Rabu, 01 Juli 2026

Dari lembaran propaganda Jepang tentang keberhasilan mereka menduduki Nusantara, 1942 (3)

Apel bendera pasukan Jepang di sebuah pantai dengan latar belakang beberapa kapal perang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Markas darurat sebuah kesatuan militer Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang komandan militer memberikan arahan kepada pasukannya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1942
Tempat: ?
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 30 Juni 2026

Dari Padang sampai ke Banda: Lukisan pemandangan Nusantara karya Charles William Meredith van de Velde, 1844 (8 - Jawa)

Charles William Meredith van de Velde (1818-1898) tampaknya seorang dengan berbagai bakat dan kemampuan. Dia pernah menjadi perwira angkatan laut, tentara bayaran, pembuat peta, anggota palang merah, hingga misionaris. Salah satu keahlian dia adalah menangkap keindahan alam dari tempat yang dia kunjungi, dan menuangkannya ke atas kanvas. Dia terkenal sebagai pembuat peta Palestina di pertengahan abad ke-19, serta pelukis kota dan tempat di Palestina yang dia singgahi. Sebelumnya, dia juga mengabadikan banyak tempat di Nusantara dalam beberapa karya lukisannya, yang akan kita lihat di seri berikut ini.
Gunung Ringgit di Situbondo
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
Edisi lain dari gambar di atas
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
Pemandangan di Lebak, Banten
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
Sebuah lembah di Ciomas (Bogor?) yang disebut sebagai Dano (Danau?)
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
Versi berwarna dari lukisan di atas
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1844
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Paul Lauters yang menyalin dari karya Charles William Meredith van de Velde
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: 1) Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini. 2) Lihat rangkaian lain lukisan karya Van de Velde ini mulai dari posting ini.

Senin, 29 Juni 2026

Dari lembaran propaganda Jepang tentang keberhasilan mereka menduduki Nusantara, 1942 (2)

Barak tentara Belanda yang digambarkan Jepang sebagai ditinggalkan dalam keadaan berantakan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Semarang: Pertahanan di pantai dengan meriam dan pagar penghadang yang sudah dikuasai Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Gerak maju kesatuan infantri Jepang di pagi hari
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Barak darurat dari kesatuan bersepeda Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1942
Tempat: a.l. Semarang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 28 Juni 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang pembakaran mayat raja di Jawa dan istana terapung

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1725
Tahun peristiwa: abad ke-16/17
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi: Lukisan di atas bisa menimbulkan beberapa diskusi tentang sejarah Jawa. Bagian sebelah kiri diberi judul pemakaman raja, dan menunjukkan jasad yang siap dibakar di bara api yang berada di latar belakang. Gambar ini menambahkan kata cruelles yang bermakna "kejam". Bagian kanan memperlihatkan sebuah istana terapung, chateau flottant sur l'eau. Bagian kiri boleh jadi menjadi salah satu indikasi bahwa dulu ketika pengaruh Hindu masih kuat, para raja dan mungkin juga kalangan aristokrat, masih dibakar setelah meninggal. Ini mengingatkan kita pada tradisi ngaben yang masih ada di Bali. Baru setelah Islam menyebar ke berbagai pelosok di Jawa, tradisi mengubur di dalam tanah menjadi standar pemakaman. Gambar di bagian kanan perlu penelitian lebih lanjut. Jika benar bahwa dulu pernah ada istana terapung di Jawa, maka ini merupakan sebuah prestasi budaya yang layak dicatat dalam sejarah. 
Juru foto/gambar: Pieter van der Aa
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Sabtu, 27 Juni 2026

Dari lembaran propaganda Jepang tentang keberhasilan mereka menduduki Nusantara, 1942 (1)

Sebuah fasilitas milik Belanda yang dihancurkan Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Semarang: Deretan tentara Belanda yang ditangkap pasukan Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Surabaya: Pasukan Jepang menangkap dan menggiring seorang perwira KNIL Laut
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1942
Tempat: Semarang, Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 26 Juni 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang mesjid di Jepara dengan arsitektur unik

Versi 1
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
Versi 2
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1708
Tahun peristiwa: abad ke-17
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Gambar di atas menyebut Jepara sebagai Iapare dan mesjid sebagai tempel; serta Muslim sebagai Moren, sebuah julukan yang digunakan orang Eropa terhadap umat Islam, sebuah kata yang kelak terkait dengan nama Maroko, Mauritania, Mauritius, serta Bangsa Moro di Mindanao. Lukisan ini kemungkinan menunjukkan Masjid Mantingan, yang didirikan di tahun 1559. Tampilan mesjid di lukisan ini bisa dipastikan berlebihan dan tidak sesuai aslinya. Tetapi, kita bisa melihat esensi arsitektur mesjid di Jawa, terutama di pesisir utara, saat itu yang memang banyak dipengaruhi oleh gaya Tionghoa dan Hindu-Jawa. Komponen Islaminya biasanya baru terlihat di ornamen di dinding atau dalam mesjid.
Juru foto/gambar: Wouter Schouten
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: 1) Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini. 2) Arsip blog ini memiliki foto mesjid di Aceh dari abad ke-19 yang sedikit banyak memiliki struktur yang mirip (lihat posting ini dan ini).

Kamis, 25 Juni 2026

Penjaga Kori Kamandungan di Keraton Solo, dan Candi Borobudur

Penjaga gerbang masuk Keraton Solo, dengan latar belakang sebuah cermin besar tempat orang berkaca diri sebelum masuk ke kediaman sultan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Candi Borobudur
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: ?
Tempat: Solo (atas), Magelang (bawah)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: