurang yang lebih besar dari beberapa lukisan karya Abraham Salm yang pernah dimuat sebelumnya. Lihat tautan di bagian "Catatan" di bawah.


Malang: Sebuah rombongan pembesar, dengan kendaraan utama sebuah kereta yang ditarik empat kuda, dengan kawalan berkuda di depan, samping, dan belakang, tampak melintasi sebuah jembatan dengan latar belakang sebuah gunung berapi
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Bogor: Arak-arakan dari rombongan pengantin di sebuah desa di kaki Gunung Salak. Pengantin pria menaiki kuda, semantara pengantin wanita kemungkinan diangkut di dalam tandu yang didahului oleh sepasang penari, sinden (?), dan pemain gamelan.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Banten: Sebuah perkampungan dengan rumah-rumah tradisional, dengan later belakang pesawahan dan pegunungan berawan
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Bogor: Dua gembala bersama kambing-kambingnya, dan sepasang petani, tampak di area pesawahan, dengan latar belakang perkampungan dan Gunung Salak
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: sekitar 1872
Tempat terbit:
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Abraham Salm
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Tautan dari posting sebelumnya tentang Banten, Bogor, Gunung Semeru, Malang/Tegal, dan Sumedang.