Minggu, 04 Juni 2017

Kedatangan para pembesar Belanda ke Indonesia semasa perang kemerdekaan, 1947-1948

Kemayoran 14 September 1946: Wim Schermerhorn (berdasi) dan van Mook (berkaca mata)
(klik untuk memperbesar | © ANP)
Kemayoran 14 September 1946 (d.ki.k.ka.): Max van Poll, F. de Boer, van Mook, Wim Schermerhorn
(klik untuk memperbesar | © ANP)
Kemayoran 14 September 1946: Max van Poll (berdasi belakang), Wim Schermerhorn (berdasi depan)
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Kemayoran 14 September 1946 (d.ki.k.ka.): Max van Poll, van Mook, Wim Schermerhorn, F. de Boer
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Jakarta 7 Mei 1947 (d.ki.k.ka.): Jonkman, van Mook, Wim Schermerhorn, Max van Poll, Louis Beel
(klik untuk memperbesar | © ANP)
Kemayoran 1 November 1948: Louis Beel dan van Mook
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Waktu: 1947, 1948
Tempat: Kemayoran (Jakarta)
Tokoh:

  • Hubertus Johannes van Mook (Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda)
  • F. de Boer (politisi liberal Belanda)
  • Jan Anne Jonkman (Menteri Urusan Jajahan)
  • Louis Joseph Maria Beel (Perdana Menteri Belanda)
  • Maximus Josephus Maria van Poll (politikus Belanda, anggota delegasi Belanda di dalam perundingan Linggarjati)
  • Willem Schermerhorn (politikus mantan Perdana Menteri Belanda)

  • Peristiwa:
    Fotografer: Hugo Wilmar
    Sumber / Hak cipta: ANP / Spaarnestad Photo
    Catatan:


    UPDATE 9 Oktober 2021
    Foto nomor 2 dalam saat pemotretan yang sedikit berbeda:
    (klik untuk memperbesar | © AVS)

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar