Tampilkan postingan dengan label Cimahi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cimahi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Maret 2026

Dua pemandangan dari Cimahi zaman dulu

Konvoi alat angkut bertenaga dua kuda. Saat para kuda "isi rumput" sebelum melanjutkan mengangkut karung-karung yang bertumpuk di pedati.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sungai Citarum di kawasan Batujajar, masih mengalir deras tanpa ditutupi sampah dan limbah seperti sekarang ini
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: ?
Tempat: Cimahi
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 26 Februari 2025

Foto udara sekitar Jawa, kemungkinan di tahun 1930-an (1)

Kemungkinan Anak Krakatau di Selat Sunda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Surabaya dilihat dari udara
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kemungkinan skuadron pesawat tempur Koolhoven F.K.51 di atas pesawahan di Cimahi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah wilayah di Jawa Tengah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1930-an
Tempat: Cimahi, Jawa Tengah, Selat Sunda, Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 25 Desember 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam jepretan studio-studio foto Tionghoa (3)

Studio foto Thio Piek, Bogor, ~1910: Seorang bayi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Studio foto Tio, Cimahi: Seorang perwira KNIL
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Studio foto Gahien, Yogyakarta: Seorang anak perempuan berpita rambut
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1910
Tempat: Bogor, Cimahi, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio foto Thio Piek, Tio, Gahien
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 09 April 2023

Tentara dan warga negara Sekutu di kamp tahanan Jepang di Jawa (4)

8 Juli 1942: Warga Belanda yang digiring ke kamp di Cimahi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
29 Januari 1944: Senam pagi bareng para tawanan dengan instruktur Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
29 Januari 1944: Antrian pembagian makanan dengan papan petunjuk dalam bahasa Belanda dan Inggris
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pertandang bola voli antar tawanan, sebagian kelihatan kurang gizi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: masa pendudukan Jepang (a.l. 1942, 1944)
Tempat: Jawa (a.l. Cimahi)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 20 Maret 2023

Beberapa foto bersama para serdadu Jepang yang ditugaskan di Hindia-Belanda (1)

Kesatuan penjaga kamp di Cimahi; di barisan belakang tampak 3 lelaki berwajah Eropa
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kemungkinan kesatuan terkait penguasaan bahasa Melayu (Malay go Kyoushu Kai?) di sebuah gedung yang memiliki salib di atas pintunya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kemungkinan kesatuan yang menjaga kamp tawanan Cimahi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: masa pendudukan Jepang
Tempat: Jawa (a.l. Cimahi)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 15 Juli 2022

Persiapan Hindia-Belanda menghadapi Perang Dunia II: Kesatuan artileri KNIL (4)

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: sekitar 1941
Tempat: Kawasan Gunug Bohong, Cimahi
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 03 Oktober 2021

Foto-foto dari "Album van Java" tentang Jawa-Maluku-Sulawesi menjelang akhir abad ke-19 (7)

PENGANTAR

Walter Bentley Woodbury dan James Page adalah dua orang Inggris yang menjadi salah dua perintis dunia fotografi profesional di Hindia-Belanda. Studio foto yang mereka dirikan di Batavia menjadi teladan bagi fotografer lain untuk mendirikan hal yang sama di Padang, Semarang, Surabaya, dan kota-kota lain di Nusantara. Blog ini sudah menampilkan banyak karya keluaran dari studio ini.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Di sekitar tahun 1890 studio ini mengeluarkan album dengan judul Album van Java, yang sejatinya juga berisi foto-foto dari Maluku dan Sulawesi juga. Ada kemungkinan pemesan album ini memang aktif atau pernah berkunjung ke wilayah-wilayah ini. Album ini berisi 42 foto, yang 40 di antaranya akan ditampilkan di sini sesuai nomor urut; 2 lainnya tidak tersedia di koleksi yang dipublikasikan oleh National Gallery of Australia ini. Tiap foto memiliki catatan tulisan tangan sehingga memudahkan kita untuk mengidentifikasi objek foto.


36. Salah satu air terjun di Cimahi (1868)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
37. Sebuah pemandangan di Jawa Barat (1868)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
39. Reruntuhan Candi Sewu di Klaten (1870)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
40. Tepi laut kota Ambon (1870-1880)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
41. Sebuah pemandangan di Makassar (1870-1880)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
42. Sebuah pemandangan di Sulawesi (1870-1880)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1868, 1870, 1880
Tempat (d.a.k.b.): Cimahi, Jawa Barat, Klaten, Ambon, Makassar, Sulawesi
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto nomor 39 dari koleksi Universiteit Leiden
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)


Selasa, 16 Juni 2020

Konstruksi jembatan bambu zaman dulu: Kumpulan berbagai jenis

Ini termasuk tipe anyaman, tetapi tanpa penopang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Termasuk tipe sangat sederhana dengan hanya batang bambu dan sedikit penopang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1925: Jembatan yang masuk kategori panjang dengan topangan
(klik untuk memperbesar | © Thilly Weissenborn / NGA)
Cimahi, 1904: Jembatan di atas Citarum dengan atap dan lengkungan bambu, termasuk kategori rumit
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1898: Masih termasuk jembatan dengan penopang, kali ini dengan bantuan batang kayu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1885: Sebagai perbandingan, jembatan yang sepenuhnya dari kayu
(klik untuk memperbesar | © H. Ernst / NGA)
Waktu: 1885, 1898, 1904, 1925
Tempat: Cimahi (a.l.)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: H. Ernst / Thilly Weissenborn
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 03 Januari 2019

Beberapa foto dari masa perang kemerdekaan, 1948

Surabaya, 26 Januari 1948: Acara tabur bunga di pemakaman para tentara Belanda di Kembang Kuning
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Semarang, Maret 1948: Kapal angkut militer Belanda berlabuh
(klik untuk memperbesar | © J.C. Taillie / gahetna)
Cimahi, 1 September 1948: Berbagai senjata buatan Amerika, Belanda, Inggris, dan Jepang yang diperagakan di sekolah perwira infantri Belanda (SROI = School Reserve Officieren Infanterie)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Pati: Komisi Tiga Negara memeriksa insiden di mana 4 anggota KNIL ditangkap TNI dan seorang di antaranya dikabarkan disiksa. Militer Belanda kemudian menahan 30 prajurit TNI, kemungkinan sebagai tindakan balasan. Setelah itu dikabarkan bahwa penangkapan anggota KNIL tidak dilandasi motif politik atau militer, melainkan karena perselisihan pribadi.
(klik untuk memperbesar | © Henri Cartier-Bresson / gahetna)

Waktu: 1948
Tempat: Cimahi, Pati, Semarang, Surabaya
Tokoh:
Peristiwa: l.d.a.
Fotografer: l.d.a.
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief / Spaarnestad Photo
Catatan:

Rabu, 28 Desember 2016

Pasukan KNIL di tangsi Cimahi, 1927

(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Waktu: 1927
Tempat: Cimahi
Tokoh:
Peristiwa: Pasukan KNIL berpose di depan tangsi mereka di Cimahi setelah menghadiri pemakaman Joannes Benedictus van Heutsz, panglima Belanda di Perang Aceh, pada tanggal 9 Juni 1927
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:

Selasa, 18 Oktober 2016

Kegiatan tentara Belanda ketika tidak sedang menggempur pejuang kemerdekaan (13): bermain

Main ayunan - 30 Juli 1947
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Bandung 23 April 1948 - balap karung pasukan KNIL
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
2 September 1948: Balap becak di Cimahi
(klik untuk memperbesar | © Haasjes / gahetna)
Waktu: 1947, 1948
Tempat: Bandung, Cimahi
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Selasa, 29 Maret 2016

Pasukan infantri lokal bentukan Belanda di Cimahi, 1948 (2)

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 27 November 1948
Tempat: Cimahi (Bandung)
Tokoh:
Peristiwa: Kolonel H.J. de Vries, komandan Batalyon 33 (tidak terlihat di foto), menghadiri pelantikan kesatuan militer lokal didikan Belanda di Cimahi. Pasukan ini dikabarkan terdiri dari warga Madura dan Sumatera (kemungkinan Sumatera Utara karena catatan foto menyebut a.l. nama Jan Panggabean, Siregar).
Fotografer: D. Hendrikse
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Ketika Republik Indonesia Serikat dibentuk, Negara Sumatera Timur mengirim beberapa tentaranya ke Cimahi untuk pendidikan. Negara Madura sementara itu memiliki pula tentara sendiri bernama Barisan Cakra.

Minggu, 27 Maret 2016

Pasukan infantri lokal bentukan Belanda di Cimahi, 1948 (1)

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 27 November 1948
Tempat: Cimahi (Bandung)
Tokoh:
Peristiwa: Kolonel H.J. de Vries, komandan Batalyon 33, menghadiri pelantikan kesatuan militer lokal didikan Belanda di Cimahi. Pasukan ini dikabarkan terdiri dari warga Madura dan Sumatera (kemungkinan Sumatera Utara karena catatan foto menyebut a.l. nama Jan Panggabean, Siregar).
Fotografer: D. Hendrikse
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Ketika Republik Indonesia Serikat dibentuk, Negara Sumatera Timur mengirim beberapa tentaranya ke Cimahi untuk pendidikan. Negara Madura sementara itu memiliki pula tentara sendiri bernama Barisan Cakra.