Sabtu, 31 Januari 2026

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jeruk sitrun

(klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection)

Tahun terbit: 1885
Tempat terbit: Brussels
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Berthe Hoola van Nooten
Sumber / Hak cipta: Wellcome Collection
Catatan: Berthe Hoola van Nooten adalah pakar botani perempuan asal Belanda yang dimakamkan di Tanah Abang.

Kamis, 29 Januari 2026

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah rambutan

(klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection)

Tahun terbit: 1885
Tempat terbit: Brussels
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Berthe Hoola van Nooten
Sumber / Hak cipta: Wellcome Collection
Catatan: Berthe Hoola van Nooten adalah pakar botani perempuan asal Belanda yang dimakamkan di Tanah Abang.

Rabu, 28 Januari 2026

Pasukan NICA memeriksa sebuah bom udara Jepang yang tidak meledak


(klik untuk memperbesar | Beeldbank WO2 / NIOD)
Waktu: semasa perang kemerdekaan
Tempat: ?
Tokoh:
Peristiwa: Satu kesatuan NICA memeriksa sebuah bom udara Jepang yang tergeletak di jalan dan tidak meledak. Tidak jelas apakah bom ini memang sebelumnya jatuh dan gagal berfungsi, atau dipasang sebagai ranjau oleh para pejuang kemerdekaan dan tidak sempat diledakkan.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 27 Januari 2026

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah mangga

(klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection)

Tahun terbit: 1885
Tempat terbit: Brussels
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Berthe Hoola van Nooten
Sumber / Hak cipta: Wellcome Collection
Catatan: Berthe Hoola van Nooten adalah pakar botani perempuan asal Belanda yang dimakamkan di Tanah Abang.

Senin, 26 Januari 2026

Bom udara Jepang yang digunakan para pejuang untuk meranjau sebuah jembatan tetapi gagal meledak, 1947

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan besar 1947 semasa Aksi Polisionil 1
Tempat: Jawa (?)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 25 Januari 2026

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah pisang

(klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection)

Tahun terbit: 1885
Tempat terbit: Brussels
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Berthe Hoola van Nooten
Sumber / Hak cipta: Wellcome Collection
Catatan: Berthe Hoola van Nooten adalah pakar botani perempuan asal Belanda yang dimakamkan di Tanah Abang.

Sabtu, 24 Januari 2026

Jumat, 23 Januari 2026

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah cempedak

(klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection)

Tahun terbit: 1885
Tempat terbit: Brussels
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Berthe Hoola van Nooten
Sumber / Hak cipta: Wellcome Collection
Catatan: Berthe Hoola van Nooten adalah pakar botani perempuan asal Belanda yang dimakamkan di Tanah Abang.

Kamis, 22 Januari 2026

Conrad Helfrich, mantan Panglima KNIL Laut yang sangat anti Republik Indonesia, di masa tuanya di Belanda

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1962 atau sebelumnya
Tempat: Belanda
Tokoh: Laksamana  Purnawirawan Conrad Emil Lambert Helfrich; mantan Panglima KNIL Laut kelahiran Semarang yang terkenal karena prestasinya menenggelamkan banyak kapal peerang Jepang di tahun 1942. Setelah proklamasi kemerdekaan dia menjadi penentang sengit Republik Indonesia, dan setelah pengakuan kedaulatan memilih pindah ke Belanda hingga akhir hayatnya.
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 21 Januari 2026

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

(klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection)

Tahun terbit: 1885
Tempat terbit: Brussels
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Berthe Hoola van Nooten
Sumber / Hak cipta: Wellcome Collection
Catatan: Berthe Hoola van Nooten adalah pakar botani perempuan asal Belanda yang dimakamkan di Tanah Abang.

Senin, 19 Januari 2026

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

(klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection)


Tahun terbit: 1885
Tempat terbit: Brussels
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Berthe Hoola van Nooten
Sumber / Hak cipta: Wellcome Collection
Catatan: Berthe Hoola van Nooten adalah pakar botani perempuan asal Belanda yang dimakamkan di Tanah Abang.

Minggu, 18 Januari 2026

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1946
Tempat: Surabaya
Tokoh: Jenderal Robert Mansergh (Panglima Sekutu untuk wilayah Hindia-Belanda)
Peristiwa: Robert Mansergh memimpin kedatangan pasukan Sekutu ke Indonesia setelah Jepang kalah perang. Kehadiran pasukan Inggris setelah proklamasi kemerdekaan ini menyulut beberapa pertempuran dengan konflik paling dasyhat terjadi di Surabaya di bulan November 1945. Setelah peristiwa ini Mansergh melepas jabatan lapangannya dan kembali ke Inggris untuk menerima jabatan di belakang meja, sebelum kemudian kembali memegang pimpinan teritorial di Hong Kong.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 17 Januari 2026

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah durian

(klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection)

Tahun terbit: 1885
Tempat terbit: Brussels
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Berthe Hoola van Nooten
Sumber / Hak cipta: Wellcome Collection
Catatan: Berthe Hoola van Nooten adalah pakar botani perempuan asal Belanda yang dimakamkan di Tanah Abang.

Jumat, 16 Januari 2026

Dua pucuk pimpinan Divisi Siliwangi di tahun 1956: Kol. Alex Kawilarang dan Kol. Achmad Kosasih

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1956
Tempat: Hotel Preanger, Bandung
Tokoh: Kol. Alex Kawilarang (kiri) bersama istrinya, Petronella Isabella van Emden; Kol. Raden Achmad Kosasih (ketiga dari kiri) bersama istri.
Peristiwa: Kemungkinan ini adalah acara perpisahan Kawilarang yang melepas jabatannya sebagai panglima Divisi Sliwangi untuk menempati tugas baru sebagai atase militer di KBRI New York. Kosasih mengambil alih jabatan panglima ini setelah diselingi sebentar oleh Kol. Dadang Suprayogi.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Kawilarang dan Kosasih merupakan para komadan Siliwangi yang tangguh semasa perang kemerdekaan, dan ini mengangkat mereka ke posisi tertinggi di Divisi Siliwangi. Kawilarang malah merupakan perintis terbentuknya kesatuan khusus TNI yang kelak menjadi Kopassus. Dua tahun setelah foto ini dibuat, Kawilarang yang kecewa dengan pemerintah pusat, memutuskan untuk bergabung dengan PRRI/Permesta dan menjadi panglima militernya, sementara Kosasih sebagai Panglima Siliwangi mengirim pasukan a.l. ke Sumatera Barat untuk menumpas pemberontakan ini.

Kamis, 15 Januari 2026

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah duku

(klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection)

Tahun terbit: 1885
Tempat terbit: Brussels
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Berthe Hoola van Nooten
Sumber / Hak cipta: Wellcome Collection
Catatan: Berthe Hoola van Nooten adalah pakar botani perempuan asal Belanda yang dimakamkan di Tanah Abang.

Rabu, 14 Januari 2026

Kendaraan lapis baja Belanda bersembunyi di jalur Sumedang-Cirebon

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: masa Perang Kemerdekaan
Tempat: jalur jalan antara Sumedang dan Cirebon
Tokoh:
Peristiwa: Jalanan antara Sumedang dan Cirebon, yang sekarang tersaingi oleh jalan tol Cipali dan Cisumdawu, merupakan jalur yang rawan penyergapan dan usaha pemboman jembatan oleh para pejuang semasa Perang Kemerdekaan. Militer Belanda banyak mengerahkan pasukan bersenjata berat ke rute yang melintasi Tomo, Kadipaten, hingga ke arah Jatiwangi ini.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 13 Januari 2026

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah duwet (2)

(klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection)

Tahun terbit: 1885 
Tempat terbit: Brussels 
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Berthe Hoola van Nooten
Sumber / Hak cipta: Wellcome Collection
Catatan: Berthe Hoola van Nooten adalah seorang ahli botani asal Belanda yang dimakamkan di Tanah Abang.

Senin, 12 Januari 2026

Kunjungan Jenderal Van Oyen ke Keraton Kadariah, Pontianak 1946 (3)

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan 1946
Tempat: Pontianak
Tokoh: Sultan Hamid II (Sultan Pontianak)
Peristiwa: Sultan Hamid II menaiki sebuah perahu motor ketika menyambut kedatangan Mayor Jenderal Ludolph Hendrik van Oyen (Panglima KNIL 1942-1946; tidak terlihat di foto) ke Pontianak.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga rangkaian foto terkait di posting ini dan ini.

Sabtu, 10 Januari 2026

Mengungsi semasa Perang Kemerdekaan, 1947

Jawa Tengah, 1947: Sebuah keluarga dengan dua anak laki-laki dan dua anak perempuan mengungsi dari wilayah pertempuran
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Keluarga yang sama, difoto dari belakang, dengan seorang tentara Belanda mendekap anak lelaki tertua
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Edisi lain dari foto di atas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Satu bayi di ayunan dengan baskom penampung air di bawahnya, dikelilingi beberapa anak-anak dan ibu-ibu di antara tumpukan barang-barang. Catatan foto menyebutkan bahwa ini adalah para "pengungsi Tionghoa", yang tampaknya deskripsi yang keliru.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1947
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 09 Januari 2026

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang kutu busuk Jawa di antara sejawatnya

1. Cimex lectularius 2. Cimex annulatus (Sierra Leone) 3. Cimex corticatus (Brasil) 4. Cimex cristatus (St. Vincent) 5. Cimex crenulatus (Antigua) 6. Cimex papillosus (China) 7. Cimex druraei (South America) 8. Cimex senegalensis (Senegal) 9. Cimex aurantius (Java and Ceylon) 10. Cimex paradoxus 11. Cimex merianae (Suriname) 12. Larva of this gigantic cimex
(klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection)

Tahun terbit: 20 June 1801 
Tempat terbit: London 
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: J. Pass
Sumber / Hak cipta: Wellcome Collection
Catatan:

Kamis, 08 Januari 2026

Dua jasad korban kekerasan semasa Perang Kemerdekaan

Sumatera: Catatan foto menyebutkan bahwa ini adalah jasad seorang Tionghoa  doodgemarteld door Indonesische querilla's ("disiksa sampai tewas oleh gerilyawan Indonesia")
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Catatan foto menyebutkan bahwa ini adalah Een Europeese vrouw, eerst deerlijk verminkt, daarna met prikkeldraad omwonden in een rivier gegooid ("Seorang perempuan Eropa yang awalnya dimutilasi parah dan kemudian dilemparkan ke sungai dengan kawat berduri yang melilit luka-lukanya"). Teapi deksripsi foto ini harus dicerna dengan hati-hati karena lilitan du jasad korban kelihatannya bukan kawat berduri melainkan pohon merambat yang biasa tumbuh di sekitar sungai.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: semasa Perang Kemerdekaan
Tempat: a.l. Sumatera
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 07 Januari 2026

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang ngengat Jawa di antara sejawat lainnya

1. Attacus atlas (Chine) 2. Cyrestris camillus (Guinee) 3. Anthocharis anterippe male (Senegal) 4. Anthocharis anterippe femelle (Senegal) 5. Acræa zidora (Guinee) 6. Euplæa mulciber male (Java) 7. Euplæa mulciber femelle (Java)
(klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection)

Tahun terbit: 1830-an 
Tempat terbit: Paris (?)
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Jean Delaru
Sumber / Hak cipta: Wellcome Collection
Catatan:

Selasa, 06 Januari 2026

Anak-anak semasa Perang Kemerdekaan, 1947

Sebuah poliklinik beralas rumput yang dikelola Belanda dengan para pasien yang terdiri dari anak-anak lelaki tanpa baju dengan balutan dan perban di kaki
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah sekolah yang tampaknya untuk anak-anak perempuan, dengan ibu guru berkain dan tanpa alas kaki, serta pengawasan seorang suster (?) Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1947
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 04 Januari 2026

Warga Tionghoa di masa perang kemerdekaan (31)

Pengantar: Kerusuhan 1998 termasuk bagian paling hitam di dalam sejarah hubungan warga "pribumi" dan Tionghoa di Indonesia. Peristiwa ini memicu munculnya era reformasi yang kemudian memberikan banyak kemajuan di dalam hubungan ini.

Harus diakui, peristiwa di tahun 1998 bukanlah yang pertama. Kekurang-harmonisan ini sudah ada puluhan tahun sebelumnya, termasuk di masa perang kemerdekaan. Blog ini sebelumnya sudah memperlihatkan perusakan pada harta benda warga Tionghoa yang dilakukan pejuang kemerdekaan di beberapa tempat, dan bagaimana Belanda dipandang sebagai pelindung warga Tionghoa dan terlibat dalam pembentukan milisi Tionghoa bersenjata yang berseteru dengan para pejuang.

Sebagian dari kita boleh jadi berpendapat "Ah, sudahlah, itu masa lalu. Tidak diusah diungkit-ungkit, hanya akan membuka luka dan borok lama. Kita lihat ke depan saja agar ada hubungan yang lebih harmonis." Pendapat seperti ini mengimplikasikan bahwa kita sebaiknya menutup sejarah yang tidak enak didengar. Di sini ada kemungkinan bahwa generasi ke depan, dari semua pihak baik "pribumi" maupun Tionghoa, tidak mencernai apa yang telah terjadi sebelumnya, dan menghadapi risiko akan mengulang apa yang justru seharusnya dihindari.

Penyelidikan sejarah secara jernih, tanpa generalisasi, tanpa praduga, tanpa emosi, diharapkan bisa menjadi bahan yang berharga agar kita, semua, bisa belajar dari masa lalu. Gambar-gambar berikut mudah-mudahan bisa memberikan kontribusi ke arah sana.


Surabaya, November 1945: Tiga warga Tionghoa dan seorang pembantu (?) yang menggendong anak, mengungsi dari rangkaian pertempuran yang melahirkan Hari Pahlawan.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
1947: Seorang wanita Tionghoa bersama dua anak kecil mengungsi ke wilayah yang dikuasai Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jawa, 1947: Teks foto menyebutkan bahwa para pria Tionghoa ini menceritakan pengalaman mereka semasa berada di bawah kekuasan para pejuang kemerdekaan …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… sementara edisi lain dari foto yang sama disertai dengan teks bahwa para pria Tionghoa ini meminta bantuan militer Belanda untuk membebaskan sejawat mereka yang disekap para pejuang kemerdekaan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945, 1947
Tempat: Jawa (a.l. Surabaya)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga foto-foto lain di rangkaian yang dimulai di posting ini.

Sabtu, 03 Januari 2026

Jumat, 02 Januari 2026

Kemiskinan semasa perang kemerdekaan (8): Jakarta

PENGANTAR

Kemiskinan di negeri kita ada di sebelum kemerdekaan, di saat perang kemerdekaan, setelah perang kemerdekaan, di masa pemerintahan Soekarno, Soeharto, dan boleh jadi hingga sekarang ini. Situasi rakyat miskin semasa perang tetapi lebih memilukan karena orang lain memiliki prioritas lain daripada memperhatikan mereka. Dan foto-foto rakyat miskin di masa perang menjadi lebih memiliki nilai propaganda karena publik luar dengan mudah mengasosiasikannya dengan perang, dan bisa menganggapnya sebagai dampak dari peperangan, yang bisa jadi benar.

Foto-foto berikut akan memperlihatkan rakyat miskin kita semasa perang kemerdekaan.


(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1946
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa: Tiga gelandangan berkerumun di sekitar Monumen Van Heutsz. Monumen ini berada di wilayah Menteng dan dibangun untuk mengagungkan dan mengenang "kemenangan" Jenderal Joannes Benedictus van Heutsz di Perang Aceh. Bangunan di di tahun 1960an diruntuhkan oleh pemerintah.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga rangkaian foto tentang kemiskinan semasa perang kemerdekaaan yang dimulai di posting ini.

Kamis, 01 Januari 2026