Minggu, 31 Agustus 2025

Jakarta sekitar September 1945, ketika Republik Indonesia baru berumur beberapa hari (10)

Sebuah bangunan dengan judul "Kantor Oeroesan Peranakan" yang kemungkinan menangani persoalan terkait warga campuran pribumi dan asing
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kerumunan warga di depan bangunan yang dicoreti para pemuda dengan tulisan "Freedom the glory of any nation!" (Kemerdekaan, kemuliaan setpa bangsa!)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah bangunan yang tampak mengalami kerusakan, kemungkinan akibat serangan udara
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah bangunan yang hancur, kemungkinan akibat serangan udara Sekutu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: (kemungkinan besar) H. Ripassa
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga seri foto yang dibuat oleh H. Ripassa tentang Jakarta di sekitar September dan Oktober 1945 yang dimulai di posting ini.

Sabtu, 30 Agustus 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Abraham Salm tentang berbagai tempat di Jawa (3)

Ini merupakan pelengkap dan tayang ulang (reload) dalam ukurang yang lebih besar dari beberapa lukisan karya Abraham Salm yang pernah dimuat sebelumnya. Lihat tautan di bagian "Catatan" di bawah.


Bengawan Solo: Sebuah desa yang menjadi tempat penyeberangan, terlihat dengan adanya gerbang,     rakit dengan beberapa penumpang yang masih berada di tepian, serta bendera Belanda yang menandakan pentingnya tempat ini. Sementara itu dua perahu tampak menyusuri sungai ini dengan membawa barang-barang yang kemungkinan komoditi perdagangan.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Malang: Dua gembala bercengkerama sementara kambing-kambing mereka merumput di sekitar, dengan latar belakang pemandangan di sekitar Gunung Kawi
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Bogor: Tiga pria menunggangi kuda menyusuri sebuah lembah di kaki Gunung Salak
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sekitar Jakarta: Sebuah sungai yang tampaknya dangkal, dengan dua jembatan serta dua perkampungan di tepiannya. Empat kerbau tampak menikmati rerumputan yang basah, sementara anak-anak bersuka ria mandi di sungai.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: sekitar 1872
Tempat terbit:
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Abraham Salm
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Tautan dari posting sebelumnya tentang Banten, Bogor, Gunung Semeru, Malang/Tegal, dan Sumedang.

Jumat, 29 Agustus 2025

Jakarta sekitar September 1945, ketika Republik Indonesia baru berumur beberapa hari (9)

Seorang bule menaiki becak melintasi bangunan yang kelak akan menjadi Istana Merdeka; bintang tanda militer Jepang masih terpampang di posisi yang sekarang ditempat Garuda Pancasila
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah bangunan berhuruf Kanji beserta beberapa tukang yang tampak sedang membongkar tembok
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bagian dari kamuflase dan strategi pertahanan Jepang di tengah kota Jakarta dengan latar belakang Gereja Katedral
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tampak dalam sebuah rumah yang kemungkinan ditempati pembesar Jepang, tampak berantakan dengan kursi yang sudah dijarah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: (kemungkinan besar) H. Ripassa
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga seri foto yang dibuat oleh H. Ripassa tentang Jakarta di sekitar September dan Oktober 1945 yang dimulai di posting ini.

Kamis, 28 Agustus 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Abraham Salm tentang berbagai tempat di Jawa (2)

Ini merupakan pelengkap dan tayang ulang (reload) dalam ukurang yang lebih besar dari beberapa lukisan karya Abraham Salm yang pernah dimuat sebelumnya. Lihat tautan di bagian "Catatan" di bawah.


Bogor: Rumah besar milik asisten-residen di Citeureup dengan latar belakang pesawahan dan pegunungan
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Malang: Pantai di Srigonco, Bantur, dengan bongkahan batu besar baik di latar depan maupun di belakang, sementara beberapa warga tampak bersantai di tepian laut
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Serang: Perahu-perahu yang lalu lalang di Anyer dengan pelabuhannya di latar belakang
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Kawasan Bromo-Tengger-Semeru: Pemandangan di Bromo dengan banyak orang menaiki kuda dengan mengenakan topi kuning
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: sekitar 1872
Tempat terbit:
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Abraham Salm
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Tautan dari posting sebelumnya tentang Banten, Bogor, Gunung Semeru, Malang/Tegal, dan Sumedang.

Rabu, 27 Agustus 2025

Jakarta sekitar September 1945, ketika Republik Indonesia baru berumur beberapa hari (8)

Sebuah tembok tepi sungai yang dicoreti para pemuda dengan tulisan "For ever free or a general slaughter!" (Merdeka selamanya atau pembantaian massal!)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kemungkinan tempat warga Jepang dulu potong rambut, sekarang tampak melompong
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah bangunan yang dikosongkan Jepang setelah mereka kalah perang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pintu ke bunker pertahanan dan persembunyian Jepang di sebuah taman
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kerumunan warga di depan Toko Okamura yang tampak dijaga petugas keamanan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: (kemungkinan besar) H. Ripassa
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga seri foto yang dibuat oleh H. Ripassa tentang Jakarta di sekitar September dan Oktober 1945 yang dimulai di posting ini.

Selasa, 26 Agustus 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Abraham Salm tentang berbagai tempat di Jawa (1)

Ini merupakan pelengkap dan tayang ulang (reload) dalam ukurang yang lebih besar dari beberapa lukisan karya Abraham Salm yang pernah dimuat sebelumnya. Lihat tautan di bagian "Catatan" di bawah.


Bogor: Seorang petani di Kedungbadak minum dari bekal yang dibawa istrinya, dengan latar belakang air jernih memancar dan Gunung Salak
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Kaki Gunung Semeru: Sebuah desa di Pasuruan dengan rumah-rumah yang beratap rumbia dan kumpulan warga dalam berbagai aktivitas
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Tuban: Air terjun Nglirip di Singgahan dengan latar depan tiga gembala yang menjaga kawanan kambing yang berkumpul di tepian
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Tegal: Pabrik gula di Pangkah dengan enam cerobong asap, sementara pedati berdatangan membawa tebu yang siap diolah untuk menjadi gula
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: sekitar 1872
Tempat terbit:
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Abraham Salm
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Tautan dari posting sebelumnya tentang Banten, Bogor, Gunung Semeru, Malang/Tegal, dan Sumedang.

Senin, 25 Agustus 2025

Jakarta sekitar September 1945, ketika Republik Indonesia baru berumur beberapa hari (7)

Penguburan kembali para warga kulit putih yang dieksekusi Jepang di masa perang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah kuburan warga kulit putih di tempat tak terawat, kemungkinan akan dipindahkan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah bangunan yang sebelumnya digunakan pemerintahan pendudukan Jepang tampak kosong dan ditinggalkan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bagunan yang sebelumnya digunaka oleh Hudoosan Kanrikoodan (Badan pengawas barang-tetap) tampak ditelantarkan, menyisakan gundukan pasir (bekas lapisan pertahanan?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bangunan yang kelak menjadi Istana Negara tampak masih dijaga tentara Jepang, mengindikasikan masih adanya petinggi Jepang yang tinggal atau berkantor di sana
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: (kemungkinan besar) H. Ripassa
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga seri foto yang dibuat oleh H. Ripassa tentang Jakarta di sekitar September dan Oktober 1945 yang dimulai di posting ini.

Minggu, 24 Agustus 2025

Sebuah peta dari tahun 1910 yang membandingkan Belanda dengan Kepulauan Nusantara

(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1910
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Peta keluaran Belanda ini tidak hanya menampilkan wilayah Hindia-Belanda, tetapi juga kawasan yang sekarang merupakan bagian dari Filipina, Malaysia (di utara Kalimantan), Papua Nugini (di timur Papua), serta Timor Leste (di timur Timor). Dalam skala yang sama, yaitu 1:10 juta, disandingkan pula wilayah Belanda yang tampak hanya mengisi sebagian dari kotak yang dibatasi garis lintang dan garis bujur, sementara wilayah Hindia-Belanda sendiri berada di tidak kurang dari 27 kotak penuh.
Juru kartografi:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Sabtu, 23 Agustus 2025

Jakarta sekitar September 1945, ketika Republik Indonesia baru berumur beberapa hari (6)

Tulang belulang warga kulit putih yang dieksekusi Jepang dibawa dengan mobil menuju Ancol
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Penggalian liang lahat di Ancol untuk menampung penguburan kembali para warga kulit putih yang dieksekusi Jepang di masa perang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Ereveld Ancol, tempat penguburan kembali para korban eksekusi Jepang yang sebelumnya terpencar di berbagai tempat dan tak terpelihara
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tiga keranda sederhana dari bambu yang membawa sisa-sisa jenazah warga kulit putih korban eksekusi Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua sisa jenazah, dengan dua kayu salib, siap dimakamkan kembali di tempat yang lebih terhormat di Ereveld Ancol
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: (kemungkinan besar) H. Ripassa
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga seri foto yang dibuat oleh H. Ripassa tentang Jakarta di sekitar September dan Oktober 1945 yang dimulai di posting ini.

Jumat, 22 Agustus 2025

Lukisan tentang Jakarta karya Franz Xaver Habermann dan Johann Baptist Bergmüller dari pertengahan abad ke-18 (3)

Ini merupakan tayang ulang (reload) dari beberapa posting sebelumnya dengan edisi gambar dari sumber lain. Lihat postin pertama, kedua, dan ketiga dengan bahasan yang sama.
Kanalisasi di satu sisi Kastil Batavia
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Balai kota
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Tembok pertahanan Gelderland dengan Gereja Portugis dan latar belakang pegunungan sekitar Bogor
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Bagian dalam Kastil Batavia
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1770
Tempat terbit: Augsburg (Jerman)
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Franz Xaver Habermann
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Kamis, 21 Agustus 2025

Jakarta sekitar September 1945, ketika Republik Indonesia baru berumur beberapa hari (5)

Sebuah trem jurusan Jakarta Kota dengan coretan para pemuda yang berbunyi ""Kami bangsa Indonesia maoe damai - Pemoeda, darahmoe panas, kemaoeanmoe ke[ras]" "
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sisa mural propaganda Jepang dengan teks "Benteng perjoeangan Djawa - Jakin menang! Pasti menang!"
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Rangkaian kereta yang sudah dipenuhi jejalan penumpang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sisa mural propaganda Jepang dengan teks "Bikin kapal! Alat pembela Asia Timoer Raja"
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah gundukan tanah yang kemungkinan menjadi kuburan dari warga kulit putih yang dieksekusi Jepang di saat perang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: (kemungkinan besar) H. Ripassa
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga seri foto yang dibuat oleh H. Ripassa tentang Jakarta di sekitar September dan Oktober 1945 yang dimulai di posting ini.

Rabu, 20 Agustus 2025

Sebuah peta berbahasa Inggris tentang Jakarta dari tahun 1747

(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1747
Tempat terbit: London
Tokoh:
Deskripsi: Biasanya peta tentang Jakarta di sebelum abad ke-19 berasal dari Belanda, dan jarang dari Inggris. Karenanya peta ini menjadi sesuatu yang langka, meskipun informasi dan perincian di dalamnya tampaknya memang disadur dari sumber-sumber Belanda, dengan penerjemahan ke bahasa Inggris. "Kali Besar" misalnya menjadi "The Great River", begitu juga legenda yang berada di pojok kanan bawah, yang sedikit banyak lebih bisa dipahami masyarakat Indonesia sekarang.
Juru kartografi: Emanuel Bowen
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 19 Agustus 2025

Jakarta sekitar September 1945, ketika Republik Indonesia baru berumur beberapa hari (4)

Sebuah trem jalur 2 jurusan Kramatjati (?)-Menteng, yang diberi coretan yang ditujukan ke pihak Belanda: "Better to hell than to be colonised again; Respect our red and white flag" atau "Mendingan ke neraka daripada dijajah lagi; Hormati bendera merah putih kami"
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang pemuda membaca pengumuman yang tampaknya tentang pergantian atau masa berlaku uang Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pengumuman yang sama dikerumuni beberapa warga
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sisa propaganda Jepang yang masih berdiri: "Hantjoerkanlah moesoeh kita! Inggeris-Amerika"
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah trem jalur 4 yang diberi coretan yang ditujukan ke pihak Belanda: "Away with tyranny and oppression! V. Mook,  Plas you cause a rebellion in Indonesia" atau "Singkirkan tirani dan penindasan! V[an] Mook, [Charles van der] Plas, kalian penyebab pemberontakan di Indonesia", dengan latar depan sepasang Belanda menaiki sepeda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: (kemungkinan besar) H. Ripassa
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga seri foto yang dibuat oleh H. Ripassa tentang Jakarta di sekitar September dan Oktober 1945 yang dimulai di posting ini.