Tampilkan postingan dengan label Lombok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lombok. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 September 2024

Aneka foto dari masa perang kemerdekaan (2)

19 Desember 1948: Pasukan Belanda merengsek maju untuk merebut Yogyakarta dari kekuasaan TNI
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pasukan Belanda mendarat di pesisir Lombok
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang prajurit Belanda berbagi rokok dengan bapak berpeci
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
1947: Pesawat Firefly Mk 2 di pangkalan udara Morokembangan, Surabaya, yang struktur bangunannya tampak rusak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1947, 1948
Tempat: Jawa (a.l.Surabaya, Yogyakarta), Lombok
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Foto pertama pernah dimuat di posting ini.

Sabtu, 22 Juni 2024

Peta dari tahun 1910: Bali dan Nusa Tenggara

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1910
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Peta menjelang era modern ini memperlihatkan pulau-pulau yang dikelompokkan sebagai Kleine Soenda-Eilanden (Kepulauan Sunda Kecil), yang sekarang meliputi tiga provinsi, yaitu Bali, NTB, dan NTT. Peta ini memperlihatkan juga detail dari Bali dan Lombok, bagian tengah Flores, ujung barat Timor serta Pulau Rote, dan Kepulauan Solor.
Juru kartografi:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Sabtu, 04 Februari 2023

Pasukan Jepang masuk dan menguasai Hindia-Belanda (5): Kediri, Lombok 1942

Kediri: Konvoi pasukan Jepang memasuki kota
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Briefing di sebuah pos pasukan Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jawa: Pasukan Jepang menurunkan meriam ke pinggi pantai
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang tentara Jepang memanjat pohon untuk memetik kelapa
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Lombok: Pasukan Jepang menangkap tiga tentara Sekutu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1942
Tempat: Jawa (a.l. Kediri), Lombok
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 09 Mei 2022

Foto udara dari kawah dan pegunungan hasil jepretan KNIL Udara, 1940-an (2)

Segara Anak di kawasan Rinjani, Lombok
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Anak Krakatau di Selat Sunda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawasan Bromo, Jawa Timur
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1940-an
Tempat: Lombok, Banten, Jawa Timur
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 15 Desember 2021

Dari sebuah perjalanan ke Lombok, Bali, dan Madura di sekitar tahun 1930: Sekitar Ampenan

Kemungkinan Kali Jangkok, tempat bersejarah dalam Perang Lombok
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Rumah warga Sasak (?)
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Pemandian umum
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Tari Gandrung
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Beberapa warga di pemukiman
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: antara 1925-1934
Tempat: Lombok
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Senin, 13 Desember 2021

Dari sebuah perjalanan ke Lombok, Bali, dan Madura di sekitar tahun 1930: Pengaruh Karangasem di Lombok Barat

Pura Lingsar
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Taman Narmada
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Bagian dalam kawasan Pura Lingsar
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Taman yang dijadikan Belanda sebagai tugu peringatan bagi prajurit dan perwira KNIL yang tewas semasa Perang Lombok
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Dua benda keramat di sebuah pura
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: antara 1925-1934
Tempat: Lombok
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Kamis, 09 September 2021

Lombok pada saat ekspedisi militer Belanda 1894: Beberapa situs sisa pertempuran

PENGANTAR

Di penghujung abad ke-19 Lombok dilanda pergolakan antara warga Sasak dan bangsawan Karangasem yang menguasai bagian barat pulau ini. Keterlibatan Belanda dalam pertikaian ini menghasilkan satu pemenang: Belanda, dan dua pengalah: Lombok dan Karangasem. Ekspedisi militer Belanda di tahun 1894 menjatuhkan kekuasaan Karangasem di Lombok, dan mengukuhkan kekuasaan Belanda atas pulau ini. Foto-foto berikut berasal dari saat ekspedisi ini.

Taman Narmada, salah satu situs yang direbut dan dikuasai pasukan Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pura Dalem Karang Jangkong, tempat tewas dan dimakamkannya panglima Belanda Mayor Jenderal P.P.H. van Ham
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kali Jangkok, kemungkinan salah satu tempat pertempuran yang menjadi catatan Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kali Jangkok, dengan beberapa warga lokal
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1894
Tempat: Lombok
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: C. Neeb
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Charls, Van Es & Co
Catatan: Posting ini merupakan kelanjutan dan pelengkap dari rangkaian posting sebelumnya yang dimulai tanggal 13 Maret 2020 hingga 29 Maret 2020.

Minggu, 13 September 2020

Kartu pos kuno tentang berbagai daerah

1900-1904: Sumur minyak di Kalimantan Timur
(klik untuk memperbesar | © Rob. Hennemann & Co. / AVS)

1900-1904: Perkampungan warga Bali di Lombok
(klik untuk memperbesar | © Gebr. van Straaten / AVS)

1920-1929: Borobudur
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Kampung Ketang, Manado
(klik untuk memperbesar | © Gebr. Que / AVS)

Waktu: antara 1900 dan 1904 (nomor 1 & 2), 1920 dan 1929 (nomor 3)
Tempat: Kalimantan Timur, Lombok, Magelang, Manado
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar/foto: Rob. Hennemann & Co. / Gebr. van Straaten / ? / Gebr. Que
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Selasa, 04 Agustus 2020

Dari album foto perwira artileri Letnan H.A. Zeilmaker, 1900: Foto lain-lain

PENGANTAR

Letnan H.A. Zeilmaker adalah seorang perwira artileri Belanda yang bertugas di Hindia-Belanda paling tidak dari tahun 1894 hingga 1899. Dia diterjunkan di Perang Aceh, dan tampaknya kemudian tinggal di Surabaya. Dia membuat sebuah album album foto pada tahun 1900 dengan judul "1894 Souvenir 1899" yang kelihatannya ditujukan untuk kerabatnya di Belanda untuk memperlihatkan bagaimana itu Hindia-Belanda.

Selain foto-foto yang memang terkait dengan dia dan sejawatnya, album ini juga berisi foto-foto dari studio atau juru potret lain, yang juga bisa ditemukan di album atau kumpulan foto pihak lain. Ini menunjukkan bahwa pada saat itu peredaran dan jual-beli foto dengan motif tertentu bukan hal yang jarang.

Album foto ini pada akhirnya menjadi salah satu sumber berharga untuk menengok sejarah negeri kita di masa lampau beserta manusia-manusia yang hidup di saat itu.


1894: Kapal Koningin Regentes yang membawa Zeilmaker dari Belanda pada tanggal 19 Oktober 1894 hingga ke Tanjung Priok pada tanggal 28 November 1894
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Kediaman Zeilmaker di pos militer Belanda di Lambaro, Aceh. Di sebelah kiri tampaknya pembantu rumah tangga, sementara di kanan salah seorang sejawat Zeilmaker
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Lombok, 1894: Para pembesar sipil dan militer Belanda dengan dua penguasa terakhir dari Karangasem untuk Lombok pada saat Perang Lombok (lihat catatan di bawah)
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 1894
Tempat: Belanda (atas); Lambaro, Aceh (tengah); Lombok (bawah)
Tokoh: Gusti Gede Jelantik (tokoh Bali yang ditempatkan Belanda sebagai penguasa Lombok, dari tahun 1894 hingga 1902, setelah ekspedisi militer Belanda); Mayor Jenderal Petrus van Ham (Panglima KNIL yang tewas di Lombok pada pertempuran di bulan Agustus 1894); Mayor Jenderal Jacobus Vetter (Panglima KNIL pada saat Perang Lombok); M.C. Dannenbargh (pejabat sipil yang ditempatkan Belanda sebagai residen di Lombok)
Peristiwa:
Juru foto:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: Zeilmaker dipastikan tidak ikut dalam Perang Lombok karena pada saat itu dia ditugaskan di Aceh. Tetapi album fotonya menjadi berharga karena menyimpan foto yang memperlihatkan dua penguasa terakhir Karangasem di Lombok bersama para pembesar Belanda pada saat ekspedisi militer Belanda di Lombok. Para tokoh di foto ini, d.ki.k.ka. (duduk): Anak Agung Ketut Ngurah Karangasem, Petrus van Ham, Jacobus Vetter, M.C. Dannenbargh, Gusti Gede Jelantik; (berdiri): Hendrik Willemstijn, A.J. Hamerster, Frederik Liefrinck, Boerema, Hendrik Kotting.

Minggu, 29 Maret 2020

Lombok pada saat ekspedisi militer Belanda 1894: Sekelompok penari Sasak

PENGANTAR

Di penghujung abad ke-19 Lombok dilanda pergolakan antara warga Sasak dan bangsawan Karangasem yang menguasai bagian barat pulau ini. Keterlibatan Belanda dalam pertikaian ini menghasilkan satu pemenang: Belanda, dan dua pengalah: Lombok dan Karangasem. Ekspedisi militer Belanda di tahun 1894 menjatuhkan kekuasaan Karangasem di Lombok, dan mengukuhkan kekuasaan Belanda atas pulau ini. Foto-foto berikut berasal dari saat ekspedisi ini.

(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1894
Tempat: Lombok
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: C. Neeb
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Charls, Van Es & Co
Catatan:

Jumat, 27 Maret 2020

Lombok pada saat ekspedisi militer Belanda 1894: Beberapa wajah warga Sasak

PENGANTAR

Di penghujung abad ke-19 Lombok dilanda pergolakan antara warga Sasak dan bangsawan Karangasem yang menguasai bagian barat pulau ini. Keterlibatan Belanda dalam pertikaian ini menghasilkan satu pemenang: Belanda, dan dua pengalah: Lombok dan Karangasem. Ekspedisi militer Belanda di tahun 1894 menjatuhkan kekuasaan Karangasem di Lombok, dan mengukuhkan kekuasaan Belanda atas pulau ini. Foto-foto berikut berasal dari saat ekspedisi ini.

(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1894
Tempat: Lombok
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: C. Neeb
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Charls, Van Es & Co
Catatan:

Senin, 23 Maret 2020

Lombok pada saat ekspedisi militer Belanda 1894: Wajah perkampungan Bali di Lombok

PENGANTAR

Di penghujung abad ke-19 Lombok dilanda pergolakan antara warga Sasak dan bangsawan Karangasem yang menguasai bagian barat pulau ini. Keterlibatan Belanda dalam pertikaian ini menghasilkan satu pemenang: Belanda, dan dua pengalah: Lombok dan Karangasem. Ekspedisi militer Belanda di tahun 1894 menjatuhkan kekuasaan Karangasem di Lombok, dan mengukuhkan kekuasaan Belanda atas pulau ini. Foto-foto berikut berasal dari saat ekspedisi ini.

Gerbang ke sebuah kampung Bali
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Warga Sasak di depan gerbang ke sebuah kampung Bali
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pura kecil antara Ampenan dan Mataram
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seorang tentara Belanda bersama warga Sasak
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah kampung Bali di Ampenan
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1894
Tempat: Lombok
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: C. Neeb
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Charls, Van Es & Co
Catatan:

Sabtu, 21 Maret 2020

Lombok pada saat ekspedisi militer Belanda 1894: Pura Lingsar dan Taman Narmada dalam kekuasaan Belanda

PENGANTAR

Di penghujung abad ke-19 Lombok dilanda pergolakan antara warga Sasak dan bangsawan Karangasem yang menguasai bagian barat pulau ini. Keterlibatan Belanda dalam pertikaian ini menghasilkan satu pemenang: Belanda, dan dua pengalah: Lombok dan Karangasem. Ekspedisi militer Belanda di tahun 1894 menjatuhkan kekuasaan Karangasem di Lombok, dan mengukuhkan kekuasaan Belanda atas pulau ini. Foto-foto berikut berasal dari saat ekspedisi ini.

Pura Lingsar
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pura Lingsar
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pura Lingsar
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Taman Narmada
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pemuka warga Bali, Gusti Bagus Pahos (berdiri), bersama para pengikutnya di Taman Narmada
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1894
Tempat: Lombok Barat (Lingsar, Narmada)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: C. Neeb
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Charls, Van Es & Co
Catatan: