Kamis, 02 April 2026

Peta militer Sekutu yang memperlihatkan landasan pacu militer Jepang di sekitar Halmahera, 1944

Peta militer Sekutu yang memperlihatkan landasan pacu militer Jepang di Halmahera dan sekitarnya, yaitu 1. Galela, 2. Pulau Miti, 3. Jailolo, 4. Oba, 5. Pitu di Morotai, 6. Lolobata dan Hatetabako, 7. Kau, serta 8. Labuha di Pulau Bacan. 
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 15 Agustus 1944
Tempat: Maluku Utara
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 01 April 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang warga Melayu di Jakarta

Tiga warga Melayu di Jakarta. Pria di kanan memegang semacam pipa yang sangat panjang, dan menyerahkan sebuah kotak, kemungkinan berisi sirih/nipah, kepada wanita yang duduk di kanan. Sementara itu, wanita (?) yang di tengah tampak menikmati hisapan rokok linting.
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1744
Tahun peristiwa: abad ke-17
Tempat terbit: Inggris
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Philip Baldaeus
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Selasa, 31 Maret 2026

Foto-foto pengintaian udara yang diambil Sekutu semasa Perang Dunia 2: Wangkanapi (Wolio, Baubau, Sulawesi Tenggara), 1944/1945

Foto yang diambil pesawat pengintai Sekutu di atas Wangkanapi yang saat itu menjadi salah satu wilayah dengan fasilitas militer Jepang. Catatan foto menunjukkan adanya markas Kempetai, barak tentara Jepang, bengkel militer, markas angkatan udara, di samping fasilitas umum seperti pasar, jembatan, rumah dokter, gudang beras, sekolah, dsb.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan 1944/1945
Tempat: Wangkanapi (Wolio, Baubau, Sulawesi Tenggara)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 30 Maret 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang pria Bugis dan Ambon

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1726
Tahun peristiwa: abad ke-17
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: François Valentijn
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Minggu, 29 Maret 2026

Wajah industri di Nusantara di sekitar awal tahun 1940-an

Desember 1941: Tangki-tangki minyak di Kalimantan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Penambangan timah di Bangka
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Menara pengilangan minyak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1941 (foto pertama)
Tempat: Bangka (foto kedua), Kalimantan (foto pertama)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 28 Maret 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang pria Bugis

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1744
Tahun peristiwa: abad ke-17
Tempat terbit: Inggris
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Philip Baldaeus
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Jumat, 27 Maret 2026

Lokomotif pertama di wilayah Nusantara, 1864

Para pria berpose bangga di lokomotif pertama yang melaju di jalur rel di Nusantara
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1864
Tempat: kemungkinan Semarang
Tokoh:
Peristiwa: NISM (Nederlandsch-Indische Spoorweg MaatschappijPerusahaan Kereta Api Hindia Belanda) didirikan di tahun 1863, dan merupakan badan usaha swasta yang pertama kali mendapat lisensi untuk mengoperasikan transportasi rel di wilayah Hindia-Belanda. NISM membangun jalur pertama antara Semarang dan Yogyakarta, dan pada tahun 1864 sudah meluncurkan lokomotif yang termaktub di foto di atas. Gambar ini menjadi bersejarah karena merupakan lokomotif pertama yang beroperasi di Indonesia.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 26 Maret 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan tentang tiga perempuan di Kupang di abad ke-19

Tiga perempuan di Kupang. Yang paling kiri dan kanan bisa dipastikan merupakan warga lokal yang melayani wanita yang di tengah, dengan memainkan harpa dan menyediakan minuman. Wanita yang di tengah berpakaian berbeda, memiliki gaya rambut yang lain, dan tampak menikmati musik Eropa, yang mengindikasikan bahwa dia kemungkinan bukan warga lokal.
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1825
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: kemungkinan Paris
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Marie Joseph Alphonse Pellion
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Rabu, 25 Maret 2026

Hotel Marine di Jakarta dan Hotel Deli di Medan di abad ke-19

Hotel Deli di Sumatera Utara
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Hotel Marine di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: abad ke-19
Tempat: Deli (atas), Jakarta (bwah)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Woodbury & Page (foto kedua)
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 24 Maret 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Perang Aceh (3)

Pemboman wilayah Aceh oleh armada laut Belanda
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1873
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Rotterdam (Belanda)
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Nijgh & Van Ditmar
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Senin, 23 Maret 2026

Kedatangan Menteri Urusan Tanah Jajahan, Welter, dan Menteri Luar Negeri Belanda, Van Kleffens, ke Hindia-Belanda, 1941

Sebuah kolase foto, yang menunjukkan Welter (ketiga dari kiri, sedang menerima minuman dari seorang pelayan lokal) dan Van Kleffens (paling kanan) diapit boss perusahaan minyak Bataafsche Petroleum Maatschappij, A.C. Sandkuyl (paling kiri), serta pimpinan himpunan pengusaha, C.H.P. de Villeneuve (kedua dari kanan)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Welter (berjas putih dengan tanda X di atas kepalanya) di kerumunan masyarakat Belanda di bar minuman Slavische Bar yang dikelola Palang Merah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan Mei 1941
Tempat: kemungkinan Jakarta
Tokoh: Charles Joseph Ignace Marie Welter (politisi dari Partai Katolik Belanda, Menteri Urusan Tanah Jajahan, kelak menjadi salah satu penentang sengit atas keberadaan Republik Indonesia); Eelco van Kleffens (Menteri Luar Negeri Belanda)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Beberapa bulan setelah kemeriahan dan pesta ini pasukan Jepang menduduki Hindia-Belanda.

Minggu, 22 Maret 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Perang Aceh (2)

Kompleks pemakaman Keraton Aceh (atas); jembatan di atas Krueng Aceh di sekitar Gampong Jawa (bawah)
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
Pasukan Belanda menduduki Gunongan (atas); meriam dan peluru yang tergeletak di area Keraton Aceh (bawah)
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1874
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Haarlem (Belanda)
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Emrik & Binger
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: 1) Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini. 2) Lukisan-lukisan di atas tampaknya merupakan reproduksi tangan atas foto-foto keluaran Topografische Dienst van Nederlands-Indië (lihat posting di sini, sini, sini, dan sini).

Sabtu, 21 Maret 2026

Lima rangkaian wajah-wajah penduduk Nusantara di sekitar tahun 1941

Senyum pemetik teh di Jawa Barat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Warga Tionghoa pengolah timah di Belitung
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua petani membajak sawah di Jawa Barat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang Dayak di selatan Kalimantan menggunakan sipet ketika berburu 
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang perempuan Jawa menggunakan canting dalam membatik
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: sekitar 1941
Tempat: Belitung, Jawa, Kalimantan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 20 Maret 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Perang Aceh (1)

Sebuah kesatuan Belanda bersenjatakan meriam bergerak kaliber 12 cm
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
Sebuah kesatuan Belanda dengan penembak mortir statis
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1874
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Haarlem (Belanda)
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Emrik & Binger
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: 1) Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini. 2) Lukisan-lukisan di atas tampaknya merupakan reproduksi tangan atas foto-foto keluaran Topografische Dienst van Nederlands-Indië (lihat posting di sini dan sini).

Kamis, 19 Maret 2026

Alun-alun Keraton Solo di tahun 1948

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: April 1948
Tempat: Surakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 18 Maret 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Serangan armada VOC atas Kesultanan Palembang

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: sekitar 1725
Tahun peristiwa: kemungkinan 1659
Tempat terbit: Leyden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Pieter van der Aa
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Selasa, 17 Maret 2026

Residen Semarang, Pieter Sijthoff, beserta pengiringnya, 1904

Residen Semarang, Pieter Sijthoff, beserta pengiringnya yang membawa payung kebesaran dan tanpa alas kaki
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1904
Tempat: Semarang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 15 Maret 2026

Peta Indonesia ketika jumlah penduduknya masih 59 juta

Peta dengan penomoran di beberapa daerah, beserta wajah penduduk daerah tsb. (Lampung, Palembang, Djakarta, Sunda, Solo, Djokja, Madura, Bali, Flores, Sumba, Timur, Makasar, Bugis, Buton, Dajak, Sangir, Menado, Donggala, Napoe-Toradja, Bada-Toradja, Moena)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: ?
Tempat: Indonesia
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Peta ini sejatinya memunculkan beberapa pertanyaan. Di tahun 1930an penduduk Hindia-Belanda sudah mencapai 60 juta, yang memberi dugaan bahwa peta ini berasal dari era ini. Tetapi peta ini tidak menggunakan bahasa Belanda, serta menggunakan kata "Indonsia" atau "bangsa Indonesia" yang menyiratkan bahwa ini dibuat setelah Indonesia merdeka. Tetapi berikutnya, peta ini menyebut "Borneo" bukan "Kalimantan", serta "Papoea" bukan "Irian" yang kembali membawa kita ke masa sebelum proklamasi. Tambah membingungkan: Penulisan bunyi "u" terkadang "oe" (oekoeran, djoemlah pendoedoek, dsb.), terkadang juga "u" (Lampung, Sunda, Madura, dsb.). Pertanyaan tambahan: Tidak ada wajah dari suku lain yang juga dominan seperti Aceh, Batak, atau Minangkabau.

Jumat, 13 Maret 2026

Dua pemandangan dari Cimahi zaman dulu

Konvoi alat angkut bertenaga dua kuda. Saat para kuda "isi rumput" sebelum melanjutkan mengangkut karung-karung yang bertumpuk di pedati.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sungai Citarum di kawasan Batujajar, masih mengalir deras tanpa ditutupi sampah dan limbah seperti sekarang ini
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: ?
Tempat: Cimahi
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 12 Maret 2026

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang bunga asoka

(klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection)

Tahun terbit: 1885
Tempat terbit: Brussels
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Berthe Hoola van Nooten
Sumber / Hak cipta: Wellcome Collection
Catatan: Berthe Hoola van Nooten adalah pakar botani perempuan asal Belanda yang dimakamkan di Tanah Abang.

Rabu, 11 Maret 2026

Dua wajah perempuan Yogyakarta zaman dulu

Seorang putri keraton, priyayi bangsawan ningrat …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… dan seorang wanita dari kalangan biasa
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: ?
Tempat: Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 10 Maret 2026

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang bunga tanduk-tanduk

(klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection)    

Tahun terbit: 1885
Tempat terbit: Brussels
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Berthe Hoola van Nooten
Sumber / Hak cipta: Wellcome Collection
Catatan: Berthe Hoola van Nooten adalah pakar botani perempuan asal Belanda yang dimakamkan di Tanah Abang.

Senin, 09 Maret 2026

Adu domba di alun-alun Sumedang

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: ?
Tempat: Sumedang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 08 Maret 2026

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang bungur

(klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection)

Tahun terbit: 1885
Tempat terbit: Brussels
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Berthe Hoola van Nooten
Sumber / Hak cipta: Wellcome Collection
Catatan: Berthe Hoola van Nooten adalah pakar botani perempuan asal Belanda yang dimakamkan di Tanah Abang.

Sabtu, 07 Maret 2026

Hotel Oranje di Padang di tahun 1930an

Hotel Oranje, yang di masa kejayaannya merupakan hotel terbesar di Sumatera Barat. Di lahan hotel ini sekarang berdiri Hotel Truntum.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1930an
Tempat: Padang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 06 Maret 2026

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang cariang putih

(klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection)

Tahun terbit: 1885
Tempat terbit: Brussels
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Berthe Hoola van Nooten
Sumber / Hak cipta: Wellcome Collection
Catatan: Berthe Hoola van Nooten adalah pakar botani perempuan asal Belanda yang dimakamkan di Tanah Abang.

Kamis, 05 Maret 2026

Prof. Hussein Jayadiningrat memimpin sidang Komisi Indonesia Serikat, 1947

Prof. Hussein Jayadiningrat (berdiri memegang kertas) berbicara di sebuah sidang Komisi Indonesia Serikat. Komisi ini diprakarsai pihak Belanda untuk mendorong pembentukan negara Republik Indonesia Serikat untuk memperkecil peranan Republik Indonesia.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 4 November 1947
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 04 Maret 2026

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang keladi hias

(klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection)

Tahun terbit: 1885
Tempat terbit: Brussels
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Berthe Hoola van Nooten
Sumber / Hak cipta: Wellcome Collection
Catatan: Berthe Hoola van Nooten adalah pakar botani perempuan asal Belanda yang dimakamkan di Tanah Abang.

Selasa, 03 Maret 2026

Delegasi Belanda di pertemuan Kaliurang, 20 April 1948

Tiga anggota delegasi Belanda (Mulder, Stuyt, Van Oven) berbincang di ruangan yang menjadi tempat pihak Belanda berkumpul. Pertemuan Kaliurang diprakarsai oleh Komisi Tiga Negara dengan membawa pihak Republik Indonesia dan Belanda untuk duduk bersama mencari penyelesaian atas konflik yang sudah berlangsung hampir tiga tahun.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 20 April 1948
Tempat: Kaliurang (Sleman)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 02 Maret 2026

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang bayam merah

(klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection)

Tahun terbit: 1885
Tempat terbit: Brussels
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Berthe Hoola van Nooten
Sumber / Hak cipta: Wellcome Collection
Catatan: Berthe Hoola van Nooten adalah pakar botani perempuan asal Belanda yang dimakamkan di Tanah Abang.

Minggu, 01 Maret 2026

Kolonel Abdulkadir Widjojoatmodjo dalam pelantikan pemerintahan federal sebagai alternatif dari negara kesatuan Indonesia, 1948

Kolonel Abdulkadir Widjojoatmodjo (kiri) dalam upacara pelantikan Pemerintah Federal Sementara yang dibentuk Belanda untuk menandingi Republik Indonesia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 8 Maret 1948
Tempat:
Tokoh: Kolonel Raden Abdulkadir Widjojoatmodjo (perwira KNIL yang anti kemerdekaan Indonesia)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 28 Februari 2026

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang nanas kerang

(klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection)

Tahun terbit: 1885
Tempat terbit: Brussels
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Berthe Hoola van Nooten
Sumber / Hak cipta: Wellcome Collection
Catatan: Berthe Hoola van Nooten adalah pakar botani perempuan asal Belanda yang dimakamkan di Tanah Abang.

Jumat, 27 Februari 2026

Para politisi Belanda setelah dimerdekakan dari tahanan Jerman Nazi, untuk kemudian harus menghadapi masalah kemerdekaan Indonesia, 1945

14 tokoh Belanda yang ditahan Jerman Nazi sebagai balasan atas penahanan warga-warga Jerman di Hindia Belanda di bulan Mei 1940. Foto diambil setelah mereka dibebaskan menyusul kekalahan Jerman dalam Perang Dunia II.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 24 Juni 1945
Tempat: wilayah selatan Belanda
Tokoh:
  • Eelco van Kleffens (ketiga dari kanan: kelak Menteri Luar Negeri Belanda, kemudian menjadi diplomat Belanda di PBB dan harus menghadapi perdebatan tentang kemerdekaan Indonesia)
  • Pieter Lieftinck (keenam dari kiri: kelak Menteri Keuangan Belanda dan a.l. harus menghadapi problematika moneter Uni Belanda-Indonesia hasil Konferensi Meja Bundar)
  • Willem Drees (kelima dari kiri: kelak Perdana Menteri Belanda, a.l. ikut terlibat di belakang layar dalam Perundingan Renville)
  • Willem Schermerhorn (ketujuh dari kiri: kelak Perdana Menteri Belanda, a.l. terlibat langsung dalam Perundingan Linggarjati)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 26 Februari 2026

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang kol Banda

(klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection)

Tahun terbit: 1885
Tempat terbit: Brussels
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Berthe Hoola van Nooten
Sumber / Hak cipta: Wellcome Collection
Catatan: Berthe Hoola van Nooten adalah pakar botani perempuan asal Belanda yang dimakamkan di Tanah Abang.