Sabtu, 07 Januari 2023

Tenggelamnya kapal "Manvantara" dan "Poelau Tello" akibat serangan udara Jepang, 1942

Kapal kargo "Poelau Tello" menjelang tenggelam …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… di sekitar Teluk Bayur, Padang …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… akibat serangn udara Jepang tanggal 27 Januari 1942
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kapal tanker "Manvantara" …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… tenggelam di Laut Jawa …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… setelah serangan udara Jepang pada tanggal 13 Februari 1942
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1942
Tempat: perairan Laut Jawa dan Teluk Bayur
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 06 Januari 2023

Bali dalam jepretan Cornelius Louis André Roosevelt, 1928 (1)

Ni Polok saat berusia sekitar 11 tahun
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Penari Legong
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Rangda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Penari Bali
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pura desa di Kubutambahan, Buleleng
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Ibu (?) dan anak di pintu pura desa
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1928 atau sebelumnya
Tempat: Bali (a.l. Kubutambahan, Buleleng)
Tokoh: Ni Pollok (penari Bali yang menikah dengan pelukis Belgia Le Mayeur)
Peristiwa:
Fotografer: Cornelius Louis André Roosevelt
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 05 Januari 2023

Surabaya setelah dibombardir Jepang, 1942 (2)

Kebakaran di instalasi minyak di sekitar Tanjung Perak setelah serangan Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kepulan api setelah pesawat-pesawat Jepang menyerang kawasan pelabuhan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kerusakan di jaringan tram akibat gempuran udara Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kawasan perumahan yang porak poranda setelah serangan pesawat tempur Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: awal 1942 (kemungkinan Februari)
Tempat: Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

UPDATE 4 Oktober 2024: Tambahan foto yang memperlihatkan seorang bapak tampak sedih setelah kediamannya porak poranda terdampak pemboman udara yang dilakukan pasukan Jepang.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Rabu, 04 Januari 2023

Dari album foto seorang anggota Keraton Kanoman Cirebon (8)

PENGANTAR

Di antara album foto yang dibeli National Gallery of Australia dari koleksi Leo Haks, ada sebuah buku foto yang oleh NGA diberikan keterangan singkat "Samsoedin Indonesian family album 1930 - 1933". Sepintas isi album ini memang foto-foto keluarga Indonesia, yang berisi gambar dari anak kecil hingga dewasa, ketika di rumah atau sedang bepergian. Si keluarga tampaknya lumayan berada. Mereka memiliki mobil dengan plat nomor D, memiliki anjing ras, dan Samsoedin ini memiliki kamera yang tampaknya dia gunakan untuk mengambil banyak foto yang ada di album ini. Kemudian keluarga ini banyak berpergian, keliling Jawa, ke Bali, ke Palembang, bahkan sampai ke Singapura.

Si penyusun foto memberikan beberapa catatan, sehingga kita masih bisa mengetahui tentang apa foto-foto ini. Di salah satu foto ada keterangan De Koninklijke familie Kanoman, atau "Keluarga Kerajaan Kanoman". Ini menimbulkan dugaan bahwa keluarga yang ditampilkan di album ini adalah keluarga Keraton Kanoman, Cirebon. Dugaan ini diperkuat dengan catatan Samsoedin di foto dia bersama kerabat lelakinya yang diberi catatan 't Kanoman-trio and little brothers. Akhirnya catatan dia di awal album yang menyebutkan namanya, dan nama tempat "Soerabaja", "Bandoeng", "Java", dan "Kanoman" makin mengukuhkan dugaan ini.

Album ini menjadi menarik karena menampilkan golongan berada Indonesia di tahun 1930-an: pakaiannya, pendidikannya, bahasa yang digunakan, kegiatannya, serta pertemanannya. Album ini juga ikut memperlihatkan tempat mana saja yang menjadi tujuan perjalanan atau wisata saat itu. Dari album ini kita juga melihat bahwa Samsoedin ini sangat senang memfoto anak kecil terutama keponakannya, dan dalam beberapa foto juga kaum perempuan termasuk ibu dan saudara-saudara wanitanya. Ada juga foto yang memperlihatkan kunjungan Dr. Khalid Sheldrake ke Bandung. Khalid, yang nama aslinya Bertram William, adalah filantrop Inggris yang masuk Islam dan sempat dinobatkan menjadi Raja Islamestan di wilayah Xinjiang, RRT, sekarang.


Wisata keluarga keraton, kemungkinan ke Jubileumspark Bandung
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Foto ibu dan saudara, serta wisata ke Cipanas (Cianjur) dan Bojonegoro, juga tur sepeda di Padalarang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Foto ayah, ibu, saudara, dan wisata keluarga ke Jakarta, Sukabumi, Yogyakarta, juga Bendung Walahar di Karawang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman yang dipenuhi kaum perempuan, di samping dua laki-laki yang tidak disebutkan namanya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Foto-foto keluarga, a.l. keluarga Mochtar, serta foto seorang bangsawan dengan dua pembesar Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman terakhir yang menyisakan dua foto: sebuah stasiun kereta api, dan piala sepakbola, olahraga kegemaran Samsoedin
(klik untuk memperbesar | © NGA)
 
Waktu: di sekitar tahun 1930
Tempat: Bandung, Bojonegoro, Cianjur, Cipanas, Karawang, Padalarang, Sukabumi
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: a.l. Samsudin
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 03 Januari 2023

Surabaya setelah dibombardir Jepang, 1942 (1)

Sebuah kapal terbakar setelah diserang kesatuan udara Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Asap mengepul setelah pesawat-pesawat tempur Jepang menyerang pangkalan udara Morokembangan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kerusakan di jaringan rel kereta Surabaya akibat serangan Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Api berkobar dan asap mengepul di kawasan sekitar pangkalan KNIL Laut setelah serangan Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kapal-kapal yang menjadi korban serangan udara Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: awal 1942
Tempat: Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 02 Januari 2023

Dari album foto seorang anggota Keraton Kanoman Cirebon (7)

PENGANTAR

Di antara album foto yang dibeli National Gallery of Australia dari koleksi Leo Haks, ada sebuah buku foto yang oleh NGA diberikan keterangan singkat "Samsoedin Indonesian family album 1930 - 1933". Sepintas isi album ini memang foto-foto keluarga Indonesia, yang berisi gambar dari anak kecil hingga dewasa, ketika di rumah atau sedang bepergian. Si keluarga tampaknya lumayan berada. Mereka memiliki mobil dengan plat nomor D, memiliki anjing ras, dan Samsoedin ini memiliki kamera yang tampaknya dia gunakan untuk mengambil banyak foto yang ada di album ini. Kemudian keluarga ini banyak berpergian, keliling Jawa, ke Bali, ke Palembang, bahkan sampai ke Singapura.

Si penyusun foto memberikan beberapa catatan, sehingga kita masih bisa mengetahui tentang apa foto-foto ini. Di salah satu foto ada keterangan De Koninklijke familie Kanoman, atau "Keluarga Kerajaan Kanoman". Ini menimbulkan dugaan bahwa keluarga yang ditampilkan di album ini adalah keluarga Keraton Kanoman, Cirebon. Dugaan ini diperkuat dengan catatan Samsoedin di foto dia bersama kerabat lelakinya yang diberi catatan 't Kanoman-trio and little brothers. Akhirnya catatan dia di awal album yang menyebutkan namanya, dan nama tempat "Soerabaja", "Bandoeng", "Java", dan "Kanoman" makin mengukuhkan dugaan ini.

Album ini menjadi menarik karena menampilkan golongan berada Indonesia di tahun 1930-an: pakaiannya, pendidikannya, bahasa yang digunakan, kegiatannya, serta pertemanannya. Album ini juga ikut memperlihatkan tempat mana saja yang menjadi tujuan perjalanan atau wisata saat itu. Dari album ini kita juga melihat bahwa Samsoedin ini sangat senang memfoto anak kecil terutama keponakannya, dan dalam beberapa foto juga kaum perempuan termasuk ibu dan saudara-saudara wanitanya. Ada juga foto yang memperlihatkan kunjungan Dr. Khalid Sheldrake ke Bandung. Khalid, yang nama aslinya Bertram William, adalah filantrop Inggris yang masuk Islam dan sempat dinobatkan menjadi Raja Islamestan di wilayah Xinjiang, RRT, sekarang.


Halaman yang banyak menunjukkan foto saudara perempuan dan keponakan Samsoedin, serta suasana Ramadhan di tahun 1932
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Samsoedin sebegai pemain bola, dia menyebut posisinya center voor (depan tengah)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman yang banyak menunjukkan tim sepakbola serta kunjungan wisata ke tempat yang tidak disebutkan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Wisata ke Borobudur, teman-teman sekolah, dan tambahan foto keluarga dari saudara dan keponakan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman yang dipenuhi para keponakan; Samsoedin malah muncul memangku dua di antaranya, sementara di foto lain dia menyebutkan nama-namanya: Atikah, Elly, Farida, dan tentu saja Ontje
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman yang sekali lagi menampilkan ayah dan ibu Samosoedin, para saudaranya, teman-teman sekolahnya, dan kunjungan a.l. ke Sangkanhurip (Kuningan), serta Sumedang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
 
Waktu: di sekitar tahun 1930
Tempat: a.l. Kuningan, Sumedang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: a.l. Samsudin
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 01 Januari 2023

Kerusakan fasilitas sipil akibat serangan udara Jepang di Jawa, 1942

Perbaikan darurat atas jalan yang terkena bom Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang korban serangan Jepang diangkut dengan tandu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Surabaya: Kerusakan di kawasan perumahan Belanda (?) akibat bom Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Rusaknya sebuah bangunan yang menjadi jilid "The Last Hours of Java"
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Atap bangunan pinggir jalan yang rusak terdampak bom Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bagian dalam sebuah toko yang luluh lantak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Usaha penyelamatan setelah serangan udara Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: awal 1942
Tempat: Jawa (a.l. Surabaya)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: