Tampilkan postingan dengan label Solok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Solok. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Oktober 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara (18)

Blog ini pernah menampilkan rangkaian lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara mulai dari posting tanggal 21 Desember 2021 hingga ke posting tanggal 28 Januari 2022  dengan total 65 lukisan. Seri kali ini merupakan tayang ulang (reload) dengan total lukisan menjadi 107; karena ada tambahan 42. Ukuran lukisan di rangkaian kali ini lebih rendah, dari lebar 2048 pixel ke sekitar 2000 pixel, tetapi kualitas hasil pindainya seharusnya lebih bagus.


Suasana di sekitar pelabuhan Padang. Beberapa bangunan beratap merah berderet di kawasan yang bersih, sementara sebuah perahu beratap mengangkut penumpang ke arah sebuah kapal uap yang sedang bergerak. Di latar tengah tampak dua kapal layar "bersembunyi" di belakang kerimbunan sebuah pulau, dan duar perahu layar beraktivitas di perairan pelabuhan.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Gedung Gubernur Sumatera Barat di Padang yang sepenuhnya bergaya kolonial. Ini tampak dari model bangunan yang satu lantai dengan tembok bercat putih, serta pilar-pilar bundar di bagian depan. Tembok depan memiliki beberapa pintu dengan jenis dua bilah yang memiliki sekat-sekat udara.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Usaha pengolahan kopi milik orang Belanda di Lubuk Selasih, Solok. Dua pekerja tampak sedang mengeringkan kopi di dalaman dengan menyebarkannya serata mungkin. Seorang pekerja lain memikul karung yang kemungkinan berisi biji kopi yang akan dijemur. Di latar belakang kanan tampak sebuah mesin giling kopi yang menggunakan batu dan tenaga manusia. Sang pemilik atau pengawas usaha ini berdiri di depan kantornya, sementara di latar belakang kiri kemungkinan duduk istrinya di beranda rumah mereka.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Suasana di sebuah jalan di Payakumbuh. Dua pria Belanda tampak berjalan-jalan dinaungi bayangan dari pohon-pohon yang berada di tepi jalan, sementar tiga warga lokal berjalan di kejauhan. Di sebelah kiri terlihat sebuah bangunan yang mirip pos penjagaan, sementara di sebelah kanan ada bangunan lain yang memilik banyak tiang tetapi tanpa dinding dan berlantai tanah.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Lukisan ini kemungkinan besar menggambarkan Ngarai Sianok di Bukittinggi dengan latar belakang Gunung Marapi. Tiga warga lokal tampak turun menyusuri tebing; kemungkinan dalam pakaian adat yang memiliki tutup kepala yang relatif tinggi.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Josias Cornelis Rappard (seorang kolonel KNIL dan pelukis)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Minggu, 30 April 2023

Minangkabau di akhir abad ke-19 dalam jepretan Christiaan Benjamin Nieuwenhuis (3)

Christiaan Benjamin Nieuwenhuis adalah seorang prajurit KNIL menjelang akhir abad ke-19 yang kemudian beralih profesi menjadi juru foto. Awalnya di Batavia, Nieuwenhuis kemudian menekuni dunia fotografi ini di Padang hingga akhir hayatnya. Foto-foto berikut berasal dari sebuah koleksi atau seri yang khusus menampilkan hasil jepretan dari Minangkabau. Beberapa di antaranya sudah pernah ditampilkan di blog ini, beberapa lainnya baru kali ini. Selamat menikmati!
Monumen Michiels di Padang yang didirikan di tahun 1855 dan kemudian dihancurkan Jepang semasa Perang Dunia II
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah delman di dekat terowongan Lembah Anai
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jembatan besi di atas Batang Ombilin
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Salah satu sudut Ngarai Sianok
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Anak-anak dan perempuan Minang di Kinari, Solok
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: akhir abad ke-19 (atau sekitar 1900)
Tempat: Minangkabau
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Christiaan Benjamin Nieuwenhuis
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: 

Jumat, 11 Maret 2022

Sketsa dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Pakaian adat (2)

PENGANTAR

Sejak tanggal 17 Agustus 2020 hingga 6 Oktober 2020 blog ini menampilkan foto-foto dari ekspedisi yang dilakukan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap di wilayah yang mereka sebut Midden-Sumatra (Sumatera Tengah), yang meliputi wilayah di Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Penjelajahan ini selain menelurkan sebuah album foto dan beberapa buku ilmiah, juga menghasilkan sebuah buku lukisan atau sketsa, yang salah satu salinannya tersedia di archive.org.

Buku sketsa ini menjadi penting karena berisi gambar-gambar yang melukiskan detail budaya yang sulit terekam oleh foto; misalnya perhiasan, cara mengikat rambut, ukiran, anyaman, dsb. Selain itu, buku sketsa ini menampilkan hal-hal terkait Rejang Lebong, sebuah daerah yang dikunjungi tim penjelajahan, tetapi tidak ada rekaman foto dari wilayah ini. Tidak adanya foto dari Rejang Lebong, sementara ada lebih dari 100 foto dari wilayah lain, menimbulkan dugaan bahwa foto dari Rejong Lebong sejatinya ada tetapi kemudian rusak atau hilang sebelum bisa dibukukan. Buku sketsa ini menjadi sesuatu yang menutupi kehilangan ini.

Berikut gambar-gambar dari buku sketsa ini. Sebenarnya, buku ini juga berisi keterangan terinci tentang setiap gambar yang ditampilkan. Blog ini akan menampilkan keterangan singkat saja demi menghemat tempat.


1. Istri dan anak pemuka adat Pasimpai; 2. tukang kayu di Minangkabau; 3. Dipati Alai (Aringin); 4. bocah Supayang bernama Ludin
(klik untuk memperbesar)
Pengantin Supayang; wanita Rawas yang sudah menikah; gadis Muara Kulam
(klik untuk memperbesar)
Pasangan pengantin dan para pengiringnya di Rawas
(klik untuk memperbesar)
Tari skin, tari piring, dan tari selendang di Rawas
(klik untuk memperbesar)
Pemuda dan pemudi Lebong menari
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Lebong, Rawas, Solok
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer / Juru gambar: Arend Ludolf van Hasselt
Sumber / Hak cipta: Internet Archive
Catatan:

Rabu, 09 Maret 2022

Sketsa dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Pakaian adat (1)

PENGANTAR

Sejak tanggal 17 Agustus 2020 hingga 6 Oktober 2020 blog ini menampilkan foto-foto dari ekspedisi yang dilakukan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap di wilayah yang mereka sebut Midden-Sumatra (Sumatera Tengah), yang meliputi wilayah di Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Penjelajahan ini selain menelurkan sebuah album foto dan beberapa buku ilmiah, juga menghasilkan sebuah buku lukisan atau sketsa, yang salah satu salinannya tersedia di archive.org.

Buku sketsa ini menjadi penting karena berisi gambar-gambar yang melukiskan detail budaya yang sulit terekam oleh foto; misalnya perhiasan, cara mengikat rambut, ukiran, anyaman, dsb. Selain itu, buku sketsa ini menampilkan hal-hal terkait Rejang Lebong, sebuah daerah yang dikunjungi tim penjelajahan, tetapi tidak ada rekaman foto dari wilayah ini. Tidak adanya foto dari Rejang Lebong, sementara ada lebih dari 100 foto dari wilayah lain, menimbulkan dugaan bahwa foto dari Rejong Lebong sejatinya ada tetapi kemudian rusak atau hilang sebelum bisa dibukukan. Buku sketsa ini menjadi sesuatu yang menutupi kehilangan ini.

Berikut gambar-gambar dari buku sketsa ini. Sebenarnya, buku ini juga berisi keterangan terinci tentang setiap gambar yang ditampilkan. Blog ini akan menampilkan keterangan singkat saja demi menghemat tempat.


Panghulu (Minang); panghulu Alahan Panjang; haji dari Alahan Panjang
(klik untuk memperbesar)
Pemuka adat Supayang; dubalang/pengiringnya; panghulu kapalo Pasir Talang
(klik untuk memperbesar)
1. Rombongan wanita Alahan Panjang; 2. ulama Alahan Panjang; 3. Haji Abdullah dari Supayang
(klik untuk memperbesar)
Pemuda Rantau Baru mengembara pengembaraan; pemuda Surulangun
(klik untuk memperbesar)
Sebuah keluarga terpandang di Alahan Panjang; dua gadis Lebong menari
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Alahan Panjang dan Supayang (Solok), Lebong, Rantau Baru (Pelalawan), Surulangun (Musi Rawas Utara)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer / Juru gambar: Arend Ludolf van Hasselt
Sumber / Hak cipta: Internet Archive
Catatan:

Jumat, 28 Januari 2022

Aneka wajah Nusantara dalam lukisan Josias Rappard, 1888 (16)

Stasiun kereta Tanggung di Grobogan
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Kawasan Goa Rong Rengel, Tuban
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Air terjun Nglirip di Singgahan, Tuban
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Perkebunan kopi di Lubuk Selasih, Solok
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Benteng Rotterdam di Makassar
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 1888
Tempat: Grobogan, Tuban, Solok, Makassar
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Josias Rappard
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Sabtu, 12 Juni 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Toeristenbond voor Nederland terbitan 1911: 87-93

PENGANTAR

Di rangkaian posting sebelumnya blog ini menampilkan foto-foto dari album keluaran penerbit Kleynenberg & Co. dari tahun 1912-1914. Album yang berisi 150 foto ini menyajikan wajah-wajah Nusantara dari berbagai pelosok. Sebelumnya, di tahun 1911, Toeristenbond voor Nederland juga mengeluarkan album yang mirip. Album keluaran jawatan pariwisata Belanda ini berisi 100 foto yang juga menampilkan berbagai wajah Nusantara.

Isi album ini didominasi oleh foto karya Jean Demmeni, seorang fotografer campuran Perancis-Madura yang lahir di Padang Panjang dan banyak aktif di wilayah Minangkabau. Tidak mengherankan apabila hampir setengah dari album ini berisi foto dari wilayah Sumatera Barat.

Berbeda dengan album foto Kleynenberg yang mencakup banyak wilayah, album Toeristenbond ini masih membatasi tambahan liputan ke Jawa dan sedikit Sumatera Utara, di samping Sumatera Barat. Meski demikian, album ini tetap menarik karena mengindikasikan aspek warga Nusantara yang, paling tidak menurut khalayak Belanda saat itu, menarik untuk dicermati dari sudut pandang pariwisata.

Blog ini akan menampilkan ke-100 foto ini berurut sesuai nomornya. Foto-foto yang pernah dimuat sebelumnya, dalam konteks lain, akan diberi catatan.


87. Pemandangan di Solok
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
88. Sekelompok lelaki Minang di dekat rumah dan lumbung padi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
89. Warga Minangkabau di depan rumah gadang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
90. Rangkiang, lumbung padi warga Minangkabau
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
91. Keluarga di foto no. 89 diabadikan dari sudut yang berbeda
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
92. Tambang batubara Ombilin di Sawahlunto
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
93. Tambang batubara Ombilin di Sungai Durian, Sawahlunto
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit tahun 1911, foto-fotonya tentunya dibuat sebelum itu
Tempat: Sumatera Barat
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Jean Demmeni
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan: Edisi lain dari foto no. 89 pernah dimuat sebelumnya di posting ini; no. 92 di sini.

Sabtu, 21 November 2020

Dari album foto C.B. Nieuwenhuis tentang Bogor dan Minangkabau: Wajah warga Minang

PENGANTAR

Christiaan Benjamin Nieuwenhuis termasuk orang yang berjasa mengabadikan banyak wajah Nusantara zaman dulu dan mewariskannya ke dunia sepeninggalnya. Blog ini sudah memuat beberapa foto karya orang Belanda yang wafat di Padang ini.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Salah satu kumpulan dari foto-foto jepretan dia adalah sebuah album berjilid merah di atas ini, yang berisi 30 foto, 6 di antaranya tentang Bogor dan sisanya mengenai Minangkabau. Blog ini akan menampilkannya di sini.


Sekitar 1880: Pesawahan di Minangkabau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sekitar 1895: Ibu dan anak-anak di Kinari, Solok
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sekitar 1895: Lelaki Minang menyirih
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sekitar 1900: Seorang pria Minang di jendela rumah gadang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sekitar 1900: Orang Belanda dan warga Minang di sebuah kincir air di antara Payakumbuh dan Sarilamak
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sekitar 1905: Warga Minang menyabung ayam
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1880, 1895, 1900, 1905
Tempat: Minangkabau (a.l. Payakumbuh, Solok)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: C.B. Nieuwenhuis
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto terakhir pernah dimuat di posting ini dari sumber lain.

Minggu, 06 September 2020

Dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Lubuk Gadang di Solok Selatan

PENGANTAR

Pada tahun 1873 Belanda mendirikan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap (Masyarakat Ilmu Bumi Kerajaan Belanda), mengikuti langkah serupa yang sebelumnya dilakukan oleh Perancis, Inggris, Jerman, dan Rusia. Ekspedisi besar pertama organisasi ini berlangsung empat tahun kemudian, yaitu penjelajahan di Midden-Sumatra ("Sumatera Tengah"), yang berlangsung dari tahun 1877 hingga 1879. Ekspedisi ini dilaksanakan oleh sebuah tim yang terdiri dari Arend Ludolf van Hasselt, Daniël David Veth, Johannes François Snelleman, serta Johannes Schouw Santvoort, dengan ditemani pendamping lokal.

Peta ekspedisi, dengan tambahan info tentang lokasi fotonya akan ditampilkan di blog ini (ikon biru), dan lokasi lain sebagai patokan (ikon merah)
(klik untuk memperbesar)

Peta di atas ini, dalam garis-garis merah, menunjukkan rute penjelajahan yang dilakukan oleh tim ini, yang mencakup wilayah Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Selatan. Tim ini selain mengamati aspek geografi dan geologi dari tempat-tempat yang dijelajahi, juga mendokumentasikan aspek lain seperti flora dan fauna, hingga etnografi dan adat istiadat. Situs archive.org mengarsipkan publikasi-publikasi hasil penjelajahan ini, dalam bahasa Belanda.

Selain itu, ada juga album foto yang memuat 145 foto, yang sayangnya tidak ada di situs archive.org tsb. Untungnya, National Gallery of Australia, memiliki salah satu eksemplar dari album ini, meskipun beberapa halaman di antaranya hilang. Blog ini akan menampilkan foto-foto dari album ini, sejauh mungkin dalam format lembar aslinya, dengan warna yang sudah menguning.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Beruntung pula, Universiteit Leiden memiliki pula koleksi foto-foto ini, meskipun tampaknya dalam bentuk satuan, tidak dalam bentuk album. Bahkan, Universiteit Leiden tampaknya memiliki akses ke foto-foto lain dari ekspedisi ini yang tidak masuk ke dalam album. Blog ini pun akan menampilkannya, kali ini dalam format skala-abu. Lokasi-lokasi yang fotonya ditampilkan akan ditandai dengan ikon biru di peta di atas.


Foto dari album Daniel Veth:
Rumah dengan kolong tertutup
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah rumah di Lubuk Gadang, juga dengan bagian kolongnya ditutup anyaman bambu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Rangkiang (lumbung padi)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Rumah yang bagian kirinya berdinding bambu penuh
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Foto dari arsip Universiteit Leiden:
Rangkiang (lumbung padi)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Rumah dengan kolong tertutup
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Bukit Barisan dilihat dari Lubuk Gadang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Rumah di tengah pesawahan
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Gunung Kerinci dilihat dari Lubuk Gadang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Rumah beratap rendah
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Sebuah rumah di Lubuk Gadang, juga dengan bagian kolongnya ditutup anyaman bambu
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Tambahan sketsa:
Sudut lain Gunung Kerinci dilihat dari Lubuk Gadang
(klik untuk memperbesar)

Tim penjelajahan bermalam dengan tenda di kaki Gunung Kerinci
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Lubuk Gadang (Solok Selatan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Universiteit Leiden
Catatan: